bacaterus web banner retina

Yuk Intip 10 Menu Sahur dari Berbagai Negara Berikut Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 25 Maret 2021

Bulan Ramadan selalu identik dengan menu buka dan menu sahur. Salah satu menu makanan yang membuat ibu-ibu kebingungan adalah menu sahur. Makan di waktu subuh memang tidak mudah sehingga membutuhkan menu yang pas. Untuk itu pasti dibutuhkan ide-ide baru untuk menu sahur tersebut. Misalnya bisa mencoba menu sahur dari berbagai negara lain.

Negara-negara yang juga memiliki penduduk muslim yang banyak, memiliki menu sahur uniknya masing-masing. Negara-negara Arab, atau Balkan, seperti Bosnia, dan Cina pastinya memiliki menu sahur yang menarik untuk dicoba. Berikut ini menu sahur dari negara lain yang bisa jadi alternatif.

1. Brik, Tunisia

Hidangan populer dari Tunisia ini disebut brik dan merupakan sajian yang menggabungkan adonan berlapis diisi dengan berbagai bahan gurih. Umumnya untuk membuat brik digunakan adonan malsouqa, tapi biasanya pastry phyllo yang lebih banyak tersedia dipakai sebagai penggantinya.

Biasanya brik dibuat dengan beberapa lapisan pastry untuk mendapatkan tekstur yang renyah dan berlapis-lapis. Kantong-kantong itu diisi dengan isian lalu dilipat kemudian segera digoreng dengan dalam minyak atau dipanggang dalam oven.

Isi yang paling umum yaitu berupa tuna yang diperkaya dengan rempah-rempah tradisional Afrika Utara seperti cabai, ketumbar, lada, atau biji ketumbar. Telur mentah sering diletakkan di atas isian tuna, pastry dilipat dengan hati-hati, dan sebagian telur matang di dalam pastry berlapis tersebut.

Isian lainnya juga bisa termasuk ikan teri, daging cincang, ayam, atau berbagai sayuran. Karena menu sahur dari Tunisia ini biasanya digoreng, irisan lemon adalah pelengkap standar untuk sepiring brik panas. Sepiring brik biasa disajikan sebagai santapan Ramadhan, tapi bisa dikonsumsi sepanjang tahun.

2. Ful Medames, Mesir

Sumber: whats4eats.com

Ful medames merupakan hidangan nasional Mesir kuno, pra-Ottoman serta pra-Islam. Makanan sarapan tradisional ini juga menjadi menu sahur yang lezat. Ful medames terdiri dari kacang fava yang direbus perlahan yang diberi bumbu.

Adapun bumbu yang digunakan adalah perasan jus lemon, bawang putih, minyak zaitun, dan rempah-rempah pilihan. Beberapa sisa ful medames ditemukan di makam Firaun Dinasti ke-12 di Mesir, dan makanan apa pun yang ditemukan di makam kuno pasti merupakan kuliner yang sangat populer.

Karena merupakan makanan sarapan yang juga baik untuk menu sahur, hidangan ini sangat populer ketika bulan Ramadhan. Walaupun merupakan hidangan Mesir, ful medames juga disajikan di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah.

Ful medames merupakan makanan pokok orang Mesir karena itu harga kacang diatur oleh pemerintah agar harganya terjangkau oleh masyarakat yang paling miskin. Dianjurkan untuk menyiapkannya sehari sebelumnya karena kacang perlu direndam dan dimasak semalaman.

Saat dimakan, sup hangat ini secara tradisional dikeluarkan dari kendi logam besar, dan begitu dihidangkan di atas piring, sering kali dinikmati dengan potongan-potongan roti pita segar dan di atasnya diberi acar bit, tomat, peterseli, jintan dan bawang.

3. Aloo Ki Bhujia, Pakistan

Sumber: hamariweb.com

Dikenal juga sebagai aloo ki tarkkri, aloo ki bhujia adalah sajian terkenal di Pakistan. Makanan ini adalah hidangan Asia luar biasa yang bagus untuk makanan biasa. Aloo ki bhujia adalah makanan yang sempurna untuk orang yang menyukai kentang.

Umumnya orang Pakistan makan aloo ki bhujia dengan puri dan paratha dan sajian ini bahkan bisa dihidangkan dengan nasi dan roti juga. Aloo ki bhujia adalah resep umum yang dibuat dengan irisan kentang dalam masala.

Minyak dipanaskan terlebih dahulu kemudian ditambahkan biji jintan untuk menghasilkan rasa yang enak. Kentang digoreng di dalamnya untuk meningkatkan rasa. Aloo ki Bhujia biasanya dimasak setiap minggu di rumah-rumah di Pakistan.

Aloo Bhujia juga disajikan dengan sarapan khas Pakistan yang disebut halwa puri. Makanan ini juga dihidangkan sebagai menu sahur di Pakistan.

4. Manakish, Lebanon

Sumber: kosher.com

Manakish merupakan sarapan favorit di Lebanon. Salah satu menu sahur ini berbentuk roti bulat dan pipih yang umumnya ditambah minyak zaitun dan zaatar (sumac, timi, biji dan wijen), sesudahnya dipanggang di dalam oven.

Topping lainnya yaitu daging domba cincang, keju, bayam, atau terong goreng. Hidangannya namanya berarti dihias atau distempel. Ini mengacu pada tekniknya karena adonan ditekan memakai ujung jari sehingga meninggalkan pola dekoratif dalam pembuatannya.

Walaupun terkadang disebut pizza Lebanon, roti ini adalah hidangan terbaru yang masuk dalam warisan kuliner Lebanon. Dengan cepat roti ini menjadi salah satu hidangan paling populer karena rasanya, harga murah, dan kemudahan membuatnya.

Dianjurkan untuk menikmati manakish dengan keju yogurt,tomat, mentimun, atau secangkir teh panas. Selain menu sarapan, roti ini jadi menu sahur dari Lebanon.

5. Firin Makarna, Turki

Sumber: sabah.com.tr

Menu pasta ala Turki ini dinamakan 'fırın makarna' yang juga disebut ‘pasta oven.’ Ini adalah menu pasta yang lezat kesukaan anak-anak yang lainnya. Firin makarna mirip sekali dengan macaroni and cheese.

Makanan ini adalah fitur pasta kering yang sedikit lebih tebal dari spageti dan mempunyai bagian tengah berlubang, seperti tabung panjang dan sempit. Firin makarna biasa dinikmati sebagai salah satu menu sahur di Turki.

Sesudah pasta yang berbentuk tube atau pipa ini mendidih, kemudian dipanggang dalam oven dengan diberi saus bechamel yang isinya adalah susu dan keju. Hasilnya berupa hidangan yang kaya isi, mengembang, dan lembut yang cocok dengan hidangan daging apa pun. Bisa juga diberi saus tomat.

Baca juga: Pilihan Menu Buka Puasa yang Sehat dan Enak

6. Hyderabadi Haleem, India

Sumber: craftlog.com

Hyderabadi haleem merupakan bubur gurih India yang asalnya dari Hyderabad. Hidangan ini dibawa oleh orang-orang Chaush selama pemerintahan Nizam. Haleem ini dibuat dari bahan daging, lentil, dan gandum, dan umumnya dimasak perlahan dalam satu panci semalaman.

Pilihan daging yang biasa digunakan adalah sapi, domba, dan kambing, tetapi ayam dan daging anak sapi juga bisa digunakan. Gandum utuh yang digiling kasar dan barley mutiara sering digunakan sebagai biji-bijian.

Sementara rempah-rempah dan herba yang digunakan dalam Hyderabadi haleem sering kali mengandung kunyit, garam masala, jintan, mint, ketumbar, dan lada hitam.

Bahan lainnya antara lain bawang bombay, bawang putih, yogurt, jahe, dan minyak atau ghee. Sesudah disiapkan, menu untuk sahur ini  biasanya dihiasi dengan bumbu cincang dan bawang goreng. Jika diinginkan, irisan lemon dan roti pipih bisa dihidangkan sebagai tambahan.

7. Somun, Bosnia dan Balkan

Sumber: travelade.com

Somun yaitu roti pipih dibuat dari adonan beragi yang populer di daerah Balkan dan mirip dengan pide atau pitta. Roti ini biasanya dibuat dengan kombinasi tepung, ragi air, dan garam. Sesudah adonan disiapkan kemudian dipanggang di atas kompor tua.

Namun menu sahur dari Bosnia ini sebagian besar dipanggang dalam oven pada suhu tinggi. Jika disiapkan dengan benar, bagian dalam roti ini harus sedikit berlubang dan mengembung. Ada banyak ragam somun, dan beberapa koki ada yang menaburi jintan atau biji wijen di atas roti pipih ini.

Sedangkan koki lain ada yang menambahkan minyak ke dalam adonan. Sebagian besar roti pipih digunakan sebagai wadah untuk ćevapi, yaitu sosis daging cincang kecil yang mempunyai banyak penggemar sejati di Balkan.

Somun sedikit lebih lembut dibandingkan sepupunya, yaitu lepinja, dan juga lebih beraroma, dengan sifatnya yang mudah meleleh di mulut.

8. Mesfouf, Aljazair & Tunisia

Sumber: miammiamyum.com

Mesfouf adalah jenis hidangan yang bahan utamanya adalah versi couscous yang dibuat dengan semolina dan mentega yang digiling halus. Hidangan ini kemudian bisa dibuat dalam versi manis atau gurih, tergantung bahan tambahannya. Makanan beraroma ini berasal dari Aljazair dan Tunisia,

Hidangan ini sering dimakan untuk menu sahur, pada suhu kamar bersama dengan segelas susu dingin atau leb’an, yaitu susu asam yang digumpalkan diencerkan dengan air. Apa itu Couscous? Terjemahan literalnya adalah "digiling dengan baik.”

Couscous dibuat dengan menggiling gandum durum dan semolina dengan tangan yang sekarang sebagian besar diganti dengan mesin. Di Aljazair, hidangan ini disajikan sebagai hidangan utama yang terbuat dari kacang polong dan kacang-kacangan.

Ada banyak resep mesfouf lokal, seperti yang gurih dan yang manis. Beberapa orang memilih yang mengandung sayuran dan daging. Sementara yang lain ingin dinikmati dengan kacang polong dan anggur kering seperti di sekitar Tunisia.

9. Yang Rou Pao Mo, Cina

Sumber: noodles.guru

Yang Rou Pao Mo dalam bahasa Cina merujuk pada remahan roti pipih dalam stew daging domba. Hidangan lokal ini dinikmati di seluruh Provinsi Shaanxi, sangat populer di Kota Xi'an sebagai makanan bergizi tradisional.

Roti pipih tanpa ragi yang hancur direndam dalam kuah daging domba yang sangat dibumbui, yang membuat camilan ini harum dan terasa enak. Saat cuaca dingin, hidangan ini pasti akan menghangatkan tubuh. Selain itu, hidangan ini merupakan salah satu menu sahur yang disukai.

Ketika akan memakan hidangan ini, pengunjung akan diminta terlebih dahulu untuk memotong atau merobek roti yang kemudian dibawa kembali ke dapur di mana juru masak akan mengumpulkan rebusan dan membawanya kembali untuk dilengkap dan disajikan dengan bumbu.

10. Fereni, Iran

Fereni merupakan makanan penutup yang lembut, creamy dan manis yang dibuat dengan tepung beras, susu, gula dan air mawar dan sangat nyaman untuk jadi hidangan hari-hari di musim dingin. Ini merupakan makanan penutup lainnya yang dibuat dengan beras.

Berbeda dengan makanan penutup nasi lainnya yang dimasak dengan butiran beras seperti puding beras safron (sholeh zard) dan puding beras (shir berenj), Fereni dibuat dengan tepung beras, waktu pemasakannya bisa sekitar 20-30 menit atau sampai semua bahannya matang.

Setelah semua tercampur rata, bahan dimasak dengan baik dan mengental. Namun, Fereni membutuhkan pengadukan yang baik saat memasak di atas kompor, jika tidak maka akan berubah menjadi gumpalan. Fereni juga dinikmati sebagai menu sahur di Iran.

Menu sahur dari berbagai negara ini memang sangat beragam dari mulai roti hingga bubur. Beberapa negeri Arab lebih menyenangi hidangan yang simpel berupa roti atau bubur. Hidangan berupa daging tetap disukai, seperti menu sahur dari Cina.

Untuk kamu yang sudah siap-siap untuk menyambut bulan Ramadan yang sudah semakin dekat, menu-menu di atas bisa jadi referensi untuk menu sahur keluarga. Supaya tidak bosan, cobalah salah satu menu sahur dari berbagai negara tersebut. Tertarik?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram