Bacaterus / Bahan Dapur / 10 Jenis Bumbu Dapur yang Paling Sering Dipakai di Indonesia

10 Jenis Bumbu Dapur yang Paling Sering Dipakai di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 Juni 2019

Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan rempah-rempah. Semua hidangan khas Indonesia diolah dengan menggunakan bumbu dapur yang khas sehingga cita rasanya jadi lebih gurih dan lezat. Jenis bumbu dapur yang sering dipakai di Indonesia tergolong banyak. Buat kamu yang tidak terbiasa memasak, kamu pasti bakal kesulitan menghafalnya satu persatu.

Ingin lebih mengenal macam-macam bumbu dapur yang biasa dipakai di Indonesia? Bacaterus sudah merangkum daftar bumbu dapur yang biasa digunakan untuk memasak hidangan khas nusantara nih! Yuk, kenali satu persatu bumbu dapur dan manfaatnya berikut ini!

1. Bawang Merah dan Bawang Putih

* sumber: health.detik.com

Hampir setiap masakan selalu menggunakan bawang merah dan bawang putih di dalamnya. Bahkan, untuk memasak nasi goreng sederhana saja kita memerlukan kedua jenis bawang ini. Ya, bawang merah dan bawang putih memang merupakan bumbu dasar yang wajib ada di dapurmu.

Penggunaan bawang merah dan bawang putih pada setiap masakan berguna untuk membuat cita rasa jadi lebih gurih dan aroma masakan semakin harum. Tak hanya dipakai untuk memasak saja, bawang merah dan bawang putih yang sudah digoreng seringkali menjadi topping untuk ditaburkan di sejumlah makanan khas nusantara.

2. Aneka Cabai

* sumber: www.foodrepublic.com

Mengingat masyarakat Indonesia sangat gemar menyantap makanan pedas, tentu saja aneka jenis cabai masuk dalam daftar bumbu dapur yang selalu dipakai. Tingkat kepedasan makanan yang ingin dimasak bisa ditentukan dari jenis cabai yang digunakan.

Cabai merah atau cabai besar adalah jenis cabai yang paling friendly karena rasanya tidak pedas. Cabai merah biasa dijadikan pengharum hidangan atau bahan untuk membuat sambal. Sementara cabai keriting memiliki rasa pedas tapi tidak sekuat cabai rawit. Nah, untuk menambah cita rasa pedas yang alami, kamu bisa menambahkan beberapa buah cabai rawit.

3. Lada (Merica)

* sumber: www.sodiumgirl.com

Lada alis merica terdiri dari dua jenis, yakni lada hitam dan lada hitam. Keduanya sama-sama memiliki rasa pedas (tidak sepedas cabai) dan aroma yang sangat kuat. Namun, lada hitam digadang-gadang memiliki rasa dan aroma yang jauh lebih pekat dibanding lada putih.

Merica juga merupakan salah satu bumbu dapur wajib selain garam. Merica biasa ditambahkan pada berbagai hidangan tumis, goreng, maupun berkuah. Manfaat merica adalah untuk memperkuat rasa meskipun ketika dicampur dengan bahan-bahan lainnya rasa pedas merica jadi tidak begitu kuat.

4. Jahe

* sumber: www.thejakartapost.com

Bumbu dapur yang satu ini juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Meskipun selama ini dikenal sebagai bahan alami untuk menghangatkan tubuh, tapi ternyata jahe juga sering dipakai menjadi bumbu dapur.

Jahe memiliki rasa dan aroma pedas yang tidak sekuat lada. Penambahan jahe pada hidangan biasanya untuk memperkuat aroma dan menghilangkan bau amis. Misalnya, ketika memasak seafood, kamu dapat menambahkan irisan jahe agar rasa dan aroma seafood tersebut tidak terlalu amis.

5. Ketumbar

* sumber: satvyk.com

Ketumbar mempunyai tampilan yang mirip dengan lada yang belum dihaluskan. Akan tetapi, rasa dan aroma yang ditawarkan keduanya benar-benar berbeda. Ketumbar tidak memiliki rasa pedas dan lebih lunak dibanding merica.

Penggunaan ketumbar saat memasak umumnya untuk menyedapkan rasa dan memperkuat aroma makanan. Sebelum dipakai untuk memasak, ketumbar ini biasanya akan dihaluskan terlebih dahulu bersama dengan bumbu-bumbu dapur lainnya.

6. Kemiri

Jika minyak kemiri diklaim dapat memberikan banyak manfaat untuk kecantikan, ternyata kemirinya yang masih utuh bisa dijadikan bumbu dapur. Bahkan, kemiri adalah bumbu dapur yang sangat sering dipakai memasak hidangan khas tanah air.

Kemiri yang masih utuh umumnya digoreng atau disangrai sampai mengeluarkan minyak. Nah, minyak alami dari kemiri ini bisa dipakai untuk menyedapkan masakan. Kemiri juga kerap kali dipakai untuk mengikat santan ketika memasak hidangan yang berbahan baku santan, seperti gulai, lodeh, dan lain-lain.

7. Lengkuas (Laos)

* sumber: www.foodrepublic.com

Walaupun penampilannya agak mirip dengan jahe, tetapi lengkuas (laos) menawarkan aroma dan rasa yang jauh berbeda dari jahe. Jika jahe cenderung mempunyai rasa yang pedas, lengkuas ini memiliki rasa gurih, manis, dan aroma yang lebih harum.

Ada banyak makanan Indonesia yang menggunakan lengkuas sebagai bumbunya, seperti rendang, balado, sayur asem, dan masih banyak lagi. Bahkan, lengkuas kerap kali dipakai untuk membuat aroma dan cita rasa kremes pada serundeng atau ayam goreng jadi lebih sedap.

8. Kunyit

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Kalau bumbu dapur umumnya dipakai untuk menyedapkan rasa dan aroma masakan, kunyit justru adalah bumbu dapur yang dapat memberi warna alami pada masakan. Bumbu dapur inilah yang selalu dipakai untuk menciptakan warna kuning alami pada nasi kuning, gulai, kari sampai dengan soto.

Cita rasa kunyit ini pahit dan rasanya agak mirip dengan tanah. Namun, rasa pahit pada kunyit ini tidak akan mengganggu masakanmu karena tersamarkan dengan bumbu-bumbu lain yang kamu gunakan.

9. Kencur

* sumber: jassefa.blogspot.com

Kencur adalah rempah yang dapat memberikan aroma harum dan unik pada masakan. Masakan sederhana seperti tumis kangkung aromanya jadi lebih harum jika ditambahkan kencur. Selain diolah menjadi jamu, kencur kerap kali ditambahkan pada lotek, peyek, seblak, urap-urap, bumbu pecel, dan sayuran yang dimasak berkuah.

10. Asam Jawa

* sumber: hellosehat.com

Bumbu dapur yang satu ini spesialis dipakai untuk menciptakan rasa asam alami. Makanan yang selalu menggunakan asam jawa adalah sayur asem. Akan tetapi, kadang-kadang asam jawa juga ditambahkan pada gado-gado untuk membuat rasanya jadi lebih mantap.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar