Bacaterus / lagu / Anti-Mainstream! 10 Lagu Ini Bercerita Tentang Lingkungan

Anti-Mainstream! 10 Lagu Ini Bercerita Tentang Lingkungan

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dari masa ke masa, jumlah musisi semakin bertambah. Hal itu berbanding lurus dengan jumlah lagu yang mereka hasilkan. Banyaknya lagu yang dirilis di pasaran, ada berbagai tema yang dipilih oleh para penulisnya. Ada yang mengambil tema bersifat personal seperti percintaan ada juga yang mengambil tema sosial seperti politik atau lingkungan.

Lagu tentang lingkungan bukanlah tema yang banyak diambil karena dianggap nggak begitu menarik secara komersil. Tapi nggak sedikit musisi yang berani mengangkat tema tersebut sebagai wujud kegelisahan yang ingin mereka sampaikan.

Lagu tentang Lingkungan

* sumber: drmahdimason.com

Anti-mainstream! 10 lagu ini bercerita tentang lingkungan, teman-teman! Mungkin dengan mendengar lagu-lagu berikut ini kamu bisa jadi lebih mencintai lingkungan.

1. Marvin Gaye – Mercy Mercy Me (The Echology)


Marvin Gaye adalah penyanyi yang berjaya di era 60-an sampai 80-an. Dia bahkan mendapat julukan sebagai Prince of Motown dan Prince of Soul. Sepanjang karirnya sebagai musisi, dia sudah merilis sebanyak 17 album. Di album kesebelas yang berjudul What’s Going On (1971), ada lagu tentang lingkungan yang menjadi single kedua yaitu Mercy Mercy Me (The Echology).

Mercy Mercy Me dianggap sebagai salah satu lagu paling populer yang mengangkat tema tentang lingkungan. Lagu ini membahas bagaimana kerusakan lingkungan sudah semakin merajalela. Dari mulai bagaimana sulitnya melihat langit yang biru, sampai kepunahan hewan.  Judulnya sendiri merupakan doanya supaya diampuni atas tindakan manusia yang semena-mena terhadap alamnya.

2. Cat Stevens – Where Do the Children Play?


Nama Cat Stevens mungkin nggak sebersinar musisi lain yang muncul di pertengahan tahun 60-an. Tetapi karyanya dianggap menjadi salah satu yang berpengaruh dalam genre folk. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Wild World yang dibawakan kembali oleh Mr. Big. Sampai sekarang, dia masih aktif sebagai musisi dengan nama Yusuf Islam/Cat Stevens.

Where Do the Children Play merupakan trek pembuka dari album keempat Stevens yang berjudul Tea for the Tillerman. Lagu ini menceritakan tentang sisi lain dari kemajuan pesat teknologi yang memudahkan manusia yakni kerusakan lingkungan. Lahan kosong diganti dengan bangunan tinggi. Stevens menyindir hal itu dengan menanyakan di mana tempat anak-anak bisa bermain.

3. Iwan Fals – Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi


Sepertinya sulit menemukan orang Indonesia yang nggak mengenal nama Iwan Fals. Penyanyi kelahiran Jakarta ini menyandang status legenda hidup. Sampai saat ini, beliau sudah merilis puluhan album dan ratusan lagu. Selain dikenal karena produktivitasnya dalam bermusik, pemilihan tema lagu tentang kritik sosial merupakan spesialisasinya.

Di album Opini yang dirilis tahun 1982, ada lagu berjudul Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi. Lagu ini bercerita tentang hutan yang kian habis dari waktu ke waktu karena dimanfaatkan secara nggak bertanggung jawab oleh sebagian orang. Kerusakan itu diakibatkan oleh keserakahan manusia yang ingin mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

4. Gombloh – Berita Cuaca


Gombloh merupakan musisi Indonesia yang mulai berkarir di dunia musik pada akhir 70-an. Dia dikenal sebagai musisi yang menghasilkan berbagai karya fenomenal. Dari mulai lagu bertema kebangsaan berjudul Kebyar-Kebyar sampai yang bertema percintaan seperti Ku Gadaikan Cintaku.  Uniknya, beliau bisa mengemas lagu-lagunya dengan nada yang catchy.

Lagu Gombloh yang bertema lingkungan adalah Berita Cuaca. Lagu ini bercerita tentang keindahan Indonesia yang memiliki tanah yang subur tapi mulai tergerus. Uniknya, liriknya bukan cuma menggambarkan tentang kerusakan lingkungan tapi banyak harapan baik yang dilantunkan. ‘Damai saudaraku, suburlah bumiku… ‘ bukan hanya tentang lingkungan tapi juga kemanusiaan.

5. Joni Mitchell – Big Yellow Taxi


Joni Mitchell adalah seorang penyanyi berkewarganegaraan Kanada. Dia dikenal karena kemampuannya bermain di berbagai genre. Folk, pop, rock, dan jazz dikuasainya. Kehebatannya itu semakin lengkap dengan keberaniannya mengambil tema sosial dan lingkungan dalam lagu-lagu ciptaaannya. Big Yellow Taxi merupakan lagu dari albumnya yang berjudul Ladies of the Canyon.

Dia menulis lagu tersebut ketika sedang berlibur ke Hawaii. Suatu pagi dia melihat sebuah pemandangan indah dari kamar hotelnya. Tapi ketika melihat sekeliling, yang ada adalah sebuah tempat parkir yang luas. Hal itu menurutnya menyedihkan karena tempat yang indah itu mulai berubah. Lahan hijau itu sudah diubah menjadi bangunan-bangunan yang digunakan oleh manusia.

Baca juga: 10 Cara Menjaga Lingkungan yang Wajib Dilakukan Masyarakat

6. Depeche Mode – The Landscape Is Changing


Depeche Mode adalah band elektronik asal Basildon, Essex, Inggris. Mereka mulai merlis album pertama di tahun 1980 dan aktif sampai saat ini. Total sudah ada 14 album yang mereka hasilkan. Construction Time Again merupakan salah satu album mereka yang mencuri perhatian dan mendapat review bagus.

Salah satu lagu Depeche Mode di album tersebut adalah The Landscape Is Changing. Lagu ini mengambil tema tentang kerusakan lingkungan dan berharap manusia bisa lebih memperhatikan kelestariannya. Alan Wilder yang baru diangkat menjadi personil band di album ini merupakan penciptanya.

7. Koes Plus – Kolam Susu


Nama Koes Plus di belantika musik Indonesia sudah dikategorikan sebagai legenda. Band lanjutan dari Koes Bersaudara ini memulai karirnya di tahun 1963. Sudah puluhan album yang mereka hasilkan sampai terakhir di tahun 2011. Salah satu lagu paling populer mereka adalah Kolam Susu yang diambil dari album Volume 8.

Kolam Susu diciptakan oleh Yok Koeswoyo. Lirik ‘Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman’ merupakan gambaran betapa kita diberkati oleh tanah yang subur. Nadanya yang menyenangkan merupakan terobosan bahwa lagu tentang lingkungan nggak selalu bernuansa serius.

8. The Yardbirds – Shape of Things


The Yardbirds adalah salah satu band populer di dekade 60-an asal Inggris. Mereka dikenal dengan suara gitar yang magis. Bahkan mereka dianggap sebagai pionir dari sub-genre psychedelic rock dan hard rock. Salah satu gitaris mereka adalah Jimmy Page yang selepas bubarnya Yardbirds membentuk Led Zeppelin.

Shape of Things merupakan lagu dari album yang berjudul sama dari The Yardbirds yang dirilis pada tahun 1966. Liriknya bercerita tentang lingkungan yang semakin waktu semakin rusak oleh tindakan manusia. Mereka mempertanyakan apakah semakin berjalannya waktu, keindahan itu akan semakin menghilang.

9. Naif – Dia adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia yang Ada di Seluruh Dunia


Naif adalah band populer Indonesia yang mulai mencuat dari akhir tahun 90-an sampai sekarang. Kemunculan mereka di awal karir membawa kembali nuansa retro baik dalam lagu maupun penampilan panggungnya. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai mengubah citra itu dan memainkan musik yang lebih modern walau nggak kehilangan ciri khasnya.

Dia Adalah Sejuta Umat Manusia yang Ada di Seluruh Dunia merupakan lagu Naif dari album ketiga mereka, Titik Cerah. Liriknya bercerita tentang kerusakan lingkungan dan semakin banyaknya gedung-gedung berdiri. Uniknya, dia di lagu ini nggak secara khusus merujuk pada seseorang. Bisa jadi dia adalah pendengar lagu menjadi orang berpengaruh dalam memperbaiki kondisi lingkungan.

10. The Kinks – Apeman


The Kinks merupakan band yang memulai karir di tahun 1964 dan sudah merilis 24 album sepanjang karir mereka. Mereka dianggap sebagai pionir sub-genre hard rock dan protopunk lewat lagu You Really Got Me dan All Day and All of the Night. Ray Davies yang menulis sebagian besar lirik lagu mempunyai ciri khas dengan liriknya yang mengangkat kultur Inggris.

Apeman adalah lagu The Kinks dari album Lola versus Powerman and the Moneygoround, Part One. Liriknya bercerita tentang kemuakkan seseorang atas kehidupan modern. Pasalnya kehidupan modern dipenuhi oleh polusi, kelaparan, dan keserakahan para politisi. Untuk itu, dia ingin menjadi kera dan hidup di hutan.

Itulah 10 lagu anti-mainstream tentang lingkungan. Beberapa memang lagu lama tapi masih relevan dengan keadaan saat ini. Mungkin beberapa masih asing untuk kamu, tapi nggak ada salahnya untuk dicoba, kan? Apakah kamu punya lagu rekomendasi yang lain? Kalau ada tulis di kolom komentar, yuk! Biar lagu-lagu bagus itu diketahui oleh lebih banyak orang.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *