Bacaterus / Tempat Unik / Menengok Saksi Sejarah, Inilah 10 Masjid Tertua di Indonesia

Menengok Saksi Sejarah, Inilah 10 Masjid Tertua di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman agama yang diakui negara. Salah satu agama yang diakui adalah Islam, yang dipeluk sebagian besar orang Indonesia. Ada dua versi tentang sampainya agama Islam ke Indonesia.

Ada yang mengatakan penyebarannya terjadi pada abad ke-13 dengan banyaknya pedagang dari Gujarat, India, yang masuk ke tanah air. Ada juga yang mengatakan penyebarannya terjadi pada abad ke-7 dengan dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah.

Hampir di setiap daerah di Indonesia ada masjid yang berdiri. Terutama di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Dari sekian banyak masjid, pastinya ada beberapa masjid yang tercatat sebagai masjid tertua di Indonesia. Simak yuk ulasan 10 masjid tertua di Indonesia berikut ini.

1. Masjid Saka Tunggal

Masjid Saka Tunggal

Masjid Saka Tunggal berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tahun berdirinya masjid ini tertulis di tiang utama masjid yaitu pada tahun 1288. Sebetulnya keterangan tentang tahun berdirinya masjid ini ada di buku-buku yang dibuat Kyai Mustolih, sang pendiri masjid, sayangnya buku tersebut sudah hilang.

Pemberian nama Saka Tunggal pada masjid mempunyai nilai filosofis. Saka dalam bahasa Indonesia berarti tiang, sementara tunggal berarti satu atau esa. Di masjid ini, terdapat satu tiang yang menjadi tiang utama untuk pembangunan masjid. Hal itu merupakan sebuah lambang bahwa Tuhan hanya ada satu yaitu Allah SWT.

2. Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe berlokasi di Kaitetu, Maluku. Masjid ini berdiri pada tahun 1414. Sebelum bernama Wapauwe, masjid ini bernama Masjid Wawane karena pembangunannya berada di dekat Lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu. Kedatangan Pernada Jamilu ke Maluku terjadi pada tahun 1400 untuk menyebarkan agama Islam ke beberapa daerah pegunungan di sekitar Wawane.

Di Masjid Wapauwe tersimpan Mushaf Alquran yang diperkirakan sebagai yang tertua yang pernah ada di Indonesia. Mushaf itu dibuat oleh Imam Muhammad Arikulapessy yang ditulis tangan dan selesai pada tahun 1550. Selain itu, ada juga Mushaf Nur Cahya yang selesai ditulis pada tahun 1590.

3. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tahun 1549 oleh Sunan Kudus. Keunikannya terletak pada bentuk bangunannya yang terlihat sebagai akulturasi beberapa budaya yaitu Hindu-Budha dengan Islam yang dapat dilihat dari menaranya yang mirip dengan candi.

Ada sebutan lain untuk Masjid Menara Kudus yaitu Masjid Al Aqsha. Hal itu dikarenakan peletakkan batu pertama masjid menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina. Orang-orang akan datang ke masjid ini bukan hanya untuk beribadah, melainkan untuk ziarah ke makam Sunan Kudus yang mempunyai pengaruh besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

4. Masjid Ampel

Masjid Ampel

Masjid Ampel berlokasi di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini dibangun pada tahun 1421 dengan ukuran 120×180 m2 oleh Sunan Ampel, maka nggak mengherankan kalau diberi nama sesuai dengan nama pendirinya. Bahkan kompleks pemakaman Sunan Ampel berada nggak jauh dari masjid.

Kini Masjid Ampel menjadi salah satu tujuan wisata religi di Surabaya. Di sekeliling masjid terdapat bangunan-bangunan yang berarsitektur Tionghoa dan Arab yang semakin menambah pesonanya. Masjid ini dibangun dengan menggunakan 16 tiang utama yang terbuat dari kayu jati dan masih berdiri kokoh sampai saat ini.

5. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Raden Patah, raja pertama kesultanan Demak merupakan pendiri dari masjid ini pada tahun 1474. Masjid ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya Walisongo atau para wali yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Agung Demak dengan menggunakan filosofi yang dituangkan dalam detail-detail bangunan masjid. Contohnya, atap masjid yang berbentuk linmas merupakan penggambaran tiga hal penting dalam agama Islam yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Di dalam kompleks juga terdapat beberapa makam raja-raja kesultanan Demak.

6. Masjid Tua Palopo

Masjid Tua Palopo

Masjid Tua Palopo berlokasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Masjid ini didirikan pada tahun 1604 oleh Raja Luwu yang bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Martinroe. Pada masa pemerintahannya, ibu kota Kerajaan Luwu dipindahkan dari Patimang ke Ware Palopo sebagai sebuah strategi pemerintahan dan demi penyebaran agama Islam.

Dari segi arsitektur, ada empat unsur dalam konstruksi masjid yaitu unsur lokal Bugis, Jawa, Hindu dan Islam. Perpaduan keempat unsur tersebut merupakan sebuah langkah untuk menyatukan warga lokal Bugis yang masih dulu masih beragama Hindu dengan pengaruh ajaran Jawa untuk diakulturasikan dengan unsur agama Islam.

7. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah berlokasi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun ketika Kerajaan Banjar dipimpin oleh Sultan Suriansyah yang berkisar antara tahun 1526-1550. Beliau adalah raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Pemberian nama masjid dengan menggunakan nama pendirinya adalah bentuk apresiasi atas jasanya.

Pola arsitektur Masjid Sultan Suriansyah banyak terpengaruh oleh Masjid Agung Demak yang masih kental menampilkan unsur Jawa Hindu. Walau begitu, sang pendiri nggak melupakan unsur lokal dengan membuat konstruksi panggung dan beratap tumpang yang merupakan arsitektur tradisional Banjar.

8. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten berlokasi di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Masjid ini didirikan pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hassanudin yang memerintah dari tahun 1552-1570. Beliau adalah sultan pertama dari Kesultanan Banten sekaligus putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Menara menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan Masjid Agung Banten dengan masjid-masjid lainnya. Selain itu, bentuk masjid juga menyerupai pagoda Tiongkok karena arsiteknya bersuku Tionghoa bernama Tjek Ban Tjut. Di sekitar masjid juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten beserta keluarganya.

9. Masjid Mantingan

Masjid Mantingan

Masjid Mantingan berada di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Kesultanan Demak dan menjadi pusat penyebaran Islam di pesisir utara Pulau Jawa. Bukti pembangunan masjid pada tahun 1559 terletak pada sebuah ukiran pada mihrab masjid.

Tipologi bangunan Masjid Mantingan memadukan dua unsur agama yaitu Hindu dan Islam. Hal itu dapat dilihat dari bentuk bangunan serta bentuk gapura yang melengkung. Selain itu, unsur Tiongkok terasa cukup kental ketika melihat bangunan atap. Konon, ubin dan undak-undak yang berada di masjid didatangkan langsung dari Makau.

10. Masjid Al-Hilal

Masjid Al-Hilal

Masjid Al-Hilal berlokasi di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Masjid ini sering disebut Masjid Katangka, karena lokasinya serta menggunakan bahan baku dasar yang diyakini berasal dari pohon Katangka. Belum ada keterangan pasti kapan masjid ini dibangun, tapi masjid ini dahulunya adalah masjid Kerajaan Gowa.

Bangunan Masjid Al-Hilal Katangka dibangun dengan dasar filosofis. Ada satu kubah yang melambangkan keesaan Allah, atap dua lapis yang menggambarkan dua kalimat syahadat, empat tiang yang berarti empat sahabat nabi, jendela berjumlah enam sebagai penggambaran rukun iman dan lima pintu sebagai penggambaran rukun Islam.

Itulah 10 masjid tertua di Indonesia. Apakah kamu pernah berkunjung ke sana atau tinggal di sekitar sana? Kamu bisa ikut membagikan ceritamu di kolom komentar yang sudah disediakan, teman-teman! Pastinya ceritamu akan jadi informasi menarik untuk pembaca lain yang belum berkesempatan berkunjung langsung. Ayo bagikan kebaikan, jangan berhenti di kamu!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *