Bacaterus / Bencana Alam / Waspada! 10 Macam Bencana Alam yang Sering Terjadi

Waspada! 10 Macam Bencana Alam yang Sering Terjadi

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia adalah negara di Asia yang berada di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang berpotensi menimbulkan bencana alam berbahaya. Indonesia sendiri diketahui pernah dilanda beberapa bencana alam yang telah banyak menelan korban jiwa mulai dari banjir, erupsi gunung merapi dan tsunami.

Nah, selain beberapa bencana alam yang telah disebutkan di atas, kamu juga harus mengetahui beberapa bencana alam lain yang kerap terjadi di bumi. Apa saja itu? Yuk, simak ulasan yang telah Bacaterus siapkan untuk kamu dalam 10 macam bencana alam yang wajib untuk kamu ketahui. Berikut adalah daftarnya.

1. Gempa Bumi

Gempa Bumi

* sumber: m.mediaindonesia.com

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di atas permukaan bumi yang diakibatkan adanya pergerakan lempeng tektonik atau kerak bumi. Gempa bumi sendiri adalah salah satu bencana alam yang kerap terjadi hampir di seluruh negara yang ada di dunia.

Selain dapat menimbulkan kerusakan parah, gempa bumi juga terkadang bisa membahayakan nyawa penduduk. Gempa bumi sendiri diketahui dapat berpotensi menimbulkan gelombang laut besar atau Tsunami. Salah satu gempa bumi terbesar di dunia pernah tercatat memiliki kekuatan sebesar 9,0 Magnitudo yang terjadi di Jepang pada tahun 2011 silam.

2. Tsunami

Tsunami

* sumber: m.republika.co.id

Tsunami adalah istilah untuk gelombang laut besar dalam bahasa Jepang. Tsunami sendiri terjadi akibat adanya fenomena alam seperti gempa atau pergeseran lempeng tektonik yang berada di dasar laut dan membentuk gelombang air cukup besar. Hal tersebut yang membuat permukaan air naik secara tiba-tiba.

Ketinggian Tsunami sendiri bisa mencapai 15-30 meter dan memiliki kecepatan hingga 90 km/jam. Dengan ketinggian dan kecepatan yang luar biasa, Tsunami dapat menyebabkan kerusakan wilayah sampai beberapa kilometer jauhnya.

Selain merusak bangunan, gelombang air tersebut bisa memakan korban jiwa seperti Tsunami yang sempat terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam. Nah, Tsunami Aceh sendiri telah tercatat menelan korban hingga 230 ribu jiwa.

3. Erupsi Gunung Berapi

Erupsi Gunung Berapi

* sumber: www.tvevropa.com

Bencana alam selanjutnya adalah erupsi gunung berapi. Erupsi Gunung Berapi merupakan peristiwa terdorongnya energi disertai material seperti gas, magma dan abu vulkanis ke atmosfer akibat adanya gas bertekanan tinggi di perut bumi. Erupsi gunung berapi sendiri dapat menyembur ke udara hingga sejauh radius 18 km bahkan lebih, sementara lavanya bisa mengalir sejauh radius 90 km.

Beberapa gunung di Indonesia yang pernah mengalami erupsi cukup parah terjadi di Gunung Tambora pada tahun 1815 dan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Letusan kedua gunung tersebut diketahui telah menelan korban masing-masing mencapai 71.000 jiwa dan 36.417 jiwa.

4. Banjir

Banjir

* sumber: kanalkalimantan.com

Banjir adalah salah satu bencana alam yang kerap terjadi di tanah air. Banjir sendiri merupakan peristiwa terendamnya wilayah darat akibat volume air yang ada di sungai atau danau meluap sehingga air merendam sementara pemukiman warga. Banjir biasanya terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi serta terhambatnya aliran pembuangan air.

Bencana banjir cukup memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Selain dapat menghambat roda perekonomian, banjir parah juga terkadang bisa memakan korban jiwa. Nah, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai bisa menjadi salah satu faktor penyebab bencana alam yang satu ini.

So, untuk mencegah hal tersebut, maka mulailah untuk menjaga lingkungan dengan baik agar terhindar dari banjir.

5. Angin Puting Beliung

Angin Puting Beliung

* sumber: www.popularmechanics.com

Bencana alam selanjutnya yang juga cukup berbahaya adalah angin puting beliung. Angin puting beliung adalah putaran angin berkecepatan tinggi yang bergerak secara garis lurus. Angin puting beliung dapat menerjang dan menghancurkan semua benda yang ada di hadapannya.

Umumnya angin puting beliung terjadi pada musim pancaroba di siang atau sore hari. Di Amerika Serikat, angin ini sering disebut dengan Tornado. Angin ini memiliki kecepatan hingga 320 km/jam. Nah, masyarakat Amerika yang tinggal di daerah rawan bencana kerap membangun sebuah bungker bawah tanah yang berfungsi untuk melindungi keluarga dari terjangan angin ganas ini.

Baca juga: 10 Bencana Alam Paling Dahsyat yang Terjadi di Indonesia

6. Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem

* sumber: m.trubus.id

Bencana alam selanjutnya yang patut diwaspadai adalah perubahan cuaca ekstrem. Peristiwa ini biasanya ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak seperti biasanya. Umumnya perubahan tersebut berlangsung cepat dengan intensitas yang cukup tinggi. Perubahan cuaca ekstrem sering dikaitkan dengan pemanasan global yang terjadi di bumi.

Bencana ini biasanya ditandai dengan munculnya gelombang dingin dan gelombang panas yang dapat merugikan makhluk hidup dan ekosistem alami. Dampak yang ditimbulkan akibat hal tersebut cukup beragam mulai dari kelaparan, kesulitan tanaman dan tumbuh-tumbuhan untuk tetap bertahan hidup dan munculnya wabah penyakit.

7. Likuifaksi

Likuifaksi

* sumber: travel.tribunnews.com

Likuifaksi tanah atau pencairan tanah merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat tanah kehilangan kekuatan karena adanya tegangan secara mendadak. Likuifaksi sendiri biasanya terjadi akibat getaran seperti gempa bumi. Nah, akibat fenomena tersebut, tanah yang pada awalnya berbentuk padat berubah menjadi cair.

Masyarakat awam sendiri sering menyebut fenomena ini dengan tanah longsor. Kasus Likuifaksi terbesar pernah terjadi di tanah air, tepatnya di desa Petobo, Palu, Sulawesi Selatan pada tahun 2018 silam. Badan Penanggulangan Bencana sendiri telah memperkirakan lebih dari 5.000 orang warga hilang akibat bencana memilukan tersebut.

8. Abrasi

Abrasi

* sumber: tandaseru.id

Bencana lain yang juga berpotensi membahayakan adalah abrasi.  Abrasi adalah pengikisan pantai oleh gelombang laut yang menyebabkan kerusakan garis pantai. Abrasi disebabkan oleh keseimbangan wilayah pantai yang mengalami gangguan. Pengikisan pantai yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan air laut naik ke permukaan daratan.

Nah, hal tersebut tentu sangat berbahaya mengingat air dapat merendam pemukiman warga yang tinggal tak jauh dari pantai. Pemerintah Indonesia sendiri cukup aktif dalam menanggulangi masalah tersebut. Salah satunya dengan melakukan penanaman hutan Mangrove yang bermanfaat untuk mencegah terjadi pengikisan pantai.

9. Meteor Jatuh

Meteor Jatuh

* sumber: www.clarksvilleonline.com

Bencana alam lain yang juga kerap menjadi momok menakutkan bagi masyarakat adalah meteor jatuh. Salah satu peristiwa meteor jatuh yang cukup fenomenal pernah terjadi di Rusia. Meteor Chelyabinsk adalah meteor jatuh yang diketahui telah menelan korban cedera sekitar hampir 1200 orang akibat gelombang kejut yang dihasilkan saat terjadi benturan.

Selain menimbulkan korban luka, ribuan bangunan yang berada di enam kota dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan dahsyat. Meskipun peristiwa jatuhnya meteor jarang terjadi, namun tetap saja dapat menimbulkan kekhawatiran dan trauma bagi masyarakat dunia.

10. Kekeringan

Kekeringan

* sumber: beritagar.id

Bencana alam lainnya yang kerap dialami oleh masyarakat di berbagai belahan dunia adalah kekeringan. Kekeringan sendiri terjadi akibat gelombang panas yang merupakan efek dari pemanasan global.

Selain dapat menyebabkan kegagalan panen yang merugikan bagi masyarakat, gelombang panas juga sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang membahayakan bagi kelangsungan hidup flora dan fauna.

Nah, kekeringan sendiri dapat mempengaruhi pasokan air yang dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di bumi. Hal ini tentu menjadi masalah lain yang tak kalah serius.

Demikian 10 macam-macam bencana alam yang wajib untuk kamu ketahui. Menjaga lingkungan adalah cara yang tepat untuk meminimalisir terjadinya  bencana alam. Semoga informasi yang telah Bacaterus bahas di atas bisa menginspirasi kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *