Bacaterus / Misteri Jawa Tengah / Inilah Misteri Candi Borobudur di Balik Segala Pesonanya

Inilah Misteri Candi Borobudur di Balik Segala Pesonanya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mustahil rasanya kalau ada orang Indonesia yang belum pernah mendengar tentang Candi Borobudur. Saking terkenal dan bersejarah, candi yang berada di Kabupaten Magelang itu termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Menurut catatan sejarah, Candi Borobudur didirikan oleh para penganut agama Budha sekitar tahun 800 M pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Keberadaan Borobudur dikenal dunia sejak ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa pada tahun 1814. Sejak pertama ditemukan sampai sekarang, Borobudur sudah mengalami beberapa kali upaya penyelamatan dan perbaikan karena adanya kerusakan di beberapa bagian.

Sampai saat ini, Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat untuk ziarah dan setiap tahun selalu diadakan upacara untuk memperingati Trisuci Waisak. Di balik kemegahan Candi Borobudur dan segala pesonanya, ada beberapa hal yang masih menjadi misteri bahkan beberapa mitos yang dipercayai.

Nggak sedikit orang yang datang ke Borobudur bukan hanya karena ingin berwisata tapi mencoba melihat dan mencari jawaban atas misteri-misterinya. Apa saja misteri Candi Borobudur? Kita akan membahas lebih dalam di sini.

Arsitektur Candi Borobudur

Arsitektur Candi Borobudur

* sumber: travelinghematnusantara.files.wordpress.com

Berdasarkan penelitian, Candi Borobudur merupakan peninggalan wangsa Syailendra pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram kuno. Dibangun pada abad ke-8, Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia. Candi Borobudur mempunyai 2.672 panel relief dan 72 stupa berlubang dengan panjang keseluruhan candi mencapai 6 km.

Candi Borobudur memiliki bentuk persegi yang nyaris sempurna ketika dilihat dari atas. Bahkan tata letak stupa dan patung-patung Budha menyerupai piramida dengan presisi tinggi. Dengan ilmu perhitungan yang belum maju, banyak yang meyebut bahwa Candi Borobudur adalah karya arsitektur yang jenius.

Bagaimana dengan materialnya? Para peneliti menduga bahwa materialnya berasal dari batuan vulkanik dari gunung berapi. Masalahnya adalah batu-batu itu berbentuk sangat besar dan dengan letak candi yang berada di daerah perbukitan, rasanya sangat sulit untuk memindahkannya dengan jumlah besar sampai berhasil membentuk candi.

Mitos Jam Raksasa

Mitos Jam Raksasa

* sumber: ksmtour.com

Ada sebuah anggapan bahwa Candi Borobudur pada jaman dahulu adalah jam raksasa. Anggapan itu muncul dengan adanya stupa besar di puncak dan dikelilingi beberapa tingkatan stupa kecil. Anggapan ini kemudian berubah menjadi mitos karena adanya bukti yang menunjukkan puncak Borobudur berbentuk seperti jam.

Sebanyak 72 stupa yang ada di Candi Borobudur mempunyai bentuk seperti lonceng terbalik. Dengan letak stupa terbesar di paling atas, berfungsi sebagai titik tanda jam. Sementara jarum jamnya adalah matahari, yang menciptakan bayangan dari stupa paling besar.

Selain mitos sebagai jam, Borobudur juga dipuji karena bisa menjadi penunjuk arah angin yang akurat dengan menghadap utara dan selatan dengan tepat. Ditambah penunjukan titik terbit matahari yang benar-benar dari timur sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada 20 – 21 Maret dan 22 – 23 September.

Relief Tersembunyi

Relief Tersembunyi

* sumber: soloraya.com

Bentuk Candi Borobudur yang besar disebut-sebut membutuhkan pembangunan selama 750 – 1000 tahun. Dilihat dari struktur bangunan, Borobudur menyajikan sajian yang menarik. Relief yang ada menceritakan tentang kehidupan manusia dengan alam semesta. Relief itu terbagi menjadi tiga fase yang semakin tinggi maka akan semakin mencapai kesempurnaan. Berikut penjelasannya:

  1. Kamadhatu, yaitu fase ketika dunia dikuasai kama atau nafsu rendah;
  2. Rupadhatu, yaitu fase ketika manusia mulai meninggalkan hawa nafsu dan urusan duniawi;
  3. Arupadhatu, yaitu fase ketika manusia terbebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk rupa tapi belum mencapai nirwana.

Ada relief yang sampai saat ini masih mengundang perdebatan karena dianggap disembunyikan. Relief itu berada di bagian bawah seperti ditimbun tanah yang menceritakan tentang keadaan manusia pada fase Kamadhatu. Ada 160 relief yang membentuk sebuah adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat.

Kalau sekilas dilihat, nggak ada yang begitu mencolok dari cerita di relief Kamadhatu. Namun kalau dilihat lebih jauh ada gambar orang-orang sedang melakukan perbuatan tidak terpuji. Bergosip, membunuh, menyiksa, memerkosa dan adegan-adegan seks bisa dilihat dengan jelas.

Ada yang mengatakan bahwa panel itu sengaja ditimbun dengan tanah karena adegan dalam relief yang terlalu vulgar dan mengerikan, ada juga yang mengatakan bahwa tanah itu berfungsi sebagai penopang.

Danau Purba

Danau Purba

* sumber: cdn.yukepo.com

Seorang pakar arsitektur Hindu Budha bernama W.O.J. Nieuwenkamp pada tahun 1931 mengajukan teori bahwa Daratan Kedu (lokasi Candi Borobudur menurut legenda Jawa) dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur dibangun sebagai lambang bunga teratai yang mengapung di atas permukaan air danau.

Pendapat Nieuwenkamp didukung oleh fakta adanya sumur di sekitar Borobudur yang airnya asin. Menguatnya teori tentang Danau Purba didukung oleh Van Bemmelen dalam bukunya “The Geology of Indonesia”. Di dalam buku itu tertulis bahwa sebuah letusan dari Gunung Merapi pada tahun 1006 menutupi danau sampai menjadi kering dan Borobudur sempat dinyatakan hilang.

Hal itu membuat Borobudur banyak didatangi para peneliti untuk mencari kebenaran dari teori keberadaan Danau Purba. Nggak cuma dari dalam negeri, bahkan peneliti dari luar negeri pun merasa tertarik untuk meneliti lebih dalam soal Candi Borobudur.

Mitos Kunto Bimo

Mitos Kunto Bimo

* sumber: i2.wp.com

Salah satu mitos paling populer di Candi Borobudur adalah adanya pengabul keinginan. Sebuah arca Budha yang berada di dalam stupa disebut Kunto Bimo harus bisa dipegang. Kalau berhasil dipegang, maka apa saja keinginan orang itu akan terkabul atau orang yang bisa memegangnya akan mendapatkan keberuntungan.

Bagi pria, syarat untuk mendapat keberuntungan yaitu harus bisa memegang jari kelingking atau jari manis arca Budha. Sementara perempuan harus bisa memegang bagian jari kaki arca tersebut. Nggak ada keterangan resmi dari ajaran Budha mengenai mitos ini. Para pemandu wisata pada tahun 1950-an disebut-sebut sebagai pihak pertama yang mengarang mitos ini.

Mitos Singa Urung

Mitos Singa Urung

* sumber: upload.wikimedia.org

Selain mitos Kunto Bimo, di Candi Borobudur ada juga mitos lain yang bernama Singa Urung. Dinamakan Singa Urung karena mitos ini melibatkan sepasang arca berbentuk singa yang terletak di sebelah kanan dan kiri tangga naik candi. Dalam bahasa Jawa, Urung berarti gagal. Dengan kata lain Singa Urung berarti Singa yang membawa kegagalan.

Mitos Singa Urung ini mempunyai efek yang berkebalikan dengan Kunto Bimo. Kalau Kunto Bimo lebih menekankan pada mendapat keberuntungan, maka Singa Urung sebaliknya. Mitosnya adalah siapa saja yang berani memegang arca singa di sisi kiri dan kanan tangga Candi Borobudur maka akan mendapat kesialan.

Selain itu ada juga mitos yang mengatakan kalau sepasang kekasih melewati sepasang arca singa itu, maka hubungan mereka nggak sampai ke tahap pernikahan. Entah kenapa mitos tentang hubungan sepasang kekasih seringkali menghiasi tempat-tempat bersejarah. Kamu pasti pernah mendengar mitos serupa di tempat lain.

Apa kamu pernah mengunjungi Candi Borobudur? Misteri apa yang kamu dengar selama mengunjunginya? Barangkali ada cerita menarik yang ingin kamu bagikan, kamu bisa membagikannya di kolom komentar yang sudah disediakan. Setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda-beda, dengan berbagilah kita bisa saling bertukar pengalaman itu. Kunjungi juga artikel misteri Gunung Merapi ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *