Bacaterus / Misteri Laut / Misteri Bimini Road, Jalanan di Bawah Laut yang Misterius

Misteri Bimini Road, Jalanan di Bawah Laut yang Misterius

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Januari 2020

Siapa yang tidak kenal dengan kota Atlantis yang menghilang secara misterius selama ribuan tahun silam? Konon Atlantis adalah kota dengan peradaban manusia yang paling maju pada masa itu. Kisah tentang Atlantis sendiri pertama kali diceritakan oleh filsuf bernama Plato dalam karyanya.

Berbicara mengenai Atlantis, keberadaan jalan yang satu ini sering dikaitkan dengan kota tersebut. Bernama Bimini Road, jalan yang berada di dasar laut ini konon adalah sisa-sisa peninggalan peradaban Atlantis. Berikut ini adalah bahasan singkat mengenai misteri Bimini Road, jalanan di bawah laut peninggalan peradaban kuno yang misterius.

Sejarah Atlantis

Sejarah Atlantis

* sumber: www.collective-evolution.com

Kota Atlantis telah dikenal sejak beribu-ribu tahun yang lalu memiliki peradaban maju dan digadang-gadang sebagai kota dengan peradaban tertua yang ada di dunia. Keberadaan kota Atlantis pertama kali diungkapkan oleh seorang filsuf Yunani bernama Plato. Plato diperkirakan lahir sekitar tahun 427-347 SM.

Keberadaan kota ini memang sebelumnya telah disebutkan pula oleh sang guru yang bernama Socrates. Kisah tentang Atlantis sendiri tercatat dalam karya Plato yang berjudul Timeus dan Critias. Karya tersebut berisi catatan percakapannya antara Timeus, Critias dan Plato. Dalam karyanya tersebut disebutkan sebuah pulau bernama Atlantis yang memiliki peradaban luar biasa.

Dalam karyanya tersebut digambarkan juga sebuah peperangan dahsyat antara pasukan Athena dan Atlantis. Konon selama perang berlangsung, sebuah gempa dan badai besar menerjang kota Atlantis sepanjang siang dan malam hingga akhirnya menenggelamkannya.

Kota Atlantis pun kemudian lenyap tak berbekas. Sebelum Atlantis lenyap oleh bencana dahsyat, kota tersebut memang dikenal karena peradabannya yang lebih maju. Kota Atlantis memiliki konstruksi bangunan yang luar biasa. Kota tersebut dilindungi oleh benteng raksasa berbentuk lingkaran serta memiliki tiga pelabuhan yang terbelah oleh 4 kanal.

Selain itu, bangsa Atlantis dikenal memiliki hukum tertulis. Bangsa Atlantis juga telah mengenal keterampilan untuk mengolah berbagai jenis logam untuk dijadikan senjata maupun perhiasan. Pemerintahan Atlantis memang lebih mengutamakan kepentingan umum. Hal tesebut digambarkan dengan banyaknya taman-taman pada masa itu.

Keberadaan pulau Atlantis memang menjadi misteri yang menarik untuk diungkap. Berbagai spekulasi mengenai keberadaan pulau ini pun bermunculan. Para ahli yang ada di seluruh dunia seakan berlomba untuk mengungkap keberadaan pulau misterius tersebut. Meskipun sampai saat ini kabar tentang keberadaannya menjadi simpang siur.

Beberapa berpendapat bahwa pulau tersebut tenggelam di dasar laut Segitiga Bermuda. Bahkan penelitian dari seorang ilmuan asal Brazil bernama Arysio Nunes do Santos mengatakan bahwa Indonesia adalah bagian dari pulau Atlantis, di mana pulau Natuna, Kepulauan Riau adalah sebagai bukti nyata keberadaan Atlantis.

Kemunculan Bimini Road

Kemunculan Bimini Road

* sumber: www.ancient-origins.net

Pada tahun 1968, prediksi keberadaan sisa-sisa peninggalan peradaban kuno oleh seorang ahli metafisika Edgar Cayce ternyata terbukti. Meskipun, pada akhirnya hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan.

Pada tahun itu, seorang penyelam bernama Joseph Manson Valentine sedang melakukan penyelaman di dasar laut Bimini yang berada dekat dengan kepulauan Bahama. Pada kedalaman 5,5 meter di bawah laut yang berada di lepas pantai Bimini, Manson dikejutkan dengan sebuah penemuan beberapa formasi batuan yang mirip dengan sebuah jalan.

Formasi batuan tersebut memiliki beragam ukuran dan ketebalan yang memanjang dari timur laut ke barat daya berjenis sedimen atau endapan yang terbentuk dari mineral calcite dan aragonite. Pada awalnya jalan ini diperkirakan terbentuk karena proses alami akibat gejala alam yang biasa, namun para peneliti mulai menyadari pola formasi batuan tersebut.

Mereka pun kemudian menduga bahwa formasi batuan tersebut merupakan sisa-sisa peninggalan peradaban yang telah lama hilang. Kabar tentang keberadaan formasi batuan tersebut dengan cepat tersebar. Beberapa pakar yang datang dari latar belakang ilmu yang berbeda kemudian datang ke pantai Bimini untuk melakukan pemetaan serta penanggalan batuan yang berada di dasar laut tersebut.

Hingga pada akhirnya, mereka berhasil menemukan dua jajaran Bimini Road lain yang berderet secara paralel seperti sedang menopang satu sama lain. Batuan tersebut memiliki ukuran yang sama dengan panjang 800 meter pada jalur utama dan dua jalur lain hanya sekitar 50-70 meter. Keseluruhan formasi batuan ini terdiri dari batuan endapan lime stone.

Lime stone yang terdapat di Bimini memang berbeda dari daerah lain karena mengandung carbonate cemented shell hash. Oleh karena itu, para peneliti menyebutnya sebagai beach rock. Hingga pada tahun 1978, para ahli dari Department of Geology, University of Miami melakukan uji karbon terhadap batuan yang berada di Bimini.

Mereka kemudian menyimpulkan bahwa batuan yang berada di Bimini diperkirakan telah ada sejak 3500 tahun yang lalu. Kemunculan formasi batuan yang membentuk sebuah jalan tersebut kemudian diberi nama Bimini Road yang akhirnya dikaitkan dengan keberadaan kota Atlantis yang tenggelam.

Teori Bimini Road

* sumber: inspirasi.com

Keberadaan Bimini Road sampai saat ini memang banyak menimbulkan kontroversi. Beberapa di antaranya beranggapan bahwa Bimini Road merupakan sebuah jalan raya sisa peninggalan kota Atlantis. Namun tak sedikit pula yang menganggap reruntuhan tersebut adalah tembok raksasa yang ditinggalkan oleh peradaban tertua tersebut.

Meskipun demikian, banyak pula pihak yang berpendapat bahwa Bimini Road terbentuk karena proses alam tanpa campur tangan manusia. Seperti yang dikemukakan oleh Davaud dan A Strasser yang juga meneliti lime stone di wilayah sebuah tempat penyelaman bernama Joulter Cays, Bahama.

Mereka memberikan bukti tentang adanya proses alam yang membentuk formasi batuan seperti pada Bimini Road. Hal senada juga dikemukakan oleh J.A. Gifford dan M.M. Ball. Menurut kedua peneliti tersebut, batuan yang berada di Bimini Road tersebut tidak pernah bergerak dari tempatnya. Selain itu, tidak ada juga bukti bahwa batuan tersebut dibentuk dengan peralatan buatan manusia.

Keberadaan Bimini Road memang menjadi perdebatan yang menarik di kalangan para ahli. Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh seorang arkeolog bernama Dr Greg Little menyebutkan bahwa formasi batuan tersebut adalah hasil campur tangan manusia dan diperkiraan sebagai dinding bagian atas sebuah dermaga.

Hingga saat ini, penelitian tentang sisa-sisa peninggalan yang diduga dari kota Atlantis masih tetap dilakukan di perairan Bahama. Menurut para arkeolog, masih banyak hal yang bisa ditemukan untuk menguak keberadaan Atlantis. Keberadaan Bimini Road adalah bagian kecil yang mungkin akan membawa pada petunjuk yang lebih besar.

Nama Bimini Road sendiri kemudian diambil karena formasi batuan tersebut ditemukan di sebelah utara pulau Bimini yang berada di Kepulauan Bahama. Mungkinkah Bimini Road adalah bagian dari kota Atlantis yang melegenda? Misteri tersebut tentu menunggu untuk dipecahkan.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *