Bacaterus / Tempat Angker di Dunia / Misteri Dyatlov Pass, Grup Pendaki yang Nggak Pernah Kembali

Misteri Dyatlov Pass, Grup Pendaki yang Nggak Pernah Kembali

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Gunung punya daya tarik tersendiri buat sebagian orang. Bahkan ketika mereka tahu kalau mendaki gunung sangat berisiko, mereka tetap akan mendaki. Berbahayanya mendaki gunung bukan isapan jempol semata, banyak kejadian nyata tentang tragedi yang menimpa pendaki gunung. Salah satu tragedi yang menjadi perbincangan banyak orang adalah Dyatlov Pass.

Ada 9 orang pendaki dinyatakan hilang pada tahun 1959. Mereka sedang mendaki Pegunungan Ural bagian utara, Uni Soviet. Kurang lebih sebulan setelah dinyatakan hilang, jasad mereka ditemukan. Apakah kasus ini selesai? Nggak, karena kasus ini berubah menjadi misteri yang kemudian dikenal sebagai misteri Dyatlov Pass.

Banyak kejanggalan dari penemuan tersebut, terutama untuk ukuran tragedi di pegunungan yang menghilangkan nyawa pendaki. Sampai saat ini, belum ada jawaban pasti tentang apa yang membuat kesembilan pendaki tewas. Supaya semakin paham, kita akan membahasnya lebih dalam .

Awal Perjalanan Dyatlov Pass

Awal Perjalanan Dyatlov Pass

Pada tahun 1959, sebuah grup pendaki berniat untuk mendaki dengan menggunakan ski di musim salju melewati Pegunungan Ural. Igor Dyatlov merupakan pemimpin dari grup yang beranggotakan 9 orang untuk perjalanan tersebut. Kebanyakan dari anggotanya adalah mahasiswa.

Grup itu terdiri dari 8 orang pria dan 2 orang wanita. Semua anggota grup mempunyai pengalaman mendaki gunung di musim salju menggunakan ski. Kalau mereka bisa melewati Pegunungan Ural mereka akan mendapat semacam sertifikat yang artinya level mereka sebagai pendaki sudah naik kelas.

Sertifikat yang mengharuskan mereka melewati Pegunungan Ural merupakan strata tertinggi yang ada di Uni Soviet. Pasalnya mereka diharuskan melakukan ekspedisi sejauh kurang lebih 300 km. Tujuan dari ekspedisi itu adalah sampai di Otorten, sebuah gunung yang jaraknya 10 km dari tempat kejadian. Jalur pendakian untuk sampai ke sana dikategorikan sebagai yang paling sulit.

Pada tanggal 25 Januari 1959, grup pendaki tiba di Ivdel, sebuah kota yang terletak di tengah provinsi Sverdlovsk Oblast. Mereka tiba pagi hari, kemudian menggunakan truk menuju Vizhai, sebuah desa terakhir sebelum mereka melakukan ekspedisi. Mereka bermalam di sana serta menyiapkan segala keperluan untuk pergi keesokan harinya.

Pada 27 Januari, mereka mulai melakukan ekspedisi dari Vizhai. Besoknya, salah satu anggota grup yang bernama Yuri Yudin mengundurkan diri dari perjalanan. Dia mengalami gangguan kesehatan dan juga terkena cedera lutut. Dia merasa nggak mampu untuk melanjutkan perjalanan sehingga memilih untuk berbalik arah dan pulang. Sementara 9 orang lainnya melanjutkan ekspedisi.

Pada 31 Januari, anggota grup yang tersisa sampai di lereng sebuah dataran tinggi dan mulai bersiap untuk mendaki. Keesokan harinya, mereka melanjutkan ekspedisi untuk melewati sebuah celah pegunungan. Karena kondisi sudah terlalu malam dan ada badai salju mereka memutuskan untuk menghentikan ekspedisi.

Lokasi itu mengarah ke puncak Kholat Syahkl. Kholat Syahkl sendiri disebut orang-orang lokal sebagai gunung kematian. Dyatlov memilih untuk mendirikan kamp di dekat puncak Kholat Syahkl, padahal sekitar 2 km dari lokasi mereka ada tempat berlindung saat ada badai salju.

Grup itu dijadwalkan kembali ke Vizhai pada tanggal 11 Februari dan akan segera mengirim telegraf. Sayangnya, nggak ada kabar sama sekali dari mereka. Nama Dyatlov Pass diambil sebagai upaya untuk mengenang Dyatlov yang merupakan pemimpin grup.

Penemuan Korban Dyatlov Pass

Penemuan Korban Dyatlov Pass

Pencarian dilakukan untuk mencari 9 orang pendaki yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Butuh waktu nyaris sebulan sampai tim pencari menemukan titik terang. Tepatnya pada tanggal 26 Februari, sebuah tenda di Kholat Syakhl ditemukan. Tenda ditemukan dalam kondisi rusak serta masih ada jejak sepatu di dalam tenda.

Ditemukannya tenda yang diduga milik 9 orang pendaki, membuat pencarian semakin digencarkan untuk menemukan jasad mereka. Di tepi hutan, tepatnya di dekat pohon cedar ditemukan dua di antaranya yaitu Yuri Krivonischenko dan Yuri Doroshenko. Mereka ditemukan tanpa jaket, baju dan celana. Mereka cuma memakai pakaian dalam ketika ditemukan.

Penemuan Korban Dyatlov Pass 2

Di sekitar jasad mereka ada ranting-ranting pohon yang berukuran panjang. Ada kemungkinan mereka berusaha untuk menaiki pohon dengan berpegangan pada ranting-ranting itu. Di antara pepohonan cedar dan tenda, ditemukan 3 jasad yaitu Igor Dyatlov, Zinaida Komogorova dan Rustem Slobodin.

Ketiga jasad tersebut berada dalam jarak yang berbeda, satu per satu letaknya semakin dekat dengan pohon cedar yang artinya mereka mencoba memanggil dua temannya untuk kembali ke dalam tenda. Sudah 5 orang ditemukan, tinggal sisa 4 yang belum ditemukan.

Penemuan Korban Dyatlov Pass 3

Pada tanggal 4 Mei, tim pencari akhirnya menemukan 4 orang lain. Mereka ditemukan di sebuah jurang dengan kedalaman kurang lebih 4 meter dan berjarak 75 meter dari pohon cedar. Keempat orang itu adalah Lyudmila Dubinina, Alexander Kolevatov, Nicolai Thibeaux-Brignolles dan Semyon Zolotaryov.

Keempatnya berpakaian lengkap dibanding dengan 2 korban di pohon cedar. Namun ada yang aneh karena pakaian yang mereka pakai sudah bergantian. Satu dan yang lainnya seperti saling meminjamkan pakaian sehingga yang mereka pakai ketika ditemukan merupakan pakaian temannya yang lain.

Setelah diselidiki lebih lanjut, jurnalis menunjukkan beberapa fakta yang ditemukan, yaitu:

  1. 6 anggota grup meninggal karena hypotermia, 3 lainnya karena cedera parah
  2. Nggak ada indikasi ada orang lain di sekitar Kholat Syakhl selain grup pendaki yang terdiri dari 9 orang
  3. Tenda tempat mereka berkemah dirusak dari dalam.
  4. Dilihat dari jejak di tenda, semua anggota meninggalkan tenda tanpa alas kaki.
  5. Ada radiasi dalam kadar yang tinggi ditemukan dalam salah satu pakaian korban.
  6. Teori yang menyatakan mereka diseorang orang-orang Mansi terbantahkan karena luka pada korban menunjukkan bahwa mereka diserang oleh mahluk/orang yang lebih besar dan kuat.

Kejanggalan Korban Dyatlov Pass

Kejanggalan Korban Dyatlov Pass

Kejadian di Dyatlov Pass masih menjadi misteri karena ditemukannya hal-hal yang nggak masuk akal untuk ukuran kecelakaan saat mendaki. Teori tentang adanya longsor terbantahkan karena nggak ada longsor sama sekali di daerah tempat kejadian perkara. Ada beberapa teori yang masih belum terbantahkan, yaitu:

  1. Yury Kuntsevich yang pulang dan nggak ikut ekspedisi melihat kaki 5 dari anggota grup yang tewas pada saat pemakaman berwarna kuning kecoklatan.
  2. Dua kelompok pendaki yang berada nggak jauh dari tempat kejadian melihat ada cahaya berwarna oranye pada malam sebelum kejadian. Cahaya yang kemudian disebut sebagai bola api itu ternyata banyak muncul di daerah Ivdel selama bulan Februari sampai Maret 1959 dan terlihat oleh banyak saksi.

Teori tentang Dyatlov Pass

Teori tentang Dyatlov Pass

Misteri Dyatlov Pass sampai saat ini belum juga ditemukan jawabannya. Kasusnya sudah pernah ditutup tapi kemudian dibuka kembali. Ada beberapa teori yang menjadi penyebab 9 orang korban tewas:

  1. Para pendaki bisa jadi tewas karena Yeti. Yeti adalah mahluk seperti manusia tetapi berukuran besar dan buas. Teori ini muncul karena tenda disobek dari dalam dan beberapa korban keluar dengan kondisi pakaian yang nggak lengkap. Selain itu ranting pohon cedar di dekat beberapa korban diduga karena para korban memanjat pohon demi menjauhkan diri dari jangkauan Yeti.
  2. Sebuah buku karangan Donnie Eichar pada tahun 2003 berjudul Dead Mountain menyatakan bahwa ada angin berkeliaran di sekitar gunung yang dapat menciptakan infrasonik atau gelombang sangat rendah yang dapat membuat panik manusia. Dan itu dipercaya dapat menimpa pada 9 korban.
  3. Ada percobaan militer yang sedang dilakukan di daerah tersebut dan nggak sengaja membuat 9 orang pendaki menjadi korban. Ada yang menyatakan bahwa mereka terkena ranjau yang sedang diuji, ada pula yang menyatakan kalau bola api yang dilihat pendaki lain merupakan salah satu senjata yang juga sedang diuji.

Demikianlah pembahasan mengenai misteri Dyatlov Pass, grup pendaki yang nggak pernah kembali. Menurutmu, akankah misteri ini menemukan titik terang suatu hari nanti? Mungkinkah kalau hilangnya nyawa mereka bukan karena kecelakaan biasa? Kalau mau ikut menambahkan, kolom komentar sudah disediakan. Kisah serupa bisa dibaca juga di artikel misteri Frederick Valentich, pilot yang hilang ketika menerbangkan pesawatnya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *