Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Axe Murders of Villisca, Kapak Maut Perenggut Nyawa

Misteri Axe Murders of Villisca, Kapak Maut Perenggut Nyawa

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Banyak kasus pembunuhan yang terjadi di dunia ini, beberapa yang akan selalu diingat adalah yang dikenal karena kekejiannya. Ada yang dihabisi dengan memenggal kepala korban, ada yang meminum darah korbannya, ada yang membakar jasad korbannya bahkan menjadikan daging korbannya menjadi sabun dan kue. Mengerikan memang, tapi itu semua nyata terjadi.

Salah satu alat yang digunakan untuk melakukan pembunuhan keji adalah kapak. Alat yang sejatinya digunakan untuk keperluan yang positif justru digunakan untuk menghabisi nyawa orang lain. Kasus Axe Murders of Villisca contohnya, semua korban tewas karena dibunuh dengan menggunakan kapak. Kita bahas lebih jauh misteri Axe Murders of Villisca di sini.

Kronologi Awal Misteri Axe Murders of Villisca

Kronologi Awal Misteri Axe Murders of Villisca

Villisca merupakan sebuah kota di barat laut negara bagian Iowa, Amerika Serikat. Keluarga Moore tinggal di sana. Mereka adalah Josiah yang berusia 43 tahun dan Sarah  yang berusia 39 tahun. Mereka punya empat anak yaitu Herman berusia 11 tahun, Mary berusia 10 tahun, Arthur berusia 7 tahun dan Paul berusia 2 tahun. Keluarga Moore taat agama dan disukai warga  sekitar.

Pada tanggal 10 Juni 1912, keluarga Moore yang baru saja menghadiri acara anak di gereja mengajak dua orang anak perempuan yang juga ikut dalam acara tersebut untuk menginap di rumah mereka. Mereka adalah Ina Stillinger (8) dan Lena Stillinger (12). Mereka tiba di rumah kediaman keluarga Moore pada pukul 10 malam.

Pukul 7 pagi keesokan harinya, Mary Peckham, merasa heran karena tetangganya belum keluar melakukan aktifitas seperti biasa. Peckham kemudian mengetuk pintu rumah keluarga Moore tapi nggak ada jawaban. Dia mencoba membuka pintu tapi terkunci. Karena penasaran dia memanggil Ross Moore, saudara Josiah. Mereka berdua memanggil-manggil tapi hasilnya sama saja.

Kronologi Awal Misteri Axe Murders of Villisca

Ross membawa kunci duplikat rumah keluarga Moore kemudian membuka pintu depan. Pickham menunggu di teras sementara Ross masuk ke dalam rumah. Ross yang masuk melihat pintu kamar tamu tertutup, dia membuka pintu tersebut dan menemukan mayat dua Stilinger bersaudara.

Ross menyuruh Pickham menghubungi Hank Horton, yang bekerja sebagai aparat penegak hukum. Horton datang kemudian masuk ke dalam rumah dan menemukan semua keluarga Moore sudah tewas terbunuh dengan cara ditebas. Kapak yang digunakan pelaku kemudian ditemukan berada di kamar tamu.

Dokter yang datang memeriksa keadaan korban menyatakan bahwa peristiwa pembunuhan terjadi antara tengah malam sampai jam lima pagi. Ada dua puntung rokok ditemukan di loteng yang menegaskan bahwa sang pembunuh dengan sabar menunggu di loteng sampai semua korbannya tertidur.

Pembantaian keluarga Moore dimulai dengan memasuki kamar Josiah dan Sarah yang sedang tidur. Josiah menjadi korban dengan luka paling parah di wajahnya sampai dua bola matanya menghilang. Setelah itu mereka masuk ke kamar anak-anak dan menghabisi semua anak keluarga Moore.

Merasa nggak cukup, sang pembunuh kembali ke kamar Josiah dan Sarah sampai menjatuhkan sepatu yang bersimbah darah. Sang pembunuh mengakhiri aksinya dengan masuk ke kamar tamu dan membunuh Stilinger bersaudara. Kalau semua dibunuh dalam keadaan tidur, berbeda dengan Lena. Dia sempat melawan dan ditemukan bekas luka di lengannya

Kejanggalan dalam Misteri Axe Murders of Villisca

Kejanggalan dalam Misteri Axe Murders of Villisca

Pembunuh dalam misteri Axe Murders of Villisca memang belum ditemukan. Selain karena kejadiannya di era yang belum modern, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan di tempat kejadian perkara, di antaranya:

  1. Ada barang bukti berupa dua puntung rokok di loteng rumah. Hal yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana cara si pembunuh masuk ke rumah dan dengan santainya merokok? Apakah sang pembunuh merupakan orang dekat keluarga Moore sehingga dia punya akses masuk dengan kunci yang diberi oleh salah satu anggota keluarga?
  2. Polisi nggak pernah memberi keterangan apakah pintu rumah dibobol atau nggak.
  3. Pelaku menutupi semua cermin di dalam rumah dengan kain. Tindakan nggak lazim ini sangat sulit ditemukan pada kejadian pembunuhan lain. Apakah sang pembunuh takut untuk melihat bayangan dia di cermin yang sudah menghabisi keluarga Moore? Apakah pelaku mempunyai kelainan yang membuat dia merasa malu untuk?
  4. Lena Stilinger yang sempat melakukan perlawanan, mengapa pakaian tidurnya sampai terangkat sampai bagian perut? Apakah pelaku mempunyai hasrat seksual menyimpang pada anak kecil?
  5. Pelaku pertama kali membunuh Josiah dan Sarah lalu pergi ke kamar anak-anak dan menghabisi semua anak-anak keluarga Moore. Kemudian berdasarkan pernyataan polisi dia kembali ke kamar Josiah dan Sarah untuk menghabisi mereka. Pelaku tentu tahu bahwa pasangan suami-istri itu sudah tewas oleh tindakannya, mengapa harus kembali ke sana? Apakah ada rasa dendam berlebih pada salah satu Josiah atau Sarah?

Terduga Pelaku Axe Murders of Villisca

Terduga Pelaku Axe Murders of Villisca

Misteri Axe Murders of Villisca sampai saat ini belum ditemukan siapa pelaku sebenarnya. Oleh karena itu, kasusnya masih menjadi misteri. Selain itu, nggak ada orang yang dituntut sama sekali walaupun ada beberapa yang dimintai keterangan. Beberapa orang yang diduga menjadi pelaku adalah:

  • Andrew Sawyer

Berdasarkan keterangan saksi dia datang meminta pekerjaan pada sebuah proyek jalan tol di dekat lokasi kejadian. Dia berpenampilan rapi walau sepatunya dipenuhi lumpur. Dia kemudian diberi pekerjaan di proyek tersebut. Beberapa teman kerjanya melihat Sawyer membeli koran dan sangat tertarik pada kasus kematian keluarga Moore.

Bahkan dia sampai tidur dengan kapak dan selalu bertanya apakah pembunuhnya sudah tertangkap. Dari hasil penyelidikan lanjutan, ternyata Sawyer berada di Osceola pada malam kejadian dan ditangkap oleh polisi karena tidur sembarangan di jalanan.

  • Pendeta George Kelly

Dia adalah orang yang memberi materi di acara anak di gereja yang dihadiri keluarga Moore. Dia meninggalkan Villisca sekitar pukul 5:30 tepat di hari kejadian pembunuhan. Dia mengaku sebagai pelaku pembunuhan di pengadilan tapi juri nggak mempercayainya. Kelly mempunyai riwayat gangguan kejiwaan sehingga polisi nggak langsung percaya pada keterangannya.

Dia sempat ditahan di tahun 1914 karena mengirim gambar mesum pada calon sekretarisnya. Tiga tahun kemudian dia ditahan atas tuduhan sebagai pelaku pembunuhan keluarga Moore namun setelah ditanyai dia nggak cukup meyakinkan untuk dibawa ke pengadilan atas tuduhan tersebut.

  • Frank F. Jones

Dia adalah seorang senator di negara bagian Iowa. Josiah pernah bekerja selama bertahun-tahun di toko pakaian milik Jones. Josiah kemudian mengundurkan diri untuk membuka usahanya sendiri. Kecurigaan terhadap Jones dikarenakan ada motif ekonomi dan balas dendam.

  • William Mansfield

Dia adalah seorang pembunuh bayaran. Dia disebut-sebut disewa oleh Frank F. Jones untuk menghabisi keluarga Moore. Dugaan diperkuat dengan tindakan Mansfield dua tahun setelah kejadian yang melakukan pembunuhan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pada keluarga Moore.

Setelah itu dia banyak tersangkut kasus pembunuhan dan kebanyakan menggunakan kapak sebagai alat untuk mengeksekusi. Dia sempat diinterogasi oleh polisi tapi dibebaskan karena kurangnya bukti.

Demikian misteri Axe Murders of Villisca, kapak maut perenggut nyawa. Sampai hari ini, pelaku sebenarnya belum juga terungkap. Menurutmu, apakah ada kemungkinan lain atau informasi lain selain yang sudah tertulis di atas? Kalau berkenan untuk menambahkan, kolom komentar sudah disediakan, ya! Baca juga kisah pembunuhan keluarga dalam artikel misteri Hinterkaifeck.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *