Bacaterus / Tips Kesehatan / 13 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Medical Checkup

13 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Medical Checkup

Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Oktober 2019

Kesehatan itu mahal harganya, tetapi, ketika sakit bisa jauh lebih mahal lagi biayanya. Oleh sebab itu, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Medical check-up dapat dilakukan untuk awal pencegahan supaya kita bisa mengetahui kondisi kesehatan,  sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini. Makin dini suatu penyakit terdeteksi, maka makin cepat pertolongan yang dapat diberikan.

Medical check-up diperlukan oleh semua orang, baik anak muda maupun lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check-up untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

Sebelum melakukan serangkaian tes dalam medical check-up, dokter akan mengecek riwayat kesehatan Anda dan mendengarkan keluhan yang Anda rasakan. Hal ini dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan terbaru, bila sebelumnya Anda pernah melakukan tes kesehatan. Hal ini dilakukan untuk membandingkan status kesehatan kita sebelumnya, apakah terjadi peningkatan atau penurunan kondisi kesehatan.

13 Hal yang Diperiksa Melalui Medical Check-up

1. Berat Badan

Cek berat badan setiap hari Cara Menjaga Berat Badan

Indeks masa tubuh yang tidak normal dapat memicu berbagai penyakit. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan indeks masa tubuh tiap 2 tahun sekali bagi orang berusia di bawah 50 tahun dan 1 tahun sekali untuk usia di atas 50 tahun.

Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan, kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia.

Sebenarnya BMI dapat dihitung sendiri di rumah. Caranya: berat badan (kg)/tinggi (m)2. BMI normal untuk populasi Asia adalah 18,5 hingga 22,9. Namun jika Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis, kegemukan, atau memiliki BMI yang tidak normal, segera konsultasikan kepada dokter untuk menanganinya.

2. Gula Darah

Gula Darah

Tes gula darah dilakukan bagi orang berusia 45 tahun ke atas, setidaknya tiap tiga tahun sekali. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau memiliki faktor risiko diabetes, Anda perlu melakukan tes gula darah. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai tes darah apa saja yang diperlukan. Dan bila memang sudah terdiagnosa memiliki diabetes lakukan tes gula darah lebih sering misalnya setiap tahun.

Selain itu, jika Anda mengalami gejala seperti berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas, sering merasa haus dan lapar, kesemutan pada tangan atau kaki, serta sering buang air kecil, segera lakukan tes ini untuk memastikan kemungkinan diabetes. Sebelum melakukan tes, Anda disarankan berpuasa selama 8 jam. Tes gula darah puasa akan menunjukkan salah satu hasil berikut:

  • Normal: 70-100 mg/dL
  • Pra diabetes: 100-125 mg/dL
  • Diabetes: ≥ 126 mg/dL

3. Tekanan Darah

Tekanan Darah

Tekanan darah normal untuk usia di bawah 60 tahun adalah bilangan atas (sistolik) kurang dari 140 mm Hg dan bilangan bawah (diastolik) kurang dari 90, atau dibaca 140/90. Sedangkan pada usia di atas 60 tahun, standar normalnya adalah kurang dari 150/90 mm Hg.

Tekanan darah di atas angka normal berarti hipertensi (tekanan darah tinggi). Untuk orang normal, tes dapat dilakukan tiap 1-2 tahun. Sedangkan orang yang mengidap hipertensi atau hipotensi perlu melakukan tes tiap tahun atau lebih sering.

4. Kolesterol

kolesterol tinggi

Kolesterol adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke. Kolesterol normal adalah sebagai berikut:

  • Kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL) sebaiknya di atas 60 mg/dL.
  • Kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) sebaiknya di bawah 100 mg/dL.
  • Trigliserida sebaiknya kurang dari 150 mg/dL.
  • Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan yang normal, tes dapat dilakukan tiap 5 tahun, dimulai dari usia 35 tahun. Namun jika Anda gemuk, mengidap diabetes atau hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga, merokok, tes ini bisa dimulai dari usia 20 tahun dan perlu lebih sering. Seperti tes gula darah, tes kolesterol memerlukan pengambilan sampel darah.

5. Kesehatan Jantung

Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Dengan tes ini dapat dideteksi adanya detak jantung tidak normal atau gangguan lain seperti pembuluh darah yang tersumbat. Tes ini dilakukan jika Anda mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri di bagian dada atau jantung berdebar.

6. Mata

mata

Jika Anda mengalami masalah penglihatan, sebaiknya periksakan mata setiap 1-2 tahun. Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi rumah (kerusakan pembuluh darah di belakang mata misalnya akibat diabetes), glaukoma, dan katarak.

Tes terkait dapat meliputi pemeriksaan retina, otot mata, ketajaman visual, tes perimetri, tes tekanan intraokular (tonometri), serta pemeriksaan dengan lampu celah untuk memeriksa kelopak mata, bulu mata, kornea, iris, lensa, dan ruang cairan di antara kornea dan iris.

7. Kulit

Kulit

Untuk mendeteksi kanker kulit, dapat dilakukan pemeriksaan dan jika perlu, pengambilan sampel kulit atau biopsi kulit. Kanker kulit adalah tumbuhnya sel di dalam kulit secara tidak terkontrol.

Tes dapat dilakukan segera ketika ditemukan perubahan tidak normal pada kulit, seperti ada benjolan; tahi lalat yang berubah warna, ukuran, atau berdarah; atau adanya jaringan abnormal pada kulit berwarna merah, putih, biru, atau kehitaman dengan perbatasan yang tidak teratur.

8. Telinga

Telinga

Lakukan tes pendengaran atau audiometri jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran.

Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.

9. Gigi

Gigi

Diperlukan pemeriksaan gigi rutin tiap 6 bulan sejak dini untuk mendeteksi kondisi-kondisi seperti abses atau bengkak bernanah akibat infeksi, kerusakan di antara gigi, kerusakan tulang rahang, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atau tumor.

Jika ditemukan karang gigi, dokter akan membersihkannya atau scaling. Selain itu, jika ditemukan tanda-tanda masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang dibutuhkan.

10. Tulang

Tulang

Tes kepadatan tulang bertujuan untuk mengetahui kekuatan tulang dan membantu mendiagnosis osteoporosis (tulang keropos). Pemeriksaan dilakukan dengan X-ray atau CT scan. Tes perlu dilakukan oleh wanita berusia 65 tahun ke atas, laki-laki usia 70 tahun ke atas, atau siapa pun yang berisiko osteoporosis.

Faktor risiko meliputi penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, berat badan terlalu rendah, atau ada riwayat osteoporosis dalam keluarga.

11. Penyakit Menular Seksual

ciri-ciri orang terkena hiv

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B bagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat. Berikut beberapa penyakit yang termasuk PMS serta pemeriksaan yang diperlukan.

  • Gonore, memerlukan tes urine. Pada sebagian kasus diperlukan pengambilan sampel cairan dari saluran uretra pada laki-laki dan serviks pada perempuan, serta tenggorokan.
  • Herpes genital, dokter akan memeriksa gejalanya dan mengambil sampel dari luka Anda.
  • HIV, memerlukan pemeriksaan antibodi (immunoassay).
  • Sifilis, memerlukan tes darah dan pemeriksaan cairan dari luka sifilis.
  • Hepatitis B, pemeriksaan untuk hepatitis B sama dengan tes HIV, yaitu pengambilan sampel darah untuk mengetahui keberadaan dan keaktifan penyakit ini.

12. Pemeriksaan Fisik

Periksa ke dokter

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengumpulkan informasi kesehatan secara umum seperti kemampuan memori dan kecepatan mental. Tes ini juga bermanfaat untuk mengecek kondisi kesehatan kulit, kemampuan berdiri, dan berjalan. Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa perbedaan pemeriksaan kesehatan fisik berdasarkan jenis kelamin, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik pada pria, meliputi pemeriksaan testis, hernia, alat kelamin pria, dan prostat.
  • Pemeriksaan fisik pada wanita, meliputi pemeriksaan payudara, untuk mendeteksi risiko kanker payudara dan kelenjar getah bening. Dan panggul (vulva, alat kelamin wanita, dan leher rahim) untuk mendeteksi risiko infeksi penyakit kelamin ataupun kanker serviks dengan metode test Pap Smear bila dibutuhkan.

13. Smocking Pack-year

Smocking Pack-year

Seberapa banyak seseorang merokok bisa diukur dengan jumlah smoking pack-year. Angka smoking pack-year seseorang diukur dengan mengalikan jumlah bungkus rokok yang dikonsumsi per hari dengan jumlah tahun dia merokok.

Jadi contohnya, seseorang yang menghabiskan 2 bungkus rokok tiap hari selama 4 tahun, dia disebut mempunyai 8 smoking pack-year. Berikut beberapa risiko yang dimiliki perokok berat dan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Penyakit paru obstruktif kronik (COPD), memerlukan tes fungsi paru-paru yang mengukur jumlah udara dalam paru-paru, kecepatan masuk dan keluar udara, serta menggunakan X-ray pada bagian dada.

Kanker paru, memerlukan CT scan. Orang usia 55-80 tahun dengan 30 smoking pack-year atau lebih dan masih aktif merokok atau baru berhenti dalam 15 tahun terakhir, serta siapa pun yang memiliki risiko kanker paru setelah berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya melakukan pemeriksaan ini.

Manfaat dan Tips Sebelum Medical Check Up

Secara garis besar, manfaat yang didapatkan dari Medical Check-Up antara lain:

  • Mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan kita secara terperinci
  • Mencegah berkembangnya suatu kelainan atau penyakit
  • Melakukan pengobatan segera
  • Mencegah atau menunda terjadinya komplikasi penyakit
  • Menghemat biaya pengobatan
  • Memperpanjang usia produktif dan usia harapan hidup
  • Meningkatkan kualitas hidup

Tips sebelum melakukan Medical Check-Up:

  • Pilihlah laboratorium atau rumah sakit yang profesional, terakreditasi dan mengutamakan mutu, agar hasil MCU dapat dipercaya dan menggambarkan kondisi kesehatan Anda yang sebenarnya.
  • Jangan terpaku pada nama paket MCU yang ditawarkan serta harganya. Sebaiknya kita bandingkan rincian pemeriksaan yang tercakup dalam masing-masing paket MCU yang ditawarkan. Isi panel MCU yang diambil sebaiknya disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup. Tidak ada salahnya bila kita berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menetapkan pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan Anda.
  • Ikuti semua persyaratan pemeriksaan dan lakukan persiapan sebelum pemeriksaan secara seksama.
  • Berikan informasi yang ditanyakan petugas secara jujur dan jelas.
  • Sebaiknya lakukan MCU di pagi hari, di mana tubuh dalam keadaan stabil setelah istirahat (tidur malam) yang cukup.
  • Persiapan mental juga diperlukan ketika menghadapi hasil Medical Check-Up, karena ternyata bisa saja ditemukan kelainan kesehatan berdasarkan hasil tersebut.

Seseorang akan lebih tenang apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak mengindikasikan adanya kelainan atau penyakit, namun apabila ternyata ditemukan kelainan, sesungguhnya kita diuntungkan karena bisa mengetahuinya lebih dini serta memiliki waktu yang cukup untuk tindakan selanjutnya.

MCU memberikan gambaran minimal lengkap secara umum atas kondisi kesehatan kita, oleh karena itu beberapa kelainan atau penyakit yang mungkin terjadi bisa diketahui secara langsung maupun tidak langsung.

Selain medical check-up yang disebutkan di atas, pastikan Anda juga tahu akan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi beberapa jenis kanker, yang bisa muncul secara diam-diam, tanpa menyebabkan gejala apa pun.

Medical check-up merupakan langkah antisipasi yang efektif dalam mendeteksi risiko keberadaan penyakit di dalam tubuh. Lakukanlah secara rutin untuk mencegah perkembangan tingkat penyakit yang lebih parah di masa depan.

Sudahkah Anda melakukan medical checkup tahun ini?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar