Bacaterus / Fakta Ikan / 8 Jenis Makanan Ikan Gurame Biar Cepat Besar dan Dipanen

8 Jenis Makanan Ikan Gurame Biar Cepat Besar dan Dipanen

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ikan gurami atau gurame merupakan salah satu jens ikan yang di Indonesia banyak diminati dan jadi favorit masyarakat untuk dikonsumsi. Kalau kamu masuk ke restoran-restoran, ikan ini bahkan menjadi menu favorit dan dijual dengan harga yang lumayan mahal. Ikan gurame di beberapa daerah menjadi menu saat perayaan pernikahan atau khitanan.

Di Indonesia kebutuhan ikan gurame tergolong lumayan tinggi. Biasanya permintaan ikan gurame datang dari supermarket, restoran, rumah makan, warung makan, bahkan juga kebutuhan rumah tangga. Karena itu usaha budidaya atau pembesaran ikan gurame dianggap menguntungkan.

Sekilas tentang Ikan Gurame

Sekilas tentang Ikan Gurame

* sumber: dayaternak.com

Ikan gurame adalah jenis ikan omnivora atau ikan pemakan segala. Jadi tak akan mengherankan jika kamu mendapati ikan ini makan binatang kecil ataupun dedaunan yang dimasukkan ke dalam kolam. Pada umumnya ikan gurame memiliki ukuran 30 – 60 cm untuk usia dewasa, bahkan bisa juga lebih.

Waktu Panen Ikan Gurame

Waktu Panen Ikan Gurame

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Umumnya ikan gurame baru bisa dipanen sekitar 8 hingga 11 bulan. Untuk ukuran ikan pangan, masa panen ikan gurame ini memang cukup lama. Namu kalau dilihat dari harga ikan gurame di pasaran, waktu yang dihabiskan ini sebanding dengan harganya.

Biasanya ikan gurame dipanen ketika ikan sudah mencapai berat sekitar 1 kg atau kurang. Supaya bisa mendapatkan berat yang diinginkan, maka penting untuk memperhatikan asupan nutrisinya. Jika makanan sudah tepat maka ikan akan cepat besar, yang tentu akan memotong waktu panen.

Dengan waktu panen yang lebih singkat, ikan gurame akan dipanen lebih cepat. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan ikan gurame biar cepat besar dan dipanen.

Baca juga: 10 Olahan Ikan Gurame Paling Terkenal di Indonesia

Makanan Ikan Gurame Biar Cepat Besar

Ada delapan jenis makanan yang bias membantu tumbuh kembang ikan gurami. Semua makanan ini mengandung protein yang mampu membuat ikan gurami bertambah jadi besar dan sehat. Berikut ke delapan jenis makanannya:

1. Maggot

Maggot

* sumber: paktanidigital.com

Maggot merupakan larva lalat. Larva ini dikembangbiakkan dari percampuran antara ampas tahu dengan ikan kering. Protein yang terkandung pada maggot mencapai sekitar 44%. Hasil perpaduan ampas tahu dengan ikan kering akan menarik datangnya lalat Black Fly Soldier.

Campuran bahan ini harus difermentasikan dahulu sebelum bisa menghasilkan larva lalat Black Fly Soldier. Setelah itu tunggu sampai lalat datang menghampiri dan bertelur di media tersebut. Setelah sepekan kemudian barulah maggot bisa dipanen.

1 kg campuran ampas tahu dan ikan kering bisa menghasilkan 180 gr maggot. Dengan demikian, dibutuhkan media sekitar 5,56 kg untuk mendapatkan 1 kg maggot. Diperlukan biaya Rp 3.336 untuk membuat maggot. Ini berarti dari biaya penggunaan pelet, kamu dapat menekan biaya sampai 48%.

2. Daun Sente

Daun Sente

* sumber: diskan.tabanankab.go.id

Cara lain untuk menekan biaya pemeliharaan ikan gurame, yaitu dengan menggunakan daun sebagai makanan tambahan. Karena gurame bersifat omnivora, maka daun-daunan bisa kamu tambahkan pada pakan ikan.  Kamu dapat menambahkan daun-daunan yang tumbuh sekitar kolam seperti daun sente.

Gurame umumnya identik dengan daun sente. Tanaman sente selalu ada dekat dengan kolam gurame. Para pembudidaya ikan gurame percaya kalau senten atau Alokasia macrorrhizos merupakan pakan wajib gurame. Bentuk daun sente memiliki kemiripan dengan daun talas.

Daunnya mempunyai ciri menonjol, yakni berbentuk tegak lurus dengan tangkainya. Sente, daunnya cukup digemari ikan gurame. Hal yang umum dilakukan oleh para pembudidaya sebelum menebar benih gurame adalah menanam  sente 2-3 bulan sebelumnya.

Daun kerabat keladi ini adalah pakan utama gurame. Dalam pembesaran gurame, para pembudidaya gurame mewajibkan sente untuk menjadi pakan utama. Berdasarkan sumber yang mereka dapatkan, daun sente memiliki serat yang banyak yang bisa memperlancar proses pencernaan gurame.

Selain itu, dalam sente terkandung  senyawa saponin, polifenol, dan flavonoid yang terdapat pada daun dan tangkai sente. Kandungan senyawa tersebut bisa membantu meningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, khususnya penyakit mata belo dan bisul.

Sebaiknya ketika memberi sente dipisah antara daun dengan tangkainya. Daun sente bisa langsung diberikan kepada ikan. Pemberian tangkai diiris tipis terlebih dahulu agar tangkai bisa seluruhnya dikonsumsi oleh gurame karena cara makan gurame dengan menyabik makanannya.

3. Daun Pepaya

Daun Pepaya

* sumber: www.klikdokter.com

Pepaya merupakan tanaman asli tropis dan sub tropis Amerika. Tanaman ini menyebar ke seluruh penjuru dunia hingga ke Indonesia. Daun merupakan bagian dari pepaya yang dimanfaatkan menjadi makanan ikan gurame.

Daun pepaya memiliki kandungan zat antibakteri, contohnya senyawa flavonoid, tocophenol, dan alkaloid carpain. Pada umur 3,5 bulan, daun pepaya sudah bisa dipetik. Ini sesuai dengan pertumbuhan ikan gurame yang telah memiliki ukuran 3,5 cm.

Selembar daun pepaya bisa dimakan oleh 50 ikan gurame. Untuk mencukupi pemberian makanan dengan daun pepaya, cobalah untuk menanam pohon pepaya di sekitar kolam.

Selain daun pepaya, gurame juga memakan daun ungugа, daun singkong, kangkung, daun pisang, caisin, genjer selada air, dan daun daun lamtoro. Penting untuk diketahui bahwa daun yang mengandung getah terlebih dahulu harus dilayukan sebelum diberikan kepada ikan gurame.

4. Ampas Tahu

Ampas Tahu

* sumber: www.bebeja.com

Ampas tahu yang merupakan limbah pembuatan tahu bisa menjadi makanan alternatif untuk gurame. Dalam ampas tahu terkandung protein 33-42% serta kadar lemak 18-22% yang bisa membantu pertumbuhan ikan gurame.

Jumlah protein yang terkandung dalam ampas tahu berbeda-beda bergantung dari proses pembuatannya. Untuk tahu yang dibuat secara tradisional menghasilkan ampas tahu yang mengandung protein yang lebih tinggi daripada tahu yang dibuat secara mekanis.

5. Bekicot

Bekicot

* sumber: www.akuatik.id

Bekicot juga bisa dijadikan pakan untuk ikan gurame. Biasanya makanan yang satu ini tidak sulit untuk didapatkan, terutama di daerah pedesaan. Pada kenyataannya bekicot ini memang bisa menjadi salah atu sumber protein untuk ikan Gurame.

Kandungan protein pada bekicot bisa mencapai hingga 60 %. Ini sama dengan kandungan protein pada tepung ikan. Selain itu, bekicot juga mengandung lemak serta asam-asam lemak yang diperlukan oleh ikan sebagai sumber energi. Biasanya kandungan lemak bekicot mencapai sekitar 6 %.

Sebaiknya sebelum kamu memanfaatkan hewan ini, bekicot harus dikeluarkan dahulu dari cangkang atau rumahnya. Cara sederhana untuk mengeluarkan bekicot adalah dengan memecah “rumahnya” kemudian mengambil dagingnya.

Cara lainnya bisa dengan merebusnya dalam air selama 15 sampai 20 menit. Sesudahnya bekicot dipotong-potong kemudian dimasukkan ke dalam gilingan daging.

6. Jagung Rebus

Jagung Rebus

* sumber: mommyasia.id

Diketahui dapat mempercepat kematangan ‘gonade’ hingga bisa mempersingkat waktu pemijahan, jagung rebus digunakan makanan ikan gurame biar cepat besar. Adapun jagung yang diberikan jumlahnya adalah 3% -5% dari berat tubuh indukan.

Umumnya telur matang pada usia usia 45-60 hari akan dipercepat menjadi 25-30 hari. Untuk memberikan jagung pada ikan gurame, tempatkan jagung di atas anyaman bambu dengan ukuran 0,5 x 0,5 meter. Jagung tersebut akan tenggelam kira-kira 15 cm dengan jarak 0,5 meter di tepi kolam.

Penempatan jagung rebus  ini juga tidak boleh asal-asalan. Kamu perlu mengetahui titik tempat ikan gurame banyak berkumpul.

7. Dedak Bekatul

Dedak Bekatul

* sumber: jualbekatulmurah.wordpress.com

Dedak bekatul juga bisa jadi pilihan untuk makanan ikan gurame. Dedak merupakan sisa penggilingan padi. Dedak merupakan lapisan bagian luar butir padi sedangkan bekatul merupakan lapisan bagian dalam butir padi. Jika dilihat dari teksturnya, dibanding dedak biasa, dedak bekatul lebih halus.

Dedak padi biasa masih memiliki kulit-kulit padi, sementara dedak bekatul bersih dari kulit padi. Dedak bekatul kalau direndam di air akan tenggelam sepenuhnya atau tidak memiliki kotoran-kotoran yang mengapung di permukaan air.

Sementara biasanya dedak padi ketika direndam masih memiliki kotoran kulit-kulit padi di permukaan air. Umumnya dedak bekatul digunakan sebagai bahan makanan untuk unggas. Sampai akhirnya diketahui bahwa dedak bekatul bisa digunakan sebagai bahan makanan ikan gurame biar cepat besar.

8. Pelet

Pelet

Terdapat dua jenis pelet, yakni pelet apung dan tenggelam. Umumnya pelet apung diberikan pada ikan yang sering memakan makanan di permukaan air, contohnya ikan gurame. Sementara pelet tenggelam diberikan pada ikan yang hidup di dasar perairan dan badan air, contohnya kakap dan kerapu.

Karena pelet sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan gurame maka kandungan nutrisinya penting untuk diperhatikan. Tak hanya itu, tidak boleh memilih ukuran pelet sembarangan. Ukuran pelet harus disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut dari ikan gurame yang dipelihara.

Pelet dapat diberikan 2 hari sekali di pagi dan sore hari. Jumlahnya sekitar 8% dari berat benih ikan gurame. Seiring dengan bertambahnya berat ikan, jumlah pakan yang diberikan pun akan semakin  berkurang sampai hanya 2% dari berat ikan gurame.

Sekarang kamu tak perlu pusing-pusing lagi mencari makanan ikan gurame biar cepat besar. Ada beragam makanan yang tersedia. Untuk menghemat biaya, kamu bisa memilih pakan alternatif yang tetap baik untuk pertumbuhan gurame yang kamu budidayakan. Sukses dengan budidaya ikan guramemu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *