Bacaterus / lagu / 10 Rekomendasi Lagu Band Oasis yang Enak Diperdengarkan

10 Rekomendasi Lagu Band Oasis yang Enak Diperdengarkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Januari 2020

Oasis, band asal Manchester, Inggris ini merupakan salah satu pentolan yang memberikan pengaruh budaya Britpop di seluruh dunia. Pada awalnya mereka menggunakan nama band The Rain sebelum akhirnya dirubah menjadi Oasis oleh Liam Gallagher. Sang kakak, Noel Gallagher kemudian ikut bergabung sebagai gitaris di band tersebut.

Album debut mereka bertajuk Definitely Maybe (1994) sukses di pasaran, dan mengantarkannya ke dalam popularitas tiada henti. Hingga kini, Oasis telah menghasilkan tujuh album studio yang laris manis.

Sayangnya, akibat perseteruan di antara Gallagher bersaudara, Liam dan Noel, band ini terpaksa bubar. Walaupun begitu, karya musiknya tetap menggema dan masih dinikmati oleh siapa saja sampai sekarang.

Untuk mengingat momen kejayaan musik Britpop, Bacaterus akan memberikan referensi 10 lagu terbaik dari Oasis yang masih enak untuk didengarkan kembali. Berikut adalah ulasannya.

1. Champagne Supernova

Champagne Supernova

* sumber: en.wikipedia.org

Champagne Supernova menjadi track penutup dari 12 lagu Oasis yang ada di album (What’s the Story) Morning Glory?. Lagu berdurasi tujuh menit ini ditulis oleh gitaris Noel Gallagher dan menjadi salah satu hits single di album kedua Oasis.

Single tersebut dirilis pada tanggal 13 Mei 1996, dan sukses merajai daftar putar di radio-radio yang ada di Amerika Serikat dengan masuk ke dalam tangga lagu Modern Rock Tracks.

Meskipun demikian, Champagne Supernova sempat dikritik karena memiliki lirik lagu yang tidak akurat. Masalah kecil tersebut terdapat pada baris verse pertama yakni, “Slowly walking down the hall/faster than a cannonball”.

Namun, Noel sendiri menanggapi perkara kecil itu dengan santai dan mengatakan bahwa lagu itu memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang yang telah menyanyikannya.

2. Stop Crying Your Heart Out

Stop Crying Your Heart Out

* sumber: en.wikipedia.org

Dirilis pada tanggal 17 Juni 2002, Stop Crying Your Heart Out masuk dalam tracklist album kelima Oasis yang berjudul Heathen Chemistry. Lagu ini dipilih menjadi single kedua untuk album tersebut, dan saat perilisannya telah terjual sebanyak 200 ribu copy.

Atas pencapaiannya itu, British Phonographic Industry (BPI) lalu memberikan sertifikasi berupa piringan perak kepada lagu yang dikarang oleh Noel Gallagher ini.

Stop Crying Your Heart Out juga menjadi original soundtrack sebuah film berjudul The Butterfly Effect. Lagunya muncul di bagian akhir dan menjadi soundtrack yang manis dari film yang dibintangi oleh Ashton Kutcher tersebut.

Bukan hanya itu saja, fans timnas sepakbola Inggris mengenang lagu ini begitu emosional. Para Hooligan menyanyikannya saat Inggris kalah dari Brazil pada Piala Dunia 2002.

3. Don’t Look Back In Anger

Don’t Look Back In Anger

* sumber: www.smule.com

Don’t Look Back In Anger adalah lagu wajib yang selalu dibawakan Oasis setiap kali mereka konser. Lagu ini begitu istimewa karena berhasil memuncaki daftar hits populer di UK Singles Chart.

Maka tak heran, ganjaran piringan platinum menjadi hadiah sempurna untuk pencapaian tersebut. Single ini dirilis pada 19 Februari 1996 sebagai bagian dari tracklist dalam album kedua mereka (What’s the Story) Morning Glory?.

Noel Gallagher memang menulis hampir semua lagu Oasis, termasuk single yang satu ini juga. Untuk mengerjakan Don’t Look Back In Anger, ia mengambil beberapa referensi dari John Lennon.

Dentingan piano di awal musik terinspirasi dari lagu Imagine karya pentolan The Beatles tersebut. Bukan hanya itu saja, baris lirik “so I start the revolution from my bed” secara tersirat ia dedikasikan pula kepadanya.

4. Wonderwall

Wonderwall

* sumber: www.amazon.com

Pada awalnya, lagu ini bertajuk Wishing Stone yang kemudian diberikan sentuhan ajaib oleh Noel sehingga judul Wonderwall pun tercipta. Di antara semua single Oasis yang beredar di Amerika Serikat, Wonderwall menjadi lagu yang paling hits di negara adidaya tersebut.

Hal itu terbukti lewat penghargaan piringan emas dari The Recording Industry Association of America (RIAA) yang bermarkas di Washington DC. Noel Gallagher mengatakan kepada majalah New Musical Express (NME) bahwa lagu Wonderwall ditulis untuk memuji pacarnya saat itu, Meg Matthews.

Ketika mereka menikah dan akhirnya harus bercerai, Noel mengungkapkan di Q Magazines jika lagu tersebut ternyata bukan untuk Matthews. Menurutnya, Wonderwall berkisah tentang seorang teman imajiner yang akan datang dan menyelamatkan dirimu.

5. Whatever

Whatever

* sumber: www.cdandlp.com

Lagu ini ditulis oleh Noel karena terinspirasi dari sikap ayahnya kepadanya sewaktu remaja. Pada waktu itu, sang ayah selalu memaksa Noel untuk menjadi seorang perancang bangunan jika ia telah dewasa.

Single Whatever kemudian terlibat masalah hak cipta dan dituntut oleh Musisi bernama Neil Innes. Lagu tersebut dianggap memplagiat bagian melody dari lagu “How Sweet to Be an Idiot” pada tahun 1973.

Dalam hasil perkara tersebut, Oasis harus membayar royalti kepada Innes dan menuliskan namanya pada daftar pencipta lagu sebagai co-writer. Walaupun begitu, single ini telah terjual sebanyak 540 ribu copy pada saat perilisannya di tanggal 18 Desember 1994.

Kesuksesan lagu ini dibarengi dengan penjualan album pertama mereka, Definitely Maybe yang sangat sukses dan diterima di industri musik dunia.

6. Some Might Say

Some Might Say

* sumber: www.danguest.co.uk

Awalnya, Noel merekam Some Might Say ini sebagai demo lagu sebelum masuk ke dalam album ke dua mereka. Pada saat itu, ia merekamnya bersama dengan produser Owen Morris, yang kebetulan juga sedang memproses album The Northern Soul dari sesama band Britpop, yaitu The Verve.

Lagu ini kemudian sukses di Eropa dengan mencapai 10 besar di Finlandia, Swedia, Islandia, dan Irlandia. Some Might Say merupakan lagu Oasis terakhir yang dimainkan oleh drummer mereka Tony McCarroll.

Ia berseteru dengan Noel Gallagher dan memaksanya untuk hengkang dari band sebelum proses rekaman (What’s the Story) Morning Glory? rampung. Untuk mengisi kekosongan tersebut, sesi drum di album kedua ini digantikan oleh Alan White yang kemudian menjadi drummer baru Oasis sampai tahun 2004.

7. Live Forever

Live Forever

* sumber: www.ebay.co.uk

Noel Gallagher menulis lagu ini pada tahun 1991 sebelum dirinya bergabung dengan Oasis. Live Forever yang ia tulis sendiri terinspirasi dari salah satu hits band Rolling Stones, yakni Shine a Light.

Lirik yang ia ciptakan berisikan pandangan optimis yang kontras dengan sikap band-band grunge yang tengah populer pada waktu itu. Single ini adalah lagu Oasis pertama yang berhasil masuk sepuluh besar di Inggris Raya.

Live Forever diperdengarkan terlebih dahulu ke pasaran musik pada tanggal 8 Agustus 1994 sebelum debut album mereka Definitely Maybe dirilis. Lagu ini berada di track ketiga dari 11 daftar putar yang berada di album tersebut.

Pada tahun 2016, British Phonographic Industry (BPI) memberikan penghargaan piringan emas, serta piringan platinum pada Januari 2018 atas penjualan sukses dari single Live Forever.

8. Roll With It

Roll With It

* sumber: en.wikipedia.org

Lagu ini menjadi salah satu pemicu “The Battle of Britpop” di antara dua band paling sukses di Britania Raya, yaitu Oasis dan Blur. Pada tanggal 14 Agustus 1995, Roll with It milik Oasis dirilis berbarengan dengan hits dari Blur yang berjudul Country House.

Kedua single tersebut kemudian bersaing satu sama lain di industri musik untuk bisa memuncaki daftar terbaik di UK Singles Chart. Persaingan mereka kemudian semakin memanas akibat ulah masing-masing personil dalam menyudutkan satu sama lain.

Gallagher bersaudara serta Damon Albarn dan Alex James dari Blur sering melontarkan kalimat provokatif di media cetak dan elektronik. Pada akhirnya, single Country House berada di posisi pertama dengan terjual 274 ribu copy, sedangkan Roll with It dari Oasis terjual berkisar 216 ribu copy.

9. Stand By Me

Stand By Me

* sumber: en.wikipedia.org

Stand By Me merupakan lagu yang berada di album ketiga mereka yang berjudul Be Here Now. Lagu ini dirilis pada tanggal 22 September 1997 setelah beberapa minggu wafatnya istri Pangeran Charles, yakni Putri Diana.

Pada akhir tahun 1997, Stand By Me berada di urutan 46 dalam daftar tangga lagu di Inggris. Single ini kemudian mencapai 10 besar di Finlandia, Islandia, Italia, Norwegia, Spanyol dan Swedia.

Track keempat dari album ketiga Oasis ini ditulis oleh Noel yang terinspirasi oleh ibunya sendiri. Ia mempunyai alergi terhadap beberapa jenis makanan.

Untuk menenangkan ibunya, Noel membuat sebuah porsi makan yang banyak untuk dirinya sendiri, dan ia pun malah jatuh sakit. Peristiwa itu kemudian menjadi lirik verse awal lagu, “Made a meal and threw it up on Sunday, I’ve got a lot of things to learn”.

10. Don’t Go Away

Don’t Go Away

* sumber: www.kompasiana.com

Don’t Go Away dirilis sebagai single keempat dan terakhir dari album Be Here Now. Lagu ini mendapatkan apresiasi yang baik di tangga lagu Jepang dengan menduduki nomor 48 di Oricon Chart.

Industri musik Amerika menyambut hangat single tersebut, dan menempatkannya di nomor 35 dalam tangga lagu Billboard Hot 100 Airplay, serta menempati posisi 15 di tangga lagu RPM Top Singles Kanada.

Dalam sebuah wawancara tahun 1997 saat mereka mempromosikan album Be Here Now, Noel Gallagher mengatakan jika Don’t Go Away menjadi salah satu lagu tersedih dari Oasis.

Ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuliskan baris lirik “Me and you, what’s going on?/ All we seem to know is how to show/ The feelings that are wrong”.

Itulah 10 lagu dari Oasis yang tetap enak untuk diperdengarkan kembali. Lagu-lagu tersebut tentunya bisa kamu nikmati di platform-platform layanan musik digital yang ada di gagdetmu. Selamat menikmati musik Britpop! Jangan lupa untuk update rekomendasi lagu-lagu terbaik dunia lainnya hanya di Bacaterus.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *