Bacaterus / Makanan / 12 Makanan Khas Imlek yang Biasa Ada Saat Tahun Baru Cina

12 Makanan Khas Imlek yang Biasa Ada Saat Tahun Baru Cina

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Januari 2020

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Perayaan ini layaknya perayaan keagamaan lain yang ada di Indonesia. Maka seperti layaknya Lebaran atau Natal, saat perayaan Imlek pun ada hidangan khusus yang hanya disajikan di saat momen tersebut.

Mungkin kamu sudah kenal dengan keranjang. Namun kue itu bukan satu-satunya sajian khas Imlek. Mau tahu makanan apa saja yang biasanya tersaji saat perayaan Imlek? Artikel ini akan membahas mengenai beberapa hidangan tersebut. Yuk, simak ulasannya berikut.

1. Ikan Bandeng Jumbo

Ikan Bandeng Jumbo (Copy)

Ikan bandeng jumbo sering disajikan dalam bentuk digoreng atau direbus, Ikan ini dipercaya dapat memberikan keberuntungan dalam usaha bisnis bagi mereka yang mengkonsumsinya. Hidangan ikan ini diolah dengan cermat agar ikan tidak rusak bentuknya.

Biasanya hidangan ikan utuh ini disajikan dengan saus asam manis. Hidangan ini bisa disajikan untuk  dua hingga tiga orang, sedangkan keberuntungan tambahan adalah bonus.

2. Kuaci Biji Bunga Matahari Putih

Kuaci Biji Bunga Matahari Putih (Copy)

Sepertinya camilan ini sudah sering dikonsumsi banyak orang, terutama anak-anak. Kuaci biji bunga matahari biasanya dikonsumsi saat santai bersama teman atau keluarga. Siapa sangka ternyata di Indonesia biji bunga matahari ini juga adalah makanan khas masyarakat keturunan. Jenis snack yang disajikan cukup unik, yaitu biji bunga matahari putih.

Apa kamu tahu apa arti kuaci biji bunga matahari putih di perayaan Tahun Baru Imlek? Makanan ringan ini disimbolkan sebagai harapan untuk kesuburan serta melahirkan keturunan di tahun baru. Ternyata makanan ringan yang kita anggap biasa saja itu memiliki arti khusus bagi masyarakat Tionghoa. 

3. Hidangan Babi

Hidangan Babi (Copy)

Perayaan Tahun Baru Imlek tak akan lengkap tanpa adanya makanan khas Cina ini tersaji di meja makan, yaitu, hidangan daging babi. Umumnya beragam hidangan yang diisi dengan daging babi dikonsumsi bersama keluarga besar. Babi disamakan sebagai pembawa keberuntungan karena hewan ini seperti tas yang dapat menampung kekayaan.

Di Indonesia, bahan dasar makanan khas Cina biasanya dimasak menjadi beragam jenis makanan, dari mulai daging babi panggang hingga isian pangsit. Babi juga mempunyai arti lain bukan hanya sebagai hewan pembawa keberuntungan. Babi melambangkan sifat malas, jadi dengan mengkonsumsi daging babi di Tahun Baru Imlek, dipercaya akan menghilangkan kemalasan di tahun baru. 

4. Siu Mie

Siu Mie (Copy)

Sepertinya mie merupakan hidangan yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah masyarakat Cina. Makanan ini merupakan salah satu makanan khas Cina di Indonesia. Mengkonsumsi hidangan mie merupakan kewajiban bagi mereka yang merayakan Tahun Baru Imlek. Mie yang bentuknya panjang melambangkan harapan untuk bisa memiliki umur panjang di masa depan.

Selama perayaan Tahun Baru Imlek, Siu Mie disajikan disajikan berbeda dengan hari biasa. Siu Mie dihidangkan bersama dengan beragam bahan pelengkap seperti jamur, kubis, udang, mustard, kerang dan masih banyak lagi.

Biasanya, sebelum makan mie, mereka akan memulai dengan doa dengan berbagai harapan untuk memasuki tahun baru. Uniknya, saat mereka makan mie ini, mereka dilarang untuk menghancurkan mie sebelum semua mie benar-benar masuk ke mulut karena jika rusak, itu berarti keberuntungan mereka tidak akan mulus selama setahun.

5. Jeruk Mandarin

Jeruk Mandarin (Copy)

Jeruk Mandarin biasa dikonsumsi sehari-hari atau pada acara pesta atau perayaan. Namun di Indonesia jeruk Mandarin juga adalah salah satu makanan khas Cina. Umumnya buah jeruk digunakan ketika perayaan Tahun Baru Imlek adalah jeruk Mandarin yang masih memiliki batang dan daun.

Adapun nama jeruk ini dalam bahasa Mandarin adalah “chi zhe”, chi artinya keberuntungan dan zhe artinya buah. Jadi jeruk Mandarin dikenal sebagai buah pembawa keberuntungan. Warna oranye pada jeruk ini juga melambangkan emas yang berarti keberuntungan dan dalam bentuk uang.

Dulu, jeruk Mandarin umumnya hanya disajikan untuk para pejabat tinggi. Pada Tahun Baru Imlek, keluarga akan memberikan buah ini pada anak-anak dengan harapan keberuntungan akan terus bertambah.

6. Lumpia (Chun Juan)

Lumpia (Chun Juan) (Copy)

Spring roll atau lumpia merupakan hidangan dim sum Kanton yang namanya berasal dari Festival Musim Semi. Warna keemasan dari lumpia goreng melambangkan batang emas, yang berarti kekayaan. Biasanya, lumpia akan diisi daging atau isian lain yang manis.

7. Nasi manis (Tang yuan)

Nasi manis (Tang yuan) (Copy)

Tangyuan merupakan salah satu hidangan penutup khas Cina yang dibuat dari bola ketan yang direbus kemudian disajikan bersama dengan saus manis. Nama “tangyuan” merupakan metafora untuk reuni keluarga. Makanan ini dihidangkan ketika dalam acara keluarga, yaitu saat semua anggota keluarga berkumpul dan makan bersama.

Kata tangyuan dalam bahasa Indonesia disebut juga wedang ronde. Wedang ronde merupakan adaptasi lokal dari tangyuan yaitu berupa sup yang dibuat dari air jahe panas dan disajikan dengan kacang goreng, irisan roti, dan kolang-kaling. Tangyuan di Pulau Bangka disebut juga dengan nama “siet yen” dan dibuat dari ketan atau ubi dan dihidangkan bersama gula kelapa atau jahe parut.

8. Nian Gao

Nian Gao (Copy)

Kue keranjang atau Nian Gao merupakan makanan yang dibuat dari ketan dan tepung ketan. Hidangan ini mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket. Nian Gao dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama Kue Keranjang. Kue ini merupakan salah satu makanan khas masyarakat Cina yang umumnya disajikan saat merayakan Tahun Baru Imlek.

Biasanya kue Keranjang digunakan sebagai bagian dari persembahan pada upacara doa kepada leluhur yang dilakukan tujuh hari sebelum perayaan Tahun Baru Imlek dan pada malam Tahun Baru Imlek. Karena kue ini merupakan bagian dari persembahan, umumnya kue ini tidak dimakan sampai malam ke-15, yaitu sesudah Tahun Baru Imlek atau yang umumnya disebut Cap Go Meh.

Kata “Nian” dalam bahasa Cina artinya “tahun” dan kata “Gao” artinya kue. Nian Gao sering diatur tinggi menjulang dan di bagian atas, ukuran kuenya semakin kecil. Ini artinya peningkatan kekayaan. Zaman dahulu, jumlah atau tinggi keranjang kue keranjang ini digunakan sebagai penanda kemakmuran pemilik rumah.

9. Lapis Legit

Lapis Legit (Copy)

Dalam bahasa Belanda lapis legit disebut “spekkoek”. Ini adalah kue tradisional Indonesia yang pertama kali dikembangkan pada masa kolonial Belanda. Kue manis ini dibuat  dengan menggunakan berbagai rempah seperti kayu manis, bunga pala, kapulaga, adas manis, dan cengkeh. Aroma pedas ini menjadikan lapis legit sangat disukai oleh penduduk Eropa di masa lalu.

Di Indonesia, kue lapis legit identik dengan kue perayaan seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru Imlek. Orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia percaya bahwa hidangan ini merupakan simbol rezeki yang yang masuk terus-menerus dan berlapis-lapis sehingga layak untuk dihidangkan saat Tahun Baru Imlek.

10. Kotak Kemakmuran Segi Delapan

Kotak Kemakmuran Segi Delapan (Copy)

Dalam tradisi Cina, angka delapan dipercaya mewakili keberuntungan. Itu karena angka delapan memiliki suaranya (“ba”) itu mirip dengan kata fortune (“fa”). Itulah mengapa Kotak Kemakmuran selalu dibagi menjadi delapan bagian.

Tiap bagian diisi dengan suguhan manis yang mempunyai beragam makna. Namun secara keseluruhan, hidangan ini dimaksudkan untuk membawa kebahagiaan dan kekayaan bagi keluarga yang mendapatkannya. 

11. Yusheng

Yusheng (Copy)

Sajian ini disebut sebagai salad kemakmuran. Yusheng merupakan hidangan yang dibuat dari sayuran yang diparut, seperti lobak, jahe, wortel parut, irisan bawang serta kacang yang ditumbuk, ikan mentah, dan sebagai tambahan, cuka manis ditambahkan untuk mengikat rasa. Makanan ini juga baik untuk kesehatan dan diyakini membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

12. Kue Mangkok Merah

Kue Mangkok Merah (Copy)

Bagi masyarkat keturunan Tionghoa, kue Mangkok Merah ini dianggap unik. Makanan ini dibuat untuk merayakan tradisi Tahun Baru Imlek. Kue kukus ini bentuknya menyerupai cupcake dan mempunyai rasa manis dengan warna merah cerah.

Bagian atas kue terbuka layaknya bunga mekar. Di Indonesia, makanan ini harus tersaji di Tahun Baru Imlek karena kue ini dipercaya membawa keberuntungan menjelang tahun yang akan datang.

Itulah beberapa jenis makanan yang bisa kamu temui di rumah-rumah penduduk yang merayakan Tahun Baru Imlek. Makanan khas Imlek ini beberapa bisa kamu temukan dijual di toko-toko atau swalayan.

Jadi bagi kamu yang tak merayakannya pun bisa ikut mencicipi. Apa kamu pernah mencicipi salah satu jenis hidangan khas Imlek ini? Makanan apa yang biasanya kamu makan?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *