Bacaterus / Bahan Dapur / Suka yang Manis? Kenali Dulu Macam-macam Gula dan Fungsinya

Suka yang Manis? Kenali Dulu Macam-macam Gula dan Fungsinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 Januari 2019

Anda tidak harus sering berkutat di dapur untuk tahu gula. Semua orang pasti tahu pemanis makanan dan minuman ini. Gula bisa digunakan untuk membuat aneka dessert, minuman segar, aneka jenis kue, bahkan dipakai juga untuk membuat masakan jadi terasa gurih. Namun, jenis gula itu ada banyak sekali dan fungsinya berbeda-beda sesuai jenisnya.

Semua gula dibuat dengan cara yang sama, yaitu mengekstraksi sari gula dari sugar beet atau tanaman tebu, dari sanalah baru bisa dibuat berbagai jenis gula. Melalui sedikit penyesuaian dalam proses pembersihan, mengkristalkan, mengeringkan, dan memvariasikan tingkat molase, berbagai varietas gula bisa diciptakan.

Kenapa Anda perlu tahu macam-macam gula dan fungsinya? Karena setiap jenis makanan dan minuman harus menggunakan jenis gula yang tepat supaya hasilnya sempurna. Contohnya, es teh yang menggunakan gula pasir dan gula batu akan memiliki rasa yang berbeda, bukan? Untuk itu, Bacaterus telah merangkum 10 macam gula yang paling sering digunakan.

10 Macam Gula dan Fungsinya

1. Gula Pasir/Gula Putih (Granulated/White Sugar)

Gula Pasir macam-macam gula dan fungsinya

Inilah benda yang disebut “gula” oleh semua orang. Kalau kita menyebutkan gula, pasti gula yang seperti ini langsung muncul di benak kita. Jenis gula ini bernama gula pasir atau gula putih, dalam bahasa Inggrisnya jadi white sugar atau granulated sugar.

Di Asia, gula pasir dibuat dari tebu. Sedangkan di Eropa, gula pasir dibuat dari sugar beet (bit gula). Butiran gula pasir cenderung tengah-tengah, tidak terlalu halus tapi tidak kasar juga.

Walaupun bernama gula putih, kadang ada yang warnanya agak kekuningan/kecoklatan. Biasanya gula yang agak kuning/coklat itu lebih murni karena tidak menggunakan pemutih. Fungsi gula putih ini adalah sebagai pemanis minuman (teh, kopi, jus, smoothies, dan lain-lain).

2. Gula Pasir Kasar (Crystalized Sugar)

Crystalized Sugar

* sumber: www.leaf.tv

Di macam-macam gula dan fungsinya yang selanjutnya, Bacaterus akan membahas gula pasir kasar atau crystalized sugar. Gula ini dibuat dari hasil kristalisasi cairan tebu. Seperti yang tertera pada namanya, gula ini tidak selembut gula pasir pada nomor 1 di atas. Tekstur gula ini kasar dan ukurannya tidak menentu, ada yang besar, dan ada yang kecil.

Warna gula pasir kasar pun bermacam-macam, normalnya adalah putih dan kecoklatan. Tapi, ada juga yang sengaja memberi warna untuk keperluan keindahan. Gula ini biasanya dipakai sebagai taburan biskuit sebelum dipanggang (sengaja untuk dijadikan topping) karena gula ini tidak akan meleleh walaupun di suhu oven.

3. Gula Kastor (Caster Sugar)

Gula Kastor (Caster Sugar)

* sumber: www.countryproducts.co.uk

Selanjutnya ada gula kastor a.k.a caster sugar. Tapi, orang-orang ada yang menyebutnya juga sebagai baker’s sugar (karena gula ini memang lebih sering dipakai dalam urusan memanggang kue dan roti) dan superfine sugar karena gula ini teksturnya sangat lembut. Memang, gula kastor ini merupakan versi lebih lembutnya lagi dari gula pasir.

Tapi, gula kastor berbeda dengan gula bubuk, ya. Tekstur gula kastor itu di antara gula pasir dan gula bubuk, tidak terlalu bubuk tapi tidak terlalu kristal juga. Warna gula kastor itu putih bersih. Karena sifatnya yang mudah bercampur, gula kastor lebih sering digunakan sebagai bahan pemanis dalam adonan kue, pastry, pie, kukis, dan lain-lain.

Anda tidak perlu khusus membeli gula kastor sebenarnya, karena gula ini bisa Anda buat sendiri dengan cara memukul-mukul atau menumbuk gula pasir hingga agak halus. Ayak gula yang telah ditumbuk untuk membuang serpihan gula yang terlalu halus menjadi bubuk. Nah, hasil ayakan itu bisa menjadi gula kastor.

4. Gula Kasar (Coarse Sugar)

Gula Kasar (Coarse Sugar)

* sumber: bakerspartyshop.com

Gula kasar (coarse sugar) ini berbeda dengan crystalized sugar, walaupun fungsinya sama, yaitu sebagai dekorasi. Makanya, gula ini dikenal juga sebagai decorating sugar. Tekstur gula kasar tentu lebih besar dan kasar dibandingkan gula pasir.

Semakin besar ukuran kristal gulanya, maka semakin tahan panas coarse sugar ini. Makanya, gula ini sering banget dipakai untuk topping kue, roti, dan kukis. Gula ini sering dipadukan juga dalam adonan permen untuk menambah tekstur dan warna. Karena berfungsi sebagai dekorasi, gula ini lebih banyak hadir dalam warna-warna terang dibandingkan putih polos.

5. Gula Bubuk (Icing/Confection/Powdered Sugar)

Gula Bubuk

* sumber: www.seriouseats.com

Nah, kalau gula bubuk semua orang pasti familiar. Soalnya, gula jenis ini sering banget dijadikan topping donat dan merupakan bahan penting dari kue lebaran kesayangan semua orang: putri salju. Gula bubuk memiliki cukup banyak sebutan, seperti icing sugar, powdered sugar, dan confectioners sugar.

Gula ini sebenarnya dibuat dari gula pasir biasa. Jika gula kastor dibuat dengan cara ditumbuk seperlunya, gula bubuk dibuat dengan cara menghancurkan gula pasir hingga benar-benar halus. Tekstur gula bubuk sama seperti cornstarch (kanji tepung jagung). Fungsi gula ini adalah untuk frosting, glaze, dan efek salju pada kue.

6. Gula Dadu (Sugar Cube)

Gula Dadu

Gula dadu (sugar cube) merupakan macam-macam gula selanjutnya yang akan kita bahas. Gula dadu diluncurkan ke masyarakat pada tahun 1875 di tanah Inggris. Sama seperti namanya, gula ini berbentuk dadu. Biasanya gula ini dibuat dari butiran gula berkualitas tinggi. Gula ini lebih sering digunakan untuk memaniskan minuman teh dan kopi pada acara formal atau di kafe-kafe.

7. Gula Batu (Rock Sugar)

Gula Batu macam-macam gula dan fungsinya

* sumber: www.malafood.com

Siang-siang paling enak minum es teh pakai gula batu, setuju? Gula batu atau rock sugar merupakan gula pasir yang dikristalkan melalui air yang dipanaskan hingga mencapai kondisi jenuh, lalu menjadi dingin. Gula batu pertama kali dibuat di Iran pada abad ke-9 Masehi.

Gula ini jauh lebih sehat daripada gula pasir. Kenapa? Soalnya, gula batu lebih mudah diubah menjadi energi oleh pankreas kita. Perbandingannya, pankreas hanya mampu mengubah ½ sendok gula pasir menjadi energi dalam kurun 140 menit, pankreas dapat mengubah 6 sendok gula batu jadi energi dalam jumlah waktu yang sama.

Fungsi gula batu adalah untuk memaniskan minuman. Fun fact: Orang-orang Frisia Timur memiliki tradisi memasukan satu bongkahan kecil gula batu ke dalam cangkir sebelum menuangkan teh.

8. Gula Merah (Brown Sugar)

Gula Merah

* sumber: www.realsimple.com

Dalam bahasa Inggris gula ini bernama brown sugar, tapi ketika diterjemahkan jadinya gula merah, hihi. Gula ini pembuatannya berbeda dengan gula pasir. Gula merah ditambahkan molase, yaitu produk sampingan dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih mengandung gula dan asam-asam organik.

Warna gula merah mirip seperti gula Jawa/palem/aren, yaitu kecoklatan. Gula merah memiliki aroma yang mirip seperti karamel. Rasa gula ini sangat legit tapi tidak semanis gula pasir. Fungsi gula merah adalah untuk membuat kukis yang hasilnya lembut, bukan kukis garing. Kalau kukis yang krenyes-krenyes, itu dibuatnya dengan gula pasir.

9. Gula Jawa (Gula Merah)

Gula Jawa

Gula Jawa dibuat dari dari nira pohon palem dan pohon kelapa. Apa itu nira? Adalah cairan/sari manis yang keluar dari tandan bunga kelapa, palem, dan aren. Nira juga cukup dikenal dengan nama legen. Dari nira inilah jenis-jenis gula padat berwarna kecoklatan ini berasal. Gula yang dibuat dari nira kelapa disebut coconut sugar, dari nira palem disebut palm sugar, dan dari nira aren disebut gula aren.

Kalau yang campuran nira pohon palem dan pohon kelapa, baru disebut gula Jawa. Pertama-tama, orang menyadap nira dari pohon palem dan pohon kelapa, lalu dimasak dalam wajan besar dengan api besar. Setelah muncul gelembung dan adonan meletup-letup, adonan dimasak sambil diaduk hingga mengental. Jika sudah selesai, adonan akan dicetak dan dibiarkan mendingin dan mengeras.

Banyak orang yang pusing membedakan gula Jawa dan gula aren. Gula Jawa warnanya lebih kemerahan walaupun ada juga yang warnanya coklat muda. Anda tidak bisa membedakan gula Jawa dan aren dari bentuknya, karena masing-masing gula dapat dicetak jadi silinder maupun ½ batok kelapa.

Fungsi gula Jawa lebih pada memasak. Aroma gula Jawa tidak terlalu kuat seperti gula aren, hingga gula Jawa tidak akan “mengalahkan” aroma dari bahan utama makanan. Rasa manis gula Jawa juga lebih bisa diterima dalam masakan.

Tingkat kekentalannya pun disukai karena lebih mudah menyatu dengan makanan dibandingkan gula aren. Gula Jawa sering digunakan pada sayur, semur, isian kue basah, bumbu rujak, dan bahan dasar kecap manis.

10. Gula Aren

Gula Aren

Pembahasan macam-macam gula dan fungsinya ditutup oleh gula aren. Seperti yang sudah Bacaterus sebutkan di atas, gula aren dibuat dari nira pohon aren. Warna gula aren biasanya coklat dan coklat tua, pokoknya jauh lebih pekat dari gula Jawa. Gula aren biasanya dibungkus menggunakan daun kelapa dalam pengemasannya.

Ciri-ciri gula aren adalah lebih mudah dihancurkan karena teksturnya terdapat butiran-butiran yang menyerupai kristal. Aroma gula aren lebih kuat daripada gula Jawa, makannya gula aren lebih sering dipakai untuk minuman. Contoh penggunaan gula aren adalah pada es kelapa muda, es cincau, es cendol, hingga wedang jahe.

Selesai, deh, Bacaterus membahas macam-macam gula dan fungsinya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda tentang gula. Jangan sampai salah pakai gula lagi, ya, karena sekarang Anda sudah tahu fungsi dari masing-masing gula. Mau menambakan jenis gula lainnya? Tinggalkan jejak di kolom komentar di bawah ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *