Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Januari 2019

Indonesia merupakan negeri impian. Batang atau daun yang ditanam di tanah saja bisa menjadi tumbuhan. Itulah yang orang-orang katakan tentang Indonesia. Karena beriklim tropis, memang banyak sekali jenis tumbuhan yang bisa hidup di negara kita tercinta ini, termasuk tanaman yang bermanfaat sebagai obat.

Anda mungkin tahu kalau di Indonesia ada banyak obat tradisional. Apalagi jika Anda masih memiliki orang tua atau kakek dan nenek yang merasakan bagaimana hidup di Indonesia pada zaman dulu, mereka pasti tahu resep untuk membuat ramuan tradisional dari berbagai macam tanaman obat.

Pada kesempatan ini, Bacaterus mau membahas macam-macam tanaman obat yang dapat mengobati penyakit dalam maupun luar. Bahkan ada juga yang bisa bermanfaat untuk kecantikan. Daripada sedikit sakit terus minum obat yang sudah pasti mengandung bahan kimia, lebih baik obati penyakit Anda dengan cara herbal. Berikut adalah 10 macam tanaman obat dan manfaatnya.

10 Tanaman Obat yang Ada di Indonesia

1. Temulawak

Temulawak macam tanaman obat

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tanaman asli Indonesia, lebih tepatnya dari pulau Jawa. Memang, Indonesia ini kerajaannya rempah-rempah. Sekarang temulawak sudah dibudidayakan hingga Asia Tenggara, Asia Timur, Eropa, dan Amerika karena orang-orang sudah tahu khasiatnya yang berlimpah.

Di daerah Jawa dan dikenal secara luas di Indonesia, nama tanaman ini adalah temulawak. Tapi, di daerah lain tanaman ini punya nama tersendiri, seperti koneng gede di tanah Sunda dan temu labak di Madura. Temulawak dapat tumbuh dengan mudah di dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut.

Temulawak berbentuk seperti tanaman berbatang semu lainnya, batangnya lunak berwarna hijau atau kecoklatan. Tinggi batangnya sekitar 1 sampai kurang dari 2 meter. Tunas batangnya akan membentuk seperti daun yang saling tumpang tindih berwarna keunguan, jika dari jauh akan terlihat seperti bunga. Tapi, bukan bagian ini yang biasa dimanfaatkan, karena temulawak itu merupakan rimpang (akar) dari tumbuhannya.

Temulawak biasa dijadikan jamu godog khas Jawa. Temulawak mengandung 60% zat tepung, 2% kurkumin, 2% minyak asiri yang dipercaya dapat meningkatkan kinerja ginjal dan sebagai anti inflamasi. Temulawak juga bermanfaat sebagai anti kolesterol, antioksidan, anti kanker, antimikroba, penyembuh anemia, peningkat nafsu makan, hingga penghilang jerawat untuk masalah kulit.

Ingat, temulawak berbeda dengan kunyit, ya! Walaupun sama-sama berwarna kuning-oranye, warna temulawak cenderung lebih pudar dan ada guratan hitam di kulit luarnya. Lalu dari segi rasa, temulawak itu agak pahit, sedangkan kunyit ada manis-manisnya. Jadi, hati-hati saat membeli temulawak di pasar, ya, takutnya Anda malah keliru dengan kunyit. Hihi.

2. Kumis Kucing

Kumis Kucing

Macam tanaman obat yang selanjutnya adalah kumis kucing. Bukan kumis dari hewan kucing, ya, tapi tanaman yang bernama ilmiah Orthosiphon aristatus ini punya bentuk mirip kumis kucing. Sama seperti temulawak, kumis kucing juga merupakan tanaman obat asli Indonesia. Bagi orang yang tidak tahu, tanaman ini dipuja karena kecantikan bunganya. Padahal si bunga berwarna putih yang cantik ini banyak khasiatnya, loh.

Kumis kucing dikenal sebagai tanaman obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yang paling terkenal adalah sebagai penyembuh kencing batu, karena tanaman ini berfungsi untuk melancarkan saluran kemih. Selain itu, tanaman kumis kucing juga bisa mengobati batuk, diabetes, rematik, asam urat, hingga hipertensi.

3. Daun Jarak

Daun Jarak

Daun jarak sudah dikenal sejak dulu sebagai obat herbal. Bahkan tanaman ini dikategorikan sebagai apotek hidup (tanaman yang berkhasiat sebagai obat). Khasiat daun jarak adalah sebagai penyembuh masalah kulit, seperti gatal-gatal, jamur, luka berdarah, luka bengkak, hingga penyakit dalam seperti rematik dan perut kembung. Tak hanya daunnya, buah dan biji jarak juga bisa mengobati berbagai penyakit.

4. Akar Alang-alang

Akar Alang-alang

Sempat di-mention dalam iklan salah satu produk penyegar panas dalam, akar alang-alang semakin familiar di telinga masyarakat Indonesia. Tapi, tahukah Anda kalau akar alang-alang merupakan musuhnya orang-orang yang bekerja di bidang pertanian? Soalnya tumbuhan ini merupakan gulma alias tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Karena dianggap sebagai hama, para petani pun tak segan mencabut hingga memusnahkan akar alang-alang menggunakan zat kimia. Akan tetapi, ternyata tumbuhan yang pada mulanya dibenci ini memiliki banyak manfaat, seperti obat panas dalam, menghentikan mimisan, obat kencing batu, mengatasi keputihan untuk wanita, hingga mengobati sakit ginjal.

5. Bunga Kenop

Bunga Kenop

Anda mungkin sering melihat bunga berwarna ungu ini sebagai tanaman hias di depan rumah. Di balik kecantikannya, bunga kenop ternyata mengandung sejuta manfaat. Tumbuhan yang berasal dari Asia dan Amerika ini dapat membuat tidur lebih nyenyak, mengobati demam, sakit kepala, disentri (radang usus), radang mata, batuk, hingga asma.

6. Akar Wangi

Akar Wangi

Sama seperti akar alang-alang, akar wangi juga termasuk salah satu macam tanaman obat. Jika akar alang-alang tadinya dibenci para petani, akar wangi ini justru sengaja diburu karena merupakan bahan baku untuk membuat wewangian. Akar ini menjadi wangi karena ada kandungan zat atsiri di dalamnya.

Sebenarnya tidak hanya akarnya saja, batang tumbuhan ini juga bermanfaat sebagai obat. Akar dan batangnya bisa mengobati rematik, pegal linu, demam, bau mulut, bau badan, obat luka, mengobati batu ginjal, hingga mengatasi ketombe dan kutu, serta dijadikan parfum alami.

7. Daun Dewa

Daun Dewa

Dewanya macam-macam tanaman obat, nih! Daun dewa merupakan tanaman apotek hidup yang tumbuh di daerah dengan ketinggian 200 hingga 800 m di atas permukaan laut. Di daerah Jawa, orang menyebut daun dewa sebagai sabung nyowo (daun penyambung nyawa).

Daun ini memang benar-benar penyambung nyawa. Pasalnya, daun ini berkhasiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, wasir, diabetes mellitus, pendarahan, penetral racun, mengobati luka memar, hingga mencegah dan mengatasi kanker.

8. Ciplukan

Ciplukan

Anda pernah makan buah yang lucu dan menggemaskan ini? Ciplukan (Physalis angulata) adalah buah yang tumbuh liar dan mudah ditemukan di mana-mana pada sekitar tahun 1990-an. Sempat dinyinyiri orang-orang karena dianggap tidak bermanfaat, kini ciplukan berubah menjadi incaran setelah diketahui manfaatnya buat kesehatan tubuh.

Harga ciplukan pun naik drastis, yang asalnya gratis (karena tumbuh liar), kini kalau Anda mau membelinya maka harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu/kg atau sekitar Rp 10.000/buah. Harga yang fantastis, bukan? Harga sebanding dengan manfaat, kok. Buah ini dinyatakan mampu mengatasi asma, kencing manis, paru-paru, sakit tenggorokan, hingga kanker payudara.

9. Daun Cincau

Daun Cincau

Siapa suka es cincau? Anak-anak zaman now mungkin lebih tahu cincau sebagai dessert kekiniaan asal Taiwan yang pakai es serut, mochi, dan aneka topping itu, loh. Cincau juga sering dijadikan topping bubble tea dan minuman kekinian lainnya. Tapi, kira-kira mereka tahu tidak, ya, kalau cincau itu berasal dari daun berwarna hijau yang lebar dan keras ini?

Daun cincau mudah ditemukan di mana-mana. Sejak dulu orang-orang mengolah daun ini menjadi cincau atau pun cendol sebagai minuman segar. Tapi, ternyata daun cincau punya berbagai macam manfaat di balik kesegarannya, yaitu bisa mengobati demam, diabetes mellitus, radang lambung, hingga tifus.

10. Belimbing Wuluh

Belimbing Wuluh

* sumber: botanicalgrowersnetwork.net

Macam tanaman obat yang terakhir adalah belimbing wuluh. Anda pasti tahunya belimbing ini dijadikan sebagai bumbu, rujak, atau dibuat menjadi sayur. Buah mungil yang rasanya asam sekali ini punya fungsi lain, loh, yaitu sebagai obat herbal.

Tidak hanya buahnya saja sebenarnya, daun dan batang tumbuhan ini bisa berguna sebagai obat juga. Gusi berdarah, gondongan, sariawan, pegel linu, hingga rematik, dan sakit gigi bisa sirna dengan mengonsumsi belimbing wuluh. Ingin tahu cara mengolah tumbuhan ini? Baca di artikel mengolah belimbing wuluh.

Selesai sudah pembahasan Bacaterus tentang 10 macam tanaman obat yang ada di Indonesia. Tumbuhan-tumbuhan ini gampang ditemukan dan harganya juga relatif terjangkau. Anda tahu tanaman obat lainnya? Beri tahu pembaca lainnya dengan meninggalkan jejak di kolom komentar, ya.