Bacaterus / FYI / 10 Macam Pembangkit Listrik yang Banyak Digunakan di Dunia

10 Macam Pembangkit Listrik yang Banyak Digunakan di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di era modern seperti sekarang, keberadaan listrik merupakan hal yang sangat penting. Banyaknya kegiatan yang bergantung pada listrik menjadi alasannya. Dari mulai penerangan, pekerjaan sampai alat-alat rumah tangga seperti mesin cuci, kompor dan setrika bergantung pada ketersediaan listrik.

Untuk bisa memproduksi listrik, dibutuhkan pembangkit listrik. Seiring perkembangan zaman, semakin banyak sumber energi  yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik. Kita mungkin akan sangat kesulitan kalau hidup tanpa listrik. Nah, bagaimana listrik dihasilkan? Inilah 10 macam pembangkit listrik yang mesti kamu tahu.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan aliran air sebagai penggerak turbin pada generator. Pergerakan air digunakan untuk mengubah energi kinetik supaya menghasilkan energi murni yang ramah lingkungan sekaligus hemat dan dapat diperbarui. Waduk, sungai dan bendungan merupakan tempat dibangunnya PLTA.

Ada dua macam PLTA yaitu berdasarkan ketinggian dan arus. PLTA berdasarkan ketinggian menggunakan tenaga dari air yang berasal dari ketinggian, contohnya adalah dari air terjun. Sementara PLTA berdasarkan arus lebih menggunakan arus secara alami atau pompa. Di Indonesia, sudah ada 20-an PLTA. Sedangkan di dunia, Cina menjadi negara terbanyak yang mempunyai PLTA.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan uap untuk menghasilkan listrik. PLTU menggunakan energi uap hasil pompa air dalam pipa yang bersatu dengan minyak dan batu bara. Hasil pemanasan akan dibakar dan disemprot menjadi energi uap yang menggerakkan turbin pada generator mesin.

Dibanding dengan pembangkit listrik tenaga lain, PLTU merupakan yang paling nggak ramah lingkungan. Uap yang dihasilkan dari mesinnya akan sangat berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya. Indonesia sudah banyak menggunakan PLTU dan yang terbesar adalah PLTU Jawa 7 yang menopang listrik untuk dua pulau, Jawa dan Bali.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah pembangkit listrik yang memerlukan tenaga surya untuk diubah menjadi energi listrik. PLTS bekerja dengan cara menggunakan panel surya untuk menyimpan energi panas ke dalam baterai. Energi listrik yang dihasilkan di dalam baterai dapat digunakan apabila dibutuhkan atau dengan kata lain, sebagai energi cadangan di waktu tertentu.

PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang ramah lingkungan dengan menggunakan sumber energi murni alami. Pembangkit listrik ini banyak digunakan di perumahan-perumahan komersil. Saat ini juga sudah banyak rumah yang memanfaatkan PLTS atap karena mempunyai keuntungan yaitu membuat tagihan listrik menjadi lebih hemat.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan gas sebagai bahan untuk menggerakan turbin utama. Bahan bakar gas, minyak atau batu bara merupakan sumber energinya. Bahan bakar itu akan terbakar dengan gas yang kemudian dapat menggerakan turbin generator.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) banyak menggunakan PLTG sebagai penunjang listrik di tanah air. Kemudahan dan kecepatan dalam proses pengaktifan membuatnya menjadi pilihan utama yang dapat diatur sedemikian rupa ketika terjadi gangguan kekurangan daya. PLTG menimbulkan kebisingan dari mesinnya sehingga harus dibangun jauh dari kota.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan panas uap bumi sebagai penggerak turbin. Dari cara kerjanya, PLTP mempunyai cara yang sama dengan PLTU, yang berbeda adalah uap PLTP berasal langsung dari perut bumi. Oleh karena itu, PLTP biasanya dibangun di daerah pegunungan.

Dibandingkan dengan PLTU, PLTP mempunyai biaya operasional yang lebih rendah. Bahan bakar yang menjadi sumber penggerak turbin dalam PLTU nggak perlu dibeli untuk PLTP. Sementara itu kekurangannya adalah dibutuhkannya biaya lebih untuk eksplorasi dan pengeboran ke dalam perut bumi.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel merupakan pembangkit listrik yang menggunakan disel sebagai bahan dasarnya. Disel yang digunakan adalah solar. Pembangkit listrik jenis ini mempunyai kelemahan yaitu hanya bisa digunakan untuk kebutuhan listrik dalam jumlah yang kecil sehingga banyak digunakan untuk memenuhi pasokan listrik pedesaan.

Mesin diesel pada PLTD merupakan penggerak awal yang akan menghasilkan energi murni mekanis. Energi tersebut dimanfaatkan untuk menggerakkan motor generator yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Pada saat ini, PLTD sudah bisa diciptakan dengan menggunakan genset yang kerap digunakan untuk tetap menjadi sumber listrik ketika ada gangguan.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)

Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai wilayah perairan yang luas. Ombak di wilayah perairan itu bisa digunakan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO). Pergerakan ombak yang naik-turun mempunyai tekanan udara yang dapat menggerakan pembangkit sampai akhirnya diubah menjadi listrik.

PLTO merupakan jenis pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Nggak membutuhkan bahan bakar dan nggak menghasilkan limbah. Selain itu, ia juga mudah dioperasikan dan biaya perawatannya relatif rendah. Sedangkan kekurangannya adalah ketergantungannya pada ombak yang membuat kemungkinan energi yang dihasilkan fluktuatif.

8. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah pembangkit listrik yang energi utamanya berasal dari angin. Selain disebut dengan PLTB, ada juga yang menyebutnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Listrik pada pembangkit listrik jenis ini dibuat dengan mengubah rotasi dari pisau turbin dengan menggunakan generator listrik.

PLTB dapat digunakan sebagai penghasil listrik untuk skala besar dan juga untuk skala kecil seperti individu. Keunggulan PLTB adalah energi utamanya yang nggak terbatas yaitu angin. Selain itu, jenis pembangkit listrik ini juga ramah lingkungan dengan nggak menciptakan limbah dan mengurangi efek rumah kaca.

9. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

PLTSa merupakan pembangkit listrik thermal dengan uap dan berbahan bakar sampah atau gas sampah methan. Sampah atau gas sampah methan dibakar untuk menghasilkan panas berupa uap kompresi tinggi. Uap tersebut kemudian menggerakan turbin uap dan flywheel yang tersambung pada generator dinamo dengan perantara transmisi sehingga menciptakan listrik.

Keunggulan PLTSa adalah kemampuannya untuk mengubah sampah yang tadinya dianggap nggak berguna menjadi listrik yang dapat memberi manfaat pada banyak orang. Jenis pembangkit listrik ini sudah banyak digunakan sejak dahulu di kota-kota besar di Eropa dan Amerika. Selain bisa menghasilkan listrik, ia juga bisa mengurangi sampah secara signifikan.

10. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar dari reaktor nuklir. Secara sederhana, PLTN mengubah energi panas dari nuklir untuk menjadi energi listrik. Banyak yang menganggap PLTN nggak cocok untuk dibangun di Indonesia karena masalah lokasi Indonesia yang rawan bencana serta mahalnya uranium.

Pembelahan inti uranium dalam reaktor nuklir PLTN dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibanding dengan yang menggunakan bahan bakar seperti batu bara, minyak, gas dan yang sejenis. Kekurangannya adalah adanya limbah nuklir, kemungkinan akan terjadinya kecelakaan nuklir yang sangat berbahaya.

Setelah membaca artikel di atas, kamu jadi tahu dari mana saja listrik berasal. Kalau kamu punya informasi tambahan seputar pembangkit listrik, ada kolom komentar yang sudah disediakan ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *