Bacaterus / Misteri Bandung / Sejarah dan Misteri Cadas Pangeran yang Terkenal Angker

Sejarah dan Misteri Cadas Pangeran yang Terkenal Angker

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juni 2019

Apa yang ada di kepalamu ketika mendengar nama Cadas Pangeran? Mungkinkah kamu langsung bergidik ngeri? Atau membayangkan kenangan saat melewati jalan yang sebenarnya membentang sangat indah di wilayah Kabupaten Sumedang ini? Nah, kali ini, Bacaterus akan membagikan informasi mengenai sejarah dan misteri Cadas Pangeran yang terkenal sangat angker.

Kamu penasaran? Yuk, simak langsung saja pembahasan lengkap dan eksklusif tentang jalan raya Cadas Pangeran di bawah ini.

Sejarah Cadas Pangeran

misteri cadas pangeran

* sumber: www.yukepo.com

Cadas Pangeran. Nama ini begitu melekat di ingatan masyarakat sebagai nama dari salah satu jalan raya yang terkenal angker. Cadas Pangeran sendiri merupakan bagian dari jalan raya Bandung-Cirebon dan masuk dalam jalur Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) yang dibangun pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels. Saat itu, Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Nama Cadas Pangeran sendiri muncul karena jalan raya tersebut dibangun dengan cara memahat batuan gunung berupa bukit yang cadas dan amat keras. Sumber lain menuturkan bahwa nama Cadas Pangeran merupakan diambil dari peristiwa ‘pemberontakan’ Cadas Pangeran.

Nama tersebut juga adalah cerminan dari sikap dan watak keras alias cadas dari Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Kusumadinata IX yang juga dikenal sebagai Pangeran Kornel yang menyayangkan kekejaman dari Daendels kepada rakyatnya.

Wajar saja bila sang pemimpin murka. Rakyatnya dikabarkan banyak yang mati akibat pembangunan jalan raya sepanjang tiga kilometer yang dibangun di tahun 1809 itu. Bukan lagi berjumlah puluhan, melainkan ratusan bahkan ribuan pekerja paksa harus rela merenggang nyawa di sana.

Ada yang terjatuh, ada pula yang dimangsa oleh hewan buas karena pada saat itu lokasi pembuatan jalan raya Cadas Pangeran masih dikelilingi hutan. Alat yang digunakan para pekerja pun masih amat sangat sederhana. Kabarnya, mereka hanya menggunakan linggis untuk memahat bebatuan cadas tadi.

Karena itulah, Pangeran Kornel memberikan perlawanan keras alias pemberontakan terhadap Herman Willem Daendels. Di kawasan jalan raya yang curam dan berkelok ini terdapat patung yang berdiri kokoh. Patung tersebut merupakan patung dari Pangeran Kornel yang menyalami sang Gubernur Jenderal menggunakan tangan kiri. Sementara tangannya memegang keris pusaka.

Daendels tentu terkejut akan perlawanan yang dilakukan sang Adipati untuk para rakyatnya. Pria yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda sejak tahun 1808 ini berjanji pada Pangeran Kornel bahwa dirinya akan mengganti pekerja paksa dari kalangan rakyat Sumedang dengan tentara Zeni Belanda untuk melakukan pembangunan jalan. Sementara rakyat Sumedang ditugaskan sebagai pekerja cadangan.

Namun, hal tersebut hanyalah tipu muslihat dari Daendels saja. Ia malah membawa banyak tentara Belanda yang ditugaskan untuk melawan dan menghabisi Pangeran Kornel beserta rakyat yang memberontak. Akibat ketidaksiapan dan kekurangan senjata, pasukan sang Pangeran berhasil dilumpuhkan oleh Daendels dan para serdadu Belanda.

Trisula Sebagai Penyangga

misteri cadas pangeran trisula

Dilansir dari cumicumi, menurut sang kuncen atau juru kunci dari jalan raya Cadas Pangeran, jalan raya yang banyak dilalui kendaraan besar maupun kecil tersebut bisa tetap berdiri dengan kokoh di lereng pegunungan karena adanya senjata berupa trisula yang digunakan sebagai penyangga. Trisula tersebut ‘disusupi’ oleh tiga wujud makhluk halus berupa siluman ular, kera dan harimau.

Konon katanya, bila ada orang yang angkuh atau sombong dan tak mempercayai keberadaan mereka, maka orang tersebut akan didatangi secara langsung oleh sang makhluk tak kasat mata. Tentu, tak semua orang percaya akan hal ini dan ada pula yang menganggapnya sebagai mitos belaka. Namun, bagi masyarakat setempat dan sang juru kunci, tentu hal ini tampaknya bukan sekadar isapan jempol saja.

Air Keramat

cadas pangeran 5

* sumber: www.nasionalisme.co

Ternyata, di salah satu bagian jalan raya Cadas Pangeran, ada sebuah pipa yang terbuat dari kayu yang mengalirkan air bersih. Nah, kabarnya, air bersih yang langsung mengalir dari gunung tersebut bukanlah air biasa, melainkan air yang dikeramatkan dan diyakini memiliki khasiat sebagai penyembuh.

Menurut penuturan dari warga setempat, air yang terus mengalir dengan lancar tersebut memiliki wangi yang berbeda dari air kebanyakan. Hmmm… benarkah begitu? Oh ya, warga setempat juga menuturkan, lokasi sekitar tempat air tersebut juga kerap kali menjadi tempat munculnya ular raksasa yang menyeberang jalan. Bahkan kabarnya ada seorang sopir yang mengalami kecelakaan karena mencoba menghindari sang ular yang badannya membentang menghalangi jalan raya.

Puntung Rokok dan Koin

Tidak Merokok

Biasanya, kalau sebuah tempat sudah dikenal angker dan dihuni makhluk tak kasat mata, apalagi tempat tersebut berupa jalan raya yang menjadi jalur perjalanan warga, selalu ada kebiasaan tersendiri yang kerap kali dilakukan agar perjalanan mereka tetap aman.

Sebut saja kebiasaan yang ‘wajib’ dilakukan saat akan memasuki terowongan Casablanca di Jakarta. Kabarnya sopir harus membunyikan klakson sebanyak tiga kali agar tak mengalami gangguan makhluk halus.

Nah, ternyata bukan hanya di terowongan Casablanca saja, di Cadas Pangeran juga terdapat ‘peraturan’ bagi para pengendara atau warga yang melewati jalan raya, yakni menyalakan dan melempar puntung rokok atau koin ke jurang di pinggir jalan. Dan tentu, bacaan doa seperti basmalah juga wajib untuk diucapkan saat akan melintas.

Arwah Perempuan

Hantu Banyu peminta tumbal

Bukan cuma siluman ular atau siluman lainnya. Kabarnya, warga setempat dan pengendara sering dikagetkan dengan kemunculan seorang perempuan yang bukan manusia saat tengah malam. Ya, sang perempuan mencegat pengendara dengan cara melambaikan tangan.

Kisah mistis ini dialami oleh tukang ojek yang telah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan itu. Sang tukang ojek dicegat oleh perempuan tersebut. Si perempuan meminta tukang ojek untuk mengantarkan dirinya. Namun, saat sang tukang ojek menanyakan kemana ia harus mengantar, perempuan berambut panjang dan berbaju putih itu diam seribu bahasa.

Di tengah perjalanan, tukang ojek merasakan bobot motornya menjadi ringan. Ia lalu melirik ke arah jok belakang, ternyata si perempuan yang kabarnya berwajah cantik tadi sudah tak lagi duduk di motornya.

Makam Para Pekerja Paksa

cadas pangeran 3 - Copy

* sumber: aurelia-aurita-spirulina.blogspot.com

Di area sekitar jalan raya Cadas Pangeran, ternyata ada beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama. Makam-makam tersebut  diyakini warga setempat merupakan tempat peristirahatan terakhir dari para pekerja paksa atau rodi pada masa Daendels memerintah dan membangun jalan raya Anyer-Panarukan.

Petilasan Pangeran Kornel

cadas pangeran 4

* sumber: www.yukepo.com

Bukan hanya makam dari pekerja paksa saja, masih di sekitar kawasan Cadas Pangeran, terdapat batu yang juga diyakini masyarakat dan sang juru kunci merupakan petilasan dari Pangeran Kornel. Sang juru kunci, Abah Iri, kerap kali menyalakan rokok dan kemenyan di petilasan tersebut sebagai sesajen  pada sang Pangeran. Tak jarang, ada warga yang juga melakukan hal yang sama, namun dengan tujuan yang berbeda-beda.

Nah, itulah sejarah dan misteri tentang Cadas Pangeran yang menarik untuk diketahui. Beberapa poin di atas, salah satunya kemunculan arwah perempuan tak jarang diyakini sebagai mitos belaka. Kebiasaan membuang koin dan puntung rokok sebagai ‘tanda perkenalan’ dan agar tetap aman selama di perjalanan pun demikian. Semuanya kembali kepada kepercayaan masing-masing saja, ya.

Yang paling penting, saat melewati jalan raya Cadas Pangeran yang sering menjadi lokasi kecelakaan kendaraan bermotor atau jalan manapun, sebaiknya kita memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan selama perjalanan berlangsung.

Kalau kamu memiliki informasi seputar misteri Cadas Pangeran atau ingin mengemukakan pendapatmu tentang hal tersebut, silakan sampaikan langsung melalui kolom komentar yang tersedia di bawah.

Oh iya, kalau ingin tahu tempat angker lainnya di Jawa Barat, kami punya informasinya dan merangkumnya dalam artikel 10 Tempat Angker di Jawa Barat ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar