Bacaterus / Misteri Dunia / Die Glocke, Senjata Rahasia Milik Nazi yang Misterius

Die Glocke, Senjata Rahasia Milik Nazi yang Misterius

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kekalahan Nazi pada Perang Dunia II tahun 1945 menyimpan kisah menarik yang telah mencuri perhatian masyarakat dunia. Salah satunya yaitu tentang penemuan senjata rahasia milik organisasi yang di pimpin oleh Adolf Hitler bernama Die Glocke atau Wonder weapon.

Senjata yang selama beberapa dekade telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli di seluruh dunia ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. Rahasia apa yang tersimpan dalam senjata berbentuk mirip sebuah lonceng raksasa tersebut? Benarkah lonceng raksasa tersebut berhubungan dengan sebuah mesin waktu?

Nah, kali ini Bacaterus telah rangkum tentang Die Glocke, senjata rahasia milik Nazi yang masih menjadi misteri. Berikut adalah ulasannya:

Die Glocke, peninggalan Nazi yang misterius

Die Glocke, peninggalan Nazi yang misterius

Kekalahan pasukan Nazi, Jerman oleh pasukan tentara Inggris dan sekutunya ketika Perang Dunia II telah membawa fakta baru mengenai senjata yang dimiliki oleh pasukan yang dipimpin oleh Hitler tersebut. Kecanggihan teknologi yang dipakai Nazi saat invasi pada Perang Dunia memang membuat para peneliti kagum.

Pasalnya, pada saat itu tak ada angkatan militer dunia yang memiliki teknologi lebih canggih dari yang dimiliki oleh pasukan Jerman. Hal tersebut tentu menjadi hal menarik yang harus dipelajari oleh pasukan militer negara lain yang ada di seluruh dunia, demi memperkuat pertahanan dan kekuasaan negaranya.

Salah satu peninggalan Nazi yang paling terkenal dan masih menjadi misteri hingga saat ini adalah Die Glocke. Die Glocke atau Nazi Wunderwaffe pertama kali dikemukakan oleh seorang jurnalis pertahanan luar angkasa dan juga sejarawan militer Polandia bernama Igor Witkowski dalam bukunya yang berjudul “Prawda O Wunderwaffe” pada tahun 2000 silam.

Sementara di Jerman sendiri buku terjemahan karyanya berjudul “Die Wahrheit iiber die Wunderwaffe”. Die Glocke yang sering disebut juga The Bell adalah senjata mirip sebuah lonceng besar yang terbuat dari logam yang cukup keras setinggi 4,6 meter dengan diameter 2.7 meter.

Igor Witkowski secara spesifik menceritakan tentang Die Glocke dalam bukunya berdasarkan informasi yang didapatnya dari seorang intelejen Polandia yang memiliki catatan interogasi dengan seorang Jenderal SS bernama Jakob Sporrenberg.

Kisah tentang keberadaan Die Glocke pun kemudian mulai mendapat perhatian masyarakat dunia ketika seorang jurnalis sekaligus editor penerbangan asal Inggris bernama Nick Cook mengangkat kisah tentang Die Glocke berjudul “The Hunt For Zero Point” pada tahun 2002. Nick Cook sendiri  bahkan sempat meninjau lokasi tempat uji coba benda tersebut.

Kisah tentang senjata rahasia peninggalan pasukan Nazi pun semakin menarik rasa penasaran banyak orang. Sehingga setahun berikutnya, pada tahun 2003, buku karangan Igor Witkowski pun mulai diterjemahkan oleh Bruce Wenham ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Thruth About The Wunderwaffe”.

Lonceng kematian Nazi

Lonceng kematian Nazi

Menurut Wikoswski dalam bukunya. Proses uji coba Die Glocke dilakukan di sebuah tempat rahasia bernama Der Riese yang berarti The Giant/raksasa yang berada di Owl Mountains dekat pertambangan Wenceslaus berjarak 50 km dari perbatasan Cekoslowakia bernama Wroclaw.

Die Glocke sendiri adalah teknologi canggih pendorong anti gravitasi yang berhasil dikembangkan oleh pasukan Nazi. Menurut Witkoswski, ide tentang pembuatan alat pendorong anti gravitasi pertama kali digagas oleh Elie Cartan, seorang Ilmuan Perancis pada masa Perang Dunia I. Hanya saja, karena penerapannya yang rumit membuat ide tersebut sulit untuk  direalisasikan.

Hal tersebut kemudian menjadi asal mula munculnya Die Glocke yang berhasil dikembangkan oleh pasukan Nazi, Jerman. Die Glocke sendiri disebut juga sebagai lonceng kematian. Menurut Witkoswski mesin ini terdiri dari dua silinder putar yang di dalamnya terdapat sebuah tabung berisi cairan substansi yang mirip merkuri berwarna ungu yang diberi kode nama “Xerum 525”.

Ketika diaktifkan benda ini menghasilkan gelombang radiasi yang cukup kuat hingga menyebabkan kematian makhluk hidup yang berada dalam radius sekitar 200 meter dari tempat uji coba tersebut dilakukan. Beberapa peneliti yang dipimpin oleh Walter Gerlach bahkan diketahui juga tewas pada saat uji coba, termasuk hewan dan tumbuhan yang ada di sekelilingnya.

Kekuatan Die Glock memang cukup besar, hingga ia berhasil meluluh lantahkan dinding beton sekitar pertambangan. Sebutan “The Henge” pun kemudian diberikan sebagai kode lokasi militer untuk menyamarkan wilayah uji coba tersebut.

Misteri tentang alat ini memang masih menjadi sebuah rahasia besar. Konon, 60 ilmuan yang direkrut oleh Adolf Hitler dalam pengembangan senjata dan pesawat menggunakan teknologi ini kemudian dibunuh dan dikuburkan secara masal oleh pasukan yang dipimpin oleh Jendral SS, Jacob Sporrenberg. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kerahasian tentang teknologi canggih tersebut.

Setelah Perang Dunia II selesai, Jakob Sporrenberg sendiri kemudian dituntut ke pengadilan atas tindakan kejahatan luar biasa yaitu pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri.

Teori Konspirasi Die Glocke

Teori Konspirasi Die Glocke

Teknologi Die Glocke memang tidak hanya digunakan sebagai senjata. Namun juga sebagai cara kerja sebuah pesawat canggih. Die Glocke tidak hanya menciptakan gelombang radiasi yang kuat, namun juga menciptakan daya dorong yang dikenal sebagai anti gravitasi yang bisa dimanfaatkan sebagai pendorong ke semua arah bagi pesawat yang bisa kita lihat seperti dalam teknologi pesawat UFO.

Karena kecanggihan teknologi yang ditawarkan oleh Die Glocke, membuat spekulasi bahwa mesin tersebut ada kaitannya dengan aktivitas yang di lakukan Nazi, di kutub Selatan yang berhubungan dengan makhluk luar angkasa. Beberapa pihak juga menyebut bahwa Die Glocke adalah mesin waktu Nazi. Namun, hal tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Namun, apakah teknologi seperti itu benar-benar ada? Hal itu sepertinya bisa terjawab setelah melihat teknologi Skhval, Rusia yang berhasil menyedot perhatian militer dunia. Pertanyaan yang muncul selanjutnya, dimanakah keberadaan mesin canggih tersebut saat ini?

Salah satu teori konspirasi yang terkenal menyebutkan bahwa alat tersebut kini berada dalam kekuasan Amerika Serikat untuk dikembangkan oleh negara tersebut. Hal itu untuk mencegah perekrutan mantan pasukan Nazi oleh pihak Uni Soviet (Rusia).

Perihal tentang hal ini pun berkembang setelah muncul Proyek Paperclip, dimana Amerika serikat merekrut para ilmuan asal Jerman yang ditanda tangani oleh jendral dari pasukan Nazi, Hans Kammler. Berita tentang hal ini pun sempat menjadi headline di beberapa media dunia pada masa itu. Sekaligus sebagai ultimatum dan propaganda terhadap pihak Uni Soviet.

Sementara teori lain mengatakan bahwa alat-alat ini telah dibawa ke Amerika Selatan, dimana diketahui bahwa Argentina adalah salah satu sahabat baik bagi Hitler dan Nazi. Terlepas dari teori-teori tersebut, keberadaan Die Glocke memang bisa menjadi pengetahuan yang menarik bagi masyarakat dunia meskipun keberadaanya masih menjadi misteri.

Itulah, misteri tentang Die Glocke, senjata rahasia milik Nazi yang misterius. Nantikan misteri lain yang lebih menarik yang akan Bacaterus bahas untuk kamu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *