Bacaterus / Bersalin / Manfaat, Proses, dan Resiko Melahirkan dengan Metode Water Birth

Manfaat, Proses, dan Resiko Melahirkan dengan Metode Water Birth

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2019

Water birth adalah salah satu metode melahirkan selain proses melahirkan normal dan caesar. Water birth dilakukan di kolam persalinan yang diisi dengan air hangat. Metode ini mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan proses lahirnya bayi.

Melahirkan dalam air juga dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan bernapas dan menghirup udara. Jika Anda berencana melahirkan dalam air, Anda harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Proses Melahirkan dengan Metode Water Birth

Proses Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Proses melahirkan dilakukan di dalam sebuah kolam cukup besar berukuran 2 meter yang terbuat dari plastik atau bath tube dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi Anda tidak merosot. Fasilitas pendukung lainnya adalah pompa pengatur air agar tetap bersikulasi, pengatur suhu (water heater) untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur suhu.

Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37 Celcius. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara didalam perut dan diluar, dan agar bayi tidak mengalami hipotermia.

Ibu juga dapat memilih posisi yang dirasa nyaman. Boleh setengah duduk atau jongkok. Keuntungan posisi setengah duduk ini, selain mengurangi sobekan vagina, juga searah dengan gravitasi sehingga membuat kelahiran lebih mudah.

Selanjutnya Anda mengejan seperti biasa. Mengingat tempatnya di air, bayi yang baru keluar otomatis berendam dulu selama beberapa saat didalam air sekitar 5-10 detik. Ini tidak masalah karena suhu air hampir sama dengan suhu cairan ketuban tempat bayi “berenang” sebelum dilahirkan. Itu sebabnya ketika baru keluar, bayi tidak menangis, mungkin dia merasa seolah seperti belum lahir karena kondisinya sama antara didalam dan diluar.

Batasan Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Melahirkan di air tetap ada batasan dan pertimbangan medis untuk diperkenankan. Proses melahirkan di dalam air tidak bisa dilakukan sembarangan, kendati terlihat mudah. Pengawasan dari pihak medis tetap diperlukan untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Melahirkan di dalam air mempunyai risiko tersendiri bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko dari persalinan water birth, ibu hamil harus dalam kondisi prima yang mendukungnya untuk menjalani water birth. Anda tidak bisa mencoba metode water birth, jika:

  • Panggul ibu yang kecil
  • Anda mempunyai komplikasi kehamilan, seperti pre-eklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi gestasional
  • Ibu yang sedang dalam perawatan medis
  • Anda hamil bayi kembar atau lebih
  • Ibu yang memiliki penyakit herpes, disarankan untuk tidak melahirkan dengan metode ini, karena kuman herpes tidak mati didalam air sehingga dapat menular kepada bayi melalui mata, selaput lendir,dan tenggorokan bayi.
  • Anda melahirkan sebelum waktunya atau lahir prematur, karena bayi perlu perawatan khusus jika lahir prematur
  • Diperkirakan melahirkan bayi yang berbobot besar.
  • Memiliki kondisi yang mengharuskan ibu untuk dimonitor secara teratur dan tidak dapat dilakukan di kolam.
  • Anda pernah memiliki riwayat operasi caesar atau kesulitan saat melahirkan sebelumnya.
  • Umur Anda lebih muda dari 17 tahun atau lebih tua dari 35 tahun.
  • Bayi dalam posisi sungsang atau melintang sehingga perlu dilakukan operasi caesar.
  • Anda mempunyai infeksi.
  • Tahap persalinan kedua, di mana serviks sudah benar-benar melebar dan terbuka sehingga siap menjadi jalan keluar bayi saat persalinan. Dokter masih belum memutuskan bagaimana cara yang aman untuk mengeluarkan bayi pada tahap kedua ini. Dilansir dari webmd.com, Aaron Caughey dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk berada di luar air pada saat tahap kedua persalinan. Hal ini membuat Anda mendapat penanganan yang lebih mudah dan cepat jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang salah, seperti harus melakukan persalinan caesar darurat. ACOG juga mengatakan bahwa persalinan di dalam air belum terbukti secara ilmiah dapat memberikan manfaat bagi ibu dan janin.
  • Mengalami komplikasi seperti pra-eklampsia atau diabetes.

Manfaat Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Manfaat Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Melahirkan dengan metode water birth memiliki banyak manfaat sehingga saat ini banyak ibu hamil yang memilihnya. Berikut adalah beberapa manfaat dari water birth tersebut:

  1. Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.
  2. Menurunnya resiko cedera kepala bayi.
  3. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.
  4. Air dapat memberikan efek relaksasi saat wanita yang akan melahirkan masuk ke dalam kolam air hangat. Hal ini juga dapat membuat ibu bernapas lebih teratur untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Dan juga sang ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis.
  5. Dengan memposisikan diri untuk duduk atau jongkok di kolam, didukung oleh gaya gravitasi, memungkinkan Anda untuk lebih mudah saat melahirkan. Mengejan dalam posisi ini di dalam air juga dapat mempermudah proses persalinan sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan. Anda yang memiliki kekurangan fisik bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan metode ini.
  6. Dalam keadaan mengapung di dalam air, Anda akan merasa lebih ringan sehingga lebih mudah bergerak untuk mencari posisi yang nyaman. Yang terpenting adalah posisi tersebut dapat mempermudah bayi lahir. Aturan yang perlu diingat adalah tetap menjaga lutut pada posisi lebih rendah dari pinggul.
  7. Melahirkan dengan metode water birth memberikan lebih banyak privasi. Sebagian wanita merasa lebih mampu mengendalikan tubuhnya saat berada di dalam kolam. Efek ini bisa makin terasa dengan meredupkan lampu dan menjaga agar ruangan tidak terlalu berisik.

Resiko Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Meskipun banyak memiliki manfaat, namun metode water birth bukan tanpa resiko. Nah, berikut adalah beberapa resiko yang biasanya harus dihadapi ketika melakukan metode ini:

  1. Air kolam tertelan oleh bayi, sehingga air kolam dibuat steril supaya walaupun tertelan bayi tidak membahayakan.
  2. Bayi juga mengalami temperatur shock jika suhu air tidak sama dengan suhu ibu saat dilahirkan, yaitu 36-37 celcius.
  3. Resiko pada ibu adalah hiportemia atau suhu tubuh terlalu rendah akibat proses melahirkan yang lebih lama dibandingkan waktu yang diperkirakan.
  4. Bayi yang mengalami stres saat proses persalinan di air menyebabkan bayi bernapas di dalam air.
  5. Bisa mengalami aspirasi mekonium yang terjadi ketika bayi menghirup mekonium (tinja pertama bayi) yang ada pada cairan ketuban saat proses persalinan sehingga menyebabkan masalah pada pernapasan bayi.
  6. Water birth juga dapat mengakibatkan tali pusar rusak saat bayi diangkat ke permukaan air. Hal ini dapat dicegah dengan mengangkat bayi secara hati-hati ke dada ibu.
  7. Water birth dapat menyebabkan bayi mengalami kejang atau tidak bisa bernapas
  8. Dapat menyebabkan suhu tubuh bayi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  9. Ibu dan bayi juga dapat terkena infeksi.

Untuk mencegah risiko masalah pernapasan pada bayi saat persalinan di air sebaiknya ibu tetap menjaga tubuhnya dan kepala bayinya di dalam air ketika kepala bayi sudah mulai keluar. Hal ini dilakukan agar refleks napas bayi tidak dimulai terlalu cepat.

Tetap rileks sampai terjadi kontraksi berikutnya yang mendorong bayi lahir. Bayi tidak akan bernapas sampai ia terkena udara karena masih mendapatkan oksigen dari tali pusar yang melekat di plasenta ibu.

Tips  Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Tips Melahirkan Dengan Metode Water Birth

Mengingat berbagai manfaat dan resikonya, maka keputusan untuk melakukan water birth harus dipikirkan secara matang-matang. Nah berikut adalah beberapa tips bagi Anda yang tertarik dengan metode ini:

  • Buatlah keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda memastikan melahirkan di dalam air, yakinlah itu cara terbaik bagi Anda.
  • Mengikuti senam hamil. Senam hamil berguna untuk melatih pernapasan dan melenturkan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.
  • Pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas water birth dengan tenaga dokter dan perawat yang terlatih.
  • Pastikan Anda ditemani seorang bidan atau ahli kesehatan profesional selama proses persalinan.
  • Kolam yang digunakan harus memenuhi standar dan tetap terjaga kebersihannya.
  • Lakukan pengendalian infeksi yang sesuai jika Anda di diagnosa terkena infeksi.
  • Pastikan Anda dan bayi akan diawasi dengan benar selama berada di kolam.
  • Buat rencana untuk mengeluarkan Anda dari kolam jika terjadi komplikasi.
  • Minum air selama proses persalinan untuk menghindari dehidrasi.
  • Cermat menentukan waktu masuk ke dalam kolam. Jika terlalu cepat, justru dapat memperlambat proses persalinan.
  • Untuk membantu melahirkan dengan metode water birth, upayakan untuk memilih ahli medis yang telah bersertifikasi, serta lokasi yang tepat. Anda dapat melakukan water birth di rumah sakit yang telah menyediakan layanan tersebut.
  • Biaya dari water birth di rumah sakit kemungkinan lebih besar dibandingkan persalinan normal karena ada beban biaya tambahan dari alat-alat yang digunakan, meski tidak sebesar biaya persalinan dengan operasi caesar. Dengan kisaran sekitar Rp 7-15 juta untuk beberapa rumah sakit di Indonesia.

Metode apa pun yang kemudian akan Anda pilih untuk melahirkan, yang penting adalah mendahulukan keselamatan. Pertimbangkan segala kemungkinan melalui konsultasi dengan dokter kandungan dan ahli medis profesional untuk mendapatkan hasil terbaik.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *