Bacaterus / Tanaman / 8 Macam Pupuk Organik yang Digunakan dalam Pertanian

8 Macam Pupuk Organik yang Digunakan dalam Pertanian

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari materi makhluk hidup, contohnya pelapukan sisa -sisa hewan, manusia, dan tanaman. Bentuk pupuk organik bisa cair atau padat. Tujuan penggunaan pupuk organik adalah untuk memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia tanah.

Pupuk organik lebih banyak kandungan bahan organik dibandingkan kadar haranya. Sumber bahan organik bisa pupuk hijau, kompos, pupuk kandang juga sisa panen (seperti jerami, tongkol jagung, brangkasan, sabut kelapa, dan bagas tebu), limbah ternak, dan limbah kota (sampah).

Fungsi Pupuk

Fungsi Pupuk

* sumber: ulyadays.com

Fungsi pupuk umumnya sebagai sumber zat hara untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman serta perbaikan struktur tanah. Dengan memberikan pupuk pada media tanam, kadar hara dan kesuburannya bisa meningkat.

Kegiatan pertanian yang dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan tanah menjadi kehilangan unsur haranya. Oleh karena itu, agar media tanam kembali memiliki unsur hara dan subur dilakukanlah pemberian pupuk.

Jenis Pupuk

Jenis Pupuk

* sumber: blog.ub.ac.id

Umumnya terdapat dua golongan jenis pupuk, yakni pupuk organik serta pupuk anorganik. Selain itu, pupuk juga bisa digolongkan menurut kandungan, cara penggunaannya, bentuk fisik, serta cara pelepasan unsur haranya. Yang akan dibahas kali ini adalah salah satu pupuk yang berdasarkan bahan, yaitu pupuk organik. Berikut ini jenis-jenis pupuk organik yang bisa ditemukan di pasaran.

Jenis-Jenis Pupuk Organik

Ada beberapa jenis pupuk organik yang biasa digunakan oleh para petani di lapangan. Pupuk ini secara umum dibedakan menurut bentuk dan bahan penyusunnya. Dari segi bentuk ada pupuk organik cair dan padat. Sementara dari segi bahan penyusun ada pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk kompos.

1. Pupuk Hijau

Pupuk Hijau

* sumber: www.jurnalasia.com

Pupuk hijau adalah jenis pupuk organik yang bersumber dari pelapukan tanaman, bisa tanaman sisa panen ataupun tanaman secara khusus ditanam dengan tujuan untuk diambil hijauannya. Jenis tanaman yang dapat digunakan untuk jadi pupuk hijau, seperti azola (tanaman air) dan jenis kacang-kacangan.

Alasan pemilihan tanaman ini karena tanaman ini mempunyai kandungan unsur haranya tinggi dan bisa dengan cepat terurai dalam tanah. Cara penggunaan pupuk hijau bisa secara langsung ditanamkan ke dalam tanah atau dibuat kompos terlebih dahulu.

Para petani biasa menanam tanaman kacang-kacangan di lahan tegalan atau juga lahan kering. Contoh ki hujan yang ditanam sebagai pagar kebun. Pada waktu tertentu, tanaman pagar itu akan dipangkas dengan tujuan untuk diambil hijauannya.

Hijauan yang berasal dari tanaman jenis kacang-kacangan dapat dengan langsung digunakan sebagai pupuk pada tanah. Sedangkan di lahan sawah, umumnya pupuk hijau yang digunakan para petani berasal dari tanaman air (azolla).

Azolla adalah tanaman pakis air banyak ditemui tumbuh liar di sawah. Tanaman air ini tumbuh di tempat yang banyak mengandung air. Azolla merupakan jenis pupuk hijau yang bisa digunakan sebagai pupuk secara langsung dengan cara dibenamkan ke dalam tanah ketika mengolah tanah.

2. Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik Cair

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Pupuk organik tak hanya berbentuk padat, ada juga pupuk organik yang berbentuk cair. Bahan pupuk ini bisa berasal dari urin ternak atau juga bahan-bahan organik yang telah melalui proses fermentasi, contohnya buah-buahan busuk serta bahan pupuk organik lainnya.

Biasanya pupuk organik cair dipakai sebagai pelengkap. Cara penggunaannya dengan disemprotkan pada daun atau bisa juga disiramkan ke permukaan tanah dekat tanaman. Bahan baku pembuatan pupuk cair organik umumnya sama dengan pupuk organik bentuk padat.

Hanya saja jenis pupuk ini ditambahkan air melalui  proses perendaman juga beberapa proses lainnya, sehingga dihasilkanlah pupuk cair. Jenis pupuk organik cari disukai karena penggunaannya praktis dan mudah.

3. Pupuk Kompos

Pupuk Kompos

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Pupuk Kompos terbuat dari sisa bahan organik yang asalnya dari hewan, tanaman, serta limbah organik yang sudah mengalami proses fermentasi atau dekomposisi.  Jerami, tanaman pisang, sekam padi, sayuran busuk, gulma, sabut kelapa, sisa tanaman jagung banyak digunakan untuk pupuk kompos.

Sedangkan bahan dari ternak yang paling banyak digunakan untuk pembuatan pupuk kompos adalah urin, cairan biogas kotoran ternak, dan pakan ternak yang terbuang. Azolla, ganggang biru, eceng gondok, dan gulma air adalah tanaman air yang paling banyak digunakan untuk pupuk kompos.

Adapun kegunaan pupuk kompos, di antaranya untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya tahan serta daya serap air, menambah dan mengaktifkan unsur hara, memperkuat zat hara pada tanah berpasir, serta memperbaiki drainase juga pori – pori dalam tanah.

Cara penggunaan pupuk kompos yaitu dengan disebarkan di sekeliling tanaman. Pupuk kompos yang bisa digunakan adalah yang telah matang. Tandanya yaitu penurunan temperatur kompos.

Baca juga: 10 Jenis Tanah yang Punya Peran Penting dalam Kehidupan Kita

4. Pupuk Kandang

Pupuk Kandang

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Pupuk kandang merupakan pupuk yang bahannya dari kotoran hewan, contohnya sapi, kambing, unggas, dan kerbau. Umumnya pupuk kandang dibedakan menurut kotoran hewan yang kencing (kambing, sapi, dan kerbau) dan tidak kencing (jenis unggas contohnya bebek, ayam, dan itik).

kotoran hewan yang kencing karakteristiknya yaitu waktu penguraiannya relatif lebih lama, kaya akan fosfor dan kalium, tapi kandungan nitrogen lebih rendah. Tanaman yang cocok menggunakan pupuk kandang jenis ini adalah kacang-kacangan, mentimun, dan tanaman buah.

Sementara kotoran hewan yang tidak kencing karakteristiknya yaitu waktu penguraiannya lebih cepat, kurang kaya fosfor dan kalium, tapi kandungan nitrogen tinggi. Sayuran seperti bayam, kangkung, dan selada adalah jenis pupuk kandang jenis ini.

Karena tersedia banyak serta proses pembuatannya mudah, pupuk kandang banyak digunakan sebagai pupuk dasar tanaman. Proses pembuatan Pupuk kandang tidak yang panjang seperti kompos. Sebelum diaplikasikan ke lahan, cukup diamkan kotoran hewan hingga keadaannya kering juga matang.

5. Pupuk Serasah

Pupuk Serasah

* sumber: msg3organic.co.id

Jenis pupuk alami ini bernama pupuk serasah. Pupuk ini mempunyai senyawa berbasis karbon yang berasal dari limbah organik nabati seperti sabut rumput, kelapa, dan jerami. Karena pupuk ini disimpan di atas permukaan tanah maka pupuk serasah disebut juga sebagai pupuk penutup tanah.

Tak hanya membantu menyuburkan tanah, pupuk serasah juga memiliki manfaat yang lain, yaitu untuk menjaga kelembapan serta tekstur tanah supaya tetap baik. Pupuk ini juga mencegah penyakit pada tanaman yang diakibatkan oleh air hujan.

6. Humus

Humus

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Merupakan material organik, humus terbuat dari proses pelapukan ranting pohon ataupun daun-daun yang membusuk, yang mengalami dekomposisi, hingga akhirnya mengubah humus jadi bunga tanah lalu berubah jadi tanah.

Pupuk organik yang satu ini bahan berasal dari ranting atau daun pohon yang berjatuhan, industri makanan, limbah peternakan dan pertanian, kulit kayu, agroindustri, serbuk gergaji, kepingan kayu, sampah rumah tangga, endapan kotoran, juga limbah-limbah padat perkotaan.

Humus adalah sumber makanan bagi tanaman. Selain itu, humus juga memiliki peran yang baik bagi berperan baik untuk pembentukan juga menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga memiliki peran dalam pengikatan bahan kimia toksik yang berada dalam tanah dan air.

Tak hanya itu, humus juga bisa membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, menaikkan aerasi tanah, dan mencegah penggerusan tanah. Humus merupakan kandungan utama kompos. Penggunaan humus sama dengan penggunaan kompos.

7. Pupuk Hayati

Pupuk Hayati

* sumber: pupukhayatimaxigrow.weebly.com

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Pupuk hayati terdiri dari organisme hidup yang mempunyai kemampuan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk ini juga menghasilkan nutrisi penting untuk tanaman. Pupuk ini sebenarnya digolongkan sebagai pembenah tanah tapi di lapangan sering kali dianggap sebagai pupuk organik

Berbeda dari pupuk organik biasa yang bisa meningkatkan kesuburan tanah juga menyediakan nutrisi untuk tanaman secara langsung, pupuk hayati organik menyediakan nutrisi melalui proses gradual secara alami. Jadi, siklus penyuburan tanah akan berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan.

Pembuatan pupuk hayati yakni dengan melakukan pengisolasian bakteri-bakteri tertentu, di antaranya Azotobacter choococum yang memiliki fungsi untuk mengikat unsur N, Bacillus mucilaginous yang dapat melarutkan unsur K, serta Bacillus megaterium bakteri yang bisa melarutkan unsur P.

8. Pupuk Guano

Pupuk Guano

* sumber: pupukhayatimaxigrow.weebly.com

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Guano merujuk pada tinja burung laut. Guano dikumpulkan oleh Bangsa Inka dari pesisir Peru untuk menyuburkan tanah. Pupuk guano adalah efektif digunakan untuk menyuburkan tanah ataupun mesiu. Hal itu karena, pupuk ini mempunyai  kandungan fosfor serta nitrogennya tinggi.

Superfosfat yang terbuat dari guano digunakan untuk pemupukan atas atau top dressing. Untuk tanah yang kekurangan zat organik bisa dibuat lebih produktif dengan tambahan pupuk ini. Guano memiliki kandungan asam urat, amonia, asam karbonat, asam oksalat, asam fosfat, dan garam tanah.

Itulah jenis-jenis pupuk organik yang biasa digunakan dalam pertanian. Bagi kamu yang gemar bercocok tanam dan tak ingin menggunakan pupuk non organik, jenis-jenis pupuk yang telah dijelaskan di atas bisa menjadi pilihanmu. Selamat bercocok tanam.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *