Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Brian Wells, Tragedi Perampokan Bank Paling Aneh

Misteri Brian Wells, Tragedi Perampokan Bank Paling Aneh

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kita sering menyaksikan film-film mancanegara yang bercerita tentang perampokan bank. Ada yang dalam praktiknya berjalan mulus, ada juga yang berjalan nggak sesuai rencana sampai menyebabkan adanya peperangan dengan pihak kepolisian. Film dengan tema tersebut bukan hanya isapan jempol, karena di Amerika banyak terjadi kejadian serupa.

Salah satu kasus perampokan bank yang paling aneh pernah terjadi di Amerika pada tahun 2003. Seorang pria yang kemudian diketahui identitasnya bernama Brian Wells menjadi pelakunya. Aksinya itu sempat akan digagalkan oleh polisi tapi ternyata ada bom yang terpasang di lehernya dan meledak sampai membuat Brian tewas. Mari kita bahas lebih jauh mengenai Misteri Brian Wells.

Kronologi Perampokan Brian Wells

Kronologi Perampokan Brian Wells

Sebuah restoran pizza bernama Mama Mia’s Pizza sudah menjalankan kegiatannya cukup lama di Erie, Pennsylvania. Pada 28 Agustus 2003, telepon restoran itu berdering secara terus-menerus pada saat jam makan siang. Tony Ditmo sebagai pemilik restoran menjawab panggilan di telepon.

Sang penelepon memesan pizza ke sebuah alamat yang nggak terdengar jelas olehnya. Oleh karena itu, dia memberikan telepon pada salah satu karyawannya yang bernama Brian Wells dan ternyata alamat sang pemesan ada di 8631 Peach Street.

Brian yang bekerja sebagai pengantar pizza berangkat untuk mengantar pizza ke alamat yang disebutkan padanya lewat telepon. Hanya saja jika ditelusuri lebih jauh, alamat itu akan menimbulkan pertanyaan. Pasalnya di alamat itu nggak ada satu pun bangunan yang berdiri, hanya pohon-pohon yang tumbuh.

Dua jam setelah keberangkatan Brian mengantar pizza, wajahnya muncul di tv. Dia ternyata sedang merampok PNC Bank yang berada di Summit Town Plaza. Brian mendekati teller bank dan menunjukkan tulisan dia meminta uang sebesar 250.000 USD yang harus tersedia dalam waktu 15 menit.

Teller itu mengucapkan sebuah kode yaitu “Audrey” yang artinya sedang terjadi perampokan di bank tempatnya bekerja. Para nasabah diminta keluar oleh karyawan bank dan Brian mondar-mandir dengan lolipop di mulutnya tanpa menunjukkan rasa tegang.

PNC Bank hanya mampu memberi Brian uang sebesar 8.702 USD dan Brian menerima uang tunai tersebut lalu berjalan keluar dari bank. Nggak lama kemudian Brian ditangkap polisi dan tangannya diborgol. Brian mengatakan bahwa di lehernya ada sebuah bom yang akan meledak. Bom itu dipasang oleh beberapa orang yang menyuruhnya untuk merampok bank.

Dia juga mengatakan bahwa mengapa nggak ada orang yang berusaha melepaskan bom itu dari tubuhnya, lalu dia bilang bahwa dia nggak punya banyak waktu karena bom akan segera meledak. Dia juga bertanya apakah polisi sudah menghubungi bosnya.

Brian Wells

Jam 3:18 sore bom tersebut mulai berbunyi yang artinya sudah aktif dan siap meledak. Bom itu meledak dan Brian tewas dengan bagian dada yang hancur. Polisi menemukan dua catatan dari mobil Brian yang menjelaskan cara untuk melepas bom beserta kalimat, ‘bertindak sekarang, pikirkan nanti atau kamu akan mati’. Dua menit setelah kejadian, petugas penjinak bom baru datang.

Pukul 4 sore, Tony mendapat panggilan telepon. Kali ini bukan dari pelanggan restoran, melainkan dari FBI yang memberitahukan bahwa salah satu karyawannya, Brian Wells sudah tewas. Tony kemudian melihat tayangan tv untuk memastikan kabar tersebut. Dia nggak percaya bahwa salah satu karyawan terbaiknya bisa melakukan tindakan yang mengerikan.

Investigasi Brian Wells

Investigasi Brian Wells

Polisi langsung melakukan investigasi terhadap Brian Wells yang merupakan pelaku perampokan dan bom bunuh diri. Orang pertama yang dimintai keterangan tentu saja bos Brian yaitu Tony. Tony menyatakan bahwa Brian merupakan salah satu karyawan terbaiknya dan bersifat penurut.

Brian sudah bekerja untuk Tony selama 10 tahun, sehingga Tony merasa sangat mengenalnya. Nggak ada kecurigaan sama sekali terhadap Brian karena dia merupakan orang yang dikenal berperilaku baik. Polisi kemudian mendatangi tempat tinggal Brian untuk mencari barang bukti dan motif atas kejahatan yang baru saja terjadi.

Brian tinggal di sebuah kamar kontrakan dan di sana nggak ditemukan sesuatu yang mencurigakan. Polisi kemudian menanyai sang pemilik kontrakan yaitu Linda Payne. Linda menyatakan bahwa Brian merupakan orang baik yang tinggal bersama kucing-kucingnya.

Investigasi dilanjutkan ke alamat tempat tujuan pizza yang diantarkan Brian. Di sana hanya ada menara pemancar TV. Lokasinya terpencil kemudian dikelilingi oleh pohon-pohon besar di sekitarnya serta jalanan berlumpur. Di sana polisi hanya bisa mendapati jejak kaki dan jejak dari ban mobil milik Brian.

Linimasa kejadian di hari Brian meledakkan diri dibuat oleh polisi. Ada waktu sekitar 20 menit sejak Brian sampai di Peach Streat lalu tiba di PNC Bank. Waktu sesedikit itu termasuk cepat kalau kita bayangkan betapa cepatnya dia berganti baju dan sebuah bom dipasangkan pada lehernya sehingga tiba di PNC bank pada pukul 2:20 siang.

Polisi kemudian menyelidiki 2 catatan yang ditemukan dari mobil Brian. Isi dari catatan itu adalah:

  1. Lembar pertama berisi instruksi agar Brian keluar dari bank dan menuju ke McDonald. Lalu ada perintah untuk datang ke sebuah taman bertuliskan drive thru/24 hrs. Di sana ada instruksi selanjutnya yang ditempelkan pada sebuah batu.
  2. Lembar kedua menyatakan bahwa bom yang dipasang di badan Brian hanya bisa dilepas dengan cara mengikuti instruksi yang ada. Jika dia melapor atau polisi ikut campur maka bom itu akan diaktifkan melalui detonator atau telepon genggam.

Selain itu ada sebuah kertas yang berisi instruksi agar Brian merampok uang sebesar 250.000 USD dengan membawa senjata yang disiapkan. Dia hanya boleh menggunakan senjata itu jika memang diharuskan. Kemudian dia diminta kabur dan mengumpulkan petunjuk lain untuk mematikan bom yang terpasang di lehernya.

Kata kunci dari catatan itu adalah penggunaan kata we dan us, yang berarti orang yang menyuruh Brian lebih dari 1 orang. Tragedi perampokan bank ini sangat aneh karena yang merampok bukanlah tersangka sebenarnya, begitu pula yang menjadi korban. Karena itulah orang-orang kerap menyebutnya dengan misteri Brian Wells.

Tersangka dalam Misteri Brian Wells

Tersangka dalam Misteri Brian Wells

Penyelidikan polisi mulai membuahkan hasil. Tersangka pertama yang dicurigai adalah William A. Rothstein. Sekitar sebulan setelah tragedi, dia menghubungi polisi dan bilang ada mayat membeku di kulkasnya. Dia menyimpan mayat itu untuk membantu temannya, Marjorie, yang menembak kekasihnya, James Roden, hingga tewas.

William ternyata mempunyai hubungan spesial dengan Marjorie. Mereka sudah dua kali bertunangan dan William mau membantu Marjorie untuk menyingkirkan mayat James. Hanya saja William merasa keberatan atas permintaan Marjorie yang ingin mayat James dimasukkan ke mesin penggiling es.

William ditahan sebagai kaki tangan Majorie. Ketika rumahnya digeledah terdapat catatan bunuh diri yang menyatakan bahwa yang akan dia lakukan nggak ada hubungannya dengan Brian Wells. Polisi curiga karena cuma alamat William yang ada di sekitar lokasi Brian mengantar pizza. Selain itu, telepon pesanan pizza yang diantar Brian berasal dari pom bensin dekat rumah William.

Dari hasil penyelidikan polisi terhadap bom yang menewaskan Brian, polisi menemukan bahwa bom tersebut biasanya digunakan pada perang para pengedar narkoba di Kolombia. Polisi menemukan banyak barang yang mencurigakan ketika menggeledah rumah William. Barang-barang itu menguatkan asumsi kalau William yang membuat bom.

Tersangka dalam Misteri Brian Wells

Tersangka selain William yang dicurigai polisi adalah Marjorie Diehl-Armstrong. Dia mempunyai catatan buruk yaitu pembunuhan atas kekasihnya yang bernama Robert Thomas Pinetti. Sayangnya dia dibebaskan karena dianggap sebagai korban pelecehan. Dia dikenal sebagai seseorang yang cerdas namun mempunyai masalah seperti bipolar disorder, narcisissm dan paranoia.

Marjorie dianggap mempunyai kapasitas untuk menjadi perencana dalam misteri Brian Wells. Ada kemungkinan dia menggunakan Brian untuk mendapatkan sejumlah uang yang hendak dia gunakan untuk menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh ayahnya agar mendapat warisan.

William dan Marjorie akhirnya ditahan oleh polisi atas kasus pembunuhan yang membawa mereka juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena terhubung dengan misteri Brian Wells.

Walaupun banyak bukti dihadirkan di persidangan, masih belum terungkap apakah Wells memang terlibat langsung dalam kasus bom bunuh diri secara sukarela atau dia hanya dijadikan alat oleh William dan Marjorie. Satu misteri lagi adalah ekspresi Brian yang lurus ketika melakukan perampokan yang membuat semua kemungkinan masih terbuka.

Demikian ulasan mengenai misteri Brian Wells, tragedi perampokan Bank paling aneh. Menurutmu apakah Brian ikut terlibat? Atau dia hanya korban dari orang-orang yang merancang perampokan aneh itu? Tuliskan di kolom komentar yuk! Simak juga kisah pembunuh berantai kejam yang belum terpecahkan hingga saat ini dalam artikel misteri Jack The Ripper.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *