Bacaterus / Review Film Korea / Review & Sinopsis Memories of the Alhambra: Drama Game AR

Review & Sinopsis Memories of the Alhambra: Drama Game AR

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di akhir tahun 2018, Memories of the Alhambra menjadi perbincangan hangat bagi para penggemar K-Drama karena mereka mengusung tema game AR (Augmented Reality) yang sebelumnya belum pernah digunakan untuk K-Drama. Lalu, apakah Memories of the Alhambra berhasil mengeksekusi tema tersebut? Penasaran? Simak artikel dibawah ini ya.

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2018-2019
  • Genre: Science fantasy, Action, Thriller, Romance
  • Network: tvN
  • Produksi: Studio Dragon, Chorokbaem Media
  • Sutradara: Ahn Gil Ho
  • Pemeran: Hyun Bin, Park Shin Hye
  • Jumlah episode: 16

Memories of the Alhambra dimulai dari Yoo Jin Woo (Hyun Bin), CEO dari investment company J One Holdings yang menerima telepon dari seorang pemuda misterius. Pemuda tersebut berkata bahwa ia ingin menjual sebuah program game yang ia kembangkan dan ia meminta Jin Woo untuk bertemu dengannya di Hostel Bonita di Alhambra, Spanyol.

Namun, sebelum Yoo Jin Woo dapat bertanya lebih detail, telponnya sudah tidak tersambung lagi. Awalnya Jin Woo tidak begitu berminat. Tetapi karena pemuda itu menyebutkan nama mantan temannya yang sekarang menjadi rival bisnisnya, Jin Woo mempertimbangkan tawaran itu.

Lalu, akhirnya Jin Woo memutuskan untuk pergi ke Alhambra dan check-in di Hostel yang disebutkan pemuda tersebut. Sesampainya ia disana, ia menemukan fakta bahwa Hostel tersebut dikelola Jung Hee Joo (Park Shin Hye) kakak dari pemuda tersebut. Dan pemuda misterius bernama Se Joo (Chanyeol) tidak ada di Hostel itu dan menghilang tanpa jejak.

Jin Woo akhirnya memutuskan untuk mencoba game AR (Augmented Reality) yang dibuat oleh Se Joo menggunakan smart contact lens yang dikembangkan oleh perusahannya. Dan ternyata game yang dikembangkan oleh Se Joo melebihi ekspektasinya. Integrasi antara karakter game AR dan dunia nyata, sangatlah luar biasa.

Jin Woo sangat tertarik dengan game ini. Namun sayangnya, Se Joo masih belum bisa ditemukan, sehingga Jin Woo tidak bisa membeli hak cipta dari game ini.

Sinopsis2

Lalu, Jin Woo menarik kesimpulan bahwa hak cipta game ini berkaitan erat dengan Hostel yang dikelola keluarganya. Dan dengan membeli Hostel ini otomatis membuat Jin Woo bisa mendapatkan hak cipta game tersebut. Sehingga, Jin Woo mencoba untuk bernegosiasi dengan Hee Joo. Dan setelah beberapa pertimbanggan akhirnya Hee Joo menyetujuinya.

Jin Woo terus memainkan game tersebut hingga ia menyadari bahwa rivalnya Cha Hyung Seok (Park Hoon) bermain juga dalam game ini. Akhirnya mereka melakukan pertarungan melalui game ini dan Jin Woo memenangkan pertarungannya.

Namun, setelah pertarungan tersebut ia tersadar bahwa terdapat technical glitch yang fatal dalam program ini. Technical glitch tersebut dapat membuatnya hal yang terjadi pada game berimbas pada dunia nyata.

Dan sekarang Jin Woo harus menemukan Se Joo yang menghilang guna memperbaiki bugs dalam game tersebut dan menyelamatkan perusahaannya dari kebankrutan sekaligus menyelamatkan hidupnya.

Tema yang Unik

Tema yang Unik

Tidak seperti drama Korea yang pada umumnya, Memories of the Alhambra mengangkat genre science fantasy thriller yang meliputi tema game AR (Augmented Reality) yang notabenenya tergolong masih sangat baru dalam drama Korea.

Mekipun begitu, Memories of the Alhambra tetap menyajikan romantic note dalam kisahnya dan juga memberikan sentuhan bumbu-bumbu komedi guna menyeimbangkan tema besar dalam drama.

Bagi yang tidak begitu paham dengan game, kalian tidak perlu khawatir karena visual yang tersaji dalam drama ini dapat membantu kalian untuk lebih memahami mekanisme game yang terdapat pada drama ini.

Visually Pleasing

Visually Pleasing

Selain di Korea, Memories of the Alhambra mengambil setting di beberapa tempat di Eropa seperti Granada, Budapest, Hungaria dan Slovenia. Diantara tempat-tempat tersebut Granada di pilih sebagai setting utama. Karena atmosfir vintage yang tersaji dalam kota Granada dinilai cocok dengan tema yang diangkat oleh game dalam drama ini.

Dan keindahan dari masing lokasi-lokasi tersebut didukung dengan sinematografi yang ciamik. Sehingga visual yang ditampilkan oleh drama Memories of the Alhambra ini hampir menyerupai film.

Lalu seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Memories of the Alhambra mengambil tema besar game AR (Augmented Reality). Dan untuk membuat penonton dapat merasakan petualangan di dunia virtual reality, CGI (computergenerated imagery) mengambil peranan penting dalam drama ini.

CGI yang dihadirkan melalui drama ini sangat rapih dan hampir terlihat seperti asli. Efek CGI tersebut mampu menyamarkan perbedaan besar dari apa yang terlihat di dunia nyata dan sudut pandang yang terlihat di dunia game. Special efek yang diperlihatkan dalam drama ini membuat penonton terkagum-kagum dan berharap game seperti ini bisa ada di dunia nyata.

Dan untuk menghadirkan drama dengan game AR (Augmented Reality) yang terlihat realistis, tim produksi drama Memories of the Alhambra dikabarkan menghabisakan dana sekitar 20 milyar won. So, round of applause for the production team!

Performa Para Aktor

Performa Para Aktor

Memories of The Alhambra merupakan comeback Hyun Bin di dunia drama, setelah beberapa tahun tidak mengambil project drama. Meskipun begitu performa Hyun Bin dalam drama ini patut diacungi jempol. Hyun Bin disini mampu menghidupkan karakter Jin Woo yang cerdas, arogan namun caring dan loyal. Serta mampu menyampaikan setiap emosi dari karakternya dengan baik.

Dalam drama ini Hyun Bin juga banyak melakukan adegan aksi dengan menggunakan pedang atau senjata lainnya. Dan saat menampilkan scene bertarung dalam game, drama ini tidak hanya menayangkan sudut pandang Jin Woo dalam game, tetapi mereka juga memperlihatkan sudut pandang dunia nyata.

Performa Para Aktor 2

Sehingga, Hyun Bin harus memperagakan adegan dimana ia bertarung seolah-olah ada musuh dihadapannya dan senjata ditangannya. Selain itu, dalam drama ini Park Shin Hye memainkan dua peran yaitu Hee Joo dan juga karakter dalam game bernama Emma.

Dan karakter yang dimainkan oleh Park Shin Hye ini fasih berbahasa Spayol. Sehingga, untuk memerankan karakter tersebut dengan sempurna, Park Shin Hye harus mempelajari bahasa Spanyol. Tidak hanya itu, demi karakternya, Park Shin Hye juga belajar memainkan gitar klasik.

Final Though

Final Though

Secara keseluruhan konsep yang disajikan oleh Memories of the Alhambra ini sangat unik dan kreatif. Spesial efek yang mereka tampilkan membuat penonton berharap dapat memainkan game tersebut di dunia nyata.

Lalu, lokasi yang mereka pilih juga sangat cocok dengan keseluruhan tema drama ini dan pemandangan yang tersaji benar-benar cantik hingga membuat penonton ingin berkunjung kesana. Selain itu aktor-aktor yang berperan dalam drama ini juga mampu mengeksekusi naskah cerita menjadi lebih hidup.

Namun, semakin berkembangnya cerita penonton menemukan beberapa inkonsistensi dan juga plot hole. Sehingga, sang penulis naskah terkesan kehilangan jejak untuk mengeksekusi ide awalnya.

Babak awal dari drama ini benar-benar seru dan alur maju-mundur yang ditampilkan di awal membuat penonton semakin penarasan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, di babak kedua performa drama ini mulai menurun. Meskipun begitu, mereka tetap mampu membuat para penonton tetap penasaran dengan bagaimana akhir cerita dari drama ini.

Dan sayangnya conflict resolution yang ditawarkan oleh drama ini membuat banyak penonton kecewa.  Inkonsitensi terdapat pada akhir cerita meninggalkan pertanyaan besar bagi penonton. Tidak hanya itu, penjelasan point of view dari Se Joo selaku pemelatuk dari konflik utama disini kurang begitu di tonjolkan dan terkesan terburu-buru.

Isu lain yang terdapat pada drama ini adalah adanya beberapa karakter yang sebenarnya tidak terlalu berkontribusi dalam keseluruhan cerita. Dan sayangnya karakter dimainkan Park Shin Hye disini dinilai tidak begitu ditonjolkan meskipun ia merupakan tokoh utama dalam drama ini.

Selain itu love story untuk drama ini juga terkesan setengah-setengah. Karena, relationship antara kedua tokoh utama tak terlalu dieksplor disini.

Meskipun begitu saya menyukai konsep baru yang diusung oleh drama ini. Jika saja plot yang disajikan lebih matang dan conflict resolution di akhir cerita lebih baik dan reasonable, menurut saya drama ini sangat berpotensi untuk menjadi drama Korea terbaik. Sehingga skor yang saya berikan untuk drama ini adalah 7.5/10.

Walaupun terdapat beberapa isu, saya merekomendasikan Memories of the Alhambra terutama untuk kalian yang sedang mencari sesuatu yang fresh untuk ditonton atau yang menyukai genre science fantasy thriller atau gamer yang ingin menonton tayangan dengan tema game.

Lalu, bagaimana dengan kalian yang sudah menonton? Apa yang kalian sukai dan tidak sukai dari drama Memories of the Alhambra? Tulis komentar kalian dibawah ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *