Ditulis oleh - Diperbaharui 12 April 2019

Sosis adalah makanan yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Makanan ini mudah sekali untuk dihidangkan dan digemari tidak hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa. Hidangan yang berisi daging cincang ini juga terdapat di beberapa negara, contohnya Italia, Spanyol, bahkan Afrika.

Nah, untuk mengenal lebih dalam sejarah sosis dan jenis-jenisnya, Bacaterus sudah merangkum lengkap informasinya khusus untuk kamu. Yuk, disimak, ya!

Asal Usul Sosis

Asal Usul Sosis

Sejarah keberadaan sosis dimulai hampir 2.000 tahun yang lalu. Saat itu di Eropa dan bahkan di Cina orang-orang mengasinkan, mengasapi, menumbuk daging dan kemudian daging tersebut dimasukkan ke dalam selubung usus binatang untuk disimpan dan dikonsumsi. Semenjak itu, sosis telah berkembang sebagai hidangan daging muncul di seluruh dunia.

Sosis juga muncul di beberapa festival makanan yang diadakan di Inggris, Prancis dan Jerman. Berdasarkan sejarah sosis yang paling pertama dibuat sekitar 589 SM di Cina. Daging yang digunakan adalah daging domba dan kambing. Kemudian orang Eropa mengikuti membuat sosis tetapi dengan menggunakan daging babi, anak sapi, dan sapi.

Cara Pembuatan Sosis

Cara Pembuatan Sosis

* sumber: farmviewmarket.com

Pembuatan sosis dilakukan dengan menggiling daging yang dicampur dengan lemak, garam, dan bumbu lainnya. Beberapa menambahkan bahan pengawet dan atau fillers (semacam bahan tambahan untuk sosis atau hamburger). Campuran daging dan bahan lainnya ini biasanya dimasukkan ke dalam selubung.

Namun, selain dimasukkan ke dalam selubung, ada juga beberapa sosis segar dijual dalam bentuk yang besar atau dibuat menjadi patty. Sosis tidak dibuat dalam bentuk dan cara pembuatan yang sama.

Sosis dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori:

  • Sosis segar: sosis ini dibuat dengan cara digiling, tetapi sebelum disajikan dimasak terlebih dahulu. Sosis ini tidak dimasukkan ke dalam selubung seperti sosis tradisional pada umumnya.
  • Sosis dimasak kemudian sosis asap ditambahkan curing (bahan tambahan seperti gula, garam, nitrit atau nitrat untuk mengawetkan sosis, rasa juga warna, dan selanjutnya sosis diasap.
  • Sosis semi-kering dibuat dengan menghilangkan sebagian saja kelembaban sehingga tidak dikategorikan sebagai sosis kering.
  • Sosis kering menghilangkan 60% kelembaban dari daging. Sebagian besar sosis kering digolongkan sebagai “sosis Italia.”

Jenis-Jenis Sosis

1. Chorizo

Chorizo

* sumber: www.theaccidentalbutcher.com

Istilah chorizo ​ berasal dari Semenanjung Iberia yang mencakup beberapa jenis sosis babi. Umumnya, chorizo ​​dibungkus dalam selubung alami yang terbuat dari usus, yaitu metode yang telah digunakan sejak zaman Romawi.

Sosis yang berasal dari Spanyo ini harus dimasak sebelum makan. Chorizo ​​Spanyol dan Chouriço Portugis memiliki ciri khas smokiness dan warna merah tuanya dari paprika kering berwarna merah.

Cara memakan Chorizo ​​dapat diiris dan dimasukkan dalam sandwich, dipanggang, digoreng, atau direbus dalam cairan, termasuk sari apel atau minuman beralkohol yang beraroma kuat lainnya seperti aguardiente. Selain itu, sosis ini bisa juga digunakan sebagai pengganti sebagian daging sapi atau babi.

2. Bologna

Bologna

* sumber: www.pinterest.com

Terkadang dikenal dengan nama Baloney, Bologna berasal dari Italia, tetapi Amerika kemudian mewarisi sosis ini dan menjadikannya salah satu menu makan siang favorit negara ini. Sedangkan yang asli dari Italia, atau dikenal juga dengan nama Mortadella, berisi potongan besar lemak yang terlihat jelas.

Sementara sosis bologna Amerika umumnya menggunakan daging babi, tetapi bisa juga daging ayam, sapi muda, daging sapi kalkun, atau daging lainnya, yang digiling dengan sangat halus sehingga potongan lemak, lemak babi atau rempah-rempahnya tak terlihat oleh mata Alih-alih itu tampak hampir seperti ham merah muda yang seragam dan halus.

3. Bratwurst

Bratwurst

* sumber: siegis.com

Sosis yang berasal dari Jerman ini dibuat dari campuran daging sapi muda, sapi, atau babi, dan dibawa oleh imigran Jerman ke Amerika Serikat dahulu kala. Sekarang ini, bratwurst sering dinikmati dalam barbecue Amerika dan sangat disukai karena rasanya yang unik berkat bumbu seperti pala dan sage.

Wisconsin, sebuah daerah di Amerika yang terkenal dengan beer brats-nya yang memasak sosis dengan cara direbus dalam bir sebelum dipanggang. Brats selalu dijual segar, tidak ditambah bahan lain atau diasap.

4. Lukanka

Lukanka

* sumber: www.turbosquid.com

Lukanka adalah salami asal Bulgaria yang terkadang dibuat pedas yang menjadi keunikan dalam masakan Bulgaria. Sosis ini mirip dengan sujuk, tetapi seringkali lukanka memiliki rasa yang lebih kuat.

Lukanka adalah jenis sosis semi kering. Sosis ini memiliki bentuk silinder pipih, dan bagian dalamnya berwarna merah kecokelatan. Pada kulit biasanya ditutupi dengan jamur putih. Campuran antara potongan-potongan daging yang berukuran kecil dan lemak membuat bagian dalamnya menjadi struktur yang kasar.

Umumnya, salami lukanka dibuat dari campuran daging babi, sapi muda, dan rempah-rempah, seperti jintan, lada hitam, dan garam, dicincang bersama-sama dan dimasukkan ke dalam usus sapi panjang yang kering sebagai selubungnya. Setelah diisi, salami berbentuk silindris tersebut digantung hingga kering selama sekitar 40 hingga 50 hari di tempat yang berventilasi baik.

Dalam proses pengeringan, daging salami ditekan agar bisa mendapatkan bentuk rata yang khas. Biasanya lukanka dijadikan sebagai hidangan pembuka atau starter dengan cara diiris halus dan disajikan dingin.

Kualitas rasa lukanka dipengaruhi oleh karakteristik alami dari daerah tempat sosis tersebut  diproduksi, dan dibuat  di bawah pengaruh mikroflora khas dari lingkungan geografis setempat. Beberapa daerah di Bulgaria terkenal akan produksi lukanka-nya.

Tempat-tempat yang terkenal akan lukanka-nya sebagian besar berada di Bulgaria tengah, di kaki pegunungan Balkan, terutama wilayah Smyadovo, Panagyurishte, dan Karlovo. Karlovska lukanka sudah dipatenkan oleh kantor Paten Republik Bulgaria khusus untuk lukanka dari wilayah Karlovo.

Sedangkan Lukanka panagyurska dari Panagyurishte telah memperoleh denominasi tradisional yang dijamin khusus di seluruh Uni Eropa.

5. Sundae

Sundae

Sundae yang dalam tulisan romawi ditulis soondae adalah sosis  yang berasal dari Korea. Sosis ini adalah hidangan Korea yang umumnya dibuat dengan merebus atau mengukus usus sapi atau babi yang dicampur dengan berbagai bahan. Sundae semacam sosis darah dan dipercaya sudah menjadi konsumsi orang Korea sejak dulu kala.

Resep pembuatan sundae dapat ditemukan di buku masak Joseon yang diterbitkan pada abad ke-19 seperti “Gyuhap chongseo” dan “Siuijeonseo”. Sundae juga dapat dibuat dengan makanan laut menjadi ojing-eo sundae atau sundae cumi-cumi dan myeongtae sundae atau sundae ikan pollock Alaska.

Jenis sundae yang paling umum dibuat dari usus babi yang diisi dengan dangmyeon atau mie kaca yang terbuat dari pati ubi jalar, barley, dan darah babi. Ada juga beberapa jenis yang mengandung daun perilla, daun bawang,  doenjang pasta atau kedelai fermentasi, beras ketan, kimchi, dan kecambah.

Sundae adalah jajanan pinggir jalan yang populer di Korea Utara dan Korea Selatan. Di Seoul, ada sebuah lingkungan yang disebut Kota Sundae di daerah Sillim-dong, yang memiliki banyak restoran yang spesialisasinya adalah sundae.

Biasanya orang Korea Selatan memakan sundae dengan saus tteokbokki. Banyak restoran memiliki item menu yang disebut “tteok-twi-sun” yang isinya adalah tteokbokki, kentang goreng, dan sundae.

6. Merguez

Merguez

* sumber: www.culinarypen.com

Merguez adalah sosis dari Afrika Utara yang tiba di Amerika Serikat melalui Perancis. Biasanya merquez dibuat dari daging kambing. Rasa sosis ini pedas berkat penambahan saus harissa, paprika, jintan dan rempah-rempah lainnya.

Sering disajikan sebagai jajanan pinggir jalan di tempat-tempat seperti Tunisia, merquez memiliki warna merah menyala dan panjang, bentuk ramping, dan rasanya enak. Umumnya dibuat dengan cara dipanggang dan disajikan dengan kentang goreng, sandwich, atau hidangan Afrika Utara seperti tagine.

7. Pepperoni

Pepperoni

* sumber: www.eatthismuch.com

Salami asal Amerika ini sering dibuat dari daging babi dan sapi. Pepperoni memiliki warna merah cerah, dengan rasa daging asap yang agak pedas. Salami ini bisa digunakan dalam hidangan salad dan meat platters, tetapi paling terkenal  digunakan sebagai topping pizza.

8. Salami

Salami

Salami adalah jenis cured sosis atau sosis yang dicampur dengan bahan lain yang terdiri dari daging fermentasi dan air-dried-meat atau daging yang dikeringkan di cuaca yang kering dan panas, biasanya berupa daging sapi atau babi.

Menurut sejarahnya, salami sangat populer di kalangan petani Eropa selatan dan tengah karena sosis ini disimpan pada suhu kamar hingga 40 hari setelah dipotong, menambah persediaan daging segar yang sedikit atau tidak konsisten.

Sosis memang sangat digemari banyak orang karena rasanya yang nikmat juga mudah cara penyajiannya. Dari semua jenis sosis yang disebutkan tadi, sosis dari negara mana yang paling sering Anda dengar? Cari tahu juga merk sosis terbaik sebelum membeli dengan membaca artikel merk sosis paling enak ini.

[sharethis-inline-buttons]