Bacaterus / Mitos / Misteri Ahool, Makhluk Asal Indonesia yang Jadi Perdebatan

Misteri Ahool, Makhluk Asal Indonesia yang Jadi Perdebatan

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 Desember 2019

Di dunia ini banyak makhluk yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah sehingga hanya dianggap sebagai cerita rakyat atau mitos. Makhluk itu kemudian dianggap sebagai makhluk kriptid. Walaupun ada kesaksian dari orang yang pernah melihat, tapi dengan sulitnya membuktikan keberadaannya melalui bukti yang kuat maka akan banyak yang tidak percaya.

Ahool merupakan salah satu mahluk kriptid yang keberadaannya sampai saat ini masih dipertanyakan. Ada yang percaya, ada juga yang tidak. Makhluk yang mirip kelelawar tapi berukuran besar ini hanya dilihat oleh beberapa orang dan tidak pernah terekam penampakannya seperti apa. Sekarang kita akan mengupas misteri ahool, makhluk asal Indonesia yang menjadi perdebatan.

Bentuk Fisik Ahool

Bentuk Fisik Ahool

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Ahool adalah mahluk kriptid dari Indonesia yang hidup di hutan hujan di Pulau Jawa. Nama ahool diambil dari keterangan saksi yang pernah melihat sosoknya yang mengeluarkan suara berbunyi ‘ahoool’ yang panjang. Keberadaan ahool yang belum bisa diungkapkan secara ilmu pengetahuan membuatnya menjadi magnet bagi pecinta cryptozoology dunia.

Ahool digambarkan sebagai makhluk yang terbang seperti kelelawar. Bulunya pendek berwarna abu-abu gelap, bermata besar berwarna hitam. Keunikan dari ahool adalah bentang sayapnya yang mencapai 3,6 meter sementara ukuran tubuhnya sekitar 1,3 meter. Ada yang mengatakan bahwa ahool memiliki wajah seperti kera atau primata. Itu menjadi perbincangan menarik bagi para peneliti.

Seperti kelelawar, ahool merupakan makhluk nokturnal yang hanya bisa kita jumpai pada waktu malam hari. Untuk urusan makanan, ahool dikabarkan termasuk hewan omnivora. Ia memakan tumbuhan tapi juga memakan daging. Menurut cerita, ia pernah memangsa kucing bahkan pernah juga memakan manusia.

Cara ahool memangsa adalah dengan terbang dari pepohonan untuk mendekati mangsanya. Kemudian ia menutupi mangsanya dengan sayap dan mulai menggigit dengan rahangnya yang terbuka lebar. Ahool akan merusak tulang belakang mangsanya dengan menggunakan sayapnya yang dieratkan sementara gigitannya akan digunakan untuk mencabik-cabik mangsanya.

Pada tahun 2016, ada sebuah foto yang cukup menggegerkan bahwa tentara Filipina berhasil menangkap sebuah makhluk yang disebut-sebut sebagai ahool. Tubuh mahluk itu seperti kelelawar lengkap dengan wajahnya. Ia memiliki sayap yang lebar yang diperkirakan berukuran 3,6 meter.

Sementara itu, tubuhnya berukuran sekitar 1,4 meter. Semua kriteria itu menunjukkan bahwa benar makhluk itu adalah ahool, tapi belum ada yang mengklarifikasi mengenai kebenaran foto itu ataupun penelitian terhadap makhluk di foto tersebut.

Cerita Saksi yang Melihat Ahool

Saksi Ahool

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Tidak banyak saksi yang melaporkan bahwa mereka benar-benar melihat sosok ahool. Kebanyakan hanya cerita dari mulut ke mulut, tidak ditulis sebagai sebuah laporan yang lengkap dan valid. Jadi, kita hanya bisa mendeskripsikan keberadaannya dari sudut pandang cerita rakyat, bukan dari segi ilmu pengetahuan.

Reporter ABC News Report, Loren Coman dan Jerome Clark mendapat laporan bahwa ada saksi yang pernah melihat ahool. Saksi itu adalah Dr. Ernest Bartels, seorang peneliti dan ahli ilmu burung. Pada tahun 1925, dia menyusuri lereng Pegunungan Salak di Jawa Barat kemudian melihat sosok seperti monster yang terbang di atas kepalanya dan mengeluarkan suara ahool.

Karena suara itulah nama ahool melekat untuk mendeskripsikan makhluk yang ketika itu belum bernama. Dua tahun kemudian, Bartels lagi-lagi melihat sosok ahool. Dia sedang berbaring di dalam rumah jerami di dekat Sungai Cijengkol, Jawa Barat. Dia mendengar suara ahool di atas atap gubuknya yang terdengar seperti suara orang yang menangis keras.

Dia merasa penasaran kemudian mengambil obor lalu keluar dari rumah jerami dan mencari asal suara yang dia dengar. Dia tidak menemukan apa-apa, tapi kemudian ada lagi suara ahool terdengar dengan jelas, dan dia mengatakan bahwa makhluk itu terbang ke arahnya dari jarak yang jauh.

Teori-Teori Misteri Ahool

Mengetahui bentuk fisik ahool dari saksi dan cerita rakyat, beberapa peneliti mencoba membandingkan ahool dengan makhluk-makhluk yang ada. Hal seperti ini umum dilakukan jika ada informasi soal ditemukannya hewan atau makhluk aneh. Beberapa teori tentang ahool yaitu:

1. Ahool Merupakan Flying Fox

Flying Fox

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Banyak yang mengatakan bahwa ahool mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi dengan kelelawar, hanya saja lebih besar. Jenis kelelawar terbesar di dunia adalah flying fox. Kalau dilihat dari bentuk fisik memang ada kemiripan, kecuali ukurannya. Selain itu, flying fox mempunyai wajah seperti kelelawar sementara ahool disebut-sebut mempunyai wajah seperti primata.

2. Ahool Merupakan Makhluk Sejenis Kongamato

Kongamato

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Pendapat ahool merupakan makhluk sejenis kongamato dikemukakan oleh ahli cryptozoologi bernama Ivan T. Sanderson. Sebelumnya, Sanderson pernah menyaksikan sebuah makhluk berukuran besar yang mampu terbang seperti kelelawar di Gunung Assumbo, Kamerun. Masyarakat setempat menamai makhluk itu kongamato.

Dia kemudian menjelaskan asal-usul kongamato yang mirip dengan rhamphorhynchus, sebuah genus dinosaurus terbang. Kesamanan ahool dan kongamato adalah ukurannya yang besar dan sama-sama dapat terbang. Namun ada perbedaan pada bentuk wajah. Ahool wajahnya menurut saksi seperti primata atau manusia sementara kongamato menyerupai hewan reptil.

3. Ahool Merupakan Jenis Pterosaurus yang Masih Bertahan Hidup

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Beberapa peneliti meyakini bahwa ahool merupakan jenis pterosaurus yang masih bertahan hidup. Pterosaurus sendiri dinyatakan punah oleh para ahli sekitar 65 juta tahun lalu. Dari fosilnya, diketahui makhluk itu mempunyai rambut halus di tubuhnya.

4. Ahool Merupakan Thunderbird

Thunderbird

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Thunderbird merupakan legenda yang dikenal dalam budaya Amerika Utara. Dari mitos yang ada, makhluk itu mempunyai sayap yang panjang dan tubuh mencapai empat kali ukuran elang. Seorang saksi yang pernah melihat thunderbird mengatakan bahwa makhluk tersebut mengeluarkan semacam suara dan beraktivitas pada malam hari.

Thunderbird disebut para ahli sudah punah saat ini dan kemungkinan dia hidup beratus ribu tahun yang lalu. Walau begitu, ada kemiripan dengan ahool yang sama-sama dapat terbang dan berukuran besar. Lagi-lagi perbedaan yang paling mencolok antara ahool dengan thunderbird adalah pada bentuk wajahnya.

5. Ahool Adalah Acerodon Jubatus

Acerodon Jubatus

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Acerodon jubatus adalah nama lain dari kelelawar berwarna emas yang hidup di wilayah Filipina. Ia juga termasuk ke dalam salah satu jenis kelelawar terbesar yang ada di dunia. Ia mempunyai sayap paling panjang dibandingkan dengan jenis kelelawar lain dengan panjang lengan sekitar 215 mm. Sementara beratnya berkisar di angka 1,4 kg.

Dibandingkan dengan ahool, jelas acerodon jubatus sangatlah kecil. Selain itu, bulunya yang berwarna emas tidak sesuai dengan keterangan saksi yang melihat ahool berbulu gelap. Namun, dari bentuk matanya yang berwarna kemerahan mempunyai kemiripan dengan mata ahool.

Dari teori-teori yang ada kita bisa melihat bahwa ahool berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya yang sudah terbukti keberadaannya secara ilmiah. Sesuatu yang membuatnya paling berbeda adalah bentuk wajahnya yang disebut mirip primata atau manusia. Sampai saat ini tidak ada spesies dari kelelawar yang mempunyai wajah seperti itu, begitu pun dari spesies primata.

Itulah misteri ahool, makhluk asal Indonesia yang masih menjadi perdebatan. Temukan juga berbagai misteri tentang Indonesia lainnya di sini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *