Bacaterus / Misteri Laut / Misteri Cenote Angelita, Fenomena Sungai di Bawah Laut

Misteri Cenote Angelita, Fenomena Sungai di Bawah Laut

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada banyak fenomena di dunia ini yang mengundang decak kagum. Baik karena keindahannya maupun karena fenomena tersebut terlihat janggal dan perlu penelitian lebih jauh untuk bisa dimengerti. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan sistem informasi, kesempatan untuk meneliti sebuah fenomena lebih jauh semakin terbuka.

Kurang lebih satu dekade lalu ada sebuah fenomena sungai di bawah laut. Siapa pun yang mendengar akan tertarik karena hal seperti itu jarang terjadi dan juga belum banyak yang bisa menjelaskan secara ilmiah.

Cenote Angelita adalah nama perairan yang disebut-sebut mempunyai sungai di bawah laut. Kita akan menelaah misteri Cenote Angelita lebih dalam di sini. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Mengenal Cenote Angelita

Mengenal Cenote Angelita (Copy)

Cenote merupakan lubang-lubang di perairan yang terbentuk secara alami karena runtuhnya batuan kapur yang mengekspos bagian bawah tanah. Curah hujan mengikis batuan kapur di gua-gua bawah tanah. Kemudian bagian itu terisi air hujan atau air bawah tanah dan atap gua runtuh sehingga membentuk Cenote.

Secara etimologi, Cenote berasal dari kata yang digunakan suku maya yaitu D’zonot yang artinya suci, merujuk pada wilayah perairan. Istilah Cenote digunakan pada sebuah wilayah di semenanjung Yucatan, Mexico yang mempunyai banyak Cenote. Ada Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain.

Berdasarkan penelitian, gua-gua yang terhubung ke laut ini terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu. Bagi suku Maya, Cenote merupakan salah satu hal penting dalam melangsungkan hidup. Pada musim kemarau panjang, Cenote dijadikan satu-satunya tempat sebagai sumber mata air. Bahkan desa-desa bangsa Maya dibangun di sekitar Cenote agar mempunyai pasokan air permanen.

Arti Cenote yang suci menurut suku Maya bukan cuma sebagai sumber kehidupan berupa air, melainkan dianggap sebagai portal untuk berkomunikasi dengan para dewa. Hal itu terbukti dengan ditemukannya bukti bahwa ada upacara keagamaan yang dilakukan di sekitar Cenote. Bahkan ada juga upacara pengorbanan manusia.

Suku Maya juga menggunakan Cenote untuk pergi dari satu kota ke kota lain. Seiring dengan semakin berkurangnya populasi dari suku tersebut, Cenote-Cenote itu menjadi nggak terpakai dan akhirnya terbengkalai sebelum ditemukan para penyelam dan penjelajah yang kemudian mengubahnya menjadi sebuah destinasi untuk berenang atau menyelam.

Angelita merupakan kata yang diambil dari Bahasa Spanyol, yang digunakan sebagai bahasa resmi pada tingkat pemerintah federan Mexico. Arti Angelita adalah malaikat kecil. Jadi secara etimologi, Cenote Angelita berarti gua malaikat kecil. Ia berada 17 km dari Tulum, memiliki diameter lubang sebesar 30 meter dengan kedalaman 60 meter.

Penemuan Cenote Angelita

Penemuan Cenote Angelita (Copy)

Keberadaan Cenote Angelita pertama kali mencuat karena seorang fotografer bernama Anatoly Beloshchin yang mempunyai spesialisasi memfoto objek-objek di dalam air. Dia yang sedang menyelam di Semenanjung Yucatan melihat sebuah fenomena aneh ketika menyelam sedalam 60 meter. Dia melihat air asin dan di bawahnya ada sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh.

Penemuan yang diungkapkan Beloshchin menggemparkan banyak pihak. Lokasi penemuan sungai di dalam laut yang dia sebutkan itu kalau dilihat dari darat sama sekali nggak terlihat berbeda dibanding Cenote-Cenote lain di wilayah itu. Cenote Angelita terlihat seperti sebuah sungai biasa yang terletak di tengah hutan.

Halocline di Cenote Angelita

Halocline di Cenote Angelita (Copy)

Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut yang menjadi tempat kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam akan mempengaruhi kepadatan air dan menyebabkan zona tersebut menjadi dinding pemisah antara air asin dan air tawar. Menarik bukan?

Kepadatan air asin yang lebih besar dibanding air tawar membuatnya memiliki berat jenis yang lebih besar juga. Ketika air tawar dan air asin bertemu, maka akan terbentuk lapisan halocline di antara keduanya. Lapisan itu akan membuat kedua air itu seolah-olah terpisah karena tidak adanya pencampuran yang kuat.

Lapisan halocline di Cenoe Angelita berada pada kedalaman sekitar 33 meter. Air tawar yang berada di dalamnya berasal dari air hujan, sementara air asin berasal dari air yang menghubungkan Cenote itu ke laut. Perbedaan salinitas antara dua jenis air adalah kunci bagi terjadinya fenomena halocline.

Misteri Sungai di dalam Cenote Angelita

Misteri Sungai di Dalam Cenote Angelita (Copy)

Foto Cenote Angelita yang diambil dan diungkapkan Beloshchin menunjukkan keberadaan bentuk seperti sungai dengan air yang berwarna kecoklat-coklatan. Sebetulnya daerah yang mirip sungai itu adalah sebuah ilusi. Air yang mirip sungai itu merupakan kabut atau awan yang terbentuk karena lapisan hidrogen sulfida.

Lapisan hidrogen sulfida terbentuk karena pembusukan pohon-pohon atau organisme di dasar Cenote Angelita. Selain itu, kemunculannya juga disebabkan oleh berat jenis zat tersebut yang lebih berat dibandingkan dengan campuran air laut. Selain karena pembusukan, akitivitas gunung berapi juga bisa menjadi penyebab terbentuknya lapisan hidrogen sulfida.

Hidrogen sulfida mempunyai sifat asam dan bila bercampur dengan air laut atau yang memiliki kadar garam tinggi bisa membayakan mahluk-mahluk laut di sekitarnya, tapi nggak berbahaya bagi manusia.

Misteri Pohon di Cenote Angelita

Misteri Pohon di Cenote Angelita (Copy)

Dalam foto Bershchin yang diambil di dalam Cenote Angelita terlihat pepohonan di sekitar wilayah yang disebut sungai. Bentuk pohonnya pun seperti yang sering kita lihat di daratan. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana cara pohon itu tumbuh sementara ia membutuhkan sinar matahari untuk fotosintetis.

Di dasar Cenote nggak ada sinar matahari, yang ada hanyalah air yang gelap dan dalam. Jawaban tentang keberadaan pohon di Cenote Angelita sebenarnya sudah bisa didapatkan dari pernyataan Bershchin.

Dia mengatakan bahwa menemukan daun-daun yang jatuh pada kedalaman 60 meter. Dia nggak mengatakan ada pohon yang tumbuh di dalam Cenote, hanya dedaunan yang jatuh apalagi dengan kondisi di sekitar Cenote yang dikelilingi hutan lebat, tentu jumlah daun yang jatuh ke Cenote akan banyak.

Bentuk dahan pohon yang terekam di foto Bershchin bukanlah pohon yang tumbuh di dasar Cenote. Dari berbagai jurnal ilmu pengetahuan, kemungkinan tersebut adalah nihil. Tumbuhan yang ada dalam foto adalah dahan-dahan yang jatuh dari pepohonan di sekitar Cenote. Bentuknya yang besar dan terdampar di dasar Cenote membuatnya seolah-olah tumbuh di sana.

Demikianlah ulasan tentang misteri Cenote Angelita. Pada dasarnya, semua fenomena perlu dikembalikan kepada sains dan ilmu pengetahuan kalau kita ingin mendapat jawaban. Ada yang bisa dipecahkan, ada juga yang belum bisa. Namun pada akhirnya, kita harus tetap melibatkan sains dalam meneliti sesuatu. Punya informasi tambahan? Yuk, tuliskan di kolom komentar bawah ini!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *