Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Chronovisor, Mesin Waktu yang Banyak Dipertanyakan

Misteri Chronovisor, Mesin Waktu yang Banyak Dipertanyakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Rasanya semua orang tahu Doraemon, kan? Selain kantung ajaib, satu hal yang paling diingat dari Doraemon adalah mesin waktu. Alat itu tertanam di laci meja belajar Nobita. Melalui alat itu, Nobita bisa berkelana ke masa lalu atau masa depan. Karena itulah alat itu diberi nama mesin waktu. Siapa pun yang menggunakannya akan dibawa melintasi waktu oleh alat itu.

Mungkinkah mesin waktu dibuat di dunia nyata? Sejak dulu, banyak ilmuwan yang meneliti tentang kemungkinan dibuatnya mesin waktu. Para ahli fisika sampai Albert Einstein pernah membahas soal mesin waktu. Secara teoritis, mesin waktu bukan sesuatu yang mustahil. Menurut Einstein, waktu nggak punya sifat statis atau linier, tetapi fleksibel.

Di masa lalu, pernah ada alat yang menggemparkan publik. Alat itu diduga mampu memperlihatkan peristiwa di masa lalu untuk menganalisis peristiwa penting di dalam sejarah. Cara kerja yang menyerupai mesin waktu. Nama alat itu adalah Chronovisor. Namun, benarkan Chronovisor adalah mesin waktu atau mampu bekerja mendekati mesin waktu?

Awal Mula Chronovisor

Awal Mula Chronovisor

Suatu hari pada bulan Mei 1972, sebuah majalah mingguan bernama La Domenice del Corriere yang berbahasa Italia merilis sebuah berita yang menghebohkan. Berita itu berjudul ‘Father Pellegrino Ernetti’, dia adalah seorang imam Benediktin, ahli fisika kuantum, dan ahli elektronik osilator. Disebutkan bahwa Ernetti telah membuat alat bernama Chronovisor.

Berita itu jadi heboh karena disebutkan kalau Chronovisor mampu menangkap gambar dan suara dari peristiwa yang terjadi di masa lalu. Menurut pengakuan Ernetti, Chronovisor tercipta dengan bantuan 12 ilmuwan terpilih dari seluruh dunia. Tentu saja pengakuan itu langsung mengundang kontroversi, bukan cuma di Eropa tetapi juga di seluruh dunia.

Bukti dan Kontroversi Chronovisor

Bukti dan Kontroversi Chronovisor

Selain seorang ilmuwan, Ernetti adalah seorang imam Benediktin. Untuk membuktikan pengakuannya, Ernetti memberikan sebuah foto yang menurut pengakuannya diambil saat penyaliban Yesus Kristus. Sosok Kristus yang diperlihatkan menyerupai sebuah pahatan di Shrine of Merciful Love di Collevalenza.

Bukti dan Kontroversi Chronovisor2

Ernetti memberi penjelasan bahwa Chronovisor mampu merekam energi dari suara dan penampakan secara spesifik dari peristiwa yang terjadi di masa lalu. Energi yang berpendar dan suara serta penampakan yang terjadi saat itu akan direkam oleh lingkungan, itulah yang kemudian direkam oleh Chronovisor.

Untuk memperkuat keterangan yang diberikan, Ernetti mengumumkan kalau dia juga telah merekam beberapa peristiwa dari Alkitab. Beberapa peristiwa yang disebutkan Erneti adalah hancurnya kaum Sodom dan Gomora, dan batu Sepuluh Perintah Allah yang asli. Meski mengundang kritik dan dianggap penipuan, Ernetti tetap mempertahankan Chronovisor.

Pengakuan Ernetti

Pengakuan Ernetti

Segala kehebohan tentang Chronovisor beserta bukti-bukti yang diberikan Ernetti kemudian memecah publik menjadi dua golongan. Mereka yang percaya dan mereka yang nggak percaya. Sesuatu yang umum terjadi untuk menyikapi sebuah kontroversi. Semua orang berhak memilih untuk percaya atau sebaliknya.

Beberapa tahun setelah 1972, Ernetti kembali menghebohkan dengan memberikan sebuah pengakuan. Di dalam pengakuan itu, dia mengakui kalau semuanya adalah kebohongan semata. Namun sebagian orang tetap percaya kalau Chronovisor itu nyata dan semua yang dikatakan Ernetti sebelum itu adalah benar adanya.

Selain pengakuan Ernetti, ada juga yang mengatakan kalau Chronovisor yang cuma ada satu di dunia itu akhirnya dihancurkan. Ada yang mengatakan Ernetti dipaksa karena penemuannya dianggap berbahaya, ada juga yang mengatakan kalau Ernetti menghancurkannya secara sukarela karena takut Chronovisor jatuh ke tangan orang yang salah

Pada dasarnya, manusia memang mahluk yang penuh rasa ingin tahu. Terutama untuk sesuatu yang nggak biasa dan misterius seperti Chronovisor. Ernetti meninggal pada tahun 1994 menyisakan Chronovisor sebagai sebuah cerita dan misteri yang masih diperdebatkan kebenarannya.

Buku Francois Brune

Buku Francois Brune

Tahun 2002, seorang Pastor Keuskupan Katolik Roma yang bernama Francois Brune mengejutkan dunia melalui bukunya. Buku itu berjudul Le Nouveau Mystere du Vatican, kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia artinya adalah Misteri Baru Vatikan.

Di dalam buku itu, Brune menulis bahwa dirinya dan Ernetti berhasil menemukan sebuah alat yang memungkinkan penggunanya untuk melihat masa lalu. Alat yang dimaksud oleh Brune adalah Chronovisor yang mengundang kontroversi itu. Bahkan Ernetti telah memberi pengakuan kalau semua itu bohong.

Sesuatu yang menghebohkan dari buku itu bukan tentang Chronovisor, tetapi pengakuan Brune yang meyakini kalau Ernetti terpaksa mengaku kalau semua itu bohong. Ernetti ditekan oleh berbagai pihak sampai nggak punya pilihan selalin memberi pengakuan kalau semua yang dikatakannya adalah kebohongan.

Brune tetap pada pendiriannya bahwa dia bersama Ernetti berhasil membuat alat yang bisa merekam peristiwa yang terjadi di masa lalu. Alat yang kemudian dia beri nama Chronovisor. Publik kembali bertanya-tanya, sebenarnya ada apa di balik semua ini? Siapa yang benar?

Buku Francois Brune2

Sampai sekarang, nggak ada jawaban pasti dari misteri Chronovisor. Semuanya masih serba abu-abu. Pengakuan Ernetti, lalu pengakuan kalau dia berbohong, sampai buku yang ditulis Brune. Kita nggak bisa memastikan siapa yang benar dalam misteri Chronovisor ini, tetapi kita bisa menganggap ini sebagai bagian dari peristiwa sejarah tentang mesin waktu.

Chronovisor bukan satu-satunya misteri yang berbicara seputar mesin waktu. Namun, Chronovisor adalah salah satu yang paling menghebohkan. Selain tentang mesin waktu yang untuk sebagian orang adalah sesuatu yang mustahil, Chronovisor menjadi heboh karena melibatkan penyaliban Yesus Kristus.

Bahkan, yang menjadi sosok kunci dalam misteri Chronovisor adalah seorang ilmuwan yang juga seorang Imam Benediktin. Ada dua bidang yang dibawa ketika merebaknya misteri Chronovisor di ranah publik. Bidang sains dan bidang keagaamaan. Wajar kalau waktu lagi hangat-hangatnya, Chronovisor jadi pembicaraan banyak orang.

Orang-orang yang menyukai sains akan tertarik karena teori yang disampaikan Ernetti perihal Chronovisor bisa jadi sebuah terobosan yang mengubah dunia. Orang-orang mendalami agama kristen juga tertarik karena Ernetti pengakuan dan bukti yang diberikan Ernetti berasal dari agama mereka.

Sampai hari ini Chronovisor masih menjadi misteri dan bagian dari sejarah. Belum ada lagi penemuan yang serupa dan benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun, orang-orang yang tertarik pasti nggak akan berhenti untuk mencari. Terutama mereka yang tertarik dan memiliki keilmuan untuk terus melakukan penelitian.

Mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lagi kita akan mendengar penemuan tentang mesin waktu atau alat sejenis Chronovisor? Kita nggak akan pernah tahu, kita cuma bisa menunggu atau mungkin ada di antara pembaca yang tertarik menjadi peneliti? Siapa tahu kamu adalah orang yang kemudian menghebohkan dunia karena penemuanmu.

Demikian ulasan mengenai misteri Chronovisor, mesin waktu yang dipertanyakan. Apakah kamu termasuk orang yang percaya akan adanya mesin waktu? Apakah memang mungkin kalau manusia bisa menciptakan mesin waktu atau alat serupa Chronovisor? Kalau ingin berbagi atau menambahkan, kolom komentar sudah disediakan, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *