Bacaterus / Butter / 10 Macam Butter yang Bagus untuk Memasak dan Membuat Kue

10 Macam Butter yang Bagus untuk Memasak dan Membuat Kue

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juni 2019

Sudah tahu apa itu butter atau mentega? Butter merupakan bahan umum yang digunakan dalam memasak dan membuat kue. Butter juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu agar masakan memiliki rasa yang lebih kaya. Selain dibuat dari bahan hewani, ada jenis butter yang dibuat dari bahan nabati atau tumbuhan, yang disebut dengan butter vegan.

Di pasaran terdapat banyak jenis butter yang berbeda-beda. Butter asin mungkin menjadi butter yang paling populer karena mudah sekali didapatkan, mulai di warung-warung kecil hingga supermarket. Agar proses memasak dan membuat kue menjadi lebih menyenangkan, sebaiknya ketahui dulu berbagai macam-macam butter atau mentega di bawah ini.

1. Butter Tawar/Manis (Unsalted Butter)

Disebut butter tawar atau manis karena dalam proses pembuatannya tidak melibatkan garam. Butter tawar sering digunakan oleh para koki untuk mengontrol jumlah garam dalam resep saat memasak dan memanggang.

Butter tawar memiliki sifat yang cepat rusak dibandingkan dengan butter asin. Akan tetapi, beberapa orang percaya kalau butter tawar memiliki rasa segar yang mampu meningkatkan kualitas masakan dan panggangan.

2. Butter Krim Manis

Apakah butter krim manis sama dengan butter tawar atau manis? Membandingkan hal ini bisa cukup membingungkan. Disebutkan bahwa sebagian besar butter yang diproduksi secara komersial di Amerika Serikat adalah butter krim manis (dibuat dari krim manis segar), bukan butter yang dibuat dari krim olahan atau asam.

Butter krim manis tersedia dalam dua varian, yaitu asin dan tawar meskipun sebagian besar butter krim manis adalah butter asin. Oleh karena itu, kita perlu dengan seksama meneliti label sebelum membeli butter jenis ini jika ingin mencoba mengontrol jumlah garam dalam resep.

3. Butter Asin

Seperti namanya, mentega ini dibuat dengan tambahan garam sehingga rasanya asin. Selain untuk meningkatkan rasa, garam juga bermanfaat untuk memperpanjang masa simpan butter.

Setiap merk butter asin memiliki kandungan garam yang berbeda-beda. Hal ini membuat kita cukup sulit dalam memperkirakan kandungan garam dalam resep yang menggunakan butter asin.

Dibandingkan dengan butter tawar, butter asin memiliki sifat yang tidak mudah rusak. Selain itu, harganya juga bisa lebih murah. Butter asin biasanya sering digunakan untuk berbagai keperluan memasak dan memanggang.

4. Butter Olahan

* sumber: foodandstyle.com

Butter olahan biasanya dibuat dari krim yang difermentasi. Butter olahan komersial yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan susu dibuat dengan menambahkan kultur bakteri hidup dan asam laktat. Butter ini adalah barang umum di Eropa, tetapi sudah menyebar ke banyak tempat lain di dunia.

Karena kandungan lemaknya yang tinggi, butter olahan jadi terasa lebih kaya dan lezat saat masuk ke dalam mulut. Bakteri dan asam laktat yang terkandung di dalamnya juga memberikan rasa yang lebih kompleks dan tajam pada butter olahan, serta baik untuk pencernaan. Butter olahan tersedia dalam versi asin dan tawar.

5. Whipped Butter

Whipped Butter adalah butter biasa yang di dalamnya mengandung gas nitrogen. Dengan demikian, tekstur butter menjadi lebih lembut, lebih tingan, menghasilkan volume yang lebih tinggi, dan lebih mudah menyebar pada suhu yang lebih dingin.

Produsen butter lebih memilih nitrogen sebagai aditif yang dimasukkan ke dalam whipped butter daripada udara. Hal itu karena udara dapat mendorong terjadinya oksidasi dan bau tengik.

Whipped butter jarang direkomendasikan untuk digunakan dalam proses memasak dan memanggang karena memiliki kepadatan lebih rendah dibandingkan dengan butter biasa, juga tidak mengandung cukup lemak padat.

6. Butter Jernih & Ghee

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Dinamakan butter jernih karena yang dikandung butter jenis ini hanyalah lemak butter saja. Karena tidak mengandung air, butter jernih memiliki masa simpan yang lebih lama. Selain itu, butter jernih juga dibuat tanpa susu padat sehingga memiliki titip asapnya lebih tinggi. Hal itu membuatnya ideal untuk memasak yang membutuhkan panas tinggi seperti menumis dan menggoreng.

Ghee merupakan turunan butter jernih yang berasal dari kawasan Asia Selatan. Meskipun tersedia di toko-toko bahan makanan, butter ghee dapat dibuat sendiri di rumah dengan cara menjernihkan butter biasa.

Cara melakukannya mirip dengan membuat butter coklat. Jika melakukannya pada suhu yang lebih rendah, susu padat harus disaring menggunakan kain tipis setelah dipisahkan ke bagian bawah panci.

7. Butter Compound

* sumber: pixabay.com

Butter compound atau butter rasa adalah jenis butter tradisional yang dicampur dengan bahan-bahan tertentu, seperti bawang putih, rempah-rempah, dan madu. Butter compound memberikan aroma pada masakan dengan sebaran rasa yang kaya.

Di restoran-restoran butter compound biasanya dibuat dalam mortar dan alu, tetapi kini sudah menggunakan alat yang lebih modern yang disebut dengan food processor. Selanjutnya tumpukan butter compound akan digulung dan dibungkus dengan kertas lilin lalu didinginkan.

8. Butter Drawn

* sumber: www.myrecipes.com

Beberapa orang mungkin menganggap kalau butter drawn adalah jenis lain dari butter jernih. Sedangkan yang lain mengartikannya sebagai butter cair dengan air yang diuapkan tetapi susu padatnya masih tersisa. Butter drawn biasanya digunakan sebagai saus untuk mencelupkan potongan lobster yang dikukus dan makanan kukus laut lainnya.

9. Spreadable Butter

Spreadable Butter adalah kombinasi dari butter dan minyak sayur. Kombinasi ini membuat butter ini mudah dioleskan saat dingin serta tetap memiliki rasa butter. Seperti halnya whipped butter, jenis butter ini juga tidak disarankan untuk digunakan dalam proses memanggang dan memasak, kecuali jika dalam keadaan darurat.

10. Butter Vegan

Butter vegan adalah jenis butter yang dibuat tanpa campuran produk hewani, yang dalam hal ini berarti krim. Sebaliknya, butter vegan dibuat dengan campuran minyak nabati, susu nabati, cuka, garam, dan beberapa lain sebagai perasa dan pewarna alami, seperti ragi gizi dan kunyit.

Butter jenis ini cocok dikonsumsi oleh para vegetarian. Hanya saja jika alergi dengan susu, butter vegan tetap bukan pilihan yang baik untuk kesehatan karena masih mengandung kalori dalam jumlah yang tinggi dan lemak jenuh.

Butter vegan dijual dalam berbagai macam bentuk, seperti tub, stik, whipped, bebas kedelai, berbasis minyak zaitun, berbasis kelapa, dan bahkan dibumbui dengan bawang putih dan rempah-rempah. Butter vegan mungkin hanya dijual di toko-toko tertentu saja atau jika ingin lebih mudah beli saja secara online.

Itulah beberapa macam-macam butter yang populer di pasaran. Produk-produk butter dapat dibeli dengan mudah di banyak tempat, mulai dari warung-warung kecil di perumahan hingga supermarket besar. Beberapa produk mungkin hanya dijual di beberapa toko saja, sehingga membelinya secara online bisa menjadi solusi yang lebih baik.

Jika ingin mendapatkan macam-macam produk butter dengan mudah, kami menyarankan untuk membelinya di Bukalapak. Di sana tersedia aneka macam butter dari berbagai merk dengan harga yang kompetitif. Sudah siap membeli butter yang diinginkan? Yuk, langsung saja klik link ini agar proses pembelian menjadi lebih mudah.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar