Bacaterus / Tempat Angker di Dunia / Misteri Coral Castle, Bangunan Unik dan Misterius

Misteri Coral Castle, Bangunan Unik dan Misterius

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Cinta memang bisa membuat orang melakukan hal-hal yang berada di luar batas kewajaran. Karena alasan cinta, seseorang sanggup membangun sebuah istana yang megah. Bila di India ada Taj Mahal sebagai tanda cinta seorang raja bernama Shah Jahan terhadap istrinya.

Maka, di Amerika Serikat terdapat bangunan misterius dan juga unik bernama Coral Castle karya Edward Leedskalnin, yang konon dibangun sebagai bentuk kekecewaannya pada seorang gadis yang dicintainya. Ia juga ingin menunjukan pada dunia bahwa seseorang yang miskin dengan latar pendidikan rendah seperti dirinya bisa melakukan hal yang luar biasa.

Meskipun pembuatan Coral Castle ini berhubungan dengan kisah cintanya yang pilu. Namun dalam artikel ini kita akan membahas misteri yang menyelimuti bangunannya yang eksotis. Kali ini, Bacaterus akan membahas tentang pembuatan Coral Castle, sebuah bangunan unik dan menakjubkan yang penuh misteri. Berikut adalah rangkumannya:

Bangunan misterius karya Leedskalnin

Bangunan Misterius Karya Leedskalnin (Copy)

Terletak di Homestead, sebelah selatan Dixie Highway, Miami, Florida, Amerika Serikat. Sebuah bangunan eksotis tampak berdiri kokoh menyambut sinar matahari Amerika Serikat. Orang Amerika menyebutnya sebagai Coral Castle.

Sekilas, bangunan yang bernilai seni tinggi dan menakjubkan tersebut tampak seperti peninggalan peradaban kuno. Namun ternyata, bangunan yang pertama kali dibuka pada tahun 1923 tersebut dibuat pada abad ke-20 oleh seorang pria bernama Edward Leedskalnin yang lahir di Latvia, sebuah negara kecil di Eropa.

Coral Castle memang memiliki daya tarik yang kuat bagi para wisatawan maupun para dan pakar yang penasaran dengan teknik yang digunakan oleh Leedskalnin dalam membuat struktur bebatuan tersebut.

Coral Castle pertama kali dibangun di sebuah kota kecil di Florida City. Namun, pada tahun 1936, lokasi Corak Castle berpindah ke Homestead. Dimana Coral Castle mulai mendapat perhatian publik dan mulai dikenal dunia. Di tempat itu Leedskalnin menghabiskan waktu membangun Coral Castle hingga menjelang akhir usianya pada tahun 1951.

Coral Castle sendiri terbuat dari bebatuan oolite yang mengandung fosil cangkang dan coral seberat 1000 ton yang membentuk dinding, menara kastil, gerbang batu, berbagai bentuk perabotan dan sebuah jam Matahari.

Kemampuan Leedskalnin dalam membangun struktur bangunan dengan memanfaatkan berat batu untuk menjaganya tetap menjadi satu kesatuan memang menjadi hal yang menarik. Sama seperti sebuah Piramida yang ada di Mesir. Bangunan yang dibuat Leedskalnin mempunyai kerapatan yang nyaris sempurna.

Celah antara dua buah batu bahkan tidak bisa ditembus oleh cahaya Matahari. Leedskalnin sendiri mengatakan bahwa ia telah menemukan rahasia Piramida dan bagaimana cara orang Mesir kuno, Peru, Yucatan, dan Asia mengangkat batu yang beratnya bisa mencapai berton-ton hanya dengan menggunakan peralatan yang cukup sederhana.

Struktur bangunan yang dibuat oleh Leedskalnin memang hampir mirip dengan Piramida dan  Stonehenge yang dibangun pada zaman perunggu di Inggris. Teknik yang digunakan Leedskalnin pun hampir mirip dengan kedua sisa peninggalan sejarah tersebut.

Tanda cinta Leedskalnin pada dunia

Tanda Cinta Leedskalnin Pada Dunia (Copy)

Coral Castle memang menjadi bangunan peninggalan sejarah modern yang masih meninggalkan banyak misteri. Meskipun demikian bangunan yang dibuat Leedskalnin ini menyimpan sisi romantis seorang pria yang terluka oleh cinta. Edward Leedskalnin berusia 25 tahun ketika ia mendapat kabar menyedihkan dari tunangannya Agnes yang berusia 16 tahun.

Agnes diketahui memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka satu hari sebelum hari pernikahan dilangsungkan. Edward yang kecewa terhadap keputusan sang kekasih. Kemudian memutuskan meninggalkan Latvia dan menetap di Amerika Serikat.

Ia pun kemudian menghabiskan waktu untuk membangun Coral Castle dengan tangannya sendiri selama hampir 30 tahun. Monumen ciptaannya ini menjadi sebuah bangunan unik yang menjadi perhatian para insinyur, arsitek dan para peneliti yang ada di dunia.

Meskipun Leedskalnin tak memiliki pendidikan yang tinggi. Namun, berkat pemahamannya tentang hukum berat dan daya ungkit. Ia pun berhasil membangun sebuah karya luar biasa yang ia bisa persembahkan untuk dunia.

Pembangunan Coral Castle memang tak lepas dari sosok kekasihnya Agnes. Saat orang bertanya padanya mengapa ia rela menghabiskan waktu untuk bangun tersebut. Leedskalnin hanya akan berkata “Sweet Sixteen”. Hal tersebut pun telah menginspirasi penyanyi dunia bernama Billy Idol menciptakan sebuah lagu untuk kastil ini yang berjudul “Sweet Sixteen”.

Pintu gerbang batu yang menakjubkan

Pintu Gerbang Batu yang Menakjubkan (Copy)

Coral Castle berdiri di tanah seluas 4 hektar di Homestead dan di area Coral Castle tersebut terdapat beberapa struktur bangunan diantaranya menara dua lantai yang masing-masing terdiri dari batu setinggi 2.4 meter yang disusun rapi menjadi sebuah tempat tinggal. Menara tersebut memiliki berat total fantastis yaitu sekitar 243 ton.

Selain menara dua lantai, dalam Coral Castle juga terdapat beberapa bangunan seperti singgasana, tempat tidur dan meja berbentuk hati, kursi yang membentuk bulan sabit, beberapa kursi goyang dan paling fenomenal adalah pintu gerbang seberat 8.2 ton.

Kemampuan Leedskalnin dalam membuat pintu gerbang memang cukup menyita perhatian para peneliti. Leedskalnin membuat gerbang batu tersebut dengan keseimbangan yang nyaris sempurna. Bahkan seorang anak kecil pun bisa membuka pintu gerbang hanya dengan satu jari tangannya. Hal tersebut memang sempat membuat orang-orang bingung.

Hingga, pada tahun 1986 saat pintu gerbang mengalami masalah. Para insinyur yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan pintu gerbang tersebut pun menemukan sesuatu yang menakjubkan.

Para insinyur menemukan batu tersebut memiliki lubang yang memiliki panjang sekitar 8 kaki atau sekitar 2,4 meter di bagian atas menembus ke bagian bawah dengan penyangga pada bagian bawah gerbang hanya menggunakan bearing truck.

Hal tersebut bahkan menimbulkan sebuah tanda tanya besar. Menurut para peneliti, di era seperti sekarang untuk membuat lubang sempurna seperti yang dilakukan Leedskalnin, memerlukan sebuah teknologi canggih seperti laser. Bagaimana Leedskalnin bisa melakukannya pada saat itu? Hal tersebut pun masih menjadi misteri.

Teori pembangunan Coral Castle

Teori Pembangunan Coral Castle (Copy)

Kemampuan Leedskalnin dalam membuat struktur bangunan yang ada di Coral Castle memang menimbulkan banyak spekulasi dari beberapa ahli. Beberapa peneliti memperkirakan Leedskalnin memanfaatkan daya magnetik yang kuat yang berada di wilayah Coral Castle.

Hal itu dikemukakan oleh David Hatcher Childress penulis buku Anty Gravity and The World Grid. Hal senada juga dikemukakan oleh penulis Ray Stoner yang juga setuju mengenai teori magnetik yang dimanfaatkan oleh Leedskalnin.

Semua informasi mengenai pembangunan tempat tersebut memang disembunyikan rapat-rapat oleh Leedskalnin. Hingga ajalnya menjemput, Leedskalnin memang tak pernah memberitahukan rahasianya kepada orang lain.

Mungkin karena hal tersebut ia lebih sering melakukan pekerjaannya pada malam hari. Pengetahuan Leedskalnin mengenai keseimbangan dan gravitasi memang menjadi bagian dalam pembangunan Corak Castle. Meskipun demikian tak ada yang mengetahui cara pasti ia melakukannya.

Edward Leedskalnin memang sosok misterius. Sama misteriusnya dengan bangunan kokoh yang berdiri hampir seabad dan masih jadi bahan perbincangan banyak orang.

Nah, itulah misteri Coral Castle, bangunan unik dan misterius karya Edward Leedskalnin. Nantikan informasi menarik lainnya yang akan Bacaterus bahas untuk kamu.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *