bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Rumah / Inilah Macam-Macam Magnet yang Banyak Digunakan Saat Ini

Inilah Macam-Macam Magnet yang Banyak Digunakan Saat Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 April 2021

Ada berapa macam macam magnet yang Anda ketahui selama ini? Magnet berbentuk seperti tapal kuda atau magnet bar? Di kehidupan kita sehari-hari, beberapa benda elektronik membutuhkan magnet sebagai salah satu komponen utamanya. Salah satunya adalah TV tabung atau TV zaman dulu.

Selain magnet dalam tv tabung, benda bermagnet lainya yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah magnet tempel untuk lemari es. Magnet hiasan tersebut menggunakan ferrites magnets kelompok hard ferrites. Ia salah satu jenis magnet permanen yang sulit didemagnetisasi. Pensaran dengan macam macam magnet lainnya? Simak uraiannya berikut ini yuk!

Magnet Permanen

Magnet permanen memiliki persisten sendiri. Ia tidak membutuhkan bantuan atau tenaga dari luar untuk menghasilkan sebuah daya magnet. Selain itu, magnet permanen tidak mudah kehilangan daya magnetnya sebab mengandung unsur alami (rare earth) atau senyawa kimia.

Magnet permanen menghasilkan medan magnet; tidak hidup tidak juga mati seperti elektromagnet. Magnet jenis ini merupakan yang tertua dan masih banyak digunakan serta dibutuhkan bagi berbagai keperluan untuk kehidupan saat ini. Magnet permanen dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Magnetic Metallic Elements

Macam macam magnet, khususnya magnet permanen yang satu ini biasa ditemukan dalam biji besi, kobalt, nikel serta logam tanah jarang gadolinium dan dysprosium. Material yang memiliki spin electron tidak berpasangan, sebagian besar bersifat paramagnetic, sementara itu ketika spin berinteraksi satu sama lain sehingga sejajar  disebut feromagnetik.

Feromagnetik yang terbuat secara alami biasa digunakan sebagai bahan percobaan pertama untuk magnet. Berkat kemajuan teknologi magnet banyak diaplikasikan ke berbagai produk buatan manusia. Semuanya dibuat berdasarkan elemen magnet alami.

2. Neodymium Iron Boron (NdFeB)

Magnet permanen jenis ini tersusun dari material magnet rare earth. Ia biasanya memiliki gaya koersif yang tinggi. Rangkaian produk yang dimilikinya cukup tinggi yaitu hingga 50 MGOe. Oleh karena itu, biasanya produk tersebut dapat dibuat menjadi kecil dan compact.

Meski demikian, magnet NdFeB biasanya juga memiliki kekuatan mekanik yang cukup rendah. Ia cenderung rapuh serta memiliki ketahanan korosi yang rendah jika sengaja dibiarkan tanpa dilapisi. Akan tetapi, jika diolah bersama emas, lapisan nikel dan besi, magnet jenis ini bisa digunakan dalam banyak hal. Selain itu, magnet NdFeB juga merupakan magnet yang sangat kuat serta sulit didemagnetisasi.

3. Samarium Cobalt (SmCo)

Satu lagi jenis magnet permanen yang sangat kuat serta sulit didemagnetisasi, yaitu Samarium Cobalt atau SmCo. SmCo biasanya sangat tahan terhadap proses oksidasi serta suhu. Ia mampu bertahan di suhu hingga 300 derajat celcius.

Magnet SmCo dibedakan menjadi kelompok yang berbeda. Dua kelompok tersebut dibagi berdasarkan rentang energi produk. Kelompok yang pertama dari SmCo adalah Sm1Co5. Magnet jenis ini memiliki rentang produk energi sebesar 15 – 22 MGOe.

Sementara itu kelompok kedua dari magnet jenis ini bernama Sm2Co17. Ia memiliki rentang energi antara 22 – 30 MGOe. Informasi menarik lain dari magnet ini adalah ia memiliki kekuatan mekanik yang rendah tapi bisa sangat mahal.

4. Alnico

Jenis magnet permanen yang selanjutnya adalah Alnico. Sesuai inisial namanya, magnet ini tersusun dari Al (aluminium), ni (nikel) dan co (cobalt). Ketiga bahan tersebut biasanya ditambahkan dengan sejumlah kecil elemen lainnya guna menambah daya magnet.

Proses pembuatan Alnico yaitu dengan sintering dan casting. Magnet Alnico memiliki ketahanan terhadap korosi yang cukup baik serta sifat fisik yang lebih tahan banting dibandingkan ferit namun tidak terlalu terkenal dibanding metal. Selain itu, Alnico juga memiliki ketahanan suhu yang baik.

Sayangnya, magnet tipe ini mudah mengalami kerusakan pada medan magnet sehingga tak jarang pada beberapa aplikasi atau perangkat tertentu, ia kerap diganti dengan magnet keramik dan logam tanah jarang. Nama merek dagang untuk magnet ini adalah Alcomax, Columax, Hycomax, Ticonal dan Alni.

Baca juga: Anti Maling! 10 Jenis Gembok Ini Sulit untuk Dibobol

5. Injection-molded Magnets

Injection-molded Magnets dibuat dengan cara injeksi. Magnet jenis ini adalah gabungan dari berbagai jenis resin, bubuk magnet dan berbagai bahan lain yang tidak mengganggu proses injeksi. Pada dasarnya ia dibuat dari bubuk magnet padat yang dicampur berbagai bahan dasar polimer.

Sifat fisik dan magnetics properties yang dimilikinya bergantung dari bahan baku pembuatan. Memilih kombinasi yang tepat saat pembuatannya dapat berpengaruh pada ketahanan magnet, kekuatan, sifat magnetis hingga suhu pengoperasian maksimum.

Magnet jenis ini dapat dibentuk berbagai macam, mulai dari yang sederhana hingga sangat rumit. Secara umum, kekuatan magnet tipe ini lebih rendah dan sifat fisiknya tidak jauh beda dengan plastik.

6. Ceramic or Ferrite

Tersusun dari sintered iron oxide dan barium atau strontium karbonat, magnet permanen tipe ini biasanya lebih murah dan mudah untuk diproduksi. Entah melalui proses pengepresan atau sintering. Hasilnya magnet ini cenderung lebih rapuh dibandingkan magnet permanen lain.

Meski demikian, ceramic atau ferrite adalah jenis magnet permanen yang paling banyak digunakan. Alasannya karena magnet ini memiliki ketahanan yang kuat serta tidak mudah rusak atau demagnetize. Ia banyak digunakan dalam berbagai komponen listrik seperti antena radio AM portable.

7. Flexible Magnets

Magnet permanen lainnya berupa flexible magnets. Ia terbuat dari senyawa feromagnetik berkoersivitas tinggi yang dicampur dengan plastic binder. Magnet jenis ini diekstruksi sebagai lembaran yang disusun dengan kutub magnet berlawanan dan menghadap ke atas.

Flexible Magnets memiliki kekuatan magnet yang cenderung lebih rendah tetapi, sesuai namanya, ia bisa sangat fleksibel, bergantung bahan pengikat yang digunakan. Jika dilihat secara bentuk, magnet jenis ini tampak seperti selotip.

8. Single-molecule Magnets (SMMs)

Jenis magnet permanen selanjutnya adalah SMMs. Magnet jenis ini merupakan senyawa logam organik yang bersifat superparamagnetik ketika berada di blocking temperature tertentu pada molecular scale. SMMs menunjukkan hysteresis magnetik murni yang berasal dari molekul. Fakta ini berbeda dengan bulk magnet dan magnet berbasis molekul.

Istilah single-molecule magnet pertama kali digunakan pada tahun 1996 lalu. Sementara magnet pertama dari jenis ini dilaporkan sudah ada sejak 1991 dan dijuluki Mn12. Namun, sebuah percepatan di bidang penelitian menghasilkan peningkatan yang signifikan pada single molecule.

Magnet Temporer

Sebuah magnet disebut sebagai magnet sementara ketika sebuah benda dikenai suatu proses yang disebut termagnetisasi sebab adanya medan magnet. Benda tersebut akan kehilangan daya magnetnya secara bertahap ketika medan magnet di sekitarnya dilepaskan.

Banyak benda di sekitar kita yang “bisa menjadi” magnet temporer atau magnet sementara. Biasanya benda-benda seperti penjepit kertas, paku dan lainnya sejenis. Jika mempelajarinya, Anda bisa membuatnya sendiri.

Elektromagnet

Elektromagnet merupakan jenis magnet yang medannya dihasilkan oleh alus listrik. Biasanya magnet jenis ini terbuat dari lilitan kawat yang kemudian menjadi kumparan. Arus yang melalui kawat tersebut menghasilkan medan magnet yang terkonsentrasi di dalam lubang atau pusat kumpatan. Ketika arus listrik dimatikan, ia tidak berdaya magnet.

Pembuatan magnet ini biasanya memerlukan kawat dan benda-benda bersifat feromagnetik seperti besi. Elektromagnet punya keuntungan dibanding magnet permanen yaitu kekuatam medan magnet dapat diubah secara cepat dengan cara mengontrol arus listrik yang mengalir pada kawat. Bedanya, elektromagnet membutuhkan arus listrik sementara magnet permanen tidak.

Demikian informasi mengenai macam macam magnet. Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya magnet terbagi menjadi tiga: magnet permanen, magnet sementara atau temporer dan elektromagnet. Ketiga macam magnet tersebut pastilah memiliki manfaat untuk kehidupan ini. Setuju?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram