Bacaterus / Tepung Terigu / Dijamin Lezat, 10 Kue Basah Tradisional dari Tepung Terigu

Dijamin Lezat, 10 Kue Basah Tradisional dari Tepung Terigu

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia memiliki 34 provinsi. Masing-masing provinsi memiliki keragaman kuliner yang spektakuler. Tak perlu makanan beratnya, makanan ringan seperti kue basah tradisional bisa menjadi primadona bagi pelancong yang datang ke kota tersebut. Tak sedikit yang membelinya untuk oleh-oleh kerabat di kota asal.

Bahan pembuatannya bisa terbuat dari tepung beras, sagu, tepung terigu, tepung ketan, bahkan tanpa tepung sama sekali. Rasanya? Khas, lezat, dan nagih! Untuk itu, Bacaterus akan merangkum 10 kue tradisional khas yang terbuat dari tepung terigu. Yuk, cek apakah kue basah favoritmu ada di dalam daftar ini.

1. Klapertaart

Klapertaart

* sumber: www.pegipegi.com

Klapertaart adalah kue khas Manado yang biasanya disajikan saat Natal. Kue ini memang menjadi ikon Sulawesi Utara. Sesungguhnya panganan berbahan dasar kelapa serta tepung terigu ini makanan asli Belanda. Saat penjajahan Belanda, negara tersebut membawanya dan berpengaruh di kawasan Manado. Oleh sebab itu, kue ini pun menjadi makanan khas Manado.

Klapertaart pun memiliki jenis yang dipanggang dan menggunakan roti ada juga yang tidak dipanggang. Bedanya, bila dipanggang, kue ini akan padat dan bisa dipotong seperti kue tart. Sedangkan yang tidak dipanggang, tekstur yang dihasilkan lembut dan lumer di mulut. Pas sekali disantap saat dingin.

Nah, kalau kamu ingin mencoba Klapertaart, tak perlu jauh ke Manado. Sudah banyak yang menjual via online ataupun di restoran seperti H.E.M.A. Resto, TK Klapertaart, Ella’s Kitchen, dan masih banyak lagi. Kamu tinggal pilih yang mana rasa paling favorit di lidah.

2. Kue Lumpur

Kue Lumpur

* sumber: jakarta-tourism.go.id

Salah satu kue tradisional satu ini memang sudah tak asing lagi. Kue lumpur memiliki tekstur lembut, halus, dan pas digigit. Ia berbahan tepung terigu, kentang, santan, dan telur. Agar tak tercium amis, biasanya ditambahkan vanila dengan hiasan kismis di atas kue. Kue lumpur termasuk kue basah yang tidak tahan lama. Sehingga setelah jadi harus segera dinikmati.

Untuk mendapatkannya, kamu bisa membeli di pasar-pasar tradisional atau penjual kue basah. Beberapa toko kue terkenal seperti Monami Bakery, Kue-kue Ibu Hasan, serta Le Gourmet pun menjual kue lumpur. Kamu tinggal menghubungi nomor kontak untuk memesan kue lumpur di toko tersebut.

3. Kue Bolu Kukus

Kue Bolu Kukus

* sumber: foodizz.id

Bolu kukus adalah salah satu kue tradisional menggunakan tepung terigu yang paling mudah ditemukan. Rata-rata penjual kue basah akan menjual kue ini. Biasanya muncul saat acara besar seperti arisan, ulang tahun, sampai pesta pernikahan. Bolu kukus bisa kamu temukan di pasar tradisional, toko kue basah, sampai khusus untuk jajanan pasar.

Seiring perkembangan, bolu kukus tak hanya memiliki satu variasi saja. Ia bisa memuat berbagai rasa, mulai dari original, pandan sampai cokelat, memiliki warna tak hanya putih saja tapi bisa warna hijau, pink ataupun cokelat. Apapun variasi dan rasanya tetap saja rasa dasar dari bolu kukus ini tetap ada, yaitu manis, lembut, dan sedikit rasa gurih.

4. Kue Cucur

Kue Cucur

* sumber: m.fimela.com

Bersarang, manis, dan gurih adalah ciri khas dari kue cucur. Rasa khasnya berasal dari campuran gula merah, tepung terigu, tepung beras, garam, serta vanili. Bila rata-rata kue dipanggang atau dikukus, ia malah digoreng. Ada sensasi kriuk sekaligus lembut pada satu kali suapan.

Memang belum ada yang bisa memastikan kapan kue cucur ini muncul. Kue yang bisa dikatakan khas Betawi ini biasanya disajikan pada acara pernikahan dan acara penting lainnya. Tak hanya di Indonesia, kue ini juga ada di Malaysia dan Thailand. Ia dipercaya sebagai perlambang cinta bagi masyarakat Thailand karena  bentuknya yang mirip dengan bunga lotus.

5. Pukis

Pukis

* sumber: www.nibble.id

Kue berbentuk setengah lingkaran ini memang menggugah selera. Kamu mungkin salah satunya. Melewati penjual yang menjajakan kue pukis saat memasaknya di pasar membuatmu tertarik karena wanginya, kan? Ternyata, kue ini punya sejarah yang perlu diingat.

Sebenarnya, kue pukis adalah jajanan pasar Desa Sampang Kebumen. Awalnya, kue ini dibawa oleh orang Tionghoa lalu mempekerjakan beberapa orang untuk membuat kue ini. Tak ada yang dipercaya untuk meraciknya dari resep rahasia yang dimiliki pemilik kue. Tapi ternyata ada satu orang yang dipercaya dan diberikan resep rahasia.

Ia pun keluar dari tempat kerjanya dan membuat usaha kue pukis sendiri. Dari situ kue ini pun mulai menyeruak terkenal se-nusantara. Dulu, kue pukis tak memiliki toping khusus. Kalaupun pakai, hanya keju ataupun cokelat. Sekarang sudah mulai meluas seperti green tea, red velvet, cadburry, dan sebagainya.

6. Carabikang

Carabikang

* sumber: budaya-indonesia.org

Carabikang adalah kue yang biasanya dijual bersama dengan pukis, ataupun kue cubit. Bentuknya mudah dikenali karena mekar di tengah dengan warna menarik perhatian. Rasanya legit paling pas disantap sebagai teman minum kopi di pagi atau minum teh di siang hari. Carabikang dibuat dari tepung terigu, tepung beras, santan, gula, serta agar-agar.

Mungkin belum banyak yang tahu kalau kue ini merupakan jajanan khas dari Surabaya. Jadi jika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi kota pahlawan, icip carabikang memang paling pas. Belum sempat ke Surabaya? Tak masalah. Ada banyak penjual kue yang menjajakan kue ini di pasar tradisional.

7. Dadar Gulung

Dadar Gulung

* sumber: caramembuat.id

Berwarna hijau, legit, manis, dan gurih adalah ciri-ciri dari kue dadar gulung isi unti kelapa. Dasarnya, dadar gulung memang diisi oleh unti kelapa. Seiring perkembangan zaman dan inovasi, sudah banyak adaptasi dalam pembuatannya. Misalnya saja unti kelapa diisi oleh pisang, cokelat, sampai keju.

Kemudian warna kulitnya tak lagi hijau polos atau putih polos saja. Bisa saja kulitnya menjadi warna belang cokelat putih, cokelat, sampai warna merah muda. Ini dilakukan agar menarik perhatian bagi pembeli milenial. Kalau kamu ternyata lebih menyukai yang original, tak masalah kok.

8. Surabi

Surabi

* sumber: merahputih.com

Siapa yang kalau ke Bandung tak melewatkan untuk icip surabi? Bandung memang khas dengan panganan berbahan dasar terigu, tepung beras, serta santan ini. Rasanya legit menggoyang lidah. Bisa disandingkan dengan kinca untuk surabi manis ataupun oncom untuk surabi asin, ataupun rasa-rasa baru yang menyenangkan.

Paling pas jika menikmati surabi masih dalam keadaan hangat di kios dengan latar suara hujan. Nikmat! Namun tahukah kamu kalau Solo juga punya surabi? Solo memiliki serabi dengan bentuk yang lebih tipis sehingga bisa digulung. Sedangkan surabi Bandung cenderung bulat dan montok. Mana favoritmu?

9. Lapis Legit

Lapis Legit

* sumber: economy.okezone.com

Spekkoek atau lapis legit merupakan kue berbahan dasar terigu yang menjadi kue tradisional Indonesia. Padahal awal mulanya kue ini dikembangkan oleh Belanda. Mereka terinspirasi dari kue lapis khas Eropa. Digunakannya rempah rempah, telur, tepung terigu, gula, serta mentega untuk menampilkan kue lapis legit yang memiliki rasa dan wangi khas.

Kue ini biasanya muncul pada acara-acara khusus seperti lebaran, natal, kelahiran, dan sebagainya. Namun sekarang ini sudah banyak toko yang membuatnya kapanpun. Sehingga kamu bisa menikmatinya tak harus pada acara tertentu.

10. Putu Ayu

Putu Ayu

* sumber: www.fimela.com

Manis, lembut, serta ada sensasi gurih saat menyicipinya adalah kekhasan yang bisa didapatkan dari Putu Ayu. Kue berbahan terigu, santan, telur, gula, garam ini memang masih memiliki banyak penggemar. Apalagi  sekarang keberadaannya semakin mudah didapatkan. Kamu tinggal pergi ke pasar tradisional yang menjual kue basah. Di sana Putu Ayu biasanya berada.

Namun, jangan terbalik dengan kue putu yang biasa dijajakan oleh abang-abang gendong dengan suara khasnya. Kue putu yang dijajakan tersebut menggunakan gula merah pada isian dan dicetak menggunakan bambu. Saat sudah matang, kue tersebut akan ditabur dengan parutan kelapa yang menambah cita rasa.

Itulah 10 kue basah tradisional dari tepung terigu yang masih bisa kamu temukan. Adakah favoritmu di sini? Jika kamu memiliki daftar kue basah tradisional dari tepung terigu yang lain atau khas dari daerahmu, jangan ragu untuk meninggalkannya di kolom komentar, ya. Simak juga artikel camilan gurih dari tepung terigu ini, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *