bacaterus web banner retina

Yuk Kenali 7 Kode yang Terdapat di Botol Plastik Ini

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 29 Mei 2021

Sering kali ketika kita membeli minuman yang dikemas dalam botol plastik, kita melihat kode-kode tertentu yang tercetak di bagian bawah botol. Kode-kode itu ternyata mengandung arti yang penting yang tidak boleh kita abaikan. Mengapa? Karena botol-botol tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh kita.

Pernah melihat pedagang yang memakai botol bekas yang dipakai ulang untuk menyimpan cairan seperti gula cair atau sambal? Apakah penggunaan ulang botol itu sudah benar? Untuk tahu apakah botol bisa dipakai ulang atau harus didaur ulang maka kita perlu tahu mengenai kode-kode yang tertera di botol plastik tersebut untuk menghindari kesalahan penggunaan.

Nah, supaya paham mengenai kode-kode yang ada di botol plastik, simak informasi penting dari Bacaterus mengenai 7 kode yang tertera di botol plastik.

1. 1 – PET

1 – PET
*

PET atau Polyethylene Terephthalate adalah salah satu jenis plastik yang paling banyak digunakan dalam produk yang diperuntukkan bagi konsumen. Penggunaan plastik jenis ini banyak ditemukan di sebagian besar botol untuk air, minuman soda, cairan lainnya, dan beberapa kemasan. Botol dengan kode ini hanya dapat digunakan untuk satu kali penggunaan.

Jika botol dengan kode 1 – PET digunakan berulang kali akan  meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Plastik PET termasuk plastik yang susah untuk didekontaminasi, dan diperlukan bahan kimia berbahaya untuk pembersihan yang tepat. Polyethylene Terephthalate dapat mengeluarkan zat karsinogen, zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker.

Daur ulang dapat dilakukan pada Plastik PET. Di Amerika Serikat, saat ini sekitar 25% botol PET didaur ulang. Prosesnya melibatkan penghancuran plastik dan kemudian plastik tersebut diparut menjadi serpihan kecil. Setelah itu, serpihan tersebut dibuat ulang menjadi botol PET baru. Selain itu, bisa juga dipintal menjadi serat poliester.

Serat hasil daur ulang ini digunakan dalam pembuatan bahan tekstil yang kemudian digunakan untuk bahan pakaian bulu, isian untuk bantal dan jaket pelampung, karpet, dan produk yang sama.

2. 2 – HDPE

2 – HDPE
*

Botol dengan kode 2 - HDPE atau High-Density Polyethylene sering digunakan untuk kemasan minuman, seperti jus, susu, atau yogurt. Juga digunakan untuk kemasan margarin dan deterjen. Warna botol ini tidak jernih, cenderung buram. Botol jenis ini dianggap aman untuk digunakan ulang menurut American Chemistry Council and Care2.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa golongan plastik ini dapat mengeluarkan bahan kimia yang mengganggu hormon atau zat apapun yang bisa menyebabkan kanker. Plastik jenis ini adalah plastik yang paling sering didaur ulang. Prosesnya pun mudah dan biaya daur ulangnya pun hemat dan cocok untuk penggunaan sekunder.

Plastik jenis ini sangat kuat ketika dipakai dan tidak mudah rusak di bawah paparan sinar matahari atau pemanasan atau pembekuan ekstrem. Umumnya plastik ini digunakan untuk kursi taman, meja piknik, tempat sampah, mainan anak-anak, kemasan untuk minyak dan deterjen, beberapa kantong plastik dan produk lainnya yang memerlukan bahan tahan cuaca dan ketahanan.

3. 3 – PVC

3 – PVC
*

PVC atau Polyvinyl Chloride yang mengandung bahan kimia beracun ini merupakan termoplastik populer yang mengandung kadar klorin tinggi. Kadar klorin yang dikandungnya bisa mencapai hingga 57%. Plastik PVC umumnya digunakan untuk botol bumbu, mainan, botol deterjen, gorden kamar mandi, botol shampo, botol minyak goreng, kemasan makanan bening, peralatan medis, dan lain-lain.

PVC adalah plastik yang kuat, tak beraroma dan berwarna putih. Dengan menambahkan phthalates, plastik ini bisa lebih lunak dan fleksibel. PVC mengandung bahan kimia yang mungkin memiliki efek buruk untuk kesehatan. Tipe plastik ini berisiko melepaskan produk yang menguraikan racun seperti phthalates, ke dalam makanan dan minuman.

Orang kemungkinan terpapar PVC ketika menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi PVC, atau makanan yang terbungkus dalam kemasan atau wadah yang mengandung PVC. Selain itu, menghirup asap pembakaran PVC atau emisi dari pabrik dan menyentuh produk yang dibuat dari PVC juga dapat menyebabkan orang terpapar PVC.

Saat PVC dibakar, terbentuklah dioksin. Dioksin yang dianggap sebagai salah satu jenis bahan kimia yang paling beracun dan dikenal sebagai penyebab kanker pada manusia dan polutan organik persisten. Produk yang dibuat dari plastik PVC tidak bisa didaur ulang dan sebaiknya tidak digunakan ulang untuk wadah makanan atau anak-anak.

4. 4 – LDPE

4 – LDPE
*

Low Density Polythylene atau LDPE adalah jenis plastik dengan bahaya yang rendah. Umumnya plastik ini digunakan pembungkus roti, produk segar, makanan beku, tas belanja, sampah rumah tangga juga untuk cangkir minuman panas dan dingin dan karton susu. LDPE dapat berisiko melepaskan bahan kimia estrogen yang hampir sama dengan HDPE walaupun tak mengandung BPA.

Bisphenol-A atau BPA adalah bahan kimia yang ditambahkan ke banyak produk komersial termasuk wadah makanan dan produk kebersihan. Beberapa ahli percaya bahwa BPA berbahaya tapi ada juga yang tak setuju dengan pendapat tersebut.

BPA dikatakan meniru struktur dan fungsi hormon estrogen sehingga dapat berikatan dengan reseptor estrogen dan mempengaruhi proses tubuh, seperti perbaikan sel, pertumbuhan, tingkat energi, reproduksi dan perkembangan janin.

Plastik jenis ini aman untuk digunakan ulang tapi tak selalu bisa didaur ulang. Plastik film tipis ini lebih ringan dibanding plastik jenis lain sehingga plastik ini dapat meleleh atau mengeluarkan bahan beracun jika terkena suhu yang tinggi, salah satunya microwave.

5. 5 – PP

5 – PP
*

Polypropylene atau PP adalah jenis plastik yang kuat dan ringan. PP memiliki kualitas tahan panas yang sangat baik. Selain itu, PP juga digunakan sebagai penghalang lemak, kelembaban, dan bahan kimia. PP umumnya digunakan untuk popok sekali pakai, tutup botol plastik, ember, wadah yogurt dan margarin, kemasan keripik kentang, tali, pita pengepakan, dan sedotan.

Jika kamu melihat pelapis plastik tipis saat membuka kotak sereal, bahan tersebut adalah PP alias polypropylene.  Jenis plastik ini bisa didaur ulang. Biasanya hasil daur ulang PP digunakan untuk membuat pembatas lanskap, kotak baterai, sapu, nampan dan tempat sampah.

PP dapat digunakan ulang dan didaur ulang. Untuk mengurangi penggunaan PP, pilihlah sedotan yang dapat dipakai berkali-kali, botol plastik yang dapat digunakan berulang dan gunakan popok kain.

6. 6 – PS

6 – PS
*

PS atau Polystyrene adalah plastik berbasis minyak bumi. Plastik jenis ini bisa sangat kuat atau digunakan sebagai Styrofoam. PS juga mudah pecah dan mudah tersebar di seluruh lingkungan alam. Banyak makhluk laut yang menelan plastik ini sehingga berakibat fatal bagi kesehatannya.

Polystyrene umumnya digunakan untuk makanan dan minuman panas, seperti kopi panas yang disajikan dalam cangkir polystyrene. Contoh produk lainnya, yaitu helm pesepeda, kotak CD dan DVD, Plastik ini dapat didaur ulang.

EPA dan IARC atau Agency for Research on Cancer plastik mengklasifikasikan PS sebagai penyebab kanker bagi manusia. Untuk menghindari kontaminasi polystyrene, bungkuslah sisa makanan dari restoran dalam wadah kaca atau stainless steel atau produk bambu.

7. 7 – Lainnya (Polycarbonate, BPA dan LEXAN)

7 – Lainnya (Polycarbonate, BPA dan LEXAN)
*

Angka 7 digunakan untuk penandaan semua jenis produk yang terbuat dari resin plastik lain yang tidak disebutkan sebelumnya. Bisa juga untuk menandai produk yang dibuat dari kombinasi plastik. Untuk mengetahui jenis racun apa yang terkandung dalam plastik nomor 7 tidaklah mudah. Namun kemungkinan mengandung BPA atau bahan kimia jenis baru dalam golongan BPS.

Plastik ini umum digunakan untuk membuat botol bayi, cangkir sippy, botol untuk air dingin dan bagian mobil. Wadah plastik untuk makanan dari polycarbonate mengandung BPA. Plastik no 7 tidak dapat digunakan ulang kecuali produknya memiliki pengkodean kompos PLA. Jangan biarkan anak-anak menggunakan barang yang terbuat dari plastik ini.

Jika memungkinkan, sebaiknya hindari penggunaan plastik nomor 7, terutama untuk makanan anak-anak.

Dengan memahami pengkategorian sederhana ini, kita bisa menggunakan plastik sebaik mungkin dan menghindari masalah kesehatan yang ditimbulkan. Apakah kamu termasuk orang yang suka memperhatikan kode di botol plastik? Mulai sekarang biasakan untuk selalu mencermati kode pada setiap wadah plastik sebelum digunakan. Dapatkan berbagai botol plastik sesuai kebutuhan di Shopee lewat link ini.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram