bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Penuh Keistimewaan! 10 Macam Puasa dalam Ajaran Islam

Penuh Keistimewaan! 10 Macam Puasa dalam Ajaran Islam

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 31 Maret 2021

Puasa adalah salah satu ibadah yang biasa dikerjakan oleh umat Muslim yang ada di dunia. Dalam Islam sendiri terdapat berbagai macam jenis puasa, mulai dari puasa wajib puasa sunnah, puasa makruh, dan puasa haram. Selain memiliki banyak manfaat bagi tubuh, puasa juga memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Umat Islam sendiri kerap mengerjakan puasa-puasa tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri. Lala, puasa apa saja yang biasa dikerjakan oleh umat Islam di dunia? Yuk, simak semua informasi mengenai hal tersebut dalam artikel yang telah Bacaterus rangkum di bawah. Berikut dalam ulasannya.

1. Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan puasa wajib yang harus dikerjakan oleh umat Muslim yang telah baligh atau telah memasuki usia dewasa. Puasa Ramadhan dikerjakan pada bulan Ramadan selama 30 hari berturut-turut oleh umat Muslim yang ada di seluruh dunia. Bulan Ramadhan sendiri adalah bulan yang cukup dinantikan oleh umat Islam.

Bulan Ramadan adalah bulan istimewa, dimana pada bulan ini ampunan serta keberkahan hidup akan diberikan pada mereka yang menjalankan puasa dengan mengharapkan pahala dan ridha Allah SWT. Puasa Ramadan sendiri merupakan pelaksanaan dari rukun Islam yang keempat. Meninggalkan puasa Ramadhan secara sengaja termasuk dalam perbuatan dosa.

2. Puasa Senin Kamis

Puasa sunah Senin Kamis adalah puasa sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa ini biasa dikerjakan pada hari Senin dan Kamis setiap minggu. Puasa Senin Kamis sendiri merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki berbagai keutamaan. Selain memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT, puasa Senin Kamis juga memiliki manfaat kesehatan.

Nah, beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang mengerjakan puasa Senin Kamis antara lain seperti menurunkan berat badan, menahan hawa nafsu, serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

3. Puasa Daud

Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang biasa dikerjakan oleh umat Islam selanjutnya. Puasa ini sangat dianjurkan, terutama bagi umat muslim yang memiliki masalah kesehatan. Puasa Daud sendiri merupakan puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud AS. Jika puasa Senin Kamis hanya dikerjakan pada hari Senin dan Kamis saja, maka puasa ini dikerjakan dengan cara satu hari puasa dan satu hari tidak.

Puasa Daud diketahui dapat memberi manfaat bagi kesehatan, mulai dari menguatkan fisik, mengeluarkan racun dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu kita tetap konsisten dan Istiqomah dalam menjalankan ibadah.

4. Puasa Kifarat

Berikutnya adalah puasa Kifarat atau puasa denda. Puasa ini wajib dikerjakan untuk menggantikan denda atas pelanggaran syariat yang telah dilakukan. Puasa ini bertujuan untuk menghapus dosa dan mendapat ampunan dari Allah SWT. Puasa Kifarat sendiri hukumnya adalah wajib, dan berdosa bila tidak dilaksanakan.

Nah, beberapa contoh pelanggaran yang harus mengerjakan puasa Kifarat antara lain, yaitu orang yang tidak bisa menahan dari hingga berhubungan intim pada siang hari pada bulan Ramadhan, orang yang melanggar sumpah, orang yang membunuh binatang pada saat Ihram, atau seseorang yang membunuh seorang Muslim dengan tanpa sengaja.

5. Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang biasa dikerjakan pada bulan Syawal sebanyak enam hari setelah hari raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 hingga 7 Syawal. Tata cara pelaksanaan puasa ini bisa dengan selama enam hari berturut-turut atau melompat-lompat asalkan masih berada di bulan Syawal.

Sama seperti puasa-puasa yang telah dijelaskan di atas, puasa Syawal juga memiliki banyak keutamaan. Seseorang yang mengerjakan puasa Syawal disebut seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.

Hal tersebut sesuai dengan sebuah Hadits Riwayat Muslim nomor 1164 yang berbunyi "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh."

Baca juga: Mengenal Metode Hisab dan Rukyat, Penentu Dimulainya Puasa

6. Puasa Arrafah

Puasa Arrafah adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arrafah dilakukan sehari sebelum hari raya Idul Adha. Nah, mereka yang melaksanakan ibadah Haji sangat dianjurkan untuk mengerjakan puasa ini karena keutamaan yang dimilikinya. Puasa Arafah adalah puasa sunnah Muakkadah yang memiliki nilai pahala cukup besar.

Puasa sunah ini memiliki keistimewaan, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Hal itu sesuai dengan hadis nabi yang diriwayatkan Muslim, dimana saat Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda "Puasa Arrafah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang”.

7. Puasa Awal Dzulhijjah

Selain puasa Arrafah, puasa yang juga seeing dilakukan oleh umat Islam adalah puasa di awal bulan Dzulhijjah. Puasa ini biasa dikerjakan pada 1-7 Dzulhijjah setiap tahun. Namun, ada pula orang yang mengerjakannya puasa ini hingga sepuluh hari berturut-turut. Puasa yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dapat menjauhkan orang yang mengerjakannya dari siksa api neraka.

Anjuran berpuasa di awal bulan sendiri telah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari yang amal salehnya paling disukai oleh Allah SWT daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah".

8. Puasa Muharram

Puasa Muharram atau lebih dikenal dengan puasa Asyuara, adalah puasa sunnah yang biasa dikerjakan pada bulan Muharram. Hadis yang menerangkan keutamaan puasa ini antara lain yang diriwayatkan dari Muslim. "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam".

Umat Islam memang cukup beruntung karena Allah SWT telah memberikan banyak jalan setiap hambanya untuk meraih ridho dan kasih sayangnya. Salah satunya adalah dengan mengerjakan puasa Muharram.

9. Puasa Syaban

Puasa Syaban adalah puasa sunnah muakkadah yang dikerjakan di bulan Syaban. Pada bulan ini, Nabi Muhammad banyak melakukan puasa sunah dibandingkan dengan bulan lain. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dimana dalam hadis tersebut menyebutkan bahwa Aisyah tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sunnah sebanyak di bulan Syaban.

Puasa Syaban sendiri bisa dilakukan pada hari-hari biasa selama bulan Syaban. Umat Islam sendiri kerap mengerjakan puasa ini sebagai persiapan untuk menjalankan puasa 30 hari pada bulan Ramadhan.

10. Puasa Nazar

Puasa selanjutnya yang biasa dikerjakan umat Islam adalah puasa Nazar. Hukum puasa ini adalah wajib. Puasa Nazar sendiri biasanya dikerjakan oleh Muslim untuk memenuhi janjinya pada Allah SWT. Sesuai dengan namanya, yaitu Nazar yang berarti janji. Puasa ini pun wajib dilaksanakan oleh orang yang bernazar dan berdosa jika tidak dilaksanakan.

Salah satu contohnya adalah apabila seseorang yang sedang mengharapkan bertemu jodoh atau kesembuhan atas penyakitnya, kemudian berdoa dan berjanji akan berpuasa bila bertemu jodoh atau sembuh dari penyakitnya. Ia pun harus memenuhi janjinya dengan berpuasa sebanyak yang ia Nazarkan pada saat memohon pada Allah SWT.

Nah, itulah 10 macam-macam puasa dalam ajaran Islam yang berhasil Bacaterus bahas untuk kamu. Selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, puasa juga dapat meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri pada sang pencipta. Apakah kamu kamu siap untuk memulai berpuasa? Tulis komentar di bawah, ya!

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram