Bacaterus / Belajar Yuk! / 10 Keuntungan & Manfaat Membaca Karya Sastra untuk Anak-anak

10 Keuntungan & Manfaat Membaca Karya Sastra untuk Anak-anak

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 November 2018

Tahukah kamu kalau Indonesia menempati posisi ke-59 sebagai negara yang memiliki minat baca rendah? Informasi ini didapat berdasarkan survei yang dilakukan UNESCO (United Nation Education Society and Cultural Organization) beberapa waktu lalu. Untuk atasi rendahnya minat baca ini, yuk kita mulai meningkatkan budaya membaca sejak kecil.

Banyak penelitian tentang pentingnya membaca sedari dini, tapi kali ini yang akan dibahas adalah manfaat dari membaca buku, khususnya yang ber-genre sastra bagi anak-anak. Wah, jangan dulu berpikir sulit ya! Sebab, sekarang ini sudah banyak buku-buku sastra anak yang menarik. Manfaat ini tentunya bisa dirasakan oleh anak-anak sampai mereka dewasa. Cari tahu apa saja manfaatnya, yuk!

10 Manfaat Membaca Karya Sastra untuk Anak-anak

1. Mengembangkan Daya Imajinasi dan Kreativitas

membaca terlalu dekat

Pepatah mengatakan bahwa seseorang kehilangan daya imajinasi dan kreativitasnya ketika beranjak dewasa. Meski pepatah ini tidak selalu benar, hal yang dapat kita sepakati bersama adalah anak-anak memiliki kekayaan imajinasi dan kreativitas yang luar biasa.

Anak-anak  mampu membayangkan dunia yang sangat berbeda dengan yang mereka tinggali dan kemampuan ini dapat berkembang semakin baik ketika mereka membaca buku. Sebut saja misalnya ketika seorang anak membaca atau sekedar dibacakan kisah tentang sebuah pabrik cokelat karya Roald Dahl.

Terbayang deh bagaimana manis dan lembutnya cokelat juga semua olahan permen di pabrik cokelat itu. Anak-anak juga seringkali seperti bisa mencicipi dan mencium aroma wanginya. Dan, kita bisa melihat mata mereka berbinar seakan dapat melihat ke dalam pabrik itu.

Atau pada saat mereka membaca tentang betapa hebatnya seorang anak yang dibesarkan oleh seekor beruang dan panther di hutan India, bernama Mowgli. Mereka dengan spontan menirukan gerak-gerik bahkan suara yang mereka tangkap dari cerita itu. Seringkali anak-anak menggunakan segala benda di sekitar untuk mewujudkan imajinasinya.

2. Mengembangkan Kemampuan Berbahasa

* sumber: id.pinterest.com

Pada dasarnya, anak-anak memiliki kemampuan berbahasa yang luar biasa kalau mereka mendapatkan rangsangan yang tepat. Beberapa ahli sepakat bahwa pengajaran bahasa lebih efektif pada saat seorang anak berada di masa Golden Age atau masa emas pertumbuhan anak. Para ahli menyebutkan masa ini dimulai sejak usia 0 – 5 tahun.

Memang, pada masa ini anak-anak belum memungkinkan untuk membaca sendiri ya, meski begitu beberapa anak sudah bisa membaca. Nah, peran orang tua atau orang dewasa sebagai seorang pembaca sangat penting. Semakin sering seorang anak diajak berbicara dan mendengar cerita, kemampuan berbahasa mereka akan lebih baik.

Seringkali anak-anak ini mampu mengenali huruf dan suara berdasarkan pengulangan kata atau cerita yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, atau orang-orang di sekitar mereka. Oleh karena itu, pengenalan berbagai jenis bunyi, gambar, dan huruf  yang diucapkan berulang-ulang sangat efektif terlebih lagi kalau mereka menyukai buku tertentu.

Nantinya, meski mereka belum memahami bentuk dan susunan kata atau kalimat yang benar, mereka mampu menyampaikan emosinya secara verbal. Itu sebabnya dengan memberikan berbagai jenis buku bacaan khusus anak, kemampuan anak-anak ini akan meningkat.

Beberapa anak memang lebih memilih buku bergambar dan ini menyenangkan karena mereka bisa sekaligus mengembangkan daya imajinasi dan kreativitasnya seperti dibahas sebelumnya. Pada akhirnya, mereka akan memiliki kosa kata yang lebih banyak dan beragam sehingga mereka mampu mengekspresikan diri dengan mudah.

3. Menumbuhkan Rasa Empati

Menumbuhkan Rasa Empati

* sumber: id.pinterest.com

Apa sih rasa empati itu? Menurut lesley.edu empati adalah sebuah kemampuan untuk memahami pengalaman orang lain dengan membayangkan diri sendiri dalam situasi orang tersebut. Dan empati ini berbeda ya dengan simpati, karena simpati adalah pemahaman, persepsi atau reaksi terhadap orang lain. Meski keduanya berbeda, empati dan simpati saling berkaitan lho.

Masih ingat cerita tentang seorang gadis kecil penjual korek api? Ketika anak-anak membaca cerita ini, mereka sebenarnya sedang belajar untuk menyayangi orang lain dan penuh belas kasih. Mereka seringkali tidak mengetahui atau mengenali jenis emosi yang dirasakan dirinya sendiri atau orang lain.

Ketika anak-anak membaca kisah dan mampu menempatkan dirinya seperti seorang gadis dalam cerita penjual korek api, mereka belajar tentang emosi. Emosi sederhana yang bisa dirasakan anak-anak adalah rasa marah, takut, sedih, dan senang. Emosi ini cukup untuk mendorong anak-anak memiliki empati terhadap sesamanya.

Mereka akan merasakan lapar yang dialami gadis penjual korek api itu sehingga mereka tidak lagi membuang makanan dan mudah dalam berbagi makanannya, sebagai contoh. Atau tentang sedihnya ditinggalkan seorang sahabat seperti yang dialami Christopher Robin dalam kisah Winnie the Pooh.

4. Meningkatkan Daya Ingat

membaca tema dan topik terkini

* sumber: www.geraikaca.org

100 miliar sel otak saling terhubung ketika seorang anak lahir dan terus berkembang selama dia tumbuh sampai kurang lebih berusia 8 tahun. Dengan membaca, kemampuan dasar seseorang untuk dapat bersosialisasi di lingkungannya dapat berkembang pesat. Menurut Dr. Jennifer Duffy, seorang peneliti otak, membaca malah menjadi kebutuhan mendasar untuk berfungsi di masyarakat karena mereka membangun gagasan dari kata yang didengar, diucap, dan ditulis.

Matilda karya Roald Dahl, misalnya, bisa menjadi contoh sederhana bagaimana seorang anak yang gemar membaca memiliki daya ingat lebih baik. Kemampuan ini karena setiap kata dan kalimat yang muncul dalam sebuah buku ber-genre sastra yang cenderung memiliki pola bahasa sederhana. Tentunya ini sesuai dengan kemampuan seorang anak ya.

Dengan membaca, sebenarnya anak-anak sedang secara aktif menggunakan kedua bagian otaknya lho. Selain itu, kapasitas memorinya bisa di-upgrade. Kok bisa? Bisa dong, karena otak kanan mengaktifkan imajinasi, kreasi, dan emosi serta otak kiri cenderung mengaktifkan logika dan analisis. Artinya mereka akan memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu kata dengan satu gagasan berdasarkan logika atau analisis yang mereka buat.

Hubungan antara kata, gagasan, emosi, dan logika itu akan disimpan dalam ingatan, tepatnya di bagian otak kanan yang ternyata menyimpan memori lebih panjang ketimbang otak kiri. Artinya membaca bisa menguatkan konsep atau pemahaman yang sudah dimiliki sebelumnya.

5. Meningkatkan Daya Konsentrasi

Dapat Meningkatkan Konsentrasi

* sumber: www.timeshighereducation.com

Beberapa anak bisa memiliki daya konsentrasi yang tinggi sehingga mereka bisa dengan tenang dan asyik melakukan aktivitas kegemarannya. Tapi, apa sih sebenarnya konsentrasi itu? Sederhananya, konsentrasi adalah kemampuan untuk tidak mengalihkan perhatian dari satu hal ke hal lainnya.

Seberapa lama sebenarnya seorang anak bisa konsentrasi? Sebetulnya jawabannya adalah beragam dan bergantung dengan usia juga aktivitas yang dilakukannya. Anak usia batita biasanya memiliki kemampuan untuk konsentrasi antara 5 sampai 20 menit saja. Tetapi, ini tentunya bergantung dengan jenis aktivitas dan seberapa besar tantangannya.

Buku cerita bergambar dengan berbagai bentuk dan warna membantu anak-anak untuk terus memusatkan perhatiannya pada satu hal. Meski mereka pada awalnya lebih tertarik dengan bentuk dan warna ketimbang isi ceritanya, daya konsentrasi mereka tetap meningkat lho.

6. Memberikan Wawasan yang Beragam

Membaca dengan Pencahayaan yang Cukup

Seorang anak yang belum pernah pergi ke desa dan menanam padi, contohnya, bisa dengan fasih menyampaikan aktivitas bercocok tanam di sawah. Seorang anak yang belum pernah berlibur ke pulau Bali, ternyata dia bisa menyebutkan ciri khas dan budaya di Bali dengan baik. Hebat, kan, ya? Karena dengan membaca, kita bisa mendapatkan berbagai informasi dan wawasan yang luas.

Tapi rasanya, buat balita bisa menyebutkan nama dan fungsi anggota tubuh saja sudah luar biasa hebat. Terlebih kalau ternyata mereka bisa mengetahui berbagai pengetahuan umum yang ada di sekitar.

7. Memberikan Pemahaman Tentang Lingkungan Sekitar

* sumber: www.raisesmartkid.com

“Kenapa kalau malam ngga ada matahari?” pernah mendengar pertanyaan seperti ini dari adik atau anak-anak di lingkungan kita? Atau justru kita dapat pertanyaan ajaib lainnya, seperti “kok bisa keluar minyak dari tanah?”. Jangan khawatir, itu artinya mereka sedang mengamati dan menganalisa keadaan sekitarnya.

Dengan memberikan bacaan yang tepat, misalnya novel karya Wiwid Prasetyo yang berjudul “Orang Miskin dilarang Sekolah”, seorang anak bisa memahami berbagai keadaan di masyarakatnya. Sementara itu, anak-anak yang lebih muda bisa belajar banyak dari cerita bergambar “Curious George” karena selain penuh warna, bahasa yang digunakannya sangat mudah dan sederhana.

Jadi nggak perlu kaget kalau setelah banyak membaca, anak-anak malah punya banyak ide untuk membantu anggota keluarga bahkan lingkungan tempatnya tinggal.

8. Meningkatkan Kemampuan Menulis

Menulis buku

* sumber: pixabay.com

Menulis seringkali dianggap sebagai aktivitas yang sulit dilakukan, apalagi bagi anak-anak. Kesulitan seperti ini sebenarnya dapat diatasi dengan membaca berbagai jenis buku lho. Logikanya sih apa yang mau ditulis kalau tidak ada sesuatu yang bisa ditulis, dan sesuatu itu bisa didapat melalui membaca.

Sebelum seorang anak bisa menulis, dia pastinya akan mengenal dan mengetahui perbedaan setiap bentuk dan karakter dari huruf abjad. Membaca buku akan membuat mereka mengenali pola-pola dasar susunan huruf pembentuk kata dan kalimat. Pola kalimat yang berulang dalam buku bacaan mereka akan memengaruhi cara mereka menulis.

Membaca sebuah buku saja bisa membuat mereka memiliki berbagai imajinasi dan kreativitas berlimpah. Bayangkan ketika mereka membaca  begitu banyak buku, kemampuan menulis mereka akan berkembang menjadi lebih mahir dan kaya akan kosa kata.

9. Mendekatkan Hubungan dengan Kedua Orang Tua

* sumber: www.aafp.org

Membaca bersama anak-anak ternyata tidak hanya menguntungkan untuk mereka tapi juga untuk para orang tua, khususnya bagi ayah ibu yang bekerja. Anak-anak bisa mendapatkan kedekatan dan kebersamaan dengan kedua orang tuanya ketika mereka berkumpul dan membaca.

Jennifer Frost, M.D. pernah menyebutkan bahwa membacakan cerita pada anak-anak sejak dini penting untuk proses perkembangannya dan membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak. Aktivitas membaca ini bisa dilakukan bergiliran antara ayah dan ibu atau justru berbarengan dan melibatkan interaksi fisik dengan anak-anak.

10. Menjadi Hiburan Murah

* sumber: id.pinterest.com

 

Terkadang merencanakan liburan itu menyulitkan, terlebih kalau anak-anak yang akan diajak juga sedang dalam masa aktif. Memberi mereka buku bacaan baru yang bercerita tentang petualangan bisa jadi alternatif hiburan buat mereka. Terlebih lagi sekarang ini sudah banyak buku anak yang menarik.

Pulau Harta Karun, Teka-teki Sungai Merah atau karya terjemahan Enyd Blyton, misalnya, bisa menjadi bacaan anak-anak yang menyukai petualangan. Ketika mereka ingin melakukan atau mengalami suatu petualangan, mereka dapat membaca dan berimajinasi seolah dirinya adalah tokoh dalam cerita.

Tuh seru, kan, liburan di dalam rumah tapi bisa pergi dan alami banyak hal cuma dengan membaca? Kalau koleksi buku anak di rumah masih terbatas, mengajak anak-anak untuk berkunjung ke perpustakaan atau toko buku bisa juga kok. Selain karena gratis, membaca di perpustakaan seringkali kita berkesempatan mengikuti sesi mendongeng.

Membiasakan anak-anak untuk membaca sejak dini adalah investasi jangka panjang buat mereka. Rasa percaya diri, kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, juga memiliki intelektualitas dapat didapat melalui membaca. Yuk, perbanyak koleksi bacaan kita di rumah, supaya kita dan keluarga terbiasa untuk membaca. Jangan lewatkan juga artikel 10 Fakta dan Manfaat Membaca ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

A nefelibata coffee addict who loves smelling coffee, books and cuddling.

Leave A Comment