Bacaterus / Tempat Unik / 10 Kota Termacet di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

10 Kota Termacet di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kemacetan memang terkadang bisa membuat hari terasa melelahkan. Selain karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kemacetan juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya depresi di masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan kota-kota besar.

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di 50% lebih kota yang ada di dunia, maka dalam periode tahun 2018-2019 terdapat 10 kota di dunia yang tercatat sebagai kota dengan tingkat kemacetan yang paling tinggi. Ingin tahu kota mana saja? Berikut adalah daftarnya.

1. Bengaluru, India

Bengaluru, India

* sumber: thelogicalindian.com

Di posisi paling puncak sebagai kota termacet di dunia ditempati oleh Bengaluru, India. Bengaluru merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota negara bagian Karnataka. Bangaluru merupakan nama baru yang diberikan sejak tahun 2006, di mana sebelumnya bernama Bangalore.

Meskipun kota ini memiliki julukan sebagai ‘kota taman’ yang dapat mempesona wisatawan dengan keindahan pepohonannya, namun dengan tingkat kemacetan sebesar 71%, Bengaluru pun menjadi kota termacet di dunia yang bisa menghabiskan waktu percuma sekitar 243 jam dalam setahun hanya untuk bermacet-macetan.

2. Manila, Filipina

Manila, Filipina

* sumber: yahoonews.com

Manila merupakan ibu kota Filipina. Manila sendiri merupakan salah satu kota metropolitan di mana pusat perekonomian, pendidikan serta pusat hiburan banyak terdapat di sana.

Manila dikenal dengan julukan ‘Pearl of the Orient‘ sejak meletusnya Perang Dunia ke-2. Penduduk yang mendiami kota ini disebutkan berjumlah lebih dari 12 juta menurut sensus tahun 2015.

Hampir sama dengan Bengaluru, Manila pun memiliki tingkat kemacetan sebesar 71%, di mana waktu yang terbuang percuma mencapai 257 jam dalam setahun. Hal tersebut tentu sangat menganggu jalannya aktivitas masyarakat yang ada di sana.

3. Bogota, Kolombia

Bogota, Kolombia

* sumber: colombia.wikimedia.com

Bogota merupakan ibu kota negara Kolombia. Salah satu kota terbesar dan terpadat di Amerika Latin itu memiliki lebih dari 8 juta penduduk. Bogota juga dikenal sebagai ibu kota negara tertinggi ketiga di dunia setelah La Paz dan Quito. Bogota pada awalnya merupakan pusat peradaban yang ada di Kolombia sebelum akhirnya pasukan kolonial Spanyol menginvasi wilayah tersebut.

Bogota berada di peringkat ketiga kota termacet dengan presentasi mencapai 68%. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 5% dalam periode 2018-2019. Selama kurun tersebut, waktu yang terbuang oleh warga Bogota mencapai 230 jam dalam setahun dan itu akan terus bertambah bila tak ada penanganan serius dari pemerintah setempat.

4. Mumbai, India

Mumbai, India

* sumber: change.org

Kota selanjutnya yang diketahui memiliki tingkat kemacetan tertinggi di dunia adalah Mumbai, India. Salah satu kota besar di India ini memiliki cara unik dalam dalam menangani polusi suara akibat kemacetan.

Polusi suara memang dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Oleh karena itu, kepolisian Mumbai pun melakukan hal unik untuk mengurangi polusi suara saat kemacetan berlangsung.

Di sana polisi memasang sebuah sensor suara yang akan mengukur tingkat kebisingan dari klakson yang dibunyikan kendaraan. Bila suara tersebut melebihi batas yang telah ditentukan. Maka pengendara akan mendapat tambahan waktu lampu merah.

Hal tersebut tentu bukanlah hal yang diinginkan. Mumbai sendiri memiliki tingkat kemacetan sebesar 65%, dengan waktu yang terbuang sia-sia di jalanan sekitar 209 jam dalam setahun.

5. Pune, India

Pune, India

* sumber: hindustantimes.com

Posisi selanjutnya di tempati oleh Pune, India. Pune sendiri merupakan kota terbesar kedua di India yang memiliki tingkatkan kemacetan sebesar 59%. Total waktu yang bisa dihabiskan sia-sia yaitu sekitar 193 jam per tahun.

Pune terkenal karena masyarakatnya yang tidak suka basa-basi alias galak. Hal tersebut dapat dilihat dari himbauan-himbauan yang bernada sinis yang kerap ditemukan pada tanda papan yang ada di Pune.

Sistem kasta yang digunakan sejak nenek moyangnya terdahulu memang menjadi akar yang menyebabkan kota tersebut kurang ramah, apalagi terhadap para pendatang.

6. Moskow, Rusia

Moskow, Rusia

* sumber: detiknews.com

Moskow merupakan ibu kota Rusia yang menjadi pusat perekonomian, kebudayaan, dan pendidikan utama di negara terbesar di dunia tersebut. Moskow sendiri memiliki presentasi kemacetan hingga mencapai 59%. Angka tersebut meningkat 3 persen dari tahun 2018.

Moskow sendiri dikenal sebagai kota berpenduduk terpadat dan terbesar di Rusia. Jumlah penduduknya mencapai 11 juta jiwa. Penduduk Moskow terdiri dari berbagai suku bangsa dan menjadi kota dengan tingkat pengangguran tertinggi yang ada di Rusia. Warga Moskow sendiri harus menghabiskan waktu sekitar 225 jam per tahun di jalanan yang padat.

7. Lima, Peru

Lima, Peru

* sumber: worldbankblog.com

Lima adalah ibu kota dari negara Peru. Di kota ini hidup kurang lebih 6,7 juta jiwa, di mana sepertiga dari jumlah tersebut hidup di lingkungan kumuh yang berada di bawah garis kemiskinan.

Meskipun mengalami penurunan sekitar 1% dari presentasi kemacetan, namun dengan tingkat kemacetan sebesar 57%, Lima pun berada di urutan ke-7 sebagai negara dengan angka kemacetan yang tinggi.

Sebagian besar penduduk di kota Lima menghabiskan waktu sekitar 209 jam dalam setahun di jalanan ibu kota yang padat.

8. New Delhi, India

New Delhi, India

* sumber: scoopwhoop.com

Selanjutnya yang masuk dalam urutan 10 besar kota termacet di dunia kembali diraih oleh negara India, yaitu New Delhi. Sebagai pusat pemerintahan, New Delhi pun masuk ke dalam tiga kota metropolitan terbesar di India. Penduduknya sendiri kurang lebih mencapai 10 juta jiwa pada sensus yang dilakukan tahun 2010.

Dibanding ketiga kota yang telah disebutkan di atas, tingkat kemacetan kota ini memang lebih kecil, yaitu sekitar 56%. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah India.

Meskipun pada tahun 2019 kemacetan itu turun sebanyak 2%, namun masyarakat New Delhi masih harus membuang waktu di jalanan sebanyak 190 jam dalam setahun.

9. Istanbul, Turki

Istanbul, Turki

* sumber: huriyetdailynews.com

Istanbul adalah kota terpadat di Turki. Istanbul merupakan kota lintas benua di Eurasia yang membentang melintasi Selat Bosporus di antara Laut Marmara dan Laut Hitam. Kota ini menjadi pusat pemerintahan, perekonomian, kebudayaan serta sejarah peradaban negara Turki.

Jumlah penduduknya mencapai 14 juta jiwa. Hal tersebut menjadikannya sebagai negara terpadat di ke-6 di dunia. Dengan presentasi kemacetan mencapai 55%, Istanbul pun menempati posisi ke-9 sebagai kota termacet di mana penduduknya menghabiskan waktu sekitar 225 jam setiap tahunnya di jalanan.

10. Jakarta, Indonesia

Jakarta, Indonesia

* sumber: thejakartapost.com

Di posisi paling buncit ditempati oleh Jakarta dengan presentasi kemacetan mencapai 53%. Dengan total penduduk mencapai 10,5 juta jiwa, Jakarta pun menjadi salah satu kota termacet yang ada di dunia.

Meskipun berhasil masuk ke dalam 10 besar. Namun hal tersebut bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Karena pada kenyataannya masyarakat Jakarta sendiri harus membuang waktu mereka yang cukup banyak, yaitu sekitar 184 jam per tahun dalam kemacetan.

Hal tersebut tentu menjadi tugas bersama antara pemerintah dan warganya untuk lebih disiplin supaya angka kemacetan yang terjadi di ibu kota tercinta ini berkurang di masa depan.

Nah, itulah 10 kota termacet di dunia yang bisa membuat pengguna jalan tertekan. Semoga di tahun-tahun mendatang angka kemacetan yang ada di setiap kota besar di dunia tersebut bisa terus diminimalisir. Ketahui juga informasi menarik lainnya tentang jalan paling berbahaya di dunia hanya di Bacaterus.com.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *