Bacaterus / lagu / 10 Lagu Favorit dari Band Metallica untuk Para Metalhead

10 Lagu Favorit dari Band Metallica untuk Para Metalhead

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Metallica merupakan salah satu grup band heavy metal paling populer di dunia. Band ini mulai terbentuk pada tahun 1981 di Kota Los Angeles, California. Personil Metallica sendiri terdiri dari James Hetfield (vokalis/gitaris), Lars Ulrich (drummer), Kirk Hammet (gitaris), dan Robert Trujilo (Bassist). Sejak awal kemunculannya, mereka konsisten memainkan musik-musik garang dengan tempo yang agresif.

Hingga saat ini, Metallica sudah mengeluarkan 10 album studio yang lagu-lagunya sukses dinikmati oleh para metalhead. Berkat konsistensinya dalam bermusik, mereka berhasil mendapatkan 9 penghargaan Grammy Award sepanjang karirnya dari 19 kali dinominasikan sejak 1989 hingga 2015. Band cadas ini tentunya sudah menyambangi Indonesia dengan mengadakan konser pada tahun 1993 dan 2013 lalu.

Dalam ulasan kali ini, Bacaterus akan memberikan 10 daftar lagu dari Metallica yang paling enak untuk diperdengarkan kembali. Penasaran apa saja? Mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

1. Seek and Destroy

Seek and Destroy

Seek & Destroy adalah track kesembilan dari album pertama Metallica yang berjudul Kill ‘Em All. Lagu ini pun pernah masuk dalam album demo mereka dengan tajuk No Life ’til Leather. Hits ini selalu menjadi track yang sering dibawakan ketika mereka mengadakan konser. Saat mereka menyelenggarakan Madly in Anger with the World Tour di tahun 2003, Seek & Destroy menjadi lagu penutup konser yang sempurna.

Dalam daftar 10 Lagu Metallica terbaik versi AOL Radio, Seek & Destroy menempati peringkat keempat lagu ini memang sangat tenar bagi Metalhead di Indonesia, dan telah berubah sebagai sebuah “anthem” untuk para penggemar Metallica di Seluruh dunia. Sang Vokalis James Hetfield pernah mengatakan jika penciptaan Seek & Destroy dipengaruhi oleh lagu Dead Reckoning dari band Diamond Head.

2. Master of Puppets

Master of Puppets

Track kedua dari album ketiga Metallica ini telah dirilis pada tanggal 2 Juli 1986, dan memiliki waktu durasi musik cukup lama yaitu 8 menit. Master of Puppets menduduki peringkat ketiga dalam daftar lagu heavy metal terbaik sepanjang masa oleh VH1. Menurut sang drummer Lars Ulrich, lagu ini mengisahkan tentang kehidupan seseorang yang berhasil dikendalikan oleh sebuah kekuatan yang tak dikenal.

Pada sebuah wawancara di tahun 1986, Cliff Burton (Ex-Bassist Metallica) menuturkan bahwa Master of Puppets adalah lagu Metallica favoritnya. Lagu ini kemudian mendapatkan apresiasi dari para kritikus dan jurnalis musik. Salah satunya datang dari pewarta asal kanada, Martin Popoff, ia menempatkan lagu ini di urutan nomor dua dalam bukunya yang berjudul The Top 500 Heavy Metal Songs Of All Time.

3. Enter Sandman

Enter Sandman

Enter Sandman menjadi track pembuka dalam album kelima mereka yang berjudul Metallica. Lagu ini diciptakan oleh Kirk Hammett, James Hetfield dan Lars Ulrich serta dirilis pada tanggal 29 Juli 1991. Menurut Hetfield, lirik lagu Enter Sandman terinspirasi dari cerita-cerita mimpi buruk yang dialami oleh anak kecil. Single ini meraih sertifikasi platinum karena telah terjual 1 juta copy di seluruh Amerika Serikat.

Bukan hanya itu saja, lagu ini pun banyak menerima pujian positif dari sejumlah fans dan para kritikus musik. Salah satunya datang dari Majalah Rolling Stone yang mencatatnya sebagai lagu ke-40 dalam daftar 500 Greatest Songs of All Time. Selaiin itu, VH1 juga menempatkannya di urutan ke-22 dalam chart 40 Greatest Metal Songs of All Time, serta berada di posisi ke-18 sebagai 100 Greatest Songs of the ’90s.

4. One

One

James Hetfield dan Lars Ulrich menulis lagu ini yang kemudian dirilis pada tanggal 10 January 1989. Lagu One masuk dalam album keempat mereka … And Justice for All dan didapuk sebagai single ketiga di album tersebut. One adalah sebuah lagu anti perang yang menggambarkan seorang prajurit Perang Dunia I yang terluka parah. Panca inderanya lumpuh total, dan ia pun memohon Tuhan untuk mengambil hidupnya.

Metallica menampilkan lagu ini untuk siaran acara Grammy Awards ke-31 di Los Angeles pada tahun 1989. Di tahun berikutnya, single One memenangkan Grammy Award dalam kategori Best Metal Performance. Video klip One dibuat dalam warna hitam putih oleh sutradara Michael Salomon. Cerita dari videonya sendiri diselingi dengan adegan yang diambil dari film anti perang berjudul Johnny Got His Gun (1971).

5. Nothing Else Matters

Nothing Else Matters

Nothing Else Matters ditulis oleh James Hetfield pada tahun 1990 ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya di telepon. Ia kemudian memetik senar gitar dari kunci E Minor yang akhirnya membentuk dua bar pertama dari lagu tersebut. James menuliskan lirik so close, no matter how far untuk diberikan kepada kekasihnya sebagai sebuah bentuk ikatan disaat dirinya harus melakukan road tur bersama Metallica.

Awalnya, lagu ini tidak direncanakan untuk dirilis dan hanya ditulis dan dinikmati oleh James Hetfield sendiri bersama kekasihnya. Setelah Lars Ulrich mulai mendengarkannya, lagu tersebut kemudian masuk ke dalam album kelima mereka yang berjudul Metallica. Nothing Else Matters berada di nomor 11 di tangga langgu Billboard Mainstream Rock Tracks, dan menempati nomor ke-6 dalam UK Singles Chart.

6. Fade to Black

Fade to Black

Walaupun Fade to Black mengusung power ballad dalam aransemen musiknya, namun citarasa Metallica masih terasa di lagu ini. Lagu berdurasi enam menit ini dirilis sebagai single promosi dari album studio kedua mereka, Ride the Lightning. Fade to Black kemudian berada di urutan ke-24 dalam permainan solo gitar terbaik yang dipublikasikan oleh sebuah majalah musik dari Amerika bernama Guitar World.

Lagu ini menempati posisi 100 di Swiss Singles Chart pada tahun 2008, dan mendapatkan penghargaan sertifikasi piringan emas dari Recording Industry Association of America. Dalam sebuah wawancara dengan Lars Ulrich pada acara MTV di tahun 2003, ia mengatakan jika dirinya bersama James Hetfield sedang “terobsesi dengan kematian”, sehingga Lirik lagu ini membahas tentang perasaan bunuh diri.

7. For Whom the Bell Tolls

For Whom the Bell Tolls

Judul dan lirik Lagu yang satu ini terinspirasi dari novel karya penulis Ernest Hemingway dengan memakai nama yang sama. Buku tersebut terbit pada tahun 1940, dan menceritakan tentang proses kematian dalam perang modern dan Perang Saudara Spanyol yang berdarah. Secara khusus, lirik dalam lagu ini mengisahkan tentang lima tentara yang tewas terkena serangan udara saat bertahan di atas bukit.

For Whom the Bell Tolls dirilis pada album kedua mereka yang berjudul Ride the Lightning. Pada tahun 1985, Elektra Records merilisnya sebagai single promosi, dengan versi yang diedit dan versi lengkap. Lagu ini umumnya dianggap sebagai salah satu single terpopuler Metallica, karena selalu disertakan dalam setiap album live dan album video yang selalu mereka buat.

8. Jump In the Fire

Jump In the Fire

Jump in the Fire dirilis sebagai single kedua sekaligus terakhir dari album debut mereka, Kill ‘Em All. Lagu ini bersama dengan Hit the Lights dan No Remorse adalah salah satu lagu dari mereka yang dimasukan ke dalam demo rekaman yang berjudul Ron McGovney’s ’82 Garage demo. Versi asli lirik Jump in the Fire ditulis oleh Dave Mustaine (Ex-Gitaris Metallica) saat ia pertama kali bergabung dengan Metallica.

Namun, saat Mustaine memutuskan untuk hengkang dari Metallica, lirik baru kemudian ditulis oleh James Hetfield. Lirik teranyar tersebut menggambarkan tentang orang-orang yang dikutuk di neraka. Sementara itu, Lars Ulrich mengklaim bahwa Jump in the Fire telah ditulis seperti lagu yang diciptakan oleh Band Iron Maiden yang berjudul Run to the Hills yang sangat populer pada saat itu.

9. The Four Horsemen

The Four Horsemen

Dave Mustaine membawa lagu ini ke dalam Metallica dan mulai menyelesaikannya bersama dengan James Hetfield dan lars Ulrich. Pada saat itu, mereka menamainya The Mechanix sebagai judulnya dan memasukannya ke dalam kaset demo No Life’ Til Leather. Setelah Mustaine keluar dari band pada tahun 1983, Metallica merilis album Kill ‘Em All dengan versi ulang lagu ini dinamai The Four Horsemen.

Selepas Mustaine pergi, James langsung mengambil sendiri untuk menulis ulang lirik lagu The Mechanix. Hasilnya, The Four Horsemen kemudian muncul dengan lirik lagu yang sedikit lebih gelap dari sebelumnya. Terciptanya lagu ini secara jelas terinspirasi dari teks Alkitab tentang empat penunggang kuda yang datang pada akhir dunia.

10. Battery

Battery adalah track pembuka dalam album mereka Master of Puppets yang dirilis pada tahun 1986. Lagu yang berdurasi sekitar lima menit ini menggambarkan tentang kemarahan yang akhirnya mampu mengendalikan perilaku seseorang. Lagu ini sering dimainkan oleh mereka ketika mengadakan road tour, baik sebagai pembuka maupun menjadi lagu penutup konser.

Lagu ini dimulai dengan bagian gitar yang pelan dan jernih. Tiga layer suara gitar akustik muncul menjadi pembuka manis, dan kemudian sesi selanjutnya masuk dalam tempo yang agresif khas musik Thrash Metal. Battery termasuk salah satu lagu Metallica yang sering dimainkan saat konser. Mereka pertama kali memaikan single ini di panggung terbuka pada saat konser di Wichita, Kansas, tanggl 27 Maret 1986.

Untuk para Metalhead penggemar Metallica, tentunya sudah tidak asing dengan judul-judul lagu tersebut. Namun, bagi yang baru ingin merasakan musik cadas dari band asal Amerika ini, daftar 10 lagu di atas bisa menjadi pemuas dahaga dalam menikmati musik bergenre Heavy Metal, Thrash Metal dan sejenisnya. Selamat mendengarkan! Mampir juga ke artikel lagu favorit dari The Beatles ini jika kamu pengagum John Lennon cs.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *