Bacaterus / Mesin Jahit / 9 Macam Benang yang Biasa Digunakan untuk Membuat Pakaian

9 Macam Benang yang Biasa Digunakan untuk Membuat Pakaian

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pakaian yang kamu kenakan saat ini tidak langsung diproduksi melalui potongan-potongan kain, tetapi melewati banyak proses yang dimulai dari pemintalan serat-serat tumbuhan atau bulu binatang. Bahan yang dihasilkan dari proses tersebut dikenal dengan sebutan benang.

Ada berbagai macam serat yang digunakan untuk membuat benang yang dapat digunakan untuk merajut dan merenda dan mereka berasal dari berbagai sumber. Benang dibuat dari serat-serat yang dipilin bersama untuk membentuk untaian yang sangat panjang.

Serat yang digunakan untuk membuat benang berasal dari berbagai sumber, baik itu hewani, tumbuhan, dan sintetis/buatan. Berikut ini Bacaterus akan membahas beberapa macam benang berdasarkan bahan pembuatannya.

1. Benang Wol

* sumber: pixabay.com

Benang wol adalah salah satu jenis benang yang terbuat dari serat yang diperoleh dari rambut hewan terutama domba dan kambing. Jenis wol yang terdapat saat ini dapat dibedakan dari jenis domba wol itu sendiri. Dua jenis wol domba yang paling banyak digunakan adalah merino dan lopi dengan merino menjadi jenis wol domba yang paling umum dan berharga.

Terdapat juga wol kasmir, yaitu serat yang diperoleh dari kambing kasmir atau kambing pashmina dan jenis kambing lainnya. Dibanding wol domba, wol kasmir ini lebih halus, lebih kuat, lebih ringan, lebih lembut dan isolasinya kira-kira tiga kali lebih banyak daripada wol domba.

2. Benang Sutera

* sumber: pixabay.com

Benang ini terbuat dari sutera yang dihasilkan oleh larva-larva serangga yang memiliki kemampuan membentuk kepompong. Bombyx mori, yang juga dikenal sebagai ulat sutera Mulberry, diketahui menghasilkan bentuk sutera yang paling dikenal. Akan tetapi, sutera yang umumnya dipakai untuk pembuatan tekstil adalah sutera ulat ngengat. Di Indonesia kamu dapat menemukan beberapa tempat di mana ulat-ulat sutera diternak untuk diambil suteranya.

3. Benang Alpaka

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/sadsnaps/

Jika benang wol terbuat dari serat rambut domba atau kambing, maka benang alpaka terbuat dari serat alpaka yang mirip dengan wol domba. Serat alpaka sendiri dipanen dari hewan alpaka yang memiliki karakteristik berbeda dengan wol domba. Serat alpaka tidak mengandung lanolin yang membuatnya hypoallergenic (diklaim menyebabkan lebih sedikit reaksi alergi) dan lebih hangat dari wol domba.

Benang alpaka pertama kali digunakan pada awal tahun 1800-an di Inggris meskipun membutuhkan beberapa upaya untuk membuatnya menjadi bahan yang bisa dikerjakan. Itu karena benang tersebut ditenun menjadi kain jenis camlet yang tidak bekerja dengan baik dengan benang alpaka. Setelah metode lungsin dan pakan diperkenalkan, benang alpaka dapat ditenun menjadi kain dengan hasil yang baik.

4. Benang Hemp

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/ingermaaike2/

Menurut Wikipedia, hemp adalah istilah umum yang digunakan untuk varietas tanaman ganja dan produk-produknya yang meliputi serat, minyak dan biji. Serat hemp telah menjadi serat yang umum digunakan selama berabad-abad. Selain benang, serat hemp juga dapat digunakan untuk kain dan tekstil, tali, dan bahkan makanan.

Hemp memiliki banyak manfaat karena dapat tumbuh lebih cepat daripada pepohonan dan membutuhkan lebih sedikit air serta tidak memerlukan pestisida atau pupuk. Disebutkan juga kalau hemp adalah sejenis tanaman yang dapat memproduksi oksigen sekitar 3 kali lebih banyak daripada tanaman-tanaman lainnya.

5. Benang Kapas

* sumber: pixabay.com

Pernah melihat tanaman kapas? Kapas adalah sumber pembuatan benang dan tekstil yang sangat populer. Di dunia ini terdapat berbagai jenis kapas yang dapat ditanam dan dipergunakan. Tiga jenis kapas yang paling populer digunakan untuk membuat benang adalah kapas Mesir, kapas Pima, dan kapas Amerika.

Setiap jenis kapas tadi memiliki kelebihannya masing-masing. Kapas Mesir memiliki serat kapas terpanjang dan lebih lembut dari jenis kapas lainnya. Selanjutnya adalah kapas Amerika yang tersedia dalam jumlah warna yang banyak dan dapat digunakan sebagai pewarna yang berkualitas dari pada jenis kapas lainnya. Lalu kapas Pima adalah kombinasi antara kapas Mesir dan Amerika dengan kelebihan-kelebihan keduanya.

6. Benang Bambu

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/clatterbass/

Kamu pasti tahu tanaman ini, kan? Bambu adalah salah satu pohon yang sering berhubungan dengan papan manusia. Di desa-desa mungkin kamu masih dapat menemukan bangunan dari bambu. Nah, selain digunakan dalam bentuk ukuran besar, bambu juga menghasilkan serat yang dapat dijadikan benang.

Serat bambu umumnya terlalu pendek untuk digunakan membuat serat alami, tetapi kulit bambu dapat digunakan dalam kombinasi dengan proses kimia untuk membuat rayon yang merupakan serat sintetis. Bambu adalah salah satu tanaman yang sangat bermanfaat serta dapat dipanen tanpa membunuh tanaman tersebut. Bambu juga merupakan tanaman penyerap karbon, penghasil oksigen dan dan mengendalikan erosi tanah.

7. Benang Rayon

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/snowangels/

Rayon adalah serat selulosa buatan yang umumnya terbuat dari selulosa murni dari kayu dan pulp tanaman. Meskipun prosesnya dimulai dengan bubur kayu atau tanaman, proses kimia yang dilaluinya membuat rayon seperti serat semi-sintetis. Dari proses-proses itulah benang rayon dihasilkan untuk nantinya dirajut menjadi beberapa model pakaian.

Ada berbagai metode yang digunakan untuk membuat rayon, salah satunya adalah metode cuprammonium. Cara membuat rayon ini melibatkan kombinasi antara selulosa dengan tembaga dan amonia untuk membuat selulosa menjadi senyawa yang larut. Serat yang dihasilkan dari proses ini sangat halus dan memiliki nuansa sutra dan biasanya digunakan pada gaun malam dan blus.

Ada juga metode asetat dan yang paling populer untuk membuat serat rayon adalah metode viscose. Saat ini banyak jenis serat alami yang dapat digunakan untuk memulai proses ini seperti bubur hemp dan bubur bambu.

8. Benang Nilon

* sumber: commons.wikimedia.org

Benang nilon terbuat dari serat-serat sintetis yang pertama kali digunakan pada tahun 1935. Nilon sendiri umumnya digunakan untuk membuat produk pakaian seperti stocking wanita, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat suku cadang mobil, peralatan listrik dan film-film untuk kemasan makanan. Nilon diciptakan untuk menjadi sutera sintetis karena selama Perang Dunia II sutera adalah barang langka. Contoh produk lain berbahan nilon adalah parasut, rompi anti peluru dan ban kendaraan.

9. Benang Poliester

* sumber: www.meherinternational.com

Poliester adalah jenis serat sintetis yang populer dan sebagian besar digunakan dalam pakaian. Poliester ini masuk kategori polimer yang mencakup bahan kimia alami seperti cutin dalam kutikula tanaman dan bahan kimia buatan. Poliester berbahan dasar alami dapat diurai oleh alam tetapi sebagian besar poliester sintetis tidak.

Benang poliester dapat digunakan untuk membuat kain yang digunakan dalam pakaian, perabot dan linen dan bahkan aksesoris komputer seperti alas mouse. Poliester juga dapat dicampur dengan serat alami seperti katun yang dapat mengubah sifat bahan yang dihasilkan. Poliester juga dapat dicampur dengan kapas yang disebut dengan polycottonyang tahan sobek dan kerut serta kuat.

Itulah beberapa macam benang yang perlu kamu ketahui. Selain untuk membuat pakaian, benang-benang di atas juga ternyata digunakan untuk membuat produk-produk lainnya, seperti otomotif, elektronik, dan perlengkapan outdoor. Jika ada macam benang lain yang belum disebutkan di sini, silakan tulis di komentar.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *