Bacaterus / Misteri Karakter / Misteri Atilla The Hun, Sang Kaisar Kejam Penguasa Eropa

Misteri Atilla The Hun, Sang Kaisar Kejam Penguasa Eropa

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2019

Nama Attila the Hun memang kurang begitu familiar di telinga kita. Namun, bagi mereka yang sudah membaca sejarah tentang pemimpin yang satu ini, Attila the Hun dikenal sebagai sosok kaisar yang haus akan pertempuran darah. Keperkasaannya dalam berperang begitu melegenda, hingga kaisar yang satu ini dijuluki “Flagellum Dei” atau “Murka Tuhan”.

Sejumlah wilayah Eropa pun hampir sebagian besar telah berhasil dikuasai oleh pemimpin yang satu ini. Keganasannya di Medan tempur memang telah membuat nama Attila the Hun masuk ke dalam sejarah penguasa Eropa yang paling sukses. Bila kita mengenal Jenghis Khan sebagai pemimpin termasyur di Asia. Maka, di daratan Eropa terdapat Attila the Hun.

Siapa Attila the Hun sesungguhnya? Apa yang membuatnya sangat ditakuti oleh bangsa Romawi? Nah, bagi kamu yang penasaran dan ingin mengenal sepak terjang pemimpin “Barbar” yang satu ini. Kali ini Bacaterus telah rangkum misteri Attila the Hun, kaisar kejam penguasa Eropa.

Keturunan Pemimpin Bangsa Hun yang Berpendidikan

Keturunan Pemimpin Bangsa Hun yang Berpendidikan

Bangsa Hun adalah sebuah suku nomaden yang berada di wilayah Asia tengah ke utara sebelum bermigrasi ke wilayah Eropa pada abad ke-4 dan ke-5 masehi. Menurut teori sejarawan abad ke-18 bernama Joseph de Guignes. Suku Hun dipercaya sebagai keturunan dari suku Xiongnu, sebuah suku pengembara di Asia yang membentuk konfederasi suku-suku yang ada di Asia utara.

Hanya saja, hal tersebut dibantah oleh banyak sejarawan mengingat banyaknya aspek kultural yang tidak sesuai antara Xiongnu dan Hun. Sehingga misteri tentang asal mula bangsa Hun memang masih menjadi perdebatan sejarawan dunia.

Meskipun demikian, suku yang satu ini memang sangat ditakuti karena keberingasannya saat di medan tempur, terlebih ketika dipimpin oleh sosok Atilla, keturunan kekaisaran bangsa Hun.

Attila diperkirakan lahir pada abad ke-5,  dimana kekuasaan kekaisaran bangsa Hun di wilayah Eropa timur semakin merajalela berkat dua pemimpin besarnya yang bernama Octar dan Rugila, yang tak lain adalah pamannya sendiri.

Ketika sang paman Octar meninggal pada tahun 430. Kekuasaan jatuh pada Rugila. Namun, kekuasaan Rugila pun tak berlangsung lama karena pada tahun 434, ia diketahui meninggal dunia. Kekuasaan selanjutnya jatuh pada kedua keponakannya yaitu Attila dan Bleda.

Sejak kecil Attila dan saudaranya Bleda memang mendapat pelatihan keterampilan khusus seperti berkuda, memanah dan mengayunkan pedang saat berperang. Keduanya juga mendapat pendidikan membaca dan berbicara, baik itu dalam bahasa gotik maupun latin.

Kerap hadir dalam setiap pertemuan antara sang paman dan utusan Romawi. Mereka berdua banyak mempelajari taktik perang dan diplomatik sebagai calon penerus kekaisaran Hun.

Ditakuti oleh Bangsa Romawi

Ditakuti oleh Bangsa Romawi

Setelah kematian pamannya pada tahun 434, Attila dan Bleda pun menjadi pewaris bersama kekaisaran Hun. Mereka pun mulai melakukan negosiasi dengan kekaisaran Romawi Timur yang dipimpin Theodosius II sebagai langkah awal pada masa kepemimpinan keduanya.

Sebuah perjanjian pun berhasil dibuat dimana pihak Romawi menyetujui untuk membayar upeti sebesar 700 pon emas setiap tahun sebagai perjanjian perdamaian antara bangsa Hun dan Romawi. Namun pada tahun 441, Attila menganggap bangsa Romawi telah melanggar isi perjanjian tentang upeti yang harus dibayarkan.

Sehingga pada tahun tersebut, Attila mulai melancarkan serangan dan menghancurkan kota-kota yang berada di Romawi Timur. Keganasan Attila dan pasukannya telah membuat Romawi takluk hingga akhirnya kedua bangsa tersebut melakukan perjanjian baru dengan 3 kali lipat jumlah upeti yang diberikan pada perjanjian sebelumnya yaitu sebesar 2100 pon emas per tahun.

Setelah perjanjian damai dibuat. Pasukan  Hun pun kembali ke markasnya yang berada di dataran tinggi Hongaria. Tak ada informasi detail selanjutnya saat itu hingga pada tahun 445 diketahui saudaranya, Bleda tewas. Kematian saudaranya tersebut dipercaya sebagai usaha Attila untuk mendapatkan kontrol penuh sebagai pemimpin tunggal kekaisaran bangsa Hun.

Keganasan Attila di Medan Perang

Keganasan Attila di Medan Perang

Pada tahun 447, Attila kemudian menunjukan keganasannya sebagai seorang pemimpin yang ambisius dengan melakukan penyerangan ke kota Balkan yang ada di Yunani. Menurut salah satu sumber Attila telah melumpuhkan kota dengan membantai banyak penduduk dan menghancurkan kota hingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan kota kembali seperti semula.

Seyelah penyerangan tersebut Attila kembali melakukan gencatan senjata dengan membuat perjanjian yang lebih rumit dengan bangsa Romawi di Thermopylea dengan kaisar Romawi.

Pada tahun 450, seorang adik Valensia III, Honoria dari Romawi Barat memberikan sebuah cincin pada Attila untuk membantunya menghentikan pernikahannya dengan bangsawan Roma. Attila menyetujui hal tersebut dan memakai alasan tersebut untuk melakukan penyerangan. Ia mengklaim Honoria sebagai calon istri barunya dengan mas kawin separuh kekaisaran Romawi.

Hal tersebut pun diketahui oleh Valensia. Honoria yang mengaku tak bermaksud menyulut peperangan, kemudian pergi untuk menghentikan Attila. Usaha tersebut pun berhasil. Meskipun sempat marah, Attila pun akhirnya mengijinkan Honoria untuk menikah dengan bangsawan Roma.

Kemudian pada tahun berikutnya yaitu 451, Atilla dan pasukannya yang berjumlah 200 ribu pasukan menyerang Romawi Barat. Saat berada di Catalunian, peperangan pun berlangsung antara bangsa Hun dan pasukan Romawi yang dipimpin oleh Jendral Flavius Aetius yang telah membentuk aliansi dengan raja Theodoric I dan bangsa Visigoth.

Dalam perang paling berdarah tersebut pasukan Romawi berhasil mengalahkan pasukan Hun, sehingga Attila menarik mundur pasukannya dari Gaul. Namun, setahun berikutnya ia kembali melakukan invasi  dengan menyerang Italia, mulai dari Milan, Verona dan Padua. Akan tetapi usahanya berhasil dihentikan oleh seorang paus bernama Leo I yang dikirim kaisar Romawi untuk menghentikan serangan Attila terhadap Italia.

Akhir Hidup Sang Penguasa Ambisus

Akhir Hidup Sang Penguasa Ambisus

Keberanian serta kekejamannya dalam medan perang memang sangat ditakuti. Ia bahkan sempat mengeluarkan ungkapan yang cukup terkenal yaitu, “Di mana aku berpijak, rumput pun tak akan tumbuh”. Kegaharannya sebagai kaisar yang haus akan perang memang dibuktikan dengan tindak tanduknya yang kejam saat membantai siapa pun dalam peperangan.

Namun, kematiannya yang misterius akan selalu dikenang sebagai bagian sejarah kehidupan pemimpin sadis tersebut. Pada tahun 453, Attila baru saja menikahi gadis cantik bernama Ildico. Kala itu Attila sedang mempersiapkan serangan lainnya pada bangsa Romawi yang dipimpin oleh raja barunya bernama Marcian.

Setelah menghabiskan waktu dengan berpesta minuman, keesokan harinya Attila ditemukan tewas dengan hidung mengeluarkan darah. Sementara Ildico tampak histeris di samping suaminya. Banyak yang beranggapan Ildico bertanggung jawab atas kematian Attila. Rumor tentang konspirasi yang dilakukan Marcian pun sempat berembus kencang. Namun, hal tersebut tak dapat dibuktikan.

Attila pun akhirnya dimakamkan. Konon, tubuh Attila di masukan ke dalam tiga peti mati yang terbuat dari emas, perak dan besi. Sebuah aliran sungai bahkan dialihkan menjadi pemakaman sang raja kejam. Setelah dikuburkan aliran sungai tersebut dialihkan kembali kepada keadaan normal. Orang yang menguburkan jasad Attila pun dibunuh untuk menjaga rahasia pemakamannya.

Makam sang pemimpi besar, konon berada di wilayah Hungaria. Meskipun demikian, hal tersebut tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Nah, itulah misteri Attila teh Hun, kaisar kejam yang menguasai Eropa. Nantikan informasi menarik selanjutnya yang akan Bacaterus rangkum buat kamu. Jangan lupa untuk mampir di artikel misteri Frankenstein ini untuk menemukan bacaan seru lainnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *