Bacaterus / Tanaman / 8 Tanaman Herba yang Punya Manfaat Bagus untuk Tubuh

8 Tanaman Herba yang Punya Manfaat Bagus untuk Tubuh

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Januari 2019

Back to nature, istilah yang biasa digunakan dengan hal yang berbau alam, seperti hasil alam yang akan dibahas kali ini, Herba. Sebelum membahas lebih jauh soal manfaatnya, ada baiknya memahami mengenai apa itu herba dan herbal, agar tidak keliru.

Herba adalah tumbuhan (pendek, kecil) yang mempunyai batang basah karena mengandung banyak air dan tidak mempunyai kayu. Herba bisa disebut juga dengan tumbuhan terna yang berbatang lunak yang biasa ditanam sebagai hiasan di kebun.

Sedangkan herbal adalah berbagai jenis tanaman dimanfaatkan sebagai obat. Herbal kadang disebut juga sebagai tanaman obat, sehingga dalam perkembangannya dimasukkan sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif.

Tanaman herba sudah digunakan sebagai bahan pengobatan sejak zaman Romawi dan Mesir Kuno. Tanaman tersebut dipercaya mampu memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman herba sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Manfaat herba bagi kesehatan memang sudah diketahui banyak orang, namun tanaman herba apa saja yang seringkali digunakan, ya? Nah, beberapa jenis tanaman herba di bawah ini bisa jadi inspirasi menjaga kesehatan Anda.

8 Tanaman Herba yang Punya Banyak Manfaat

1. Rosemary

* sumber: knowyourbodybest.com

Tanaman dengan nama ilmiah Rosmarinus officinalis ini, relatif tahan kering. Rosemary juga merupakan tanaman tahan penyakit dan hama yang dapat dikembangbiakkan melalui pencangkokkan.

Tanaman ini cocok digunakan sebagai teh maupun bahan makanan serta mengandung kalsium, zat besi, dan vitamin B6. Biasanya, tanaman ini dikeringkan dan dijadikan ekstrak bubuk kering. Sementara, ada juga teh dan ekstrak cair yang terbuat dari bahan segar atau daun kering.

Rosemary secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan nyeri otot, mengatasi masalah rematik, dan gejala flu. Rosemary kaya dengan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah.

Antioksidan memainkan peran penting dalam menetralisir partikel-partikel berbahaya yang disebut radikal bebas. Selain itu, aroma dari rosemary dapat meningkatkan konsentrasi, kinerja, kecepatan, dan ketepatan, dan juga berpengaruh pada suasana hati mereka.

2. Basil

* sumber: www.harrisfarm.com.au

Tanaman basil atau basilikum (Ocimum) daun, bunga, dan bijinya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum). Jenis basil yang terkenal di Asia Tenggara adalah kemangi, tanaman ini berbau dan berasa khas, terkadang langu, harum, atau manis. Beberapa orang menggunakan basil sebagai obat kumur. Bahkan, basil juga digunakan untuk kejang perut, menghilangkan nafsu makan, dan perut kembung.

Dalam beberapa penelitian diketahui bahwa basil memiliki sumber yang baik untuk vitamin C, kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi. Basil dapat mengurangi rasa sakit bila daunnya ditumbuk dan dioleskan pada luka akibat gigitan serangga. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa bahan kimia dalam basil dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes.

3. Parsley

* sumber: www.pinterest.co.uk

Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama daun peterseli (Petroselinum crispum), daunnya berwarna hijau dan berbau segar. Bentuknya yang mirip seledri membuat orang berpikir tanaman ini sama, namun sebenarnya berbeda.

Berdasarkan bentuk daunnya ada dua jenis parsley, yaitu parsley flat dan parsley keriting atau curly. Parsley terkenal sebagai herba untuk garnish atau penghias menu makanan, dan juga sebagai bumbu masak yang kaya nutrisi dengan kandungan zat besi yang amat tinggi.

Daun parsley juga kaya akan klorofil, antioksidan tinggi, kalium, asam folat, asam amino, serta vitamin A dan C. Parsley seringkali digunakan sebagai penghilang bau mulut di samping menghilangkan bau amis daging dan masakan.

Daun parsley berkhasiat sebagai pereda nyeri saat haid, menghilangkan nyeri tulang pada rematik, serta meredakan kembung pada perut/lambung yang membuatnya baik dikonsumsi untuk penderita maag dan gangguan pencernaan lainnya. Karena alasan itulah tanaman ini sudah banyak dibudidayakan.

4. Lavender

* sumber: afida.co

Genus tumbuhan berbunga Lavender atau Lavandula termasuk tumbuhan menahun. Ini adalah tumbuhan dari jenis rumput-rumputan, semak pendek, dan semak kecil. Lavender adalah tanaman bunga klasik, dipercaya dapat membantu pencernaan. Lavender juga dapat mengurangi depresi dan rasa lelah, hal ini karena aroma terapi yang dihasilkannya.

Bunga lavender yang dikemas dalam sachet dan diselipkan pada tempat tidur bayi akan mempermudah bayi tidur lho. Tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh liar di daerah maupun di luar daerah asalnya. Namun, Lavender juga banyak ditanam dan dikembangkan secara luas di iklim sedang sebagai tanaman hias, bahan kuliner, dan ekstrak minyak esensial untuk keperluan komersial.

5. Sage

* sumber: www.urbancultivator.net

Herba asli Mediterranean ini memiliki keluarga yang sama dengan oregano, lavender, rosemary, dan basil. Sage tumbuh dari biji atau pencangkokan, berbau harum, dan bila dibuat teh dapat membantu sirkulasi darah serta mengatasi masalah menopause. Tanaman ini juga memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi. Lalu, sage dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.

Radikal bebas seringkali menyebabkan kematian sel yang berakibat pada melemahnya imunitas, dan menyebabkan penyakit kronis. Sage dapat dijadikan pelengkap rasa, digunakan untuk mengurangi konsumsi natrium seperti halnya hanya digunakan sedikit garam untuk makanan. Sage juga memiliki efek anti-inflamasi. Penelitian terbaru adalah senyawa dalam sage dapat mengurangi peradangan di gingival fibroblast, adalah sel yang ditemukan dalam jaringan ikat pada gusi.

6. Fennel

* sumber: gesvital.com

Fennel memiliki cita rasa pedas dan beraroma wangi. Daunnya seringkali digunakan menjadi taburan masakan seafood, daging, atau saus pelengkap hidangan. Tak hanya itu, umbinya juga dimanfaatkan sebagai sayuran, seperti campuran salad, sup, tumisan hingga bahan campuran masakan panggang. Fennel memiliki kandungan anethole yang mampu merangsang sekresi cairan pencernaan dan lambung. Fennel dapat dicampur ke air teh, efeknya baik untuk pencernaan.

7. Feverfew

* sumber: www.bio-botanica.com

Tanacetum parthenium adalah tumbuhan semak dari keluarga Asteraceae, mempunyai bau yang mirip dengan jeruk nipis. Tanaman yang mirip bunga daisy ini tumbuh dari biji, tumbuh dengan baik di tanah yang agak liat tetapi subur. Zat aktif yang terkandung dalam tumbuhan ini bernama parthenolide yang mencegah terbentuknya prostaglandin di tubuh.

Tanaman ini juga digunakan sebagai obat luar untuk kulit bernanah. Kunyah daun segarnya untuk membantu mengurangi migrain. Feverfew juga bisa digunakan untuk mengobati sakit kepala dan demam, serta membantu pencernaan makanan untuk menyerang parasit di usus.

8. Nasturtium

Nasturtium

* sumber: nicholasjv.blogspot.com

Tropaeolum diketahui sebagai nasturtium, genus tumbuhan dari familia Tropaeolaceae. Tanaman ini tumbuh dari biji dan memiliki bunga berwarna cerah. Nasturtium kaya akan nutrisi, mineral, kandungan zat besi, dan daunnya yang pedas kaya akan vitamin C. Seluruh bagian tanaman nasturtium dapat dimakan.

Cita rasanya yang tajam dan pahit merupakan pembersih darah yang baik karena dapat menstimulasi fungsi dan membantu dalam mengeluarkan racun ditubuh. Selain itu, nasturtium segar mengandung antibiotik dengan khasiat sebagai antimikro bakteri dan dekongestan, serta dapat menghangatkan tubuh. Karena seluruh bagian tanaman dapat dimakan, bunga nasturtium bisa ditambahkan dalam salad, selain berfungsi sebagai hiasan terdapat juga efek nutrisinya.

Penggunaan obat herba telah menarik minat masyarakat kalangan akademisi ataupun profesional kesehatan. Beberapa hal masih membingungkan seperti mengenai identifikasi, efikasi, dosis pengobatan, toksisitas, standarisasi, dan regulasi produk herba. Penelitian mengenai kandungan kimia dan efek farmakologis banyak dilakukan oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam bidang kesehatan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan tanaman herba pada masa hamil dan menyusui, yang sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter kandungan.

Tahu lebih banyak tentang tanaman herba? Anda bisa menuliskan saran dan pertanyaan Anda pada kolom komentar. Semoga artikel Bacaterus ini bermanfaat bagi para pembaca!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar