Bacaterus / Makanan / Ini Dia 10 Makanan Paling Ekstrim dan Menjijikan. Mau Coba?

Ini Dia 10 Makanan Paling Ekstrim dan Menjijikan. Mau Coba?

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Oktober 2019

Setelah membahas minuman paling menjijikan di dunia, sekarang Bacaterus mau mengulik tentang makanannya. Dalam bayangan Anda, seperti apakah makanan yang menjijikkan itu? Apakah bentuknya yang tidak menggugah selera? Atau bahan pembuatannya yang tidak lazim sehingga dianggap menjijikkan?

Tapi, perlu Anda perhatikan juga kultur dan daerah tempat makanan tersebut berasal. Pasalnya, Anda mungkin menganggap makan sashimi (ikan mentah) merupakan suatu hal yang menjijikkan. Tapi, tidak bagi para warga Jepang yang sangat menikmati makanan tersebut.

Walaupun semuanya kembali lagi kepada selera masing-masing, sepuluh makanan ini dinilai sangat ekstrim dan menjijikkan. Bacaterus telah merangkum 10 makanan paling ekstrim dan menjijikan dari berbagai belahan dunia. Penasaran? Siapkan jantung Anda supaya tidak kaget, ya, hihi!

1. Balut: Kamboja

Balut makanan paling ekstrim dan menjijikan

Di daftar makanan paling ekstrim dan menjijikan yang paling pertama ada Balut. Makanan ini berbeda dengan hewan belut yang kita kenal, ya. Balut adalah telur bebek atau ayam yang berisi embrio yang hampir sempurna. Telur yang sudah berisi bakal bebek atau ayam ini direbus lalu dimakan begitu saja. Hiii, kasihan, ya?

Balut sangat terkenal di Kamboja. Tapi, ternyata Balut bisa Anda temukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina dan Vietnam. Di daerah penghasil Balut, makanan ini merupakan “dewanya kuliner.” Sebab, orang-orang banyak yang mencarinya, entah karena penasaran atau pun karena kandungan nutrisi dan protein yang dimiliki Balut.

Balut biasanya berisi embrio bebek atau ayam yang berusia 15-18 hari. Dengan usianya yang baru belasan hari, embrio bebek atau ayam sudah mulai berbentuk tapi belum sempurna. Satu butir Balut dihargai cukup murah, yaitu sebesar 20 Peso (Rp 6.000) saja. Ingin mencoba makanan aneh ini?

2. Rocky Mountain Oysters: Amerika

Rocky Mountain Oysters

* sumber: jaysoutdoor.life

Rocky Mountain Oysters bukanlah tiram yang hidup di laut, melainkan hidup di darat. Dan sebenarnya, tiram ini bukan tiram sungguhan, melainkan kata lain untuk testikel hewan mamalia.

Biasanya, Rocky Mountain Oysters diambil dari banteng, bison, sapi, babi, dan domba. Rocky Mountain Oysters alias tiram padang rumput ini biasanya dimasak dengan teknik deep fried. Jadi hasil akhirnya mirip seperti calamari (cumi besar) atau chicken popcorn.

Jadi, testikel hewan mamalianya diambil, dikupas, dicuci bersih, diberi tepung dan bumbu (garam & merica), lalu digoreng dalam minyak panas yang banyak. Testikel hewannya, biasanya dipotong kecil-kecil dan digepengkan terlebih dahulu, jarang yang disajikan dengan bentuk aslinya. Tiram padang rumput biasanya dijadikan appetizer atau camilan.

Tiram padang rumput mudah Anda temukan di daerah peternakan Amerika Barat dan Kanada Barat. Sebut saja Spanyol, Meksiko, Argentina, berikut juga beberapa daerah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada mulanya, makanan yang tak lazim ini dibuat oleh peternak di wilayah Rocky Mountain.

Pada zaman dulu ketika para peternak baru menghuni daerah Barat, mereka membutuhkan sumber makanan yang murah. Akhirnya, mereka pun bereksperimen dengan berbagai macam potongan daging. Mereka menganut sistem “dibuang sayang”, makanya tidak ada satu bagian pun daging hewan yang mereka buang, termasuk testikel hewan.

Untuk rasanya? Mungkin agak mengejutkan, tapi tiram padang rumput sangatlah enak. Rasa testikel hewan mamalia ternyata mirip seperti daging rusa, jauh rasanya dari daging sapi maupun tiram. Tapi, ada juga yang bilang kalau tiram padang rumput terasa seperti cumi goreng karena kenyal-kenyal gurih. Mau coba?

3. Casu Marzu: Eropa

Casu Marzu makanan paling ekstrim dan menjijikan

* sumber: culturecheesemag.com

Anda suka keju? Mungkin Anda akan shock mendengar kudapan keju yang satu ini. Pasalnya, dari sekian banyak jenis keju di dunia, casu marzu merupakan keju yang paling mengerikan. Casu marzu yang berarti “keju busuk” ini disajikan ketika kondisinya sudah dihinggapi belatung! Tak hanya itu saja, para konsumen memakan keju ini sekaligus dengan belatungnya yang kondisinya masih menggeliat alias hidup!

Awal mula penemuan keju ini ada di Sardinia, Italia. Keju ini dibuat dari susu domba yang sengaja dibiarkan membusuk hingga dipenuhi belatung. Maka dari itu, casu marzu disebut sebagai keju yang paling berbahaya di dunia, bahkan keju ini tergolong ilegal. Karena keju ini sangat berisiko mengancam kesehatan, Uni Eropa melarang keras produksi keju ini. Tapi, ternyata keju ini masih bisa ditemukan di pasar gelap Eropa.

Sebenarnya, bukan tanpa alasan casu marzu tercipta. Ketika lalat hinggap di keju tersebut dan bertelur di sana, maka ratusan larva lalat akan tinggal dan hidup di dalam keju tersebut. Nah, pada saat keju sudah masuk ke sistem pencernaan larva, tekstur dan rasa casu marzu akan berubah dan dinilai jadi lebih enak.

Lalu, alasan orang harus memakan casu marzu dengan belatung yang masih hidup karena jika larvanya telah mati, berarti keju yang berada di dalam tubuh larva sudah jelek. Jika Anda suka traveling dan penasaran ingin mencicipi kuliner ekstrim seperti casu marzu, pastikan Anda mengigit belatung hingga mereka mati sebelum Anda menelannya, ya!

Soalnya, jika belatungnya masih hidup ketika Anda telan, belatung bisa masuk ke sistem pencernaan Anda dan membuat usus jadi berlubang. Hiii, selain menjijikkan makanan ini sangat riskan kalau dimakan, ya? Casu marzu biasanya dinikmati dengan roti lembab dan red wine yang kadar alkoholnya tinggi.

4. Surstömming

Surstömming

Surstömming alias “ikan haring yang difermentasi” atau lebih dikenal sebagai ikan basi. Setiap hari Kamis ketiga di bulan Agustus, orang Swedia merayakan Surströmmingspremiär yang berarti awal musim ikan haring yang difermentasi. Surstömming memiliki aroma yang sangat menusuk.

Bahkan, beberapa maskapai besar seperti Air France, British Airways, dan KLM melarang orang untuk membawa surstömming ke dalam pesawat. Mereka mengklaim bahwa kaleng surstömming dapat meledak karena adanya gas di dalam kaleng. Orang asli Swedia pun punya larangan khusus, yaitu larangan membuka kaleng surstömming di dalam ruangan, karena baunya bisa menempel lama di ruangan tersebut.

Menurut pakarnya, akan lebih baik jika kaleng surstömming dibuka di dalam air untuk menghindari aroma menyengat. Jangan lupa menggunakan sarung tangan karena setetes air surstömming saja dapat meninggalkan bau amis di tangan Anda selama berhari-hari. Karena aroma dan rasanya, banyak orang yang melakukan surstömming challenge atau prank di media sosial.

5. Huitlacoche: Meksiko

Huitlacoche

* sumber: www.seriouseats.com

Makanan paling ekstrim dan menjijikan yang selanjutnya ada jamur. Tentu jamur bukan merupakan makanan yang aneh buat kita, tapi lihat dulu jamur yang satu ini. Jamur ini bernama Ustilago Maydis atau lebih sering disebut sebagai Huitlacoche. Sebenarnya, jamur ini merupakan “penyakit” yang membuat jagung jadi bengkak dan berwarna putih kehitaman.

Huitlacoche punya banyak nama lain juga, seperti corn smut, fungus, dan Mexican truffle. Mungkin karena huitlacoche (baca: WHEE-tala-coach-A) sulit pelafalannya, kali, ya? Hihi. Walaupun berupa wabah tanaman jagung, jamur ini dibudidayakan karena memang banyak peminatnya.

Tekstur jamur ini sangat lembut dan mudah disebarkan (rapuh). Rasanya dibilang sangat lezat, loh! Makanya, jamur huitlacoche sering dimasukkan ke dalam sup, saus, hingga Enchilada (makanan khas Meksiko). Sepertinya makanan ini satu-satunya yang tidak terlalu menjijikkan, ya?

6. Telur Bitan: Cina

Telur Bitan

Anda mungkin sudah tidak terlalu asing lagi dengan makanan ini. Pasalnya, makanan asal Cina ini bisa ditemukan juga di Indonesia. Telur bitan (baca: pitan) adalah telur hitam yang dibuat dari telur ayam atau telur bebek. Tapi, paling sering pakai telur itik. Telur pitan punya nama lain juga, yaitu thousand-year egg (telur seribu tahun).

Makanan khas Tionghoa ini dibuat dengan cara mengawetkan telur di dalam campuran tanah liat, abu, garam, sekam padi, dan kapur tohor selama beberapa minggu – beberapa bulan, tergantung metode yang diterapkan.

Selama masa pengawetan, bagian kuning telur akan berubah jadi abu-hitam-hijau dan baunya jadi mirip seperti belerang + amonia. Sedangkan bagian putih telurnya akan berubah jadi warna cokelat dan terlihat transparan.

Warna telur berubah seperti itu karena adanya alkalin yang menaikkan kadar pH telur menjadi 9 (bahkan lebih). Proses kimiawi tersebut menghancurkan beberapa kandungan lemak kompleks dan protein dalam telur. Selain mengubah warna, rasa, dan aroma telur juga jadi berubah lebih kuat.

Telur bitan memiliki banyak khasiat, seperti menetralisir kandungan asam dalam lambung salah satunya. Di Cina, telur bitan biasa dinikmati dengan tahu dingin, di Taiwan telur bitan disajikan di atas tahu dingin, minyak wijen, soyu, dan katsuobushi, sedangkan di Indonesia biasanya telur bitan dijadikan topping bubur dan salad.

7. Hákarl: Islandia

Hakarl

Hákarl atau kæstur hákarl adalah makanan asal Islandia yang dibuat dari daging hiu Greenland. Daging hiu difermentasikan dengan cara dihimpit oleh bebatuan besar dan dibiarkan “membusuk” selama 6-8 minggu. Selanjutnya, daging diambil, dibersihkan, lalu digantung selama 2-4 bulan.

Hákarl yang telah difermentasi jadi berbau sangat menyengat. Tapi, bukan tanpa alasan hiu Greenland difermentasi. Pasalnya, proses fermentasi ini berguna untuk mengurangi racun yang terkandung dalam ikan yang hidup di perairan air dingin. Walaupun begitu, tidak semua bagian ikan bisa kita makan. Hanya bagian dalam ikan saja yang bisa dikonsumsi, sedangkan bagian yang berwarna kecoklatannya dibuang.

Proses fermentasi daging hiu telah menjadi tradisi orang Islandia. Sejarahnya, sejak abad ke-8, suku Viking yang menempati Islandia menjadikan hákarl sebagai salah satu hidangan wajib dalam festival mereka yang bernama þorrablót (baca: thorrablot).

Walaupun terkenal sebagai makanan paling ekstrim dan menjijikan, hákarl memiliki tekstur yang lembut sebagaimana daging ikan pada umumnya. Ada rasa amonia ketika Anda memakan hákarl dan after-taste-nya terasa seperti larutan pembersih. Untuk menangkal after-taste dari hákarl, minumlah Brennivín, alkohol dengan kandungan sangat tinggi khas Islandia.

8. Mopane Worms: Botswana

Mopane Worms

Mungkin Anda sudah sering melihat orang Papua yang makan ulat sagu. Mirip seperti ulat sagu, orang Botswana, Zimbabwe, suka makan ulat mopane. Di sana, ulat mopane merupakan makanan yang paling sering dimakan warga setempat. Menurut warga desa maupun warga kota, ulat mopane rasanya sangat lezat.

Ulat mopane dapat dimasak dalam banyak style, mulai dari dibuat kering seperti keripik hingga dimasak basah dengan kuah. Ahli gizi Zimbabwe, Marlon Chidemo, mengatakan bahwa ulat ini kaya nutrisi sehat dan mengandung tiga kali jumlah protein dari daging sapi.

9. Tuna Eyeball: Jepang

Tuna Eyeball

Jepang terkenal dengan sushi dan sashimi-nya. Kedua makanan itu dibuat dari ikan mentah. Akan tetapi, tahukah Anda kalau tidak hanya daging ikan saja yang dimakan oleh orang Jepang, tapi mata ikannya juga? Tak sembarang mata ikan, yang biasa dikonsumsi oleh orang Jepang adalah mata ikan tuna besar (Thunnus obesus) saja.

Tuna eyeball sudah dikenal oleh orang Jepang sejak tahun 1990-an. Pada saat itu, banyak orang Jepang yang kelaparan karena masalah ekonomi. Makanya, banyak orang yang mau tidak mau memakan bagian ikan yang dibuang oleh orang lain, salah satunya adalah mata ikan tuna.

Dari bentuknya saja sudah seram, ya? Rasanya tuna tersebut menatap langsung ke mata kita. Akan tetapi, di Negeri Sakura, mata ikan tuna sudah lazim dikonsumsi dan malah dijadikan camilan. Anda bisa menemukan mata ikan tuna dengan mudah di pasar atau supermarket yang menyediakan olahan laut segar.

Sama seperti dagingnya, mata ikan tuna mengandung lemak dan kandungan gizi yang tinggi, sesuai dengan kebutuhan orang Jepang yang waktu bekerjanya panjang.

Apakah Anda berani menyantapnya? Pasalnya, mata ikan tuna ini dimakan mentah-mentah! Tapi, ada juga kok restoran yang menyediakan menu mata ikan tuna rebus. Walaupun terlihat mengerikan, mata ikan tuna rasanya tidak aneh, kok. Kenyal-kenyal saja seperti cumi-cumi.

10. Tarantula Goreng: Kamboja

Tarantula Goreng

* sumber: www.theworldsbestever.com

Makanan paling ekstrim dan menjijikan yang terakhir adalah tarantula goreng. Anda yang takut pada laba-laba pasti ogah banget makan kuliner ekstrim yang satu ini. Tapi, jika Anda suka tantangan, boleh tuh pergi ke Kamboja untuk mencicipi tarantula gorengnya.

Sama seperti ulat mopane di Botswana, tarantula merupakan makanan khas masyarakat Skun, Provinsi Kampong Cham, Kamboja. Biasanya, tarantula dimasak dengan cara di-deep fried hingga kering. Untuk rasanya, menurut orang-orang yang telah mencoba, tarantula goreng terasa seperti kepiting kecil goreng.

Tapi, kini keberadaan tarantula sudah semakin jarang. Karena sudah terancam punah, tarantula goreng khas Kamboja ini jadi mahal harganya. Semua ini karena hutan tempat tinggal tarantula banyak yang diubah menjadi kebun mete. Hm.. kita seharusnya menjaga alam juga supaya tarantula tidak punah, ya.

Nah, itulah sepuluh makanan paling ekstrim dan menjijikan versi Bacaterus. Bagaimana, apakah sudah cukup ekstrim untuk Anda? Dari kesepuluh makanan di atas, mana yang membuat Anda tergiur untuk mencobanya?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *