Bacaterus / Renang / Kuasai Salah Satu dari 5 Gaya Renang Paling Populer Ini

Kuasai Salah Satu dari 5 Gaya Renang Paling Populer Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berenang adalah aktivitas olahraga di dalam air yang menjadi favorit banyak orang. Meskipun sangat menyenangkan, namun olahraga yang satu ini juga penuh dengan resiko serius yang mungkin bisa terjadi seperti tenggelam, keram bagian tubuh, atau bahkan kelelahan. Nah, cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan latihan berenang.

Alasan orang melakukan latihan renang memang cukup beragam bisa karena sebuah kompetisi, kesehatan, keamanan atau hanya untuk bersenang-senang. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia sendiri dikenal beberapa gaya renang yang sering dipraktekkan ketika berada di kolam renang.

Meskipun terlihat mudah, namun dalam praktiknya kamu harus berusaha keras saat melakukannya. Untuk membantu kamu mengenai hal tersebut. Kali ini Bacaterus akan membahas 5 Macam-macam gaya renang yang harus kamu kuasai salah satunya agar kamu aman saat berada di kolam renang. Biar tidak menunggu lama. Berikut adalah ulasannya.

1. Gaya Bebas

Gaya Bebas

Gaya bebas adalah gaya berenang yang sering digunakan oleh pemula maupun atlet renang profesional. Gaya bebas sendiri merupakan gaya yang sering orang pikirkan ketika berada di kolam renang. Gaya renang ini memang kerap dipilih oleh sebagian besar masyarakat, mengingat gerakan ini bisa dilakukan dengan cepat.

Gaya bebas sendiri adalah salah satu gaya renang yang sering diikutsertakan dalam ajang kompetisi berskala nasional maupun internasional. Nah, meskipun gerakan ini terlihat sederhana, namun ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mencoba mempraktekkan gaya renang ini. Mulai dari timing, gerakan anggota badan, kepala sampai pada teknik pernafasan.

Sebagai langkah pertama, kamu hanya perlu  berbaring dengan posisi menghadap ke arah air. Biarkan tubuh kamu sejajar dengan air. Kemudian gerakkan tubuh kamu ke depan seraya menggerakkan lengan secara bergantian seperti sebuah gerakan kincir angin dengan gerakan mendorong di bawah air dan menariknya kembali atas air, lakukan hal berulang.

Sementara itu gerakan kaki kamu untuk mendorong dengan cara melakukan tendangan, jangan lakukan tendangan dengan kaki sampai lutut. Karena itu hanya akan membuat kamu cedera atau kelelahan. Gerakan kaki perlahan membentuk getaran.

Setelah itu, kamu hanya perlu mengatur waktu pernapasan. Saat lengan kamu mendorong ke bawah air, putar kepala kamu kesalahan satu sisi kanan atau kiri. Di saat bersamaan dengan naiknya lengan. Usahakan kepala kamu tak terlalu jauh saat mengangkat kepala atas saat mengambil nafas.

2. Gaya Punggung

Gaya Punggung

Bila pada gaya bedanya tubuh bagian depan kamu menghadap ke arah air. Maka, pada gaya punggung kamu hanya perlu melakukan seperti posisi tertidur atau membuat punggung kamu menghadap ke air. Gaya ini memang cukup efektif untuk melatih bagian punggung.

Dalam praktiknya kamu hanya perlu membiarkan tubuh kamu melayang di atas air seperti seorang yang sedang tidur. Kemudian gerakan lengan kamu seperti kincir angin untuk mendorong tubuh kamu ke belakang.

Pada dasarnya gerakan dalam gaya punggung hampir mirip dengan gaya bebas. Hanya posisi tubuhnya saja yang membedakan. Gerakan kaki pun tak jauh berbeda dengan gerakan pada gaya bebas. Selain itu wajah kamu juga ada di atas permukaan air jadi kamu tak perlu repot untuk memutar kepala hanya untuk menarik nafas. Kamu hanya perlu mengatur nafas kamu sesuai dengan gerakan.

Meskipun terlihat mudah, namun kamu juga harus menjaga tubuh tetap lurus di atas air seraya menurunkan tubuh bagian bawah untuk menjaga kaki kamu tetap berada di bawah air. Untuk bagian kaki kamu hanya perlu menggerakkan pinggul untuk mendapatkan dorongan yang lebih kuat bagi tubuh kamu.

3. Gaya Dada/Gaya Katak

Gaya Katak

Gaya dada merupakan gaya selanjutnya yang sering digunakan dalam latihan atau dalam sebuah kompetisi olahraga renang. Masyarakat Indonesia sendiri sering menyebut gaya dada dengan gaya katak. Gaya dada adalah gaya berenang yang terlihat sangat lambat.


Gaya ini merupakan gaya yang sering dipelajari oleh kebanyakan masyarakat. Biasanya gaya berenang ini dilakukan oleh pemula atau orang sedang belajar berenang. Hal itu karena dalam praktiknya orang tersebut tidak harus memasukkan kepala ke dalam air.

Untuk eksekusinya sendiri, kamu hanya perlu menghadapkan bagian perut kamu ke bawah air. Sementara itu lengan kamu bergerak secara bersamaan di bawah air, seperti seorang yang sedang mendorong pintu dengan kedua tangan.

Kemudian kembalikan posisi tangan ke posisi semula. Putar tangan pada saat berada di bagian samping tubuh. Lalu lakukan kembali gerakan lengan kamu seperti sedang membuka mendorong pintu.

Untuk bagian kaki sendiri, kamu hanya perlu melakukan tendangan seperti seekor katak dengan menekuk bagian lutut kemudian menendang sampai kaki kamu lurus. Lakukan hal tersebut bersamaan dengan gerakan lengan kamu. Untuk pengambilan nafas kamu hanya perlu melakukan sinkronisasi saja dengan gerakan tubuh.

4. Gaya Kupu-Kupu

Gaya Kupu-Kupu

Diantara gaya renang yang sudah disebutkan di atas. Gaya renang kupu-kupu tentu menjadi gaya paling melelahkan dan sangat sulit dilakukan oleh orang awam yang tidak memiliki kemampuan berenang sebelumnya. Gaya kupu-kupu adalah gaya yang sering diperlombakan dalam kompetisi renang.

Untuk mempraktekkannya sendiri, perut kamu harus menghadap ke bagian bawah kolam. Sementara secara bersamaan lengan kamu berada di posisi  kepala. Hentakkan ke dalam air untuk mendorong tubuh kamu maju dan membawanya keluar dari air. Ketika kamu menggerakkan lengan ke dalam air,  kepala dan bahu kamu akan terdorong ke atas permukaan air.

Sementara kaki kami harus bergerak seperti seekor ikan duyung dengan posisi lurus. Gerakkan tubuh kamu membentuk seperti  gelombang. Sementara saat mengambil napas. Posisi lengan kamu harus keluar dari air, bersamaan saat bahu badan kamu bergerak.

Gaya renang yang satu ini memang cukup rumit dari segi teknik sehingga diperlukan latihan khusus yang mungkin cukup lama agar bisa menguasai.

5. Gaya Samping

Gaya Samping

Gaya samping merupakan salah satu gaya renang yang cukup tua dan jarang digunakan dalam sebuah kompetisi renang. Karena hal itu, gaya renang yang satu ini memang kurang populer bahkan tidak diketahui oleh sebagian besar orang. Gaya samping sendiri biasanya dipelajari oleh para penjaga pantai atau kolam renang.

Gaya samping memang digunakan untuk keamanan atau sebagai cara menyelamatkan seseorang yang tenggelam. Gaya samping sendiri memudahkan pelakunya untuk menarik sesuatu dari air. Dalam praktiknya sendiri kamu harus berenang di samping orang yang sedang kamu tolong.

Kamu hanya perlu mendorong tubuh kamu ke depan dengan tendangan seperti pencapit seraya menggerakkan lengan bergantian.

Nah, demikianlah 5 macam gaya renang yang harus kamu kuasai salah satunya. Berenang memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Meskipun begitu kamu juga waspada bila sedang berenang. Semoga informasi di atas biasa membantu kamu saat melakukan latihan. Intip juga artikel manfaat renang berikut ini, yuk!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *