Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Chupacabra, Hewan Penghisap Darah yang Dipertanyakan

Misteri Chupacabra, Hewan Penghisap Darah yang Dipertanyakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kemunculan hewan atau mahluk misterius yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah akan langsung dianggap sebagai mitos. Sebagian orang percaya, sementara sebagian yang lain menganggapnya sebagai mitos karena sulitnya menemukan bukti otentik. Belum lagi terbatasnya kemampuan manusia untuk mendeskripsikan sehingga dari saksi satu dan lainnya bisa berbeda.

Chupacabra merupakan salah satu hewan yang dianggap sebagai mitos yang bermula di benua Amerika. Beberapa mengatakan bahwa chupacabra ini hewan penghisap darah. Banyak penelitian dilakukan tapi masih belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai keberadaannya. Di sini kita akan membahas misteri chupacabra, hewan penghisap darah yang dipertanyakan.

Fisik Chupacabra

Fisik Chupacabra

* sumber: ichef.bbci.co.uk

Nama chupacabra pertama kali diungkapkan oleh seorang komedian asal Puerto Rico bernama Silverio Perez. Chupacabra berasal dari bahasa Spanyol yang terdiri dari dua suku kata, yaitu chupa yang artinya menghisap dan cabra yang artinya kambing. Istilah itu muncul karena sebelumnya ada beberapa kambing yang mati karena makhluk yang dideskripsikan aneh dan belum mempunyai nama.

Beberapa orang menganggap bahwa chupacabra hanya sebagai mitos, tapi beberapa yang pernah melihat sosoknya dengan yakin menolak anggapan bahwa mahluk itu hanya mitos. Chupacabra digambarkan mempunyai empat kaki dengan cakar yang tajam dan memiliki tinggi sampai 1,2 meter. Ia juga mampu berlari dengan cepat dan melompat seperti kangguru.

Warna kulitnya abu-abu kehijauan dengan kulit kasar dan memiliki duri di punggungnya. Wajahnya berbentuk oval dengan rahang memanjang dan gigi yang bertaring. Telinganya lancip dan matanya merah menyala. Ada juga yang menyatakan chupacabra memiliki rambut berwarna hitam kasar di belakang tubuhnya serta mampu berganti warna kulit seperti bunglon.

Ada juga yang memberi deskripsi berbeda tentang chupacabra. Ia disebut berbentuk seperti anjing liar yang tanpa bulu tapi memiliki tulang belakang yang menonjol. Soket matanya kecil sehingga matanya terlihat menonjol, mempunyai taring dan cakar yang tajam.

Dari perbedaan pendapat mengenai fisik chupacabra ini kita bisa membuat visualisasi dari kesamaan-kesamaan yang ada. Chupacabra bisa jadi seperti hewan berkaki empat, mempunyai cakar yang tajam, mempunyai taring, memiliki rambut di belakang punggungnya dan mata yang dapat memancarkan sinar berwarna merah. Cukup menyeramkan, bukan?

Saksi-Saksi Chupacabra

Saksi-Saksi Chupacabra

* sumber: static.wixstatic.com

Kemunculan chupacabra pertama kalinya diduga terjadi pada tahun 1947. Sebuah surat kabar Puerto Rico, El Vocero dan El Nuevo, membuat artikel tentang hilangnya hewan ternak petani yang terdiri dari kambing, burung, angsa, kelinci, kuda dan sapi. Hewan-hewan itu tiba-tiba ditemukan mati terbunuh di sebuah pagi.

Ada yang aneh dari kematian hewan-hewan itu, yakni ada luka seperti bekas tusukan di dada dan darah hewan-hewan seperti dihisap. Kabar itu menyebar kemudian banyak petani lain melaporkan hal yang sama.

Hampir dua dekade setelah kejadian aneh hilangnya hewan milik petani, kejadian yang mirip terjadi lagi pada bulan Maret tahun 1995. Uniknya, tempat kejadiannya sama yaitu di daerah Puerto Rico. Kali ini delapan kambing ditemukan tewas dengan tiga luka di dada dan dikabarkan mati kehabisan darah.

Bulan Agustus 1995, seseorang yang tinggal di Puerto Rico bernama Madelyne Tolentino melaporkan bahwa dia melihat mahluk seperti chupacabra. Dia mengatakan bahwa 150 hewan ternak dan beberapa hewan peliharaan dibunuh oleh chupacabra.

Selain itu, di daerah bernama Moca yang masih berada dalam lingkup Puerto Rico pada tahun yang sama ada kejadian serupa. Karena belum mempunyai nama, mahluk itu dinamai Vampire of Moca. Kejadian yang terulang membuat keyakinan sebagian orang menguat kalau keberadaan chupacabra benar-benar nyata.

Awalnya warga berpikiran bahwa hewan-hewan itu meninggal karena ritual sebuah sekte tertentu, tapi setelah diselidiki ternyata mempunyai kesamaan dengan ciri-ciri hewan yang mati oleh chupacabra. Masih di tahun yang sama, seorang pria bernama Bernardo Gomez mengaku melihat makhluk bermata merah berjalan melewati jendela kamarnya dan meninggalkan bekas seperti darah.

Tanggal 8 Januari 1996, Jose Febo seorang pria pemilik peternakan melaporkan dua ekor dombanya diserang oleh chupacabra. Bahkan dia melihat makhluk itu terduduk di sebuah pohon sebelum melompat kemudian hilang entah kemana.

Dua bulan kemudian, Ovidio Mendez melihat kejadian serupa. Makhluk yang bermata merah menyala itu membawa ayam yang tengah dia makan. Selain itu, Ovidio menggambarkan mahluk itu mempunyai tinggi sekitar empat kaki (1,2 meter), bertelinga lancip dan memiliki cakar yang tajam.

Laporan mengenai tindakan chupacabra kembali muncul di tahun 2004. Seorang peternak melaporkan bahwa binatang ternaknya tewas terbunuh tapi kejadian itu terjadi di Texas. Setahun kemudian, kemunculan chupacabra terjadi di Grand Haven. Seorang saksi melihat makhluk itu sedang menghisap darah seekor kucing.

Selain kejadian-kejadian itu masih banyak kejadian lain yang diduga dilakukan oleh chupacabra yang jaraknya semakin meluas sampai Rusia. Sayangnya kejadian-kejadian itu tidak meninggalkan detil yang cukup untuk menunjukkan bahwa benar makhluk yang melakukannya adalah chupacabra.

Teori Tentang Chupacabra

Teori Tentang Chupacabra

* sumber: cdn.abcotvs.com

Banyaknya saksi yang melaporkan membuat misteri chupacabra mendapat perhatian dari banyak pihak. Para peneliti, terutama yang menyukai cryptozoology langsung mencari keberadaan chupacabra. Ada beberapa teori untuk menebak mahluk apa sebetulnya chupacabra, yaitu:

1. Mutasi Genetik

Ada yang mengatakan bahwa chupacabra merupakan makhluk yang telah termutasi gen akibat bocornya sebuah laboratorium raksasa di Amerika. Teori ini mungkin benar, tapi kalau dilihat dari pernyataan para saksi dan lokasi kejadian yang melibatkan chupacabra sepertinya sulit untuk dipercaya.

Kemunculan di Puerto Rico, kemudian Texas, kemudian Rusia menunjukkan bahwa mahluk ini bukan hanya korban mutasi gen akibat bocornya laboratorium. Kalau benar, seharusnya hanya berada di lokasi kemungkinan dia teracuni. Namun kemunculannya di berbagai tempat bisa digunakan untuk membantah teori ini.

2. Campuran Coyote dan Serigala

Sebuah analisis DNA dilakukan dari spesimen chupacabra oleh Monster Quest History Channel dan ditemukan bahwa chupacabra memiliki campuran kromosom yang dimiliki coyote dan serigala. Teori ini cukup masuk akal karena bentuk tubuh chupacabra yang mirip coyote tapi mempunyai kemampuan layaknya serigala.

Hanya saja serigala memangsa makannya dengan melahap semua bagian tubuhnya, begitu juga coyote. Sementara berdasarkan laporan, hewan-hewan korban chupacabra kebanyakan mati karena kehabisan darah.

3. UFO

Banyaknya penampakan UFO yang terjadi di Puerto Rico pada tahun 70-an membuat adanya teori bahwa chupacabra sebetulnya makhluk yang sengaja diturunkan alien atau kabur dari UFO, kemudian ia menyerang hewan ternak milik warga untuk bertahan hidup.

4. Coyote yang Sakit

Penelitian tentang chupacabra dilakukan oleh seorang ahli biologi bernama Barry O’Connor di University of Michigan. Dia mempunyai kesimpulan bahwa chupacabra yang dilihat oleh para saksi sebenarnya adalah coyote yang terkena penyakit kudis. Tungau di tubuh yang menyebar membuat rambutnya rontok dan bisa membuat penampilan coyote seperti chupacabra.

Dengan kondisi kulit yang lemah, bakteri akan semakin hidup dan membuat kulit coyote menjadi kasar. Dengan kondisi yang tidak sehat, coyote dinilai akan memilih untuk mencari mangsa yang mudah dimakan dalam hal ini yang paling mudah adalah hewan ternak.

Itulah misteri chupacabra, hewan penghisap darah yang masih dipertanyakan. Menurut kamu, apakah hewan seperti chupacabra memang ada?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *