Bacaterus / Mitos / Misteri Almas, Makhluk Pemakan Segala yang Penuh Tanda Tanya

Misteri Almas, Makhluk Pemakan Segala yang Penuh Tanda Tanya

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Maret 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kebanyakan cerita rakyat yang hidup dalam kelompok masyarakat sangat sulit untuk dibuktikan. Terkadang orang-orang jaman dahulu rela mengarang cerita pada anak cucunya untuk menyampaikan sebuah pesan yang baik. Lama-lama cerita itu terbentuk menjadi sesuatu yang dipercayai dan tetap hidup walaupun nggak setiap detilnya nyata.

Di dalam cerita rakyat, biasanya terdapat juga cerita tentang makhluk aneh yang konon hidup jaman dahulu kala. Kita tentu pernah mendengar istilah Bigfoot atau Yeti yang dikategorikan sebagai cryptid karena belum ditemukan bukti ilmiah tentang keberadaan mereka.

misteri almas

Selain yang disebutkan itu, ada juga Almas yang masih menjadi misteri sampai saat ini. Banyak perdebatan terjadi seiring dengan meluasnya misteri Almas. Almas ikut mewarnai misteri tentang makhluk-makhluk misterius yang konon pernah hidup di masa lalu. Mau tahu lebih banyak? Mari kita bahas lebih dalam tentang misteri Almas.

Ciri Fisik Almas

Ciri Fisik Almas

Secara etimologi, Almas atau Alma dalam bahasa orang-orang Mongolia berarti orang yang liar. Istilah itu merujuk pada makhluk yang dikategorikan sebagai binatang yang tinggal di Pegunungan Kaukasus, Pegunungan Pamir di Asia Tengah dan Pegunungan Altai di Mongolia Selatan.

Selain dikenal dengan Almas, makhluk itu mempunyai nama berbeda seperti Almasy atau Albis dalam bahasa Turki. Menurut cerita penduduk yang mendeskripsikannya sebagai binatang, Almas dikategorikan sebagai makhluk hominid yaitu sebuah keluarga taksonomi dari primata.

Dia mempunyai dua kaki untuk berjalan, tingginya berkisar antara 1,5 – 1,9 meter. Tubuhnya dipenuhi oleh rambut berwarna cokelat tebal atau cokelat kemerahan kecuali di bagian tangan dan wajah. Almas mempunyai wajah yang menyerupai manusia tapi juga primata. Ia mempunyai alis yang menonjol, hidung yang rata dan rahang yang menonjol.

Kalau dibayangkan, dia mempunyai penampilan yang mirip dengan Yeti atau Bigfoot. Belum ada keterangan pasti apakah mereka semua adalah makhluk yang sama atau bukan. Gua disebut-sebut sebagai tempat tinggal Almas sehingga interaksi mereka dengan manusia nggak begitu sering terjadi.

Bukti Keberadaan Almas

Bukti Keberadaan Almas

Sebuah bukti perjumpaan dengan Almas terjadi pada abad ke-15. Pada tahun 1420, seorang penjelajah dan penulis asal Jerman bernama Hans Schiltberger mencatatkan observasi pribadinya dalam sebuah jurnal tentang perjalanan ke Mongolia sebagai tahanan Khan Mongol. Dia menggambarkan Almas sebagai makhluk berburu yang terlihat jauh lebih kejam daripada hewan.

Schiltberger melanjutkan bahwa Almas tinggal di gunung yang sama dengannya. Tubuh mereka dipenuhi bulu kecuali di bagian tangan dan wajah serta bisa berlari dengan cepat seperti binatang buas. Dia juga menambahkan bahwa makhluk itu memakan dedaunan, rerumputan bahkan apa saja yang bisa mereka temukan.

Seorang antroplog asal Inggris, Myra Shackley mengatakan bahwa sosok Almas ditemukan dalam sebuah buku obat orang-orang Tibet. Dalam buku itu memuat banyak ilustrasi binatang yang jenisnya diketahui seperti reptil, mamalia dan amfibi kecuali sebuah makhluk mitologi yang fisiknya seperti primata tapi dalam gambar sosok dan perilakunya seperti manusia.

Dalam bukunya yang berjudul “Still Living?”, Shackley menceritakan observasi yang dilakukan Ivan Ivlov pada tahun 1963 tentang Almas. Ivlov yang merupakan tenaga medis sempat menanyai tentang Almas kepada beberapa pasiennya yang masih berusia anak-anak.

Mereka menyatakan sudah pernah melihat Almas, bahkan banyak sosok Almas yang berinteraksi dengan mereka selayaknya interaksi antar manusia. Sopir Ivlov juga mengklaim sudah pernah melihat beberapa Almas. Namun semua itu hanya bukti tertulis, jadi bentuknya bukan visual. Bukti seperti ini punya celah yang besar untuk diragukan banyak orang.

Penangkapan Zana, Orang yang Diduga Almas

Penangkapan Zana, Orang yang Diduga Almas

Pada tahun 1850, sekelompok pemburu sedang menjelajahi wilayah Sukhumi di Abkhazia. Mereka melihat sosok yang berpenampilan aneh tapi mirip dengan seorang wanita. Banyak rambut di tubuhnya kecuali di bagian wajah, sementara bentuk wajahnya pun disebut-sebut mirip dengan primata.

Merasa akan mendapat penemuan yang spesial, mereka kemudian melakukan segala cara termasuk kekerasan untuk menangkapnya. Makhluk itu berhasil ditangkap, kemudian diserahkan pada masyarakat sekitar. Dia terus melawan ketika diserahkan, sampai-sampai dia harus dimasukkan ke dalam sangkar karena takut akan melukai orang-orang.

Pengamatan fisik dilakukan, dia ternyata mempunyai tangan, kaki dan jari yang tebal, dada yang besar dan badannya sebagian besar tertutup rambut hitam. Setelah ditelusuri, makhluk itu ternyata bernama Zana dan mempunyai hubungan dengan seorang pria dari desa bernama Edgi Genaba.

Dia bahkan sudah melahirkan beberapa anak tapi meninggal ketika usianya masih bayi. Kebanyakan dari anak-anaknya berwajah seperti manusia pada umumnya. Sang ayah, Edgi memberikan empat orang anaknya yang selamat pada penduduk desa.

Keempat anak terdiri dari dua anak laki-laki yaitu Dzhanda (lahir pada 1878) dan Khwit Genaba (lahir pada 1884) serta dua anak perempuan bernama Kodzhanar (lahir pada 1880) dan Gamasa Genaba (lahir pada 1882). Mereka semua hidup normal bersama masyarakat bahkan masing-masing sampai berkeluarga.

Penelitan Terhadap Zana

Penelitan Terhadap Zana

Zana meninggal pada tahun 1890. Pada tahun 2013, sebuah dokumenter yang ditayangkan di saluran televisi Inggris menjelaskan hasil penelitiannya terhadap Zana. Penelitian itu dilakukan oleh Bryan Sykes, seseorang bergelar profesor yang meneliti genetik manusia dari University of Oxford. Dari hasil tes DNA, dia mendapatkan bukti bahwa Zana adalah 100% manusia.

Sykes melanjutkan bahwa Zana keturunan Sub-Sahara dari benua Afrika. Dia kemungkinan besar terbawa ke benua Asia karena dijadikan budak pada masa Kekaisaran Ottoman. Dia hanya mempertanyakan apakah orang seperti Zana merupakan salah satu dari populasi orang Afrika yang meninggalkan benuanya ribuan tahun lalu atau bukan.

Tulang dari Khwit menjadi objek penelitian oleh Grover Krantz di awal tahun 1990-an. Dia mendapat kesimpulan bahwa tulang itu merupakan tulang manusia modern bukan Neanderthal atau genus Homo yang telah punah dari zaman Pleistosen 40.000 tahun yang lalu. Dengan kata lain, Khwit adalah manusia biasa.

Seorang antropolog dari Rusia bernama M.A. Kolodieva ikut meneliti tulang Khwit. Dia mengatakan bahwa tulang Khwit berbeda kalau dibandingkan dengan kebanyakan pria dari Abkhazia. Dia menambahkan bahwa tulang itu lebih mirip dengan orang-orang pada masa Neolithic Vovnigi II yang berusia ribuan tahun.

Pada tahun 2015, Sykes kembali melakukan penelitian, kali dengan menggunakan sampel dari saliva dan gigi yang berasal dari enam orang keturunan Zana. Dia mendapatkan kesimpulan bahwa Zana merupakan orang Afrika tapi berasal dari kelompok yang belum diketahui.

Hasil penelitiannya menyangkal pendapat sebelumnya bahwa dia kemungkinan menjadi budak pada jaman Kekaisaran Ottoman. Dia memperkirakan nenek moyang Zana sudah meninggalkan Afrika kurang lebih 100.000 tahun lalu dan hidup di Asia Tengah.

Pendapat Peneliti tentang Almas

Pendapat Peneliti tentang Almas

Seorang ilmuwan, penjelajah dan penulis bernama Bernard Heuvelmans sempat meneliti tentang Almas. Dia berpendapat bahwa Almas adalah sisa dari populasi Neanderthal. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Myra Shackley. Mereka sepakat bahwa makhluk yang tinggal di dalam gua dan memakan segala macam jenis makanan yang tersedia merupakan manusia bukan hewan.

Seorang kriptologis bernama Loren Coleman mempunyai pendapat lain tentang Almas. Dia berpendapat bahwa Almas merupakan spesimen tersisa dari jenis homo erectus. Kalau diteliti dari jaman kehidupan manusia, homo erectus hidup 1,8 juta tahun lalu dan merupakan jenis manusia purba pertama.

Dia menambahkan bahwa istilah Almas merupakan sebuah penamaan untuk makhluk yang belum mempunyai istilah karena secara taksonomi belum disetujui oleh para ahli. Jadi Almas itu manusia atau hewan? Itulah yang masih menjadi misteri untuk banyak orang. Kamu punya pendapat sendiri? Ada kolom komentar yang disediakan untuk berbagi.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *