Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Anne Frank, Korban Kekejaman Anti Semitisme

Misteri Anne Frank, Korban Kekejaman Anti Semitisme

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tidak ada peristiwa yang paling buruk dalam sejarah manusia selain peristiwa Holocaust yang dilakukan pasukan Nazi dibawah komando Hitler pada tahun 1933-1945. Istilah ‘Holocaust’ sendiri adalah genosida atau tindakan pembantaian yang dilakukan besar-besaran oleh pasukan Nazi terhadap kurang lebih enam juta penganut Yahudi yang tinggal di Eropa pada masa perang dunia II.

Masa tersebut adalah masa-masa paling buruk yang pernah terjadi di daratan Eropa. Berbicara mengenai Holocaust yang dilakukan Nazi, maka sosok remaja perempuan yang bernama Anne Frank adalah sosok yang sering disangkutkan dengan pembantaian paling berdarah tersebut.

Siapakah Anne Frank? Apa yang membuatnya menarik dari sosok yang satu ini? Kali ini, Bacaterus akan membahas tentang misteri Anne Frank, korban kekejaman anti semitisme Hitler.

Anti-semitisme yang Dibawa Hitler

Anti-semitisme yang Dibawa Hitler

Berbicara mengenai orang paling intoleran di dunia, maka Adolf Hitler mungkin termasuk ke dalam salah satu yang paling buruk yang pernah ada di daratan Eropa, bahkan mungkin di muka bumi. Sebagai seorang anti-semitisme, Hitler menganggap bangsa Yahudi adalah ras paling rendah yang dapat merusak kemurnian ras yang dibawa bangsa Jerman.

Hal tersebut pada akhirnya menimbulkan peristiwa paling buruk dalam sejarah kemanusiaan. Pembantaian yang dilakukan Hitler merupakan pembunuhan ras atau komunitas yang paling besar dan sadis sepanjang Perang Dunia II.

Pembantaian tersebut tidak hanya berlaku bagi wanita dan pria dewasa saja. Namun juga pada anak-anak, mereka pun ikut menjadi korban dari kekejian yang dilakukan Hitler. Sembilan juta bangsa Yahudi yang ada di Eropa, sekitar dua pertiganya tewas dalam peristiwa Holocaust.

Sejumlah enam juta penduduk yang tewas dari kejadian pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi terdiri dari satu juta anak bahkan lebih, dua juta perempuan dan tiga juta laki-laki dari bangsa Yahudi. Sementara sisinya berada dalam persembunyian dan pelarian.

Usaha Nazi dalam memusnahkan  bangsa Yahudi memang dilakukan secara sistematis. Salah satunya adalah dengan membuat hukum yang berlaku ketika PD II di mulai, yaitu dengan mengeluarkan aturan hukum yang paling terkenal pada saat itu bernama hukum Nuremberg.

Hukum Nuremberg menetapkan aturan diantaranya, setiap warga akan diakui kewarganegaraan bila setidaknya berasal dari empat garis keturunan Jerman. Selain dari itu, mereka akan mencabut kewarganegaraannya.

Hukum tersebut juga menyebutkan dengan tegas larangan bagi warga Yahudi untuk menikah dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial bersama dengan bangsa Jerman. Puncak dari itu semua adalah pembantaian massal yang dilakukan di kamp Auschwitz yang menewaskan hampir jutaan orang Yahudi yang tinggal di Eropa.

Sementara keluarga Anne Frank menjadi satu dari sekian banyak korban yang berhasil melarikan diri dari pembantaian yang dilakukan Nazi. Meskipun hal tersebut tak berlangsung lama. Anne dan kuatnya pada akhirnya tertangkap di tempat persembunyiannya.

Anne Frank dan Keluarga

Anne Frank dan Keluarga

Annelies Marie Frank lahir pada 12 Juni 1929 di Frankurt, Jerman. Anne Frank sendiri adalah putri bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Otto Frank dan  Edith Frank. Margot Betti Frank, sang kakak berusia tiga tahun lebih tua darinya. Anne sendiri adalah keturunan keluarga Yahudi yang tinggal di Jerman.

Anne dan keluarganya pindah ke Jerman pada tahun 1933. Saat Nazi mulai menguasai negara Jerman. Meningkatnya anti-semitisme yang diusung Hitler membuat Anne dan keluarga kehilangan kewarganegaraan Jerman pada tahun 1941. Sehingga Anne dan keluarganya memutuskan untuk hijrah ke Amsterdam, Belanda pada tahun 1942 bersama 4 orang Yahudi lainnya.

Belanda sendiri saat itu menyerah pada Jerman pada tahun 1940, sehari sebelum pengeboman Rotterdam. Setelah Belanda berhasil dikuasai oleh Jerman pada tahun 1940. Anne dan keluarga pun pada kembali terjebak di Belanda dengan teror anti semitisme yang terus digalakkan oleh diktator terkemuka Hitler di wilayah daratan Eropa.

Sang penolong Jan Gies dan Miep Gies

Sang penolong Jan Gies dan Miep Gies

Jan dan Miep Gies adalah salah satu pahlawan bagi keluarga Anne. Karena keberanian mereka dalam membantu keluarga Anne dan 4 Yahudi lainnya dari kejaran Nazi. Berkat Miep Gies pula, kisah kehidupan remaja bernama Anne Frank akhirnya bisa sampai pada dunia.

Ketika Anne dan keluarganya melakukan pelarian ke Amsterdam. Mereka dibantu oleh pasangan Belanda bernama Jan dan Miep Gies. Kedua pasangan tersebut membantu keluarga Anne beserta 4 orang Yahudi lainnya dengan memberikan tempat persembunyian, dalam sebuah ruangan rahasia bernama Annex.

Ruangan tersebut berada dibalik sebuah rak buku tersembunyi yang berada di sebuah rumah bertingkat di Prinsengracht 263-267, 1016 GV Amsterdam. Miep sendiri memang memiliki keterkaitan dengan ayah Anne, Otto Frank.

Miep Gies adalah seorang sekretaris di perusahaan Opekta, yaitu perusahaan Jerman yang ada di Belanda. Saat itu Otta Frank dipindahkan dari perusahaan yang ada di Jerman untuk menjabat sebagai direktur di perusahaan tempat Miep Gies bekerja.

Jan dan Miep Gies pun menjalin hubungan kekerabatan dengan keluarga Anne selama masa persembunyian. Miep Gies sendiri sebelumnya hampir dideportasi ke Austria karena menolak menjadi bagian dari asosiasi perempuan Nazi.

Namun, hal tersebut tidak terjadi. Karena Miep pada akhirnya menikah dengan pria keturunan Belanda bernama Jan Gies sehingga, ia pun mendapat kewarganegaraan Belanda.

Catatan Harian Anne Frank

Catatan Harian Anne Frank

Setelah hampir 2 tahun berada dalam persembunyian. Keluarga Anne dan 4 Yahudi akhirnya tertangkap dalam tempat persembunyian setelah rahasia tempat tinggalnya dibocorkan oleh seseorang.

Anne dan keluarganya ditangkap oleh pasukan yang dipimpin komandan Karl Joseph Sirberbauer, polisi Austria lalu menyerahkannya pada pihak Jerman. Kedua orang tua dan 4 Yahudi tersebut kemudian ditangkap untuk dibawa ke kamp Auschwitz. Namun, Otto Frank dan kedua rekannya berhasil selamat.

Sementara Anne dan Margot dikirim ke Westerbork sebelum akhirnya dideportasi ke Auschwitz. Namun, kedua gadis tersebut juga akhirnya lolos dari kamp mematikan tersebut dan dikirim ke kamp konsentrasi Bargen-Belsen. Tak ada yang mengetahui kapan tepatnya dua saudara tersebut meninggal. Mereka sendiri diketahui meninggal karena penyakit tifus.

Jan dan Miep Gies harus menjalani investigasi karena keterlibatannya dalam menyembunyikan Anne dan keluarga. Saat kembali ke rumah, ia menemukan sebuah catatan pribadi Anne yang menuliskan perasaannya selama berada dalam persembunyian di dalam ruangan rahasia tersebut.

Miep Gies pun menyimpannya catatan pribadi Anne hingga sang ayah tiba. Otto Frank, ayah Anne adalah satu-satunya orang yang selamat. Setelah Perang Dunia selesai, Otto kembali ke Amsterdam dan menemui Miep Gies.

Berkat Miep Gies, buku harian Anne pun diterbitkan tahun 1947 dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Catatan keseharian yang ditulis Anne Frank memang menarik untuk diketahui. Melalui catatan Anne Frank masyarakat dunia bisa melihat perspektif lain dari seorang remaja yang harus melewati masa-masa paling menakutkan yang pernah terjadi di dunia.

Nah, itulah misteri Anne Frank, korban kekejaman anti-semitisme. Simak juga kisah hilangnya pilot bersama dengan pesawat yang dikemudikannya dalam artikel misteri Frederick Valentich.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *