Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Frankenstein, Tokoh Misterius di Novel Kontemporer

Misteri Frankenstein, Tokoh Misterius di Novel Kontemporer

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagi pencinta novel bergenre fiksi ilmiah tentu sudah tidak asing dengan novel kontemporer karya penulis bernama Mary Shalley. Frankenstein adalah novel pertama dengan genre fiksi ilmiah yang sangat terkenal hampir di seluruh dunia. Mayat hidup dalam novel Frankenstein sendiri menjadi sosok fenomenal yang kerap menjadi bahan perbincangan.

Kehadiran makhluk tersebut bahkan menarik sineas film Hollywood untuk mengangkatnya ke dalam sebuah film layar lebar yang berjudul Victor Frankenstein yang diperankan oleh aktor terkenal James McAvoy dan Daniel Radcliffe pada tahun 2015 silam.

Siapakah sosok Frankenstein sebenarnya? Apa yang terjadi hingga sosok misterius ini kerap menjadi bahan perbincangan? Nah, bila kamu salah satu yang penasaran dengan sosok Frankenstein. Kali ini Bacaterus bakal bahas misteri Frankenstein, tokoh misterius dalam novel kontemporer karya Mary Shalley. Berikut adalah rangkumannya:

Kontroversi penulis dan tokoh Frankenstein

Kontroversi Penulis dan Tokoh Frankenstein (Copy)

Dunia sempat dihebohkan dengan sebuah novel tanpa nama pengarang alias anonim berjudul Frankenstein atau The Modern Prometheus pada tahun 1818. Kehadiran novel tersebut memang cukup menarik perhatian publik dunia.

Selain tak menyebutkan nama sang pengarang pada awal diterbitkan. Sosok monster yang kerap kali menyebutkan nama sang penciptanya Frankenstein dalam novel pun menjadi bahan perbincangan dunia. Mayat hidup ciptaan dr Victor Frankenstein tersebut memang cukup menarik.

Karena antusias yang besar para pembaca pada novel tersebut. Barulah saat mulai diterbitkan ulang pada tahun 1831, nama Mary Wollstonecraft Shalley pun dimuat sebagai nama penulis. Hanya saja polemik baru pun muncul, pasalnya sang suami, Percy Shalley yang mengisi bagian pengantar novel dianggap sebagai penulis asli novel fenomenal tersebut.

Kontroversi tentang penulis novel itu pun merebak. Namun demikian, pada akhirnya nama Mary adalah nama yang kita ketahui sekarang sebagai penulis asli novel misteri tersebut. Selain itu, kontroveersi dari novel tersebut tidak hanya tentang penulisnya saja namun juga mengenai asal usul tokoh monster yang ada dalam novel tersebut.

Saking misteriusnya tentang asal usul inspirasi penciptaan tokoh mayat hidup yang diceritakan dalam novel tersebut bahkan memiliki beberapa versi. Frankenstein sendiri dibuat Mary saat usianya 18 tahun.

Novel karyanya memang berhasil menarik penerbit dan disambut baik oleh para pembaca hingga abad ke-20. Novel karya Mary Shalley ini menjadi salah satu novel yang berpengaruh bagi perkembangan karya sastra dunia, khususnya genre fiksi ilmiah.

Frankenstein dan gunung Tambora

Frankenstein dan gunung Tambora (Copy)

Gunung Tambora yang berada di Indonesia meletus pada tahun 1815. Letusan gunung Tambora diketahui menjadi letusan paling besar sepanjang sejarah di dunia. Selama hampir tiga hari yaitu dari tanggal 10-12 April 1815. Berbagai belahan bumi tampak diliputi perasaan mencekam dengan suara gemuruh diiringi suara petir menggelegar.

Kekuatan letusan gunung Tambora memang cukup luar biasa, hingga menelan hampir sebanyak 92.000 nyawa. Letusan gunung api itu telah mempengaruhi perubahan iklim hampir di seluruh dunia. Abu vulkanis dan suhu panas berhasil melubangi atmosfer Bumi. Suhu rata-rata di Bumi menurun hampir 3 derajat Celsius.

Akibat letusan tersebut, sebagian wilayah yang ada di Bumi tertutup abu hitam dan kabut. Hal tersebut bahkan mencapai daratan Eropa yang mereka kenal sebagai (year without Summer) atau tahun tanpa musim panas, karena udara dingin dengan curah hujan yang tinggi disertai badai dan petir pada tahun 1816.

Proses pembuatan novel karya Mary Shalley ini memang cukup unik. Berawal dari undangan seorang penyair bernama Lord Byron yang mengumpulkan para penyair dan pujangga diantaranya Mary Goodwin, Percy Shalley dan John Polidori dalam sebuah Villa Diodati yang berada di tepi danau Geneva, Swiss pada tahun 1816.

Saat itu cuaca buruk sedang menyelimuti villa berbentuk kastil akibat perubahan iklim yang cukup ekstrim karena gunung Tambora. Saat mereka saling berbagi kisah seram tentang hantu Jerman. Mulai dari situ gagasan untuk membuat karya seram tercipta.

Byron yang mengundang mereka akhirnya mengadakan kompetisi bagi rekan-rekannya tersebut untuk membuat sebuah cerita misteri. Mary sendiri konon mendapat inspirasinya tersebut dari sebuah mimpi yang telah dialaminya. Mary kemudian menceritakan hal tersebut pada rekan-rekannya.

Kisah Frankenstein dalam novel

Kisah Frankenstein dalam Novel (Copy)

Kisah Frankenstein sendiri bercerita tentang Dr. Victor Frankenstein yang terobsesi dengan eksperimen yang dilakukan oleh profesornya. Ia pun mulai berambisi untuk menciptakan makhluk sempurna dari hasil eksperimennya.

Dengan mengambil bagian otak sang profesor yang baru saja mati serta menggabungkan bagian-bagian tubuh manusia yang baru saja mati untuk dijahit membentuk makhluk baru. Dr. Victor pun berhasil merekayasa eksperimen ciptaannya.

Eksperimen pun kemudian dilanjutkan dengan memberi tegangan listrik yang cukup besar untuk menghidupkan mahkluk tersebut. Ia pun kemudian berhasil menghidupkannya. Mahkluk itu sebenarnya tidak memiliki sebuah nama, hanya saja pada saat mengucap kata ia menyebut nama penciptanya, Frankenstein.

Inspirasi mayat hidup Frankenstein

Inspirasi mayat hidup Frankenstein (Copy)

Inspirasi mengenai mayat hidup Frankenstein memang masih tetap menjadi misteri. Berbagai versi yang diungkapkan oleh pakar sejarah mengenai karakter dalam novel karya Mary ini memang cukup menarik.

Menurut seorang ahli sejarah bernama Radu Florescu, ia menyatakan bahwa inspirasi tentang novel fenomenalnya tersebut berawal ketika Mary Shalley berkunjung sebuah kastil tua bernama Stone of the Frank yang terdapat di dekat sungai Rhine. Nama Frankenstein sendiri adalah nama Jerman dari kastil tua tersebut.

Di kastil tersebut ia sempat bertemu dengan seorang ilmuan bernama Johann  Condradd Dippel yang tinggal dekat Darmstadt, Jerman. Berdasarkan kesamaan cerita dengan kehidupan sang ilmuan eksentrik tersebut. Banyak yang menduga bahwa Johann Condradd Dippel menjadi inspirasi Mary dalam novelnya. Mary sendiri diketahui pernah mempelajari ilmu Alkemis pada Dippel.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa cerita Frankenstein berdasarkan tentang seorang ilmuan gila bernama Giovanni Aldini yang melakukan eksperimen gila dengan mengalirkan arus listrik dengan tegangan yang sangat tinggi pada pria yang tewas digantung hingga anggota tubuhnya kembali bergerak dan berkedut di depan tamu undangan yang ada di London pada tahun 1803.

Sementara menurut Profesor David Spur, memiliki versi lain dengan menunjukkan sebuah buku berjudul “The Mirror of True Events” karya Franscois Felix Nogaret pada tahun 1790. Di dalam buku tersebut terdapat penemu bernama Frankenstein yang menciptakan sebuah robot untuk gadis cantik yang menganggapnya sebagai Prometheus.

Menurutnya Nogaret bisa jadi ada di Pfalz atau Darmstadt. Pasangan Mary dan Percy ada di Paris pada tahun 1814. Sehingga kemungkinan mereka telah membaca bukunya. Meskipun banyak versi yang sudah dikemukakan. Namun, misteri tentang Frankenstein karya Mary Shalley ini masih menyimpan misteri yang tetap terjaga sampai saat ini.

Nah, itulah misteri tentang Frankenstein, tokoh misterius dalam novel kontemporer. Nantikan informasi menarik mengenai misteri lain yang ada di dunia yang akan Bacaterus rangkum buat kamu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *