Bacaterus / lagu / Bikin Ambyar! 5 Lagu Didi Kempot tentang Pahitnya Patah Hati

Bikin Ambyar! 5 Lagu Didi Kempot tentang Pahitnya Patah Hati

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Patah hati adalah suatu hal yang pasti dihindari oleh semua orang. Namun, selihai-lihainya kita berusaha untuk tidak patah hati, tapi toh kalau sudah takdir pasti akan merasakan juga. Membaca fenomena patah hati yang kian marak setiap tahunnya, ‘Godfather of Broken Heart’ alias Didi Kempot semakin gencar membuat lagu-lagu galau yang mengisahkan tentang pahitnya patah hati.

Baru-baru ini, Didi Kempot meluncurkan lagu berjudul “Ambyar” yang disambut dengan baik oleh Sobat Ambyar (julukan bagi penggemar lagu-lagu galau Didi Kempot). Nah, buat kamu yang juga ingin menggalau bersama dengan Sobat Ambyar lainnya, dengerin 5 lagu Didi Kempot seputar pahitnya patah hati ini, yuk!

1. Ambyar – Pedihnya PHP Sang Kekasih

Ambyar

Pernah jadi korban PHP alias pemberi harapan palsu? Siapa pun bisa jadi orang yang PHP, lho, bahkan tak terkecuali yang sudah jadi pacar sekali pun. Lagu terbaru Didi Kempot yang berjudul “Ambyar” ini menceritakan tentang betapa kecewanya seseorang yang ternyata hanya diberi janji manis oleh kekasihnya.

Wis kebacut ambyar, ambyar kaya ngene (Sudah terlanjur hancur, hancur seperti ini)

Manise janjimu jebule mung ono lambe (Manisnya janjimu ternyata hanya di bibir saja)

Wis kebacut ambyar, ambyar kaya ngene (Sudah terlanjur hancur, hancur seperti ini)

Ning apa kowe tego nyikso aku kaya ngene (Tapi apa kamu tega menyiksa aku seperti ini)

2. Cidro – Dikhianati Saat Sedang Sayang-sayangnya

Cidro

Hubungan yang tadinya manis dan berbunga-bunga kini harus kandas karena kekasih mengkhianati janjinya sendiri. Nah, pernah merasakan hal seperti itu? Didi Kempot bercerita mengenai perihnya dikhianati saat sedang dimabuk cinta melalui lagu berjudul “Cidro” ini.

Wis sakmestine ati iki nelongso (Sudah semestinya hati ini merana)

Wong seng tak tresnani mblenjani janji (Orang kucintai mengingkari janji)

Opo ora eling naliko semono (Apa kau tak ingat waktu itu)

Kebak kembang wangi jroning dodo (Hati kita berbunga-bunga)

Kepiye maneh iki pancen nasibku (Bagaimana lagi nasibku memang seperti ini)

Kudu nandang loro kaya mengkene (Harus menanggung sakit seperti ini)

3. Suket Teki – Move On dari Pacar Tukang Bohong dan Egois

Suket Teki

Sedikit berbeda dari lagu-lagu Didi Kempot kebanyakan, “Suket Teki” mengisahkan tentang seorang pria yang lebih memilih mundur menghadapi kekasihnya yang tukang bohong alias sering mengkhianati janji. Selain itu, sosok kekasih dalam lagu ini juga digambarkan sebagai sosok yang egois dan tidak mau mengalah meskipun sudah jelas-jelas salah.

Jebule janjimu jebule sumpahmu (Ternyata janjimu ternyata sumpahmu)

Ra bisa digugu (Tak bisa dipercaya)

Wong salah ora gelem ngaku salah (Orang salah namun tak mau mengakui kesalahan)

Suwe-suwe sapa wonge sing betah (Lama-lama siapa yang betah)

4. Pamer Bojo – Sakitnya Hati Saat Melihat Dia Bersama yang Lain

Pamer Bojo

Move on adalah hal yang mudah dikatakan tapi terkadang sulit untuk dilakukan. Kalau kamu sudah bisa move on, tentu saja kamu bakal tidak peduli ketika melihat sang mantan bermesraan dengan kekasih barunya. Namun, kalau kamu termasuk Sobat Ambyar yang gagal move on, mungkin lagu “Pamer Bojo” ini mencurahkan isi hatimu banget!

Dudu klambi anyar sing nang njero kamar (Bukan baju baru yang ada di dalam lemariku)

Nanging bojo anyar sing mbok pamerke aku (Tapi suami/istri baru yang kamu pamerkan kepadaku)

Dudu wangi mawar sing tak sawang nang mripatku (Bukan wangi mawar yang ku lihat di mataku)

Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku (Tapi engkau lupa menyakiti orang sepertiku)

5. Tangise Ati – Ditinggal Kekasih Tapi Tetap Berusaha Ikhlas

Tangise Ati

Lagi PDKT sama seseorang lalu si dia menghilang begitu saja ketika kita sudah mulai sayang? Wah, siapa yang pernah mengalami hal seperti ini? Perasaan sedihmu nampaknya bisa kamu tuangkan dengan menyanyikan lagu “Tangise Ati” dari Didi Kempot ini.

Kowe lungo tanpo kabar nganti seprene (Engkau telah pergi menghilang tanpa kabar hingga saat ini)

Laraning ati sing nyonggo aku dewe (Sakit hati yang merasakan hanya hatiku)

Ora ngiro yen bakal ngene dadine (Aku tak menduga bakal begini akhirnya)

Wis wis yo wis yen ngono yo wis tak lilakake (Namun ya sudahlah jikalau begitupun aku merelakanya)

Shopee 2.2 Men Sale

Galau sambil mendengarkan lagu-lagu dari Didi Kempot sih boleh-boleh saja. Namun, ‘Godfather of Broken Heart’ juga menghimbaumu agar segera move on untuk menemukan pujaan hati yang baru. Biar cepat dapat jodoh, upgrade gayamu dengan barang-barang di Shopee 2.2 Men Sale, yuk!

Didi Kempot yang merupakan brand ambassador Shopee 2.2 Men Sale juga akan memeriahkan promo menarik ini! Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk ‘ambyar’ bersama Godfather of Broken Heart sambil tetap meng-upgrade gayamu agar kamu segera bertemu kekasih yang baru, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *