Bacaterus / Tepung / Suka Buat Kue? Yuk Ketahui Dulu Macam-Macam Tepung Ini

Suka Buat Kue? Yuk Ketahui Dulu Macam-Macam Tepung Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2019

Saat ini kita bisa mendapatkan banyak macam tepung di pasaran, mulai dari tepung berbahan dasar gandum maupun non-gandum seperti tepung beras dan tepung jagung. Tepung-tepung tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda sehingga penggunaannya pun tidak sama.

Selama ini mungkin kita hanya mengenal beberapa jenis tepung saja, semisal tepung terigu, tepung beras, dan tepung tapioka. Padahal, ada banyak jenis tepung di dunia ini yang digunakan untuk membuat berbagai makanan. Tepung yang terbuat dari gandum saja banyak jenisnya. Penasaran, kan? Yuk, langsung cek saja bahasannya di bawah.

Tepung Terigu/Tepung Gandum

Tepung terigu adalah jenis tepung yang paling umum ditemukan. Tepung terigu berasal dari gandum yang digiling halus yang merupakan bahan dasar pembuatan kue, mi, dan roti. Selain beras, terigu adalah sumber karbohidrat lain yang sering kita konsumsi sehari-hari, terutama saat sarapan.

Tepung gandum olahan umumnya diperkaya dengan tiamin, riboflavin, niasin dan zat besi, dan kuat di asam folat. Sedangkan tepung gandum murni secara alami mengandung vitamin B dan zat besi, di samping selenium, kalium dan magnesium. Mereka juga merupakan sumber serat yang baik,  tetapi tepung gandum murni mungkin tidak diperkaya dengan asam folat.

Tepung terigu memiliki kategori yang luas. Tepung terigu dari gandum keras yang cocok untuk membuat roti memiliki kandungan protein yang tinggi, termasuk gluten yang membuat adonan lengket, elastis, serta mampu menahan gelembung udara yang dibentuk oleh agen ragi saat adonan berkembang.

Lain lagi dengan tepung terigu dari gandum lunak yang memiliki lebih sedikit protein dan kurang elastis, sehingga lebih baik digunakan untuk kue dan kue kering yang lembut. Berikut ini adalah jenis-jenis tepung terigu yang perlu kamu ketahui.

1. Tepung Terigu Serbaguna

 

Tepung terigu serbaguna adalah campuran dari gandum keras bergluten tinggi dan gandum lembut bergluten rendah. Kandungan protein pada tepung serbaguna tergolong sedang, yaitu antara 8-10% saja. Seperti namanya, tepung serbaguna dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan seperti bolu, pancake, donat, kue-kue tradisional seperti kue cubit, bolu kukus, dan lain-lain. Beberapa produk tepung serbaguna dilengkapi dengan nutrisi lain seperti kalsium dan Vitamin A atau D.

2. 100% Tepung Terigu / Tepung Gandum Utuh

 

Tepung terigu yang ini terbuat dari biji gandum merah yang dikuliti (wheatberries) yang memiliki lebih banyak serat dan nutrisi lainnya. Tepung ini biasanya digunakan sebagai pengganti tepung serbaguna. Dalam membuat roti yang lebih padat atau makanan yang dipanggang, tepung ini sering dicampur dengan tepung serbaguna untuk menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan lebih baik. Sayangnya tepung terigu ini memiliki masa simpan yang lebih pendek dari tepung serbaguna.

3. Tepung Terigu Putih

 

 

Tepung terigu putih terbuat dari gandum putih keras di mana dedak, benih, dan endosperma semuanya digiling untuk menghasilkan tepung terigu 100% lainnya. Tepung terigu putih memiliki nilai gizi yang sama persis dengan tepung terigu, tetapi karena variasi yang digunakan, tepung terigu putih memiliki rasa yang lebih ringan dan warna lebih putih.

4. Tepung yang Mengembang Sendiri / Self-Rising Flour

Ini adalah tepung terigu serbaguna yang sudah memiliki bahan pengembang di dalamnya seperti soda kue. Bahan tambahan lain pada tepung ini adalah garam. Dengan menggunakan Self-Rising Flour, kita tidak perlu lagi menambahkan bahan pengembang ke dalam adonan. Bahan pengembang pada tepung ini tidak akan bertahan lama sehingga harus segera digunakan setelah kemasan dibuka. Jadi, jangan menyimpan produk ini terlalu lama ya.

5. Tepung Kue atau Pastry

Ini merupakan tepung bertekstur halus yang terbuat dari gandum lunak dan biasa digunakan untuk kue dan kue kering atau pastry. Tepung kue dan tepung pastry memiliki kandungan protein yang jauh lebih sedikit dan menghasilkan lebih sedikit gluten. Tepung kue umumnya memiliki kandungan protein yang lebih sedikit daripada tepung pastry, tetapi tidak terlalu banyak.

6. Tepung Roti

Tepung roti terbuat dari gandum keras dan sedikit tepung barley. Tepung roti memiliki kandungan protein lebih tinggi dan karenanya menghasilkan lebih banyak gluten. Hal ini membuat tepung roti sempurna untuk adonan pizza, roti, dan resep lainnya yang membutuhkan sedikit lebih banyak elastisitas dan kohesi. Tepung roti ini berbeda dengan tepung roti yang terbuat dari roti tawar yang dikeringkan ya.

7. Tepung Gluten

Tepung gluten terbuat dari gandum keras dengan sebagian besar pati dihilangkan. Kandungan protein (gluten) yang secara signifikan lebih tinggi daripada tepung serbaguna dapat meningkatkan kekuatan adonan. Tepung gluten dapat dicampur dengan tepung bergluten rendah untuk membuat roti.

8. Tepung Semolina

Tepung semolina adalah tepung terigu durum keras yang umumnya digiling kasar. Tepung dengan kandungan gluten tinggi ini umumnya digunakan untuk membuat pasta, couscous, gnocchi, dan puding. Varietas gandum atau biji-bijian yang digiling kasar lainnya juga dapat disebut semolina, seperti semolina jagung (grits) dan semolina beras.

Tepung Non-Gandum

Selain terbuat dari gandum, ternyata tepung juga bisa berasal dari tumbuhan-tumbuhan lainnya seperti beras, jagung, kedelai, barley, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah sebagian jenis tepung non-gandum yang mudah didapatkan di pasaran.

1. Tepung Barley/Jelai

* sumber: www.eatrightbasket.com

Tepung barley terbuat dari jelai yang digiling. Ini adalah alternatif yang populer untuk tepung terigu karena, tidak seperti kebanyakan tepung non-gandum lainnya, tepung barley mengandung beberapa gluten. Tepung barley atau tepung jelas cocok digunakan sebagai pengental dalam sup, semur, saus dan kuah.

2. Tepung Beras Putih

Terbuat dari beras putih yang ditumbuk atau digiling, tepung ini sebagian besar digunakan dalam makanan yang dipanggang seperti kulit pie dan cookies. Tepung beras tidak mengandung gluten sehingga bisa dijadikan sebagai pengganti tepung gandum bagi penderita intoleransi gluten. Tepung beras putih juga dipakai untuk bikin bihun, bakmi, aneka jajanan, dan lain sebagainya.

3. Tepung Jagung

Tepung Jagung

Tepung jagung terbuat dari endosprema kernel jagung utuh yang digiling. Tepung jagung umumnya berwarna kuning dan putih dan digunakan untuk breading dan dalam kombinasi dengan tepung lainnya dalam makanan yang dipanggang. Tepung jagung (corn flour) digiling dari seluruh kernel, sedangkan kanji dari tepung jagung (cornstarch atau maizena) diperoleh dari bagian endosperma dari kernel.

4. Tepung Kedelai

Terbuat dari kedelai giling, tepung kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi dengan karbohidrat yang lebih rendah daripada tepung serbaguna. Tepung kedelai bisa digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam roti dan biskuit yang dibuat dalam waktu singkat (gunakan 1 bagian tepung kedelai untuk 3 bagian tepung serbaguna).

5. Tepung Singkong dan Tepung Tapioka

Tepung singkong berasal dari umbi singkong yang telah dikeringkan kemudian digiling dan diayak yang kemudian akan menghasilkan butiran-butiran kasar. Sedangkan tepung tapioka berasal dari sari pati yang diekstrak dengan air dari umbi singkong yang kemudian disaring untuk diambil endapannya. Selanjutnya endapan tersebut dikeringkan dan dihaluskan. Tepung tapioka biasanya digunakan sebagai campuran dalam pembuatan bakso, siomay, atau kue basah.

Nah, itulah beberapa macam tepung baik yang terbuat dari gandum maupun non-gandum. Tepung non-gandum lainnya yang biasa ada di pasaran Indonesia adalah tepung ketan, tepung sagu, tepung beras merah, tepung hunkwe, dan tepung umbi-umbian lainnya seperti ubi jalar dan kentang. Semua produk-produk ini bisa dibeli dengan mudah di Bukalapak melalui link ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar