Bacaterus / Misteri Karakter / Misteri Elizabeth Bathory, Bangsawan Pemuja Kecantikan

Misteri Elizabeth Bathory, Bangsawan Pemuja Kecantikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 Desember 2019

Elizabeth Bathory lahir dari keluarga bangsawan paling kaya di Hungaria. Memiliki harta melimpah dengan segala fasilitas yang mewah tidak membuat wanita yang lahir di daratan Eropa ini merasa puas. Perempuan berparas cantik ini memang terkenal bukan karena sifat dermawan atau sikapnya yang penuh kasih.

Elizabeth Bathory terkenal karena perangainya yang sangat buruk bahkan terbilang sadis dan kejam. Bila di daratan Amerika terdapat sosok bangsawan bernama Delphine Lalaurie yang terkenal karena kejahatannya. Maka di daratan Eropa, nama Elizabeth Bathory menempati posisi puncak sebagai perempuan terkejam karena kejahatan yang sudah ia lakukan.

Siapakah sosok Elizabeth Bathory sesungguhnya? Nah, kali ini Bacaterus telah rangkum misteri tentang sosok perempuan jahat, Elizabeth Bathory, bangsawan pemuja kecantikan. Berikut adalah rangkumannya:

Bangsawan dari keluarga yang kejam

Bangsawan dari keluarga kejam (Copy)

Elizabeth Bathory lahir pada tanggal 7 Agustus 1570 di Hungaria. Ia adalah seorang keturunan bangsawan bernama George and Anna Bathory, orang yang paling kaya dan terkenal di negaranya, Hungaria.

Kakek buyutnya adalah Prince Stephen Bathory yang menjadi pemimpin perang pasukan Vlad Dracul saat merebut kekuasaan Walachia. Keluarga besar Elizabeth memang terkenal kaya dan sangat berpengaruh.

Sepupu Elizabeth diketahui memiliki jabatan sebagai perdana mentri Hungaria bahkan sepupunya yang lain menempati posisi kardinal. Elizabeth juga memiliki seorang paman yang bernama Stephen yang diketahui menjadi seorang Raja Polandia.

Elizabeth memang terlahir dari garis keturunan keluarga darah biru dengan jumlah kekayaan yang luar biasa. Namun demikian bukan tanpa cacat. Diketahui keluarga Elizabeth memang sering terlibat skandal yang sudah menjadi rahasia umum.

Selain memiliki seorang paman seorang raja, Elizabeth juga memiliki seorang paman lain yang diketahui sebagai penganut paganisme dan satanisme. Ia juga memiliki sepupu yang memiliki masalah kejiwaan dan sering melakukan kejahatan seksual.

Maka tak heran jika Elizabeth bisa melakukan tindakan kejam melihat sejarah keluarganya yang juga bermasalah. Elizabeth menikah pada usia 15 tahun dengan seorang pria yang berusia jauh lebih tua bernama Count Ferencz Nadasy pada tahun 1575.

Suaminya sendiri terlahir dari bangsawan rendah. Keduanya pun memakai nama keluarga besar Bathory untuk bisa menatap dilingkungannya. Elizabeth dan suaminya tinggal disebuah kastil yang berada di atas pegunungan bernama Csejthe.

Perempuan yang gemar berhubungan gelap

Perempuan yang gemar berhubungan gelap (Copy)

Elizabeth yang hidup di sebuah kastil yang berada di Csejthe. Sering merasakan kesepian, karena sang suami selalu berada di Medan pertempuran melawan Turki Usmani (Ottoman). Suaminya sendiri dikenal sebagai seorang pemberani di medan perang. Ia bahkan dianggap sebagai pahlawan dari Hungaria dan mendapat julukan “Black Hero of Hungaria”.

Meskipun suaminya memperoleh prestasi yang baik di medan pertempuran tak lantas membuat Elizabeth hidup bahagia. Ia diketahui suka sekali melakukan perselingkuhan dibelakang suaminya. Suatu hari ia juga kedapatan melarikan diri bersama kekasih gelapnya. Namun, ia kembali dan meminta maaf pada suaminya.

Meskipun sang suami memaafkan, Elizabeth masih saja suka melakukan hubungan gelap. Ia bahkan menjadi seorang biseksual dengan malakukan hubungan lesbian bersama bibinya, Countess Klara Bathory untuk memuaskan hasrat seksualnya.

Elizabeth kemudian mulai terpengaruh oleh pembantunya yang bernama Dorothea Szentes atau Dorka. Karena pengaruh Dorka, Elizabeth mulai menyukai hubungan seksual dengan melakukan penyiksaan (sadomasokis) pada para pelayannya yang masih berusia belia.

Penyiksaan yang ia lakukan memang tidak dilakukanya sendiri. Elizabeth dibantu oleh para pelayannya diantaranya seorang suster bernama iloona Joo, pelayan pria Johanes Ujvari dan pelayan sekaligus kekasih Elizabeth bernama Anna Darvula.

Bersama para pelayan setianya, Elizabeth pun menyalurkan hasrat seksualnya yang liar di kastil Csejthe pada gadis muda yang ada di kastil. Kekejamannya bahkan menjadi kebiasaan yang membuatnya semakin ketagihan.

Dibantu para pelayan setianya, Elizabeth dengan leluasa melakukan tindakan asusilanya tersebut. Hingga pada tahun 1600, saat suaminya meninggal, kekejian perempuan itu pun semakin menjadi-jadi.

Membunuh gadis muda untuk tetap cantik

Membunuh gadis muda untuk tetap cantik (Copy)

Bertahun-tahun melakukan tindakan amoral tidak membuat Elizabeth merasa jengah. Perempuan berdarah dingin itu malah semakin menggila. Memasuki usia 40 tahun, Elizabeth pun mulai sadar bahwa kecantikannya mulai memudar. Ia mulai dilanda kekhawatiran tentang penuaan.

Hingga suatu hari saat seorang pelayan muda menyisir rambut Elizabeth. Pelayan tersebut tanpa sengaja menarik rambutnya dengan keras. Sehingga membuatnya marah dan menampar gadis muda tersebut hingga mengucurkan darah dari hidungnya.

Konon, darah yang mengenai tangan Elizabeth menginspirasinya untuk mendapat kecantikan abadi dengan memanfaatkan darah gadis muda. Elizabeth pun mulai melakukan ritual kejamnya pada gadis tersebut. Dibantu kedua pelayan setianya, ia memotong urat nadi gadis muda tersebut untuk dialirkan pada bak mandi hingga gadis muda itu tewas.

Ia juga meminum darah gadis muda tersebut yang ia percaya dapat memancarkan kecantikan dari dalam. Kepercayaannya untuk tetap awet muda dengan memanfaatkan darah gadis belia memang sungguh gila dan sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh seorang psikopat.

Setelah membunuh semua gadis muda yang ada di Istana. Elizabeth mulai merekrut gadis-gadis muda yang baru untuk direkrut menjadi pelayan istana untuk dijadikan tumbal dalan ritual kecantikannya. Merasa hasratnya belum terpuaskan, ia pun mulai menculik para gadis muda dari bangsawan rendahan yang dipercaya olehnya memiliki kualitas darah yang bagus.

Hanya saja hal tersebut malah membuat dirinya dalam sebuah masalah. Hilangnya para gadis para bangsawan menjadi perhatian para petinggi kerajaan bahkan raja Hungaria sendiri. Pada tanggal 30 Desember 1610, dibawah pimpinan sepupunya sendiri, kastil Csejthe diserbu. Mereka pun dikejutkan dengan penemuan menakutkan.

50 mayat disimpan di bawah basement yang sebagian besar hampir membusuk. Sementara belasan wanita yang hendak dijadikan korban tampak berada dalam sebuah penjara. Selamanya sidang peradilan tahun 1611 diketahui korban dari Elizabeth Bathory mencapai 650 orang dari berbagai kalangan.

Elizabeth sendiri tak dihadirkan dalam pengadilan secara langsung. Sementara 4 pelayan yang membantunya melakukan kejahatan tersebut diadili dan mendapat hukuman mati. Elizabeth sendiri mendapat hukuman dari raja Hungaria, yaitu diisolasi dalam kamarnya yang sudah ditutup dengan tembok dengan menyisakan lubang kecil sebagai tempatnya menerima makanan.

Setelah 4 tahun menjalani hukuman isolasi dalam kamarnya. Sang pembunuh sadis dinyatakan meninggal pada tahun 1614. Sang “Bloody Countess” tewas dalam usia 54 tahun. Kejahatan Elizabeth memang menjadi sebuah kejahatan perempuan terbesar sepanjang sejarah.

Sejumlah orang bahkan menduga bahwa novel ‘Dracula’ karya Bram Stoker pada tahun 1897, terinspirasi dari kejahatan yang dilakukan Elizabeth Bathory. Mengingat Vlad Dracula bahkan tidak pernah meminum atau mandi dalam darah seperti apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut. Kisah Elizabeth memang menjadi kisah misteri yang cukup menggemparkan dunia.

Nah, itulah misteri Elizabeth Bathory, bangsawan gila pemuja kecantikan. Nantikan informasi menarik selanjutnya yang akan Bacaterus bahas untuk kamu.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *