Bacaterus / Review Film Jepang / Review dan Sinopsis Film Animasi Kimi no Na wa (2016)

Review dan Sinopsis Film Animasi Kimi no Na wa (2016)

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

‘Kimi no Na’ wa atau ‘Your Name’ pastinya sudah tak asing terdengar dikalangan pencinta film animasi. Film dari Makoto Shinkai ini berhasil menjadi anime terlaris sepanjang masa dan mendapatkan banyak review positif bahkan dari khalayak yang tak biasa menonton film anime. Perancangan tokoh film animasi Jepang produksi tahun 2016 ini dikerjakan oleh Masayoshi Tanaka.

Diputar di Jepang selama satu tahun penuh lamanya dimulai pada tanggal 26 Agustus 2016, ‘Your Name’ ditayangkan perdana di konvensi Anime Expo 2016 pada 3 juli 2016 di Los Angeles, California. Kesuksesannya secara komersil menjadikan ‘Your Name’ film anime dengan pendapatan kotor terbesar sepanjang waktu di seluruh dunia.

Penerimaan yang baik dari para kritikus film, nyatanya banyak yang memuji animasi dan dampak emosional dari film ini. Nah, sekarang Bacaterus bakal kasih kamu alasan wajib menonton film anime ini. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis Kimi no Nawa (Copy)

  • Tahun rilis: 2016
  • Genre: Fantasi
  • Produksi: CoMix Wave Films
  • Sutradara : Makoto Shinkai
  • Pemeran: Ryunosuke Kamiki, Mone Kamishiraishi, Masami Nagasawa, Etsuko Ichihara

‘Kimi no Na wa’ menceritakan kisah kehidupan dua orang remaja yang bertukar tubuh ketika mereka tidur secara bergantian. Adalah Miyamizu Mitsuha, siswi SMA sekaligus gadis kuil yang tinggal di desa Itomori dekat gunung di pedalaman Gifu yang merasa bosan dengan kehidupan di pedesaan.

Sedangkan Tachibana Taki, siswa SMA yang tinggal di Shinjuku pusat kota Tokyo dengan kegiatan bekerja paruh waktu di restoran Italia. Berawal dari sebuah mimpi dimana jiwa keduanya bertukar, Taki dan Mitsuha terkejut menemukan mereka terbangun dalam raga dan tempat yang tak seharusnya. Merasakan mimpinya semakin nyata, keduanya saling bertukar catatan.

Semacam buku harian menuliskan peristiwa yang terjadi saat keduanya bertukar tempat. Satu waktu fenomena yang mereka alami berhenti, meninggalkan perasaan resah dan tanda tanya besar keduanya mencari satu sama lain. Pencarian Taki lewat sketsa desa Itomori yang ia buat membuahkan hasil, namun sayang, desa indah itu telah hancur dan menjadi kawah raksasa.

Penyebabnya adalah pecahan Komet Tiamat yang jatuh tiga tahun silam, dalam catatan kejadian Taki menemukan Mitsuha dan dua temannya dalam daftar korban. Mendapati semua jejak yang Mitsuha tinggalkan untuknya lenyap, Taki memberanikan diri pergi ke kuil keluarga Mitsuha. Ia menyadari bahwa selama ini linimasa mereka terpaut beberapa tahun.

Taki meminum Kuchikami-zake sejenis arak beras yang dibuat Mitsuha dengan cara mengunyah nasi dalam mulut sebagai persembahan, dengan harapan ia bisa bertemu kembali ddengan Mitsuha. Terbangun dalam tubuh Mitsuha pagi hari sebelum festival, ia menyadari masih ada waktu menyelamatkan warga desa.

Dibantu kedua temannya, mereka mencoba mengevakuasi warga desa. Taki bermaksud menemui Mitsuha yang sekarang beradda dalam tubuhnya di kuil. Di puncak gunung, keduanya bertemu walau saling tak melihat karena masa mereka yang berbeda. Matahari mulai terbenam, waktunya Kataware mereka kembali ke tubuh masing-masing dan melihat satu sama lain.

Berharap tak saling melupakan keduanya bertukar nama yang dituliskan ditangan, kembali terpisah saat matahari terbenam Mitsuha tak sempat menuliskan namanya. Mendapati tulisan “Aku mencintaimu” di telapak tangannya Mitsuha pergi menemui ayahnya dan meyakinkannya untuk segera mengevakuasi warga desa.

Delapan tahun berlalu, takdir masih berkeliling mempertemukan Taki dan Mitsuha kembali. Rasa familiar akan mengenal satu sama lain membuat mereka tertegun dan saling menanyakan nama.

Sinematografi yang Memukau

Sinematografi yang Memukau

Jaw dropping mungkin kata yang tepat, terlebih saat scene dimana Komet Tiamat jatuh dan terbelah. Ditambah dentingan piano dalam soundtrack yang mendukung visualisasi yang luar biasa memanjakan mata. Detail pemandangan kota Tokyo dan keindahan alam desa Itomori ditampilkan dengan apik dengan pewarnaan tiap elemen yang natural.

Produksi filmnya sendiri memakan waktu 2 tahun. Proses penggambaran dilakukan bersamaan dengan pencarian lokasi. Desa Itomori dalam film memang fiktif, namun terinspirasi dari lokasi sungguhan termasuk kota Hida di Prefektur Gifu. Menjadi film tersukses ke-9 dalam sejarah Jepang, karya Makoto Shinkai ini dipenuhi artwork yang begitu memukau.

Fokus yang menarik perhatian hingga detail objek dalam film penuh dengan sinematografi dan gambar yangturut mewakilkan pesan dari film ini. Layaknya sebuah foto oleh fotografer profesional, objek sampai latar belakang tergambar sangat detail. Gerakan karakter pun terlihat sangat mulus, membuat penonton bisa meraskan emosi yang ingin disampaikan.

Soundtrack Apik dari Band Rock Jepang

Soundtrack Apik dari Band Rock Jepang

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=NooIc3dMncc

Band Rock asal Jepang Radwimps merilis album dengan judul “Your Name” untuk film ini. Makoto Shinkai meminta vokalis utama Radwimps, Yojiro Noda, untuk mengubah musik film yang bisa melengkapi dialogmaupun monolog tokohnya. Lebih dari 350.000 kopi abum terjual, dari 22 musik dalam album ada total 4 lagu karya Radwimps yang dipakai.

“Zenzenzense” yang dipilih menjadi lagu tema berhasil menjadi juara kedua kategori “Best Theme Song” di ajang Newtype Anime Awards. Lagu lainnya yang tak kalah segar serta menyenangkan didengar adalah “Sparkle”, “Yume Toro”, “Nandemonaiya”.

Berhasil bertengger di Oricon Album Chart, keempat lagu tersebut dirilis dalam versi bahasa Inggris. Berkat bantuan soundtrack, emosi yang ditampilkan karakter dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Dijamin ketagihan deh dengar lagu-lagu Radwimps, yang akan bawa kamu masuk kedalam visualisasi film yang indah.

Anti-mainstream Story

Anti-mainstream Story

Mulai dari premis, plot twist, hingga ending dengan pacing dan karakter yang menarik membuat penonton tenggelam mengikuti alur sampai akhir. Diawali dengan bertukarnya jiwa dalam tubuh karakter utama penonton menduga keduanya terpisah hanya terpisah jarak, namun siapa sangka keduanya ternyata terpisah ruang dan waktu.

Siapa yang menduga jika Mitsuha ternyata sudah mati? Plot twist yang diberikan dalam film ini menjadi struktur penting dalam alurnya. Kejutan yang diberikan memicu penonton memperhatikan film dengan lebih detail yang ternyata sudah ada sejak awal. Umumnya inilah yang membuat ‘Kimi no Na wa’ ditonton berulang kali, selain endingnya yang membuat kamu berpikir.

Diakhiri dengan kalimat “Namamu adalah?” ending film ini bertipe implicit yang membuatmu mempertanyakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Termasuk juga cliffhanger ending dengan sentuhan happy ending, ini cukup membuat penonton ingin memutar ulang filmnya.

Film ini dibuat berdasarkan novel karya Makoto Shinkai dengan judul yang sama dan baru dirilis sebulan sebelum pemutaran perdana filmnya, sebagai sumber inspirasi. Walaupun pada kata penutupnya Makoto lebih memilih mendeskripsikannya sebagai versi novel dari filmnya.

Meninggalkan banyak jejak penghargaan dan prestasi untuk film, sutradara, pengisi soundrtrack hingga tim anime, cukup menjadi alasan jika film anime satu ini wajib kamu tonton.

Buat kamu yang belum atau sudah nonton ‘Kimi no Na wa’, boleh banget sharing tanggapan kalian tentang filmnya di kolom komentar. Mau tahu lebih banyak referensi film apa yang menarik buat kamu tonton? Tenang, Bacaterus sudah siapkan banyak untuk kamu!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *