Bacaterus / Jahe / Inilah Jenis Jahe yang Wajib Banget untuk Diketahui

Inilah Jenis Jahe yang Wajib Banget untuk Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Agustus 2019

Jahe atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan zingiber officinale. Jahe merupakan tanaman yang masuk ke dalam keluarga zingiberacea. Jahe adalah tanaman yang berimpang dengan buah yang tumbuh di dalam tanah seperti umbi-umbian. Kunyit, kencur dan lengkuas masih masuk kedalam keluarga jahe, selain dari bentuk dan cara tumbuhnya pun mirip dan sama-sama sering dijadikan untuk bumbu dapur.

Jahe yang dikenal juga dengan sebutan ginger dalam bahasa Inggris ini merupakan tanaman rimpang yang berasal dari dataran Asia Tenggara yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Karena jahe terkenal dengan memiliki banyak khasiat dan juga manfaat.

Secara umum jahe memiliki kandungan air, mineral, dan juga vitamin.  Kandungan mineral dalam jahe terdiri dair kalsium, fosfor dan juga besi. Kandungan vitaminnya terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, dan vitamin C.  Selain itu jahe juga mengandung berbagai zat bioaktif, antioksidan, enzim dan juga minyak atsiri.

Jahe yang kaya akan berbagai manfaat ini sejak dahulu sudah sering dimanfaatkan untuk bumbu rempah makanan, dimanfaatkan untuk kesehatan dan juga kecantikan. Di daerah yang dingin biasanya jahe dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh dan juga mengembalikan stamina tubuh.

Di Indonesia sendiri tanaman jahe tumbuh subur, karena memang jahe bisa tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis. Sehingga menjadi salah satu bahan dagangan yang cukup menguntungkan. Tapi tahukah kamu, jahe yang memiliki rasa dominan pedas ini ternyata ada beberapa jenis.

Di Indonesia sendiri jahe dikenal dengan tiga macam. Kali ini Bacaterus akan membahas mengenai jenis-jenis jahe dan juga kegunaannya supaya kamu tidak salah menggunakannya. Simak penjelasannya berikut ini.

Jenis-jenis jahe

3 jenis jahe ini memiliki ukuran rimpang, warna dan bentuk yang berbeda. Seperti sudah disebutkan diatas jahe yang dikenal di kalangan masyarakat Indonesia ada 3 jenis yaitu:

1. Jahe Gajah atau Jahe Badak

Jahe Gajah atau Jahe Badak

Sesuai dengan namanya, jahe jenis ini merupakan jahe dengan ukuran yang paling besar diantara jahe yang lain. Ukuran rimpangnya besar dan gemuk. Aromanya sangat tajam, namun rasanya tidak terlalu pedas dibandingkan dengan jahe jenis lain.

Warna bagian dalamnya cenderung putih. Serat pada daging jahe ini lebih kecil dan lembut dibandingkan jenis lainnya. Jahe jenis ini merupakan jahe yang paling disukai oleh orang-orang di luar negeri atau di pasaran internasional.

Dengan kandungan minyak atsiri kurang lebih sampai dengan 2% sehingga rasanya tidak terlalu pedas. Jahe jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk pembuatan bahan utama permen jahe, makanan atau minuman karena dagingnya yang tebal. Tapi ada juga yang memanfaatkannya sebagai rempah untuk masakan.

2. Jahe Emprit

Jahe Emprit

* sumber: www.organicfacts.net

Jahe jenis ini merupakan jahe yang sering dijumpai di pasar-pasar Indonesia. Bentuk rimpangnya lebih ramping dan kecil dibandingkan jahe gajah. Aromanya tidak setajam jahe gajah, namun rasanya lebih pedas dibandingkan jahe gajah.  Jahe jenis ini bagian dagingnya berwarna kuning dan memiliki serat yang lembut.

Kandungan minyak atsiri pada jahe emprit ini bisa mencapai sampai dengan 7% sehingga rasanya cukup pedas. Jenis jahe ini sering dimanfaatkan untuk dijadikan bumbu masakan nusantara juga bisa juga dijadikan bahan untuk pembuatan jamu.

3. Jahe Merah

Jahe Merah

* sumber: deltomed.id

Jahe merah memiliki kandungan minyak astsiri paling tinggi dibandingkan dengan jahe gajah maupun jahe emprit. Sehingga rasa pada jahe merah ini memang paling pedas dibandingkan jahe jenis lainnya. Rimpang pada jahe merah ini ukurannya kecil, memiliki kulit berwarna merah sesuai dengan namanya. Serat pada jahe merah ini lebih besar dan lebih kasar dibandingkan jenis jahe lainnya.

Karena rasanya yang pedas ini, jahe merah sering dimanfaatkan untuk pembuatan obat-obatan herbal. Karena keunggulannya ini, jahe merah biasa digunakan untuk meredakan nyeri, menghilangkan pegal-pegal, mengurangi sakit kepala, meredakan demam dan lainnya.

Jahe merah merupakan jahe yang terkenal di kalangan  masyarakat Indonesia. Namun tahukah kamu, harga dari jahe merah ini paling mahal dibandingkan jenis jahe lainnya.

Karena jahe merah ini sifatnya musiman tidak bisa panen banyak, tergantung pada cuacanya. Karena kelangkaan atau proses panen tidak bisa banyak sedangkan permintaan di pasaran tinggi sehingga mengakibatkan harga jahe merah ini yang paling mahal dibanding jahe lainnya.

Manfaat Jahe

Manfaat Jahe

* sumber: www.epicurious.com

Tidak hanya untuk bumbu makanan, jahe juga sering dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit juga untuk kecantikan. Berikut beberapa manfaat jahe yang sudah dirangkum oleh Bacaterus.

  • Kesehatan

Kamu dapat memanfaatkan jahe untuk mengatasi masalah di perut seperti , perut kembung, mual, melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi rasa sakit ketika menstruasi. Selain itu jahe bisa dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan, membantu proses detoksifikasi tubuh, meredakan radang tenggorokan dan juga batuk.

Cara yang paling mudah mengkonsumsi jahe untuk kesehatan adalah dengan menjadikannya infused water, meminum air rebusan jahe ataupun dijadikan teh jahe. Minumlah secara rutin untuk membantu menjaga metabolisme tubuhmu.

  • Kecantikan

Selain untuk kesehatan, kamu juga dapat memanfaatkan jahe untuk kecantikan. Kamu dapat menggunakan jahe untuk merangsang pertumbuhan rambut, memudarkan bekas luka dan iritasi, juga dapat membuat kulit sehat bercahaya.

Selain itu jahe juga bisa kamu gunakan untuk mengurangi selulit dengan menjadikannya scrub. Untuk membuat scrub jahe, kamu dapat mencampurkan gula putih, minyak zaitun, jahe parut segar dan perasan jeruk nipis.

Pengolahan Jahe

Bubuk Jahe

* sumber: satvyk.com

Selain jahe segar yang sering ditemukan di pasaran yang bisa langsung dijadikan bahan bumbu dapur, jahe juga sering dijadikan olahan lainnya seperti:.

  • Jahe Kering

Jahe olahan ini biasanya sudah dikeringkan dan diiris tipis dan dapat dikonsumsi untuk dijadikan obat. Penggunaan untuk obat ini bisa dengan cara menyeduhnya atau merebusnya.

  • Awetan Jahe

Awetan jahe merupakan hasil dari pengolahan jahe segar dan biasanya diolah dijadikan acar, sirup, permen jahe, dan juga jahe instan.

  • Bubuk Jahe

Bubuk jahe biasanya diproduksi dengan menggunakan teknologi industri dengan cara mengeringkan jahe dan menjadikannya butiran bubuk. Hasil dari bubuk jahe ini biasanya digunakan untuk dijadikan minuman ataupun jamu.

  • Minyak Jahe

Minyak jahe merupakan hasil ekstrak dari jahe segar dan kemudian diambil minyaknya. Manfaat dari minyak jahe ini sama dengan jahe segar. Namun minyak jahe dipercaya mengandung gingererol lebih tinggi dibandingkan jahe segar. Kamu bisa menggunakan minyak jahe untuk meredakan nyeri otot dan persendian dengan mengaplikasikan langsung ke bagian oto dan sendi yang sakit. Kamu juga bisa memanfaatkan minyak jahe untuk aroma terapi.

Itulah 3 jenis jahe dengan kegunaannya masing-masing. Karena beda jenis jahe beda pula kegunaannya. Jadi jangan sampai salah pakai ya, gunakanlah sesuaikan dengan kebutuhanmu. Kunjungi juga artikel manfaat wedang jahe jika kamu tertarik mengonsumsi air jahe ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar