Bacaterus / Tempat Angker di Dunia / Misteri Derinkuyu, Kota Bawah Tanah Berusia Ribuan Tahun

Misteri Derinkuyu, Kota Bawah Tanah Berusia Ribuan Tahun

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Januari 2020

Beberapa orang percaya bahwa pada jaman dahulu sudah ada peradaban yang maju. Keterbatasan teknologi dan ilmu pengetahuan nggak menghambat orang-orang pada jaman itu untuk berpikir visioner. Bahkan seorang Plato pernah menuliskan sebuah peradaban yang jauh lebih modern bernama Atlantis dalam bukunya yang berjudul Timaeus dan Kritias.

Kota bawah tanah nggak terdengar mustahil kalau kita mendengarnya saat ini. Namun, bagaimana dengan kota bawah tanah yang konon berusia ribuan tahun? Mencengangkan, bukan? Itulah ekspresi ketika ditemukannya beberapa kota bawah tanah.

misteri derinkuyu

Pertanyaan yang terlintas adalah bagaimana cara mereka membuatnya dengan segala keterbatasan? Salah satu kota bawah tanah yang paling terkenal adalah Derinkuyu yang berada di Turki. Bagaimana misteri tentang kota bawah tanah Derinkuyu? Ini akan jadi bahasan yang menarik, jadi marilah kita bahas lebih jauh.

Asal Usul Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Asal Usul Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Secara etimologi, Derinkuyu mempunyai arti sungai yang dalam. Derinkuyu merupakan nama sebuah kota kecil di Provinsi Nevsehir, Anatolia Tengah, Turki. Derinkuyu terletak di wilayah Cappadocia. Wilayah itu mempunyai banyak bangunan bersejarah yang dibuat dari pahatan batu. Nggak heran kalau wilayah itu menjadi salah satu destinasi favorit.

Penemuan kota di bawah tanah Derinkuyu diawali pada tahun 1963. Seorang penduduk Turki menemukan sebuah ruangan misterius di rumahnya. Ketika dibongkar ternyata bukan hanya sebuah ruangan, melainkan terowongan yang ketika ditelusuri terlalu panjang untuk dikategorikan sebagai ruangan atau goa.

Setelah melapor pada pihak berwajib, penggalian dilakukan. Hasilnya di bawah kota Derinkuyu terdapat kota lain yaitu kota bawah tanah. Terowongan dari rumah itu membentuk jaringan yang kemudian membentuk sebuah kota. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata situs itu merupakan peninggalan yang konon sudah berusia sampai 3.000 tahun.

Akhirnya situs itu dinamakan Derinkuyu Underground City atau Kota Bawah Tanah Derinkuyu yang disebut-sebut sebagai kota bawah tanah terdalam kalau diukur kedalamannya dari permukaan tanah.

Arsitektur Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Arsitektur Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Kota bawah tanah Derinkuyu mempunyai penerapan struktur bangunan yang baik. Bangunan satu dan yang lainnya tertata dengan nyaris sempurna. Derinkuyu memiliki kedalaman sekitar 54-60 meter dari permukaan tanah atau sekitar 177 kaki. Ada 18 tingkat yang terdiri dari bangunan di bawah tanah.

Luasnya mencapai 1,5 mil atau 2,4 km. Dengan luas seperti itu, Derinkuyu dapat menampung sampai 20.000 orang lengkap dengan hewan ternak, barang-barang sampai persediaan makanan. Menariknya, arsitektur ruangan-ruangan kota bawah Derinkuyu didesain sebaik mungkin untuk kenyamanan dan keamanan orang-orang yang meninggalinya.

Pintu yang digunakan untuk ruangan ada yang masih menggunakan batu dengan berat mencapai 500 kg. Pintu tersebut hanya bisa digelindingkan dari dalam untuk mencegah orang yang memaksa masuk. Di Derinkuyu terdapat lubang yang memungkinkan komunikasi dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Bahkan di ruangannya dilengkapi dengan tempat penyimpanan mayat.

Ada yang mengatakan bahwa mayat akan disimpan di tempat itu terlebih dahulu untuk menunggu pemakaman di atas permukaan tanah. Ada juga yang mengatakan pada peradaban ketika kota itu dibangun, masyarakat lebih memilih menyimpan mayat dalam ruangan.

Melihat ruangan di kota bawah tanah Derinkuyu bisa membuat kita berdecak kagum. Ruangan-ruangan di bawah tanah itu termasuk lengkap untuk ukuran sebuah kota. Di sana ada tempat tinggal, ruang galeri, ruang pertemuan, kapel, sekolah sampai gudang senjata.

Selain itu dengan teknologi jaman dahulu dan ilmu pengetahuan yang belum semaju sekarang, sistem ventilasi di bawah tanah dibuat dengan sangat baik sehingga menghindari kemungkinan yang tinggal di sana mengalami keracunan gas.

Sejarah tentang Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Sejarah tentang Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Sumber sejarah tertua yang mengungkapkan keberadaan kota bawah tanah adalah tulisan Xenophon. Dia mengungkapkan bahwa orang Anatolia sudah menggali rumah di bawah tanah. Di sana mereka bisa hidup berkecukupan dengan rumah yang cukup untuk menampung keluarga, hewan peliharaan, dan tempat penyimpanan makanan.

Para arkeolog berpendapat bahwa kota bawah tanah Derinkuyu dibangun oleh bangsa Hittit Kuno. Mereka mulai membangun dengan melubangi batuan vulkanik di wilayah Cappadocia kemudian memahatnya. Lalu pembangunan dilanjutkan oleh bangsa Phrygia pada abad ke-8 Sebelum Masehi yang membuat ukuran kota bawah tanah semakin membesar.

Selain pendapat arkeolog, ada juga yang menyatakan bahwa kota bawah tanah Derinkuyu terbentuk sepenuhnya pada era Bizantium atau sekitar abad ke-4. Pada saat itu, bangunan di bawah tanah digunakan sebagai perlindungan bagi orang-orang Arab Muslim dari Abbasiyah Umayyah ketika perang Arab-Bizantium pada 780 – 1180 Masehi.

Pada abad ke-14, kota bawah tanah digunakan oleh suku Mongolia. Kemudian wilayah itu menjadi wilayah kekuasaan Dinasti Ustmaniyah atau Ottoman. Ketika itu para penduduk non-muslim pergi meninggalkan kota dan membuat kota bawah tanah ditinggalkan oleh seluruh penghuninya.

Kondisi yang nggak terurus membuat kota itu akhirnya tertimbun dan keberadaannya nggak diketahui selama berabad-abad. Sebuah situs travel yang menyediakan jasa untuk ke tempat-tempat wisata di Turki memberi keterangan lain tentang sejarah kota bawah tanah Derinkuyu. Mereka menyatakan bahwa kota itu adalah kota kuno Bangsa Het.

Pendapat itu didapat dengan analisis bahwa Bangsa Het tinggal di Turki pada tahun 1200 – 1900 M dan kota itu dibangun pada 1400 M. Selain itu ada juga bukti segel cap bergaya Het yang menguatkan pendapat tersebut.

Tempat Wisata Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Tempat Wisata Kota Bawah Tanah Derinkuyu

Sejak ditemukan kembali pada tahun 1963, Derinkuyu langsung diperbaiki sedemikian rupa agar kembali mendekati keadaannya pada masa tempat itu masih digunakan. Perlu waktu sekitar enam tahun sampai tempat itu bisa dibuka untuk umum.

Hanya saja nggak semua ruangan dan lantai dapat diakses oleh para wisatawan. Hanya delapan tingkat yang bisa dikunjungi dengan melewati 204 anak tangga dari tingkat teratas sampai tingkat terakhir.

Derinkuyu bukan kota bawah tanah satu-satunya yang berada di Cappadocia. Ada juga Kaymakli yang letaknya nggak terlalu jauh dari Derinkuyu. Bahkan disebut-sebut ada jalur yang menghubungkan keduanya. Bedanya Derinkuyu masih terlihat alami setelah direnovasi, sedangkan Karmakli yang terlihat sudah jauh lebih rapi dan sedikit menghilangkan kesan natural.

Berkunjung ke kota bawah tanah tentu membuat kita sedikit khawatir mengenai udara di dalamnya. Semakin banyak pengunjung maka biasanya akan terasa pengap. Berbeda dengan Derinkuyu yang sudah dibuat sistem ventilasi mumpuni sehingga yang akan kita rasakan adalah hawa yang sejuk.

Mengunjungi Derinkuyu bukan hanya melihat bangunan dari sisi sejarahnya, namun juga dari sisi arsitekturnya yang visioner padahal dibangun jaman dulu. Kita bisa membayangkan bagaimana sulitnya orang-orang pada jaman dahulu bertahan hidup sekaligus mengagumi kepintaran mereka dalam membuat sebuah kota di bawah permukaan tanah.

Derinkuyu dibuka setiap hari untuk wisatawan dari pukul 08.00 dan tutup pada sore hari. Mungkin kamu tertarik mengunjungi Derinkuyu suatu hari nanti? Atau malah sudah pernah? Kalau ada informasi atau pengalaman yang menarik tentang misteri Derinkuyu, kamu bisa ikut berbagi di kolom komentar yang sudah disediakan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *